Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 93


__ADS_3

Beberapa Bulan Kemudian


🌹🍀🌹🍀🌹🍀🌹🍀🌹🌲


Disebuah ruangan yang serba putih tampak seorang wanita tengah ditemani sang Suami untuk melahirkan anak mereka ke dunia ,pria itu terlihat menitikkan air mata ketika tak tega melihat sang Istri yang begitu kesakitan.


Belum lagi peluh yang membanjiri wajah mungil itu membuat suaminya ingin sekali menukar rasa sakit itu ,agar biar dirinya saja yang merasakan nya tapi istrinya jangan.


"Mas ini sakit sekali!" Lirih Asya membuat Kenzo ingin sekali membongkar rumah sakit milik Paman nya itu.


"Kalian itu kerjanya apa saja hah,sudah tahu istriku kesakitan kenapa malah berdiri bingung disitu? Apa kalian tidak bisa menggunakan cara apapun biar dia tidak kesakitan lagi,atau mau kepala kalian yang menjadi taruhannya?" Tanya Kenzo dengan nada yang begitu meninggi.


"Tapi Tuan,bukan kah istri anda yang ingin melahirkan secara normal maka dari itu harus menunggu pembukaan yang sempurna dulu?" Tanya Dokter yang bertugas.


"Ya maka dari itu usahakan caranya bagaimana biar pembukaan atau apapun itu bisa segera sempurna,bukan hanya berdiri saja tanpa melakukan apapun sehingga membuat gelar dokter kamu itu sia sia!" Sungut Kenzo.


Dokter itu tidak bisa berbuat banyak,apalagi keluarga Pasien yang sangat cerewet itu merupakan kerabat dekat pemilik Rumah sakit.


Asya mengusap pelan tangan Kenzo agar lebih sabar,sebab ini semua demi kebaikan semuanya.


"Mas,aku mau air!" pinta Asya walau susah tapi terpaksa meminta hal itu supaya pikiran Kenzo teralihkan.


" kamu hanya mau air saja atau mau yang lain katakan saja supaya aku ambilkan sekalian,biar kamu ada tenaga untuk mengeluarkan Baby El?" Tanya Kenzo membuat Asya merasa lucu.


"Mas,aku itu hanya minta minum bukan minta tenaga! Lagian kalau tenaga untuk mengeluarkan anak kamu sudah aku siapkan,hanya Ayah nya saja yang kelebihan lebay!" Sinis Asya tapi berbeda dengan Kenzo yang malah lebih memeriksa tubuh istrinya takut ada yang terluka ketika Asya tertawa seperti itu.


"Stop jangan tertawa nanti ada yang tambah sakit,yang penting kita fokus supaya pembukaan cepat sempurna .Atau aku yang bantu buka biar cepat beres dan Si Baby cepat keluar,daripada menunggu seperti ini tanpa kepastian sedikitpun?" Tawar Kenzo membuat Wajah Asya langsung memerah apalagi di dalam ruangan itu ada dokter dan beberapa perawat.


"Ini suamiku kelebihan mesum atau oon sih,kok bisa bisa nya yang dibawah lagi sakit tapi minta untuk dianiaya pula?" Tanya Asya dalam hati seperti orang yang ingin menangis.


"Kenapa hanya diam,bukan kah itu solusi yang paling terbaik?" Tanya Kenzo dengan wajah yang penuh keheranan.


"Mas,lebih baik kamu diam saja deh jangan banyak bicara lagi soalnya aku yang pusing!" Ketus Asya gemas.


Tak berselang lama mungkin karena Kenzo yang sengaja membuat pikiran istrinya itu teralihkan,Asya merasakan sakit yang hebat di pinggangnya dan ketika do cek pembukaan sudah sempurna.

__ADS_1


"Ibu karena pembukaan sudah sempurna jadi tolong ikuti apa yang saya katakan,kalau saya kasih tanda untuk waktunya Ibu mengejan lakukan tanpa berhenti sampai saya memberikan tanda untuk berhenti!" Jelas Dokter itu karena Asya yang masih baru dan juga usianya yang terbilang muda.


Demi seorang makhluk yang dititipkan Tuhan dalam rahimnya yang kehadiran nya diawal begitu tak diinginkan,hasil dari sesuatu yang sangat menyakitkan kini malah sedang dinanti begitu antusias oleh seluruh anggota keluarga Dirgantara dan Delano.


Apalagi pria yang tidak punya pertalian darah sedikitpun dengan anak yang ada dalam kandungan Asya itu begitu terlihat antusias,karena baginya dari awal ia adalah Ayah dari bayi itu dan siapapun tidak akan pernah bisa mengambil hak itu darinya meskipun satu dunia bakal menentang keinginannya itu.


Asya begitu sangat bersyukur dan mencintai pria itu sangat,sebab hanya dengan nya Asya merasa aman dan juga Baby El tidak pernah rewel didalam tempat tidurnya itu.


Oekk oekkk


Terdengar tangis bayi itu menggelegar memenuhi seisi ruangan,Kenzo tanoa sadar dan meneteskan air mata ketika melihat Buah hatinya yang paling ia nantikan lahir kedunia ini.


"Selamat Tuan dan Nyonya,bayi anda perempuan dan dia sangat manis!" Ucap Dokter itu sambil tersenyum dan memberikan bayi itu kepada suster untuk segera di bersihkan.


"Haha,Sayang kamu dengar kan anak kita perempuan dan sangat manis. Ah aku jadi penasaran kira kira mirip siapa dia,apa mirip aku atau kamu!" Lirih Kenzo yang sebenarnya terdengar seperti ada nada yang tidak bisa di ungkapan tapi hanya dapat di pendam sendirian.


