
Kenzo yang sudah selesai melakukan Urusannya di kantor itu memilih untuk singgah ke kantornya sebentar karena ada berkas yang harus diperiksa dan juga tandatangani, dan setelah itu waktunya bakalan seharian dihabiskan hanya bersama dengan Asya.
jika kalian bertanya di mana keberadaan Olivia sekarang tentunya Kenzo sudah menyimpannya Sejauh Mungkin,karena pria itu tidak akan betah berada di kantor yang sama dengan orang yang membuat dirinya hampir kehilangan Asya karena takut menjadi penggangu.
Jika harus kehilangan separuh pegawai nya karena ingin mempertahankan Asya maka hal itu pasti bakal ia lakukan tanpa berpikir dulu,karena cinta adalah segalanya dan Asya adalah cinta itu dan cinta yang tidak akan pernah ia berikan kepada orang lain.
Sesampai di kantor semua karyawan begitu terkejut karena wajah bahagia Kenzo yang tidak seperti biasanya,terlihat pria itu begitu antusias sehingga semua sapaan dari para pegawai begitu di jawabnya dengan senyuman.
"Pak Kenzo seperti sedang terlihat begitu bahagia?" Tanya Millen yang merupakan sekertaris Kenzo.
"Tentu aku bahagia,karena apa? Itu karena aku akan menikah dan akan punya anak sekaligus." Ujar Kenzo begitu bahagia sampai sampai tidak sadar dengan ekspresi orang yang berada di dekat nya.
"Maksud Anda apa ya Tuan?" Tanya Millen heran karena bingung juga tidak ada angin tidak ada hujan Bos nya itu mengatakan bahwa akan menikah.
Padahal selama ini para karyawan tidak pernah melihat Bos mereka itu membawa ataupun menggandeng seorang wanita baik di luar kantor maupun di kantor itu sendiri, padahal bukan sedikit para wanita yang ingin sekali dekat dengannya ataupun sekedar menjadi partner ranjangnya walaupun hanya semalam doang.
" sepertinya otak kamu itu memang tidak bagus untuk diajak berbicara karena isi dalamnya itu hanya menyangkut pekerjaan saja, nanti yang penting Intinya cuma satu kalau saat aku bakal menikah dan hari itu akan tiba suatu saat nanti seisi kantor bakalan libur dan aku akan mengundang mereka secara resmi! " setelah mengatakan hal itu akan segera menuju ke dalam ruangannya hanya ingin melihat berkas Apakah masih ada yang tersisa untuk diperiksa Kalau memang sudah tidak ada itu artinya rumah Panggil pulang.
" aku kayaknya sebelum bekerja telepon aja dulu deh jangan sampai dia menunggu karena pulangnya kelamaan, Bukankah mulai dari sekarang harus memperjelas akan hal itu agar setelah menikah nanti sudah menjadi sebuah kebiasaan dari awal. " Ujar Kenzo antusias dan langsung menelpon Asya.
Asya baru saja selesai membersihkan diri merasa heran ketika ada panggilan masuk tetapi nomor yang tidak ada di dalam kontaknya, membuat wanita itu antara ingin mengangkat atau pun membiarkan saja.
Asya yang tidak menghiraukan panggilannya sama sekali membuat Kenzo menatap gemas kearah ponselnya itu, sebab dirinya ingin sekali berbicara dengan wanita Pujaan hatinya itu tetapi sepertinya Asya tidak merespon sama sekali Mungkin karena nomor baru.
" ah kenapa bodoh sekali kau ini cancel dari kemarin tidak memasukkan nomor ponsel mu ke dalam ponselnya Asya agar dia tidak merasa ragu untuk mengangkatnya, tetapi sebagai seorang pejuang sejati tidak boleh kendor semangatmu tetap terus membara di permukaan agar nanti jodohmu tidak bakalan diambil orang. " ujar Kenzo sambil kembali mengulangi panggilannya kepada Asya entah nanti digubris atau tidak tak masalah yang penting intinya sudah mencoba daripada tidak sama sekali.
"ini manusia aneh Siapa lagi sih yang mengganggu ketenangan ku pagi begini, dari tadi pagi ada saja gangguan yang terjadi pada Aku pengen banget lho istirahat!" Sungut Asya.
"Hemmm,kenapa?" Tanya Asya langsung to the point.
"Hallo Yang,lagi ngapain?" Tanya Kenzo.
Asya mengecek kembali ponselnya karena menurutnya itu adalah suara orang yang selalu mengganggunya beberapa hari terakhir ini, suara yang tidak pernah membiarkan dirinya tenang walau sejenak karena selalu saja menguntitnya kemana-mana.
" kamu bisa tahu nomor ponselku dari siapa dan juga yang mengijinkan kamu untuk menghubungiku itu itu siapa juga, kamu pikir aku ini tidak punya kesibukan lain lagi selain diganggu oleh kamu?" Tanya Asya kesal.
__ADS_1
Kenzo mengerutkan kening karena tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan,, karena bukannya menjawab panggilannya dengan kata-kata yang sesuai harapan tetapi ini sangat beda jauh sekali.
