
Norah ingin sekali tertawa mendengar kata-kata permohonan yang diucapkan Gerry tadi, karena menurutnya cara pemuda itu menunjukkan rasa bersalahnya itu terkesan seperti antara kebingungan dan juga terlihat sangat kaku.
meskipun dirinya akui bahwa sebenarnya apa yang dilakukan putranya itu sudah cukup untuk membuat hatinya kembali sedikit terbuka untuk memaafkannya, meskipun rasa kecewa itu pasti selalu ada jika mengingat apa yang ia inginkan selama hidupnya tidak akan pernah tercapai akibat ulah Gerry.
" coba saja kalau selama ini kamu lebih paham dengan apa yang Mama mau dan juga tidak melakukan hal-hal yang aneh, mungkin keluarga kita bakalan tersenyum bahagia sekarang Dan juga mungkin posisi kamu sama seperti sahabat kamu Andi yaitu sudah menikah dengan wanita yang kamu cintai. hanya saja kita mau berbicara panjang lebar pun sepertinya sudah tidak ada gunanya sama sekali, karena apa yang harusnya kita dapatkan sudah dengan sengaja kita lepaskan secara sadar!" tidak perlu lagi Norah menjelaskan apa yang ia maksud dari semua perkataannya karena dirinya yakin semua pria yang ada di dekatmu saat ini pasti paham dan juga mengerti kegundahan hatinya yang selama beberapa hari ia rasakan.
Gerry merasa bersalah tetapi mau bagaimana lagi dan yang lebih parahnya di dalam hatinya sekarang itu Sedang berpikir bagaimana caranya agar bisa merebut Asya dan mengembalikan kebahagiaan dalam hati mamanya, terserah jika orang lain bakalan mencap dirinya sebagai apa dan juga status nanti Seperti apa dirinya tidak mempedulikan Hal itu sama sekali.
" nanti aku bakal cari tahu ke Andi di mana sebenarnya tempat tinggal Asya sekarang, karena aku juga ingin secara langsung bertemu dengan Om Rio dan juga tante Dewi untuk meminta maaf secara langsung tanpa ada yang mewakili!" Norah menatap tak percaya ke arah putranya itu karena menurutnya Apa yang dilakukan Gerry itu merupakan sebuah kekonyolan besar.
" kamu mau apa lagi ke sana? Memangnya belum cukup Apa yang kamu lakukan sebelum ini dan sekarang luka mereka sudah tertutup kamu ingin membuat kembali terbuka , apa kamu menjadi orang sampai setega itu dengan membiarkan orang lain menderita sedangkan kamu maksud hatinya akan tercapai?" tanya Norah dengan tatapan sinisnya membuat Gerry hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" kamu kalau mau melakukan sesuatu ke depannya tolong konsultasi dulu sama papa dan mama, bukan karena kami tidak menghargai kamu yang sudah besar dan juga tidak membiarkan kamu mengambil keputusan sendiri hanya saja jika memang keputusan itu harus diambil secara bersamaan tidak masalah!" tegas Dito yang terlihat tidak ada nada bercanda di dalamnya.
" Sebenarnya aku bukan tidak ingin menghargai kalian, ataupun ingin melangkah sesuatu sendirian karena merasa diri sudah besar dan bisa mengambil keputusan dalam hidup. hanya saja Aku ingin mencoba dan percaya kepada diriku sendiri jika bisa mengambil keputusan yang benar ke depannya dalam hidupku, maka dari itu tolong biarkan aku kali ini saja melakukan sesuatu yang aku anggap benar dan Percayalah padaku baru ini tidak akan pernah mengecewakan kalian untuk yang kedua kalinya!"Pinta Gerry tetapi Norah menggelengkan kepalanya pertanda tidak setuju dengan permintaan itu.
" pokoknya Mama tidak akan pernah setuju dengan apa yang kamu katakan tadi, sekarang di hadapan kami kamu bilang bakalan tidak melakukan kesalahannya untuk kedua kalinya tetapi nanti entah kalau sudah ada di depan mata ?" tolak Norah tegas.
" mama sama anak sendiri kok tidak percaya sekali sepertinya aku ini selalu suka membohongi kalian, bisa tidak sekali-sekali mengakui bahwa aku itu sudah besar dan juga tidak mungkin salah terus kan?" bujuk Gerry yang masih juga tetap pada kemauan awalnya tadi.
" big no!" tegas Norah Lagi dan lagi bahkan kali ini sambil menggelengkan jarinya pertanda memang dirinya tidak sepaham dengan Gerry saat ini.
pasrah dan memilih untuk diam Hanya itu yang bisa dilakukan oleh Gerry , karena menurutnya sosok Norah Erlangga dari dulu sampai sekarang memang tidak akan pernah berubah yaitu keras kepalanya.
Tok tok tok
ketika mereka sedang berbicara membahas soal hal yang lalu tiba-tiba dari arah depan terdengar suara ketukan pintu , membuat ketiganya Saling pandang sebab merasa heran kira-kira Siapa yang datang di waktu siang itu.