Asya menangis dalam diam sebab ia tahu nanti bagaimana kekecewaan Kenzo nanti,jika wajah anak yang sangat ia harapkan lebih mirip kepada orang yang tidak ingin di sebut tapi benihnya telah menjadi manusia.


"Mas,kamu baik baik saja kan?" Tanya Asya yang tidak peduli dengan keadaan nya karena ia cemas dengan Kenzo yang sudah bertingkah layaknya orang kebingungan.


"Ya jelas aku baik baik saja,Yang! Kamu disini dulu ya biarkan suster membersihkan kamu,aku mau kasih tahu semua orang diluar. Setelah itu juga ingin memastikan keadaan Baby El,takutnya tertukar nanti bisa bahaya urusan nya!" pamit Kenzo.


"Mas...


Tapi baru kali ini panggilan Asya tidak di gubris sama sekali oleh Kenzo,jangan kan untuk berhenti menoleh kearahnya pun saja tidak memang.


"Mas,kamu kenapa?" Tanya Asya dalam hati dan memilih memejamkan matanya tidak mau menggangu pekerjaan para perawat itu.


Ceklek


"Nak,bagaimana keadaan istri kamu?" Tanya Rianti cemas.


"Dia baik sekarang lagi ditangani oleh suster,dimana Mama dan Papa?" Tanya Kenzo.


"Oh mereka lagi pergi melihat keadaan Baby El,tadi kami mau ikut tapi takut nanti jangan sampai kalian memerlukan sesuatu makanya Mama sama Papa tetap di sini!" Jelas Rianti.

__ADS_1


"Mama sudah lihat wajah Baby El gimana?" Tanya Kenzo pelan.


"Kamu kalau lihat dia nanti pasti bakal dibuat bingung dan heran serta penasaran,karena itu sama sekali tidak pernah terpikirkan sampai Mama dari tadi mencoba untuk mencernanya tapi tetap saja tidak dapat jawaban yang pas!" Sahut Rianti antusias membuat Kenzo mengerutkan keningnya karena bingung dengan perkataan Mamanya barusan.


"Mah,bisa tidak jelaskan itu sesuai dengan apa yang aku tanyakan? Bukan malah jungkir balik kesana kemari,aku jadi bingung memikirkan nya harus seperti apa?" Tanya Kenzo tapi sambil bersungut juga.


"Ya makanya Mama bilang nanti kamu lihat sendiri saja jangan marah marah dong nanti cepat tua!" Ejek Rianti.


"Sudah punya anak satu tapi tingkahnya kayak anak kecil selalu saja marah marah !" George menimpali apa yang dikatakan oleh Istrinya itu.


Ketika mereka sedang berbincang tampak pintu ruangan kamar Asya terbuka,dan terlihat wanita muda yang wajahnya begitu pucat itu tengah tersenyum kearah mereka.


"Suster,istri saya mau dibawa kemana?" Tanya Kenzo heran.


"Ibu Asya mau dipindahkan keruangan perawatan karena kondisinya tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk harus dilakukan tindakan lanjutan!" Jelas Suster itu membuat pria tampan itu bernafas lega dan memegang tangan istrinya itu untuk dibawa masuk keruangan perawatan.


"Sayang,kamu kenapa lihatin aku seperti itu?" Tanya Kenzo yang merasa aneh dari tadi tatapan Asya seolah tak ingin berpindah dari arahnya.


"Apa tidak boleh melihat Kearah Suami sendiri,atau aku lihat kearah dokter tampan yang baru lewat itu?" Tanya Asya menggoda suaminya.


"Aku Tahu aku tampan tapi nanti kalau para suster ini merasa iri kan aku tidak bakalan bertanggung jawab,dan juga jangan pernah menatap kearah lain Apa lagi ada aku yang berada di sekitar kamu!" Jelas Kenzo sambil tersenyum karena untuk apa marah jika setiap hari dirinya yang selalu memeluk Asya dalam tidurnya.


"Haii kesayangan Mama,gimana kabarnya yang sudah jadi Mami?" Tanya Rianti sambil membelai kepala Asya penuh sayang.


"Mah,yang boleh pegang disitu hanya aku!" Ketus Kenzo yang tidak ingin miliknya ada yang menggangu gugat apalagi sampai menyentuhnya.


"Astaga ini anak kenapa selalu saja cari masalah,padahal kan Mama hanya menyentuhnya tidak mungkin juga langsung menjadi milik Mama?" Omel Rianti.


"Eitsss apalagi Papa lebih tidak boleh lagi,karena Papa itu adalah satu makhluk yang aku tidak ingin sedikitpun menyentuh istriku!" Oceh Kenzo lagi membuat George hanya geleng geleng kepala ketika melihat tingkah posesif putranya itu.


Asya hanya bisa memejamkan matanya sebab kekuatan nya sudah habis untuk marah marah,jadi lebih baik diam biar masalah jadi beres.


"Kamu pikir Papa mu sudah makan Mama sampai habis,nih lihat orang nya masih sehat begini juga kok?" Sungut Rianti tapi yang namanya Kenzo mah bodoh amat.


"Permisi Tuan dan Nyonya,sepertinya sekarang saat nya si kecil di beri Asi,nanti kalau Ibu masih bingung caranya biar nanti Suster yang bantu!" Ujar salah satu perawat sambil menggendong Baby El.yang terlihat begitu anteng.

__ADS_1


__ADS_2