" kamu kok cara menjawab panggilan dariku seperti begitu seolah-olah sangat tidak menyukainya sama sekali, Emangnya letak kesalahanku itu ada dimana sehingga selalu saja marah-marah seperti begitu ?" tanya Kenzo dan dengan nada yang santai tapi penuh tanda tanya.
" Ya habisnya kan sebentar pasti kamu bakalan balik ke rumah dan kita juga bakalan ketemu ngapain juga pakai acara Telepon sekarang, Nanti dikiranya kita tidak bakalan ketemuan lagi kan jadinya urusannya tidak ada enaknya sama sekali? " tanya Asya yang merasa heran dengan jalan pikiran Kenzo yang selalu saja melebih-lebihkan sesuatu padahal sebenarnya tidak terlalu ribet juga sih.
" tapi kamu sendiri juga tahu kan kalau urusan hati itu terkadang tidak bisa ditunggu, Apa kamu mau kalau aku ada di sini terus hatiku jalan kemana-mana menuju ke kamu? Apa kamu juga tega Jika setiap berkas yang aku tandatangani malah tertulis nama kamu dan semuanya jadi hancur berantakan, Apa kamu tidak merasa kasihan pada calon suamimu ini ini? "hanya Kenzo memelas membuat Asya yang tadi ingin marah langsung tertawa.
" kesayangannya Mama sama Baby El. Kenapa sangat lucu sekali sih kamu itu mas, sampai mengatakan hal yang menurutku kebenarannya itu hanya 1%? "tanya Asya membuat Kenzo begitu bahagia karena mengatakan dirinya adalah yang paling tersayang.
" kamu lagi ngapain Yang, jangan bilang sedang merindukanku? karena Ya begitulah Aku memang orang yang yang bisa membuat orang lain menjadi rindu berat? " tanya Kenzo tetapi diselingi dengan kata-kata narsisnya yang seperti biasa membuat Asya tidak pernah untuk berhenti tersenyum ketika berbicara dengan pria itu yang selalu saja bisa mengembalikan suasana hatinya kapanpun.
" ih kata siapa aku lagi merindukan kamu pulang aku sedang merindukan yang jauh kok, dan kamu nggak usah Kepo Mau cari tahu siapa sih orang beruntung itu Soalnya bukan kamu intinya. "Kenzo yang tadi tersenyum bahagia mendadak langsung terdiam karena kata-kata Asya yang hanya merupakan candaan ternyata langsung dianggap serius olehnya.
Tut
tanpa tedeng Aling Kenzo langsung mematikan panggilan itu sepihak tidak ingin mendengarkan apapun lagi perkataan Asya, wajahnya berubah menjadi datar padahal sebenarnya Asya tadi itu hanya bercanda saja hanya ingin mengetes gimana sih tanggapan pria itu ya ampun Ternyata begitu berlebihan. membuat wanita cantik yang di seberang itu merasa bersalah karena sudah mengatakan hal yang tidak-tidak, tanpa banyak bicara aja langsung mengambil sweater-nya tanpa mengganti dasternya sama sekali untuk pergi menemui Kenzo di kantornya.
" Ya Tuhan ini anak kenapa sih selalu saja menanggapi perkataanku itu secara berlebihan, padahal aku tadi itu kan hanya bercanda tidak serius didalamnya tapi kenapa sih nggak pernah percaya? "sungut Asya bahkan berjalan dengan begitu cepat tanpa memperhatikan langkah kakinya.
"Astaga Nak,kamu itu kalau mau jalan pelan pelan dong kasihan Adek yang lagi sedang kamu bawa!" Ujar Rianti cemas.
"Ini masalah darurat Mah,jadi otomatis harus segera pergi sebelum nanti negara api menyerang kembali!" Sahut Asya segera mencium pipi Rianti dan pergi dari situ bahkan panggilan yang gadis cantik itu berikan pun tidak ia sadari sama sekali.
"Yesss darling I am It's your mom!" Teriak Rianti antusias membuat Dewi segera keluar karena ada masalah apa lagi sekarang.
"Kamu kenapa teriak seperti lagi mau berdemo saja dan juga emangnya kamu pikir di rumah ini telinga orang lain Tu eror semua apa, sampai-sampai harus pakai teriak segala agar apa yang kamu ingin ngomong semua orang dengar?" Tanya Dewi penasaran.
Riyanti hanya cengengesan saja mendengar nada protes yang dilontarkan oleh kakak iparnya itu, padahal tadi menurut ingatnya nadanya sedikit kecil tapi ternyata menurut orang lain itu sangat besar ya?
" tadi itu faktor terlalu bahagia Mbak jadinya aku teriak deh seperti begitu, hanya sekarang tapi sudah kembali normal jadinya tidak bakalan trek trek yang aneh-aneh lagi habisnya nanti dibilang keluarga George selagi berdemo kan tidak lucu?" Sahut Rianti.
" Memangnya Hal apa yang bisa membuat kamu mendadak jadi bahagia begitu, kamu menang undian atau kamu jadi model dadakan? "tanya Dewi penuh selidik membuat Riyanti mendengus kesal.
" Memangnya hanya hal seperti itu saja bisa membuat orang lain Bahagia tidak ada lagi hal yang lebih bahagia lainnya? apa yang membuat aku bahagia itu tidak perlu dibicarakan cukup diekspresikan saja, biar nanti orang lain kepo nya minta ampun dan akhirnya membuat penasaran yang tidak tertahankan. "setelah mengatakan hal itu Rianti kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya disusul oleh Dewi karena memang kebiasaan mereka berdua jika sudah tinggal serumah maka pasti akan berinovasi di dapur dengan berbagai macam makanan.
__ADS_1
Rianti tidak ingin memberitahukan kepada Dewi sedikitpun tentang apa yang dilakukan oleh Asya tadi karena dirinya yakin jika sampai Dewi tahu maka bisa dipastikan wanita itu bakalan langsung heboh, sebab bukan rahasia umum lagi Jika Dewi selalu mengkawatirkan Asya secara berlebihan jika melakukan sesuatu yang membuat semua orang merasa cemas.
sedangkan Asya yang sudah berada di luar rumah langsung menghentikan taksi yang lewat, Untuk mengantarkan dirinya menuju ke kantor Kenzo dengan daya ingatnya yang masih tersisa dalam pikirannya karena Kenzo yang beberapa kali membawa nya datang ke tempat itu.
Tampak raut wajah wanita itu begitu cemas takut nya Kenzo bakal marah marah dan imbas nya langsung kepada para karyawan,karena ia sangat paham betul dengan watak keras Kenzo kalau sedang marah atau ada hal yang membuat dirinya tidak nyaman.
Bahkan penampilan nya yang acak acakan dan juga mengenakan sandal jepit pun tidak di hiraukan,karena tujuan nya datang ke kantor Kenzo bukan untuk tebar pesona melainkan untuk meluruskan kesalah pahaman yang ada.
"Semoga saja dia tidak marah marah seperti biasanya,karena aku juga mumet kalau sedikit sedikit ngambek seperti itu." Doa Asya dalam hati karena memang selama ini dirinya yang hamil tapi Kenzo yang sensitif.
Percayalah Kenzo lebih memilih untuk menelungukupkan kepalanya diatas meja tanpa ingin memeriksa berkas yang ada,dirinya sedang merenungi kebodohan yang ia lakukan dan setelah sadar akhirnya merutuki kebodohan yang barusan ia lakukan.
"Kenzo kamu itu kenapa selalu saja salah paham dan tadi juga kenapa bodoh sekali mematikan ponsel tanpa mengatakan hal apapun,nanti kalau dia juga ikutan marah kan urusan nya bisa tambah runyam?" Kenzo merutuki kebodohan nya secara terus menerus.
Dirinya segera menghubungi Asya tapi sayang tidak di gubris sama sekali,karena memang tadi Asya tidak membawa ponsel karena terburu buru dengan apa yang sedang di khawatirkan.
Kenzo yang merasa cemas dan juga mendadak linglung,langsung membenturkan kepalanya di atas meja hingga memerah karena kesalahan yang ia lakukan agar bisa menebus nya walau dengan menyakiti diri sendiri.
Asya yang sudah berada di Lobby hotel langsung berjalan masuk ke dalam am lift yang biasa digunakan untuk karyawan, bahkan dirinya tidak sadar jika penampilannya sangat berbeda jauh dengan orang yang berada di sekitarnya yang tengah menatap penuh tanda tanya dengan wanita asing itu.
sebagian sudah mengetahui siapa itu Asya karena Kenzo pernah membawanya datang ke situ beberapa kali, tetapi kebanyakan ada yang tidak tahu menahu sama sekali sebab memang waktu Asya datang dengan sekarang penampilannya beda jauh.
"Siapa dia?" Tanya Mereka sambil berbisik tetapi tidak dipedulikan oleh Asya sama sekali.
oleh karena pikiran wanita itu hanya tertuju kepada Kenzo yang dari tadi tidak dilihatnya sama sekali mungkin masih berada dalam ruangan nya, Bukankah dirinya rela menjadi gembel beberapa jam hanya untuk menemui pria itu Jadi untuk apa menghiraukan sekitarnya yang menurutnya tidak ada kepentingan sama sekali dengan dia.
" ini Lift Kenapa sih jalannya lambat banget Memangnya dia pikir aku ini sedang ingin bersantai-santai di dalamnya, sudah begitu kenapa sih tatapan para bule ini seolah ingin menerkam ku memangnya aku sudah membawa benda apa punyanya mereka di dalam tubuhku?" Sungut Asya dalam hati.
Beruntung di dalam tempat itu ada Millen yang langsung mengenali wajah Asya meski ditutup dengan Topi,karena dirinya sudah beberapa kali bertemu wanita itu dan juga jangan lupakan jika Waj Ah Asya tertempel di mana mana dalam ruangan Kenzo itu.
"Nona Asya,anda kesini mau bertemu dