Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 71


__ADS_3

Kenzo yang dari tadi begitu bahagia dan santai langsung mendadak merubah raut wajahnya karena tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Dev barusan, jika mengklaim hal lain sebagai miliknya ia tak mempermasalahkan itu tetapi jika sampai hal itu menyangkut dengan Asya membuat Kenzo langsung meradang dan tidak menerima itu dengan pemikiran yang sehat sedikit pun.


" Jangan pernah mengatakan hal yang nanti akan membuat kamu menyesal nantinya,karena apa yang sudah aku katakan milik ku tidak akan pernah ada yang bisa ambil!" Jelas Kenzo.


Dev tertawa sinis mendengar apa yang dikatakan oleh Kenzo itu ,padahal tadi sudah sangat jelas pria itu menekan setiap apa yang dikatakan.


" kecuali kalau memang aku sudah melihat dengan kedua mataku jika kalian sudah mengucapkan janji suci pernikahan di atas altar,tapi sekarang masih masukan berkas belum juga di catat resmi secara hukum negara!" Ujar Dev tak mau kalah.


"Hoho itu tidak perlu kamu ragukan lagi,karena semua sudah beres dan Asya ingin kami segera menikah sebab tidak baik untuk masa depan anak kami!" setelah mengatakan hal itu Kenzo tanpa banyak bicara langsung pergi dari situ karena sudah berhasil membuat Dev tidak bisa menjawab ataupun memberikan sanggahan yang nanti nya bakal membuat dirinya tambah malu.


'Apa? Jadi maksud anda kalau Nona Asya sedang mengandung anak kalian sejarah?" Tanya Rama yang benar benar shock karena ternyata ketenaran dirinya dalam menggaet wanita cantik masih kalah di bawah level aman.


"Menurut mu? Apa harus aku jelaskan semua yang sudah didengar oleh Tuan mu itu,yang hanya membuat waktu ku terbuang percuma?" Tanya Kenzo ketus ketika waktunya habis hanya untuk membuat para pria yang sedang penasaran akan Asya itu sadar diri.

__ADS_1


"Kalau Anda berbaik hati aku juga ingin mendengarkan hal yang penting tentang Nona Asya!" Bujuk Rama.


"Waktu ku terlalu sibuk dengan hal yang tidak penting,jika kalian ingin bertanya atau mencari tahu bisa datang ke pernikahan kami nanti dalam waktu dekat!" Ujar Kenzo santai lalu menaiki mobil nya untuk kembali ke rumah karena ingin bertemu pujaan hatinya.


Didalam mobil terlihat Dev sedang mengepalkan tangan menahan emosi dengan apa yang ia dengar barusan, pria itu ingin sekali menyangkal jika semua yang ia dengar barusan itu merupakan sebuah kebohongan yang tidak perlu Untuk dipercaya. tetapi melihat wajah Kenzo yang penuh keseriusan dan juga berkas-berkas yang sedang ia pegang mustahil rasa tidak percaya itu ada, karena Biar bagaimanapun bukti yang ada itu lebih akurat dan kuat daripada pemikirannya sendiri.


" sial sial kenapa aku bisa kalah Star lagi dari pria itu, sebenarnya apa sih Hebatnya dibandingkan aku? Kenapa pula juga Asya bisa sampai hamil anaknya dia bukan anaknya aku aku, pokoknya aku tidak bakalan tinggal diam sebelum bisa merebut kembali Asya dan membawanya Kembali ke indonesia bertemu dengan mama. " Dev tidak peduli dengan Respon yang bakalan diberikan Asya ataupun Kenzo ketika dirinya memisahkan mereka secara sadar dan juga terpaksa.


Rama pun sama merasakan hal yang begitu menusuk jantungnya sebab dirinya memang ingin mengalah jika yang ingin memiliki Asya itu Tuannya yaitu Dave Smith,tapi ini malah orang yang tidak pernah ia duga sedikit pun.