" Mama ada pesan makanan dari luar, sepertinya mereka sudah datang deh Soalnya tadi ada yang mengetuk pintu?" Tanya Dito kepada istrinya.
Norah mendengus kesal mendengar pertanyaan suami nya karena menurutnya itu pertanyaan yang sangat tidak berbobot dan juga seperti menyinggung dirinya sebagai seorang ibu rumah tangga, masak makanan harus dipesan dari luar padahal dirinya hari ini sedang senggang dan tidak ada kegiatan lainnya dan dirinya bisa melayani keluarganya dengan baik.
__ADS_1
" Papa ini kalau ngomong aneh-aneh deh Memangnya siapa yang mau pesan makanan orang dari tadi mau masak jadi duduknya di sini barengan sama papa, terus itu ponselnya Mama juga dari tadi pagi ketinggalan di dalam kamar belum diambil sampai sekarang! "Sungut Norah dan kini tatapan Dito mengarah kepada putranya.
" Kamu yang pesan?" tanya Dito dan Norah secara bersamaan.
" Idih aku saja dari tadi tidak ada yang menyuruhku untuk memesan makanan masa iya langsung ambil kendali sendiri, nanti dibilang anak tidak tahu diri segala sesuatu tidak ngomong dulu ke orang tua kan posisinya jadi serba salah!" ujar Gery Ketus.
" Ya sudah kalau begitu kamu ke depan sana terus periksa sebenarnya siapa yang datang, soalnya kasihan sepertinya mereka sudah menunggu?" perintah Dito membuat Gerry mau tidak mau mengikuti apa yang dikatakan oleh Papanya meskipun langkah kakinya terasa begitu malas.
" bisa tidak sih saat lagi senggang begini Jangan ada yang pakai acara ganggu mengganggu segala, Emangnya mereka pikir semua orang itu tidak butuh privasi ataupun waktu senggang untuk diri sendiri?" sungut Gerry dalam hati tetapi mau tidak mau dirinya harus pergi membukakan pintu soalnya sebagai tuan rumah sama tidak sopan juga membiarkan tamu menunggu.
Tok tok tok
" Iya sebentar!" sahut Gerry cukup meninggikan nada suaranya agar orang yang berada di luar itu bisa mendengarkan.
Ceklek
Netra Gery membulat sempurna ketika melihat orang yang berada di balik pintu itu, dirinya bahkan sampai memasang wajah kebingungan karena memang tidak pernah melakukan kesalahan sampai-sampai ada orang yang datang ke situ dengan memakai seragam polisi.
"Polisi?" gumam Gerry pelan.
" Iya benar sekali! kira-kira ini ada apa ya sampai datang ke sini, soalnya sepertinya kami tidak sedang berurusan dengan pihak keamanan?" tanya Gerry memastikan.
" Apa kami bisa bertemu dengan kedua orang tuanya saudara, karena kami ingin menyampaikan sebuah hal yang sangat penting?" tanya polisi itu membuat Gery kebingungan harus merespon Seperti apa karena benar dirinya sangat terkejut dengan kedatangan mereka yang begitu tiba-tiba.
" Mama coba lihat sebenarnya siapa yang datang kok Gery sampai sekarang belum kembali juga, jangan sampai ada kendala terus orang datang untuk melakukan sesuatu?" Bujuk Dito.
" Ya sudah mama sama papa saja kan ke sana biar nggak usah bolak balik sekalian daripada capek, Terus ngapain juga tuh anak dari tadi hanya Bengong di depan pintu tidak kembali-kembali?" ujar Norah yang merasa waktu istirahatnya terganggu dengan kedatangan tamu yang tidak Diundang itu dan entah siapa gerangan.
ketika sepasang suami istri itu ke depan mereka sangat kebingungan ketika melihat Gerry sedang berbicara dengan para petugas kepolisian yang berjumlah lebih dari dua orang, terlihat putranya itu masih berdiri di depan pintu belum mempersilahkan semua orang yang ada di situ untuk masuk ataupun duduk di depan teras.
" loh Itu kan polisi Pah, Kok bisa Mereka ada di sini memangnya kita melakukan kesalahan apa?" bisik Norah penasaran.
__ADS_1
" ya sudah kita dekati saja terus tanya ke mereka kira-kira ada urusan apa sampai datang ke sini, Lagian untuk apa juga berusaha untuk menghindar jika sebenarnya mereka sudah bertemu dengan Gerry !" ujar Dito Ketus karena melihat respon istrinya yang menurutnya terlalu berlebihan sebab jika merasa diri tidak salah Untuk apa juga merasa takut ataupun Waspada.
" permisi bapak-bapak, Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dito karena Biar bagaimanapun dirinya yang notabene sebagai kepala keluarga harus unjuk diri lebih dahulu di saat seperti begitu.
" Apa benar ini dengan tuan Erlangga, karena ada keperluan untuk membahas sesuatu dengan beliau"? tanya polisi itu memastikan.
" Iya benar sekali dengan saya sendiri, Memangnya ada urusan apa yang ingin bapak bahas dengan saya?" tanya Dito lagi karena memang selama hidupnya dirinya tidak pernah ingin bersinggungan dengan yang namanya pihak keamanan karena menurutnya hanya membuang-buang waktu dan menjadikan dirinya seperti orang yang tidak berguna.
" apa anda kenal dengan yang namanya Mona Marlina?" tanya polisi itu memastikan membuat Gerry langsung mendengus kesal ketika mendengar nama itu disebut.
" aku pikir ada masalah ribet apa ternyata hanya karena ingin membahas soal wanita aneh itu, kenapa sih selalu saja menyusahkanku dari dulu dan sekarang sampai saat ini aku yang tidak ingin berhubungan dengan dia pun tetap saja harus dibawa masalah!" batin Gerry yang sangat tidak menyukai jika ada orang yang datang dan menanyakan soal Mona padahal menurutnya urusan keluarganya dengan wanita itu tidak ada sama sekali.
" kalau bisa dibilang kenal dekat tidak, tetapi kalau pernah bertemu ya memang pernah bertemu itu juga Hanya Sekali Saja!" jelas Dito.
" kira-kira Kapan terakhir waktunya Bapak bertemu dengan dia, atau mungkin diantara istri anda dan juga anak Anda begitu ?" tanya mereka lagi.
" sebenarnya yang bertemu dengan dia itu Kami bertiga dan itu terjadinya semalam, Tetapi setelah itu kami masuk ke dalam rumah dan dianya ke mana kami tidak tahu-menau!" kali ini Norah yang menjelaskan menurut versinya dan memang itu sesuai dengan kenyataan.
" jadi maksud anda Kalau semalam itu saudari Mona Ke sini, Tetapi setelah itu langsung pergi dan entah ke mana dan bersama siapa tidak ada yang tahu?" tanya polisi itu memastikan lagi sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh Norah tadi.
" kurang dan lebihnya seperti begitu kejadiannya dan kalau bapak memang masih tidak percaya silakan mengecek CCTV kompleks, agar bisa tahu dia perginya sama siapa dan keluar dari Kompleks ini itu kira-kira jam berapa!" Dito mengatakan hal itu agar keluarganya tidak terlalu ditanyai bermacam-macam sebab menurut mereka kalau urusan soal Mona mereka tidak tahu menahu dan juga tidak ingin tahu.
" memangnya belum ketemu orang yang melakukan hal itu kepada dia, soalnya tadi beritanya sempat viral di TV makanya saya tahu dan bertanya kepada anda?" tanyain orang yang tidak ingin membuat orang lain Salah Paham.
" untuk sementara kami masih sedang mengolah TKP Nanti kalau sudah ada perkembangan Selanjutnya akan kami sampaikan lewat media, dan jika anda mengetahui sesuatu yang mencurigakan di sekitar sini ataupun mendengar hal-hal yang di menyangkut kasus ini tolong segera laporkan kepada kami!" jelas mereka dan hanya dianggukan kepala oleh Norah dan juga Dito sedangkan Gerry memilih tidak ambil pusing.
Setelah semua orang itu pergi kini giliran Norah yang menatap kesal ke arah putranya itu karena menurutnya kenapa sampai ada petugas kepolisian yang ke rumahnya itu karena Gerry. Oleh karena putranya itu mau dan pernah berhubungan dengan wanita seperti Mona, coba saja kalau anaknya itu dari dulu menyadari kesalahan yang telah ia lakukan pasti kejadiannya tidak akan seperti begini.
" Nah kamu lihat sendiri kan akibat dari dampak perbuatan kamu dulu sampai-sampai keluarga kita yang selalu adem tiba-tiba kedatangan tamu seperti begitu, nanti entah apa kata tetangga besok lusa melihat mereka datang pasti bakalan heboh daripada berita yang dihasilkan oleh wanita itu?" terlihat Norah begitu gemas terhadap putranya itu.
" Aduh mama, bisa tidak jangan terlalu sering menyalahkan aku dengan kesalahan yang tidak pernah aku lakukan saat ini? lagian itu kan urusannya dia kita hanya dimintai keterangan saja Setelah itu mereka juga langsung pergi kan tidak melakukan hal yang aneh-aneh, Lagian omongan tetangga kok di gubris yang ada itu masuk jurang karena dari dulu sampai sekarang biang keroknya segala masalah di dunia Itu karena mulutnya Tetangga!" setelah mengatakan hal ini Gerry langsung masuk kembali ke dalam kamarnya karena nanti sama saja tetap bakalan disalahkan juga.
__ADS_1
" ini anak kurang ajar sekali orang tua belum selesai bicara sudah main pergi begitu saja, nanti besok mau jadi apa kalau dibilang baik-baik tidak pernah mau mendengarkan?" omel Norah tak terima.
Dito hanya bisa menggelengkan kepalanya karena memang dari dulu sampai sekarang itu peraturan dalam hidup yaitu wanita selalu benar dan jika suatu saat wanita itu salah maka akan balik lagi ke peraturan awal yaitu wanita selalu benar, maka dari itu untuk apa dirinya menambahkan kata-kata lain lagi soalnya tetap bakalan salah juga kan di matanya Norah yang sedang sensitif itu.