Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 46


__ADS_3

Asya membulatkan matanya sempurna ketika melihat jaraknya Kenzo dengan dirinya sudah begitu dekat, bahkan nafasnya pun tercekat seolah susah untuk dikeluarkan.


" Kamu mau ngapain, Awas aja kalau kamu sampai macam-macam denganku karena aku tidak bakalan tinggal diam jika sampai hal itu terjadi? " tanya Asya yang mencoba untuk bersikap berani walaupun ada perasaan sedikit was-was di dalam benaknya.


Kenzo bukan yang menjawab pria itu malah tersenyum smirk seolah ke wajah ketakutan milik Asya itu merupakan sesuatu yang menarik untuk nya, karena Biar bagaimanapun melihat wajah wanita itu membuat pikirannya yang tadi sempat kesal dan kecewa langsung berubah menjadi biasa saja karena Biar bagaimanapun segala sesuatu tidak boleh terlalu dipaksakan.


" Kamu kenapa terlihat begitu takut denganku padahal aku tidak pernah melakukan sesuatu yang melanggar batas, dan alhasil kamu jadi ketakutan yang tidak jelas seperti begitu?" tanya Kenzo Seraya tersenyum mengejek membuat Asya mendengus kesal.


" kamu itu itu Kalau omong jangan suka sembarangan, Memangnya kamu pikir aku bakalan takut kamu mau melakukan sesuatu yang tidak tidak?" tanya Asya sambil menatap tajam ke arah Kenzo yang tersenyum kepadanya.


ngajakin besuk ini bahkan semakin mendekat kearah Asya membuat wanita itu rasa-rasanya seperti ingin Spot jantung sekarang, Asya sampai memejamkan matanya karena tidak ingin melihat ke arah Kenzo karena bahkan Deru nafas pria itu begitu terasa jelas.


Asia merutuki apa yang tengah dilakukan oleh cancel sekarang karena pria itu tidak berpindah dari tempatnya, pria itu seolah menikmati posisi mereka sekarang, Mungkinkah Kenzo sengaja melakukan hal itu karena begitu menikmati ketakutan yang tengah melanda wanita itu.


" Kamu itu sebenarnya mau ngapain sih dari tadi kok tidak pindah sama sekali, aku tuh sampai susah nafas nih akibat dari kamu yang terlalu boros ngambil oksigennya?" tanya Asya Ketus karena sepertinya Kenzo sengaja melakukan hal itu sebab dirinya yang selalu saja menang dari pria itu maka hari ini jangan salahkan jika Kenzo berniat untuk balas dendam.


dalam pikirannya Kenzo itu sedang mengambil kesempatan agar bisa berbuat hal mesum kepadanya, sebab Bukankah semua pria itu sama saja selalu menggunakan kesempatan ketika ada wanita yang berdekatan dengan mereka dan juga ada kesempatan yang tidak bisa mereka lewatkan sama sekali.


" Menurut kamu apa aku mau ngapain sekarang ke kamu sampai pakai tutup mata segala, padahal sebenarnya aku hanya ingin memperbaiki dan juga memasang sabuk pengaman kamu yang dari tadi tidak terpakai sama sekali." wajah Asya langsung memerah karena malu ya iyalah jelas dirinya malu karena tadi begitu percaya diri jika dirinya sudah Sempat berpikir yang aneh-aneh.


daripada nanti Kenzo berpikiran yang macam-macam kepadanya, Asya memilih untuk membuang wajahnya ke arah luar menghindari tatapan Kenzo itu.


sedangkan Kenzo memilih untuk tersenyum dalam hati karena dirinya yakin wajah Asya Pasti sangat memerah karena malu, dirinya paham betul Bagaimana isi pemikiran Asya itu.


" kenapa malah melihat ke arah luar Memangnya ada hal bagus apa sih disana bikin aku juga penasaran, atau jangan bilang kamu hanya ingin memberiku melihat punggung kamu saja?" goda Kenzo membuat Asya mendengus kesal karena mendengar pertanyaan pria itu sedang mengejek diri nya.

__ADS_1


" eh yang bilang aku takut sama kamu itu siapa, aku kan lagi sedang menikmati alam terbuka yang ada di luar mobil sekarang bukannya malah mengalihkan perhatianku kearah lain? kamu Jadi orang kok curigaan sekali Memangnya kamu itu manusia paling bagus di muka bumi jadi harus ku tatap setiap saat?" tanya Asya yang antar langsung berubah jadi cepat tersinggung karena pertanyaan yang dilontarkan oleh Kenzo,


" Ya sudah kalau memang kamu tidak sedang mengalihkan perhatian jangan ngegas gitu dong, makanya lain kali kalau mau berpergian itu selalu perhatikan sabuk pengaman agar tidak kenapa-napa di jalan karena aku mana berani buat bertanggung jawab ngomong sesuatu ke Om sama Tante di rumah." membuat Asya mendengus kesal mendengar apa yang dikatakan oleh pria yang berada di sampingnya itu yang selalu saja menyebut nama orang tuanya padahal mereka di rumah tidak tahu apa-apa.


" Ya sudah Siapa juga mau suruh kamu bertanggungjawab Memangnya ada masalah apa sampai harus melakukan hal itu, kamu itu yang harusnya bertanggung jawab kepada anak orang tadi yang sudah kamu permalukan secara tidak langsung di depan umum! "sinis Asya mengingat sikap Olivia tadi yang begitu tanpa malunya dengan rasa percaya diri menyatakan perasaannya didepan semua orang.


" kamu itu aku harus ngomong berapa kali sih Biar tahu kalau dia itu modal nekat tanpa tahu kejelasan apa yang ada dalam pikiranku, Padahal aku sebenarnya selama ini tidak pernah memberikan harapan kepada siapapun yang berada di kantor ini hanya mereka nya saja yang terlalu percaya diri. "jelas Kenzo membuat Asya menetap Jengah kearahnya.


" Makanya jadi orang itu jangan terlalu tebar pesona alhasil semua wanita kan jadi gila sama kamu, kalau kamunya tidak menanggapi kegilaan yang mereka lakukan ke kamu kasihan kan anak orang jadinya blangsakan hidupnya Belum lagi malu yang harus mereka dapatkan kan?" tanya Asya membuat Kenzo hanya bisa menghela nafasnya kasar.


" Kamu tahu kan kalau perasaan seseorang itu tidak bisa dipaksakan biar pun kejadiannya sampai sebagaimana rupa, Aku kan selalu ngomong ke kamu kalau aku itu hanya inginkan kamu tidak mau yang lain apapun itu meskipun dia Miss Universe sekalipun!" tegas Kenzo yang ingin agar rasa percaya kalau sebenarnya dirinya bukan seorang pria yang hanya mengobral janji sana-sini untuk membuat wanita wanita setengah mati penasaran dan setelah itu melepaskan mereka begitu.


mendengar keteguhan hati Kenzo menjelaskan semuanya kepadanya membuat Asia yakin jika pria yang berada di sampingnya itu bukan seorang pria yang mengobral janji sana-sini, tetapi Bukankah Gerry juga seperti begitu yang hanya berpatokan pada satu hati yang katanya Mona tapi ternyata malah dirinya yang dirusak oleh pria itu.


" kamu bisa jujur kan sama mama dan papa sekarang Sebenarnya apa yang telah kamu sembunyikan kepada kami selama ini sehingga kami sudah kelihatan seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang anaknya sendiri? karena jangan sampai Mama yang mencari tahunnya sendiri kamu bakalan menyesal nantinya, sebab setiap kesalahan yang di dunia ini otomatis ada resiko yang harus dipertanggungjawabkan dan kamu tidak bakalan lari dari hal itu?" tanya Norah Yang sepertinya merasa ada yang tidak beres yang sedang disembunyikan Gerry .


" Mama aku itu baik-baik saja dengan Asya tidak ada masalah yang berarti hanya saja memang aku itu lagi ingin menyendiri di sini udah fokus kuliah memantaskan diri agar nanti kalau pulang Bisa bersanding dengan wanita yang tepat, dan mama pasti tahu dong wanita yang tepat itu siapa untukku dan juga untuk hidupku kedepannya?" tanya Gerry ambigu agar sang mama berubah pikiran dan tidak lagi mencurigai dirinya bukan bukan.


" kamu pikir mamamu ini bisa dibohongi ferguso, Oh sepertinya Anda salah jalan dan juga salah orang karena mama itu biasanya menganalisa sesuatu tidak akan pernah salah? Terserah kamu mau jujur atau tidak Dan juga kamu ingin mama percaya kata-kata kamu yang barusan atau tidak, Tapi satu yang ingin harus kamu ketahui dalam hidup ini kalau mama hanya menginginkan Asya sebagai menantu Mama tidak ada yang lain ke depan Sekalipun." jelas Norah lalu segera memilih menjauh dari putranya itu yang selalu saja ingin menutupi sesuatu yang tengah ia hadapi padahal sebagai seorang ibu yang melahirkan anaknya ke dunia ini pasti bakalan peka dengan yang terjadi pada darah dagingnya sendiri.


" Maafkan aku mah, anakku ini memang adalah orang paling bodoh di dunia. tapi aku janji setelah menyelesaikan kuliah aku bakalan kembali ke tanah air dan melamar Asya menjadi menantu mama. karena akhirnya Setelah sekian lama aku sadar kalau sebenarnya dia lebih berarti dari siapapun di dunia ini termasuk diriku sendiri, doakan agar Asya tidak diambil oleh pria lain karena jika sampai hal itu terjadi Lebih baik aku mati saja daripada hidup pun terasa begitu enggan." Gerry terlihat begitu frustasi bahkan penampilannya yang dulu begitu ia jaga karena Asya bakalan marah-marah kalau sampai dirinya terlihat seperti orang tua kini sudah hilang begitu saja berganti dengan wajah yang kurang istirahat karena kelelahan berpikir.


tiap malam anak muda itu selalu terbangun dalam tidurnya karena mimpikan hal laknat yang telah ia lakukan kepada Asya tanpa ada rasa belas kasihan sedikitpun, tapi yang harus ada ketahui juga kalau dirinya Hilang Perjaka juga karena melakukannya dengan Asya baru pertama kali.


" semoga dimanapun dia berada Tuhan selalu menjaganya dan juga tidak terjadi hal-hal yang selama beberapa hari ini ku pikirkan, Biar bagaimanapun aku melakukannya saat itu tanpa pengaman sedikitpun dan memuntahkannya di dalam. karena jika sampai apa yang aku takutkan itu benar-benar terjadi antara bagaimana besarnya rasa benci Asya kepada diriku nantinya, dan juga minta dia bakalan memaafkan aku dengan caranya atau tidak?" jika orang lain melihat Gerry menjadi pribadi yang begitu tegar tapi berbeda dengan yang sekarang pria itu terasa begitu Hampa akibat dari perbuatan yang dilakukannya tanpa ada keinginan dari awal semata hanya mengikuti kemauan Mona yang jelas-jelas merupakan wanita ular beludak.

__ADS_1


sebenarnya perbuatan di dunia ini ada resiko yang harus ditanggung dan juga ada berkah yang akan diterima, Jangan pernah menyakiti jika tidak ingin disakiti dan jangan pernah menduakan jika tidak ingin diduakan.


Percayalah manusia hidup dengan rasa ingin balas dendam itu lebih dari 50%, karena Tuhan menciptakan setiap manusia dengan dan pemikirannya masing-masing dalam menghadapi suatu masalah yang terjadi.


Mona yang sudah selesai digarap oleh seorang bandot tua hanya bisa mendengus kesal karena pria itu baru saja bermain dengannya beberapa menit langsung sudah terkapar lemas tidak berdaya, bahkan Mona belum Mencapai ******* sama sekali dan semua ini dilakukannya karena pundi-pundi uangnya sudah hilang yaitu Gerry .


" Astaga ini aki-aki kenapa sih tidurnya malam mendengkur, gimana nasib istrinya yang tiap hari harus mendengar bunyi suara aneh seperti begini? sudah dibiarkan selingkuh malah harus menikmati sisa-sisa dari bangkot tua ini, lama-lama sih Kasihan juga tapi mau bagaimana lagi lagi soalnya aku butuh uang dan juga buat belanja?" sungut Mona yang benar-benar merasa jijik dengan pria yang berada di sampingnya itu dengan rambutnya yang sudah beruban dan juga perutnya yang membuncit tidak ada kesan seksi dan karismatik sama sekali.


setelah mendapatkan apa yang ia mau Mona pun membiarkan pria itu sendirian di kamar tempat mereka berdua sewa tadi, karena dirinya ingin menghabiskan uang yang ia dapat hanya dengan memberi pelayanan kepada orang lain dengan setengah hati.


" mau kemana neng?" tiba-tiba pria paruh baya itu kan tadi mendengkur tiba-tiba sudah posisi duduk sambil menatap penuh minat ke arah Mona tengah memakai pakaiannya.


" mau pulang lah masa iya di sini terus, nanti kalau digerebek kan urusannya bisa berabe! ngomong-ngomong ini kan bayaranku 5 juta, lain kali kalau mau sama aku cuci bersih itu keteknya soalnya baunya sudah kayak terasi bakar!" Sungut Mona yang benar-benar tidak menyukai apa yang tadi ia rasakan.


pria itu hanya bisa cengengesan mendengar komplain yang di katakan oleh Mona barusan, karena memang benar apa yang dikatakan wanita itu dirinya juga tidak memungkiri hal itu.


" Habisnya gimana Neng, orang istrinya Mas di rumah itu kan hobinya membuat sambal terasi ya makanya sudah jadi kebiasaan. kecuali kalau si Eneng nya mau menjadi istri keduanya Mas, Mas pastikan kita bakalan makan di restoran yang paling mewah setiap hari dan anehnya tidak usah capek-capek bekerja di dapur cukup saja bekerja di dalam kamar." Bujuk pria itu membuat Mona ingin sekali menyumpal Mulutnya dengan wedges yang tengah dipakainya.


" Aduh maaf ya Pak Tolong jangan panggil Mas karena sepertinya terdengar menyangkal umur sendiri, saya mana mau terikat hubungan dengan bandot tua lebih baik begini saja kan enak sama-sama saling diuntungkan tidak ada yang dirugikan sedikit." tolak Monas sambil menatap sinis segera pergi dari situ setelah mengambil tas selempang nya dan bayaran dari dompet pria tua itu'


tanpa basa-basi Mona langsung keluar pria itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena ternyata anak zaman sekarang itu hanya ingin bermain saja hanya karena uang, tidak seperti orang tua jaman dulu yang begitu takut kalau selingkuh.


"Kasihan cantik cantik tapi mau menghalalkan segala cara hanya untuk uang,semoga saja mau kujadikan istri kedua karena pasti aku bakal lebih rajin pulang kerumah." Ujar pria tua itu sambil tersenyum smirk.


Mona malah bertambah jijik jika melihat senyuman di wajahnya,karena bagi Mona itu adalah senyuman bikin emosi.

__ADS_1


__ADS_2