"Maksud kamu bicara seperti itu apa?" Tanya Dev dengan nada bicara yang sudah tidak bersahabat bahkan sudah terkesan seperti membentak.


Rama langsung keluar Kapan ketika tidak menyadari jika sebenarnya disitu ada orang lain selain dirinya, pokoknya berbagai kesialan dihadapi pria itu hari ini tanpa disadari tetapi itu akibat dari buah kesalahannya sendiri.

__ADS_1


ingin mengelak ataupun menghindar tapi tidak bisa karena biar bagaimanapun itu sudah terjadi langsung di hadapan Dev tanpa bisa dibantah ataupun berkilah dengan berbagai macam alasan, maka dari itu jalan satu-satunya adalah mengalihkan pembicaraan agar tidak kembali memarahi dirinya atau menanyakan yang tidak-tidak karena otomatis tidak bakalan ada jawaban yang pas di dalam benaknya kini.


" apa kita kembali ke kantor atau langsung kembali ke hotel Anda tuan? " Tanya Rama.


" jangan mengalihkan pembicaraan karena aku suatu saat pasti bakalan menanyakan kepadamu Apa maksud dari Perkataanmu yang tadi, hanya saja sekarang antar aku kembali ke hotel karena di dalam pikiranku sudah tidak ada niat untuk bekerja sedikitpun hari ini. jika mama menelpon katakan Apapun alasannya Terserah dari kamu yang penting intinya 1 kalau aku tidak bakalan kembali dalam waktu dekat sebelum urusanku selesai, dan aku yakin kali ini kamu pasti bisa diandalkan sebab tidak perlu semuanya harus aku turun tangan karena jika hal itu sampai terjadi maka bisa dipastikan posisimu bakalan kuganti saat itu juga! " Dev yang benar-benar sedang tidak mood untuk diajak berbicara langsung menegaskan hal itu kepada Rama agar tidak segera menjawab pertanyaan atau perkataan yang ia lontarkan tadi.


" Baiklah tuan saya paham yang Anda maksud dan saya juga tidak akan mengecewakan Anda kali ini nanti semua pertanyaan yang diajukan oleh Nyonya Lilian biar saya yang menghandle nya nya, begitupun dengan Nona Miranda saya juga yang bakalan mengurusnya agar tidak terlalu mengganggu anda Sebab saya juga pusing dengan penampilannya yang tidak betul satu itu. " Dev sepertinya sedikit tertarik dengan perkataan drama yang tak akhir membuat pria itu membenarkan posisi duduknya dan mulai melontarkan pertanyaan yang membuat Rama kebingungan harus menjawab dengan kasar ataupun halus.


"jadi menurut kamu makhluk seperti Miranda itu setengah jadi atau sudah jadi atau siap pakai atau sekali pakai ? " tanya Dev dengan nada sinis membuat Rama hanya bisa menghela nafasnya kasar karena bingung harus.


" Jujur saja Tuan sebagai seorang pria saya akui jika kecantikan Nona Miranda itu jauh di atas rata-rata,tapi tidak bisa me mengalahkan kecantikannya Nona Aceh yang begitu natural dan juga terkesan tidak melebihkan umurnya. sesaat tetapi sebagai seorang pria sejati Saya juga tidak bakalan menolak jika disuguhkan kan dengan hal yang berbau seksi seperti Nona Miranda itu, karena wanita sekaya dan terpelajar serta cantik seperti dia otomatis jarang sekali mau dengan pria yang hanya bekerja sebagai bawahan seperti saya. " Bravo men ketika seorang Rama mengakui bahwa dirinya itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Dev.


"Baguslah kalau sadar diri seperti itu,supaya jangan terlalu tebar pesona yang tidak jelas!" Sinis Dev sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


"Biar tebar pesona tidak jelas tapi nikmatnya surga dunia Bang Rama sudah rasain lho,Boss!" Batin Rama bahagia


__ADS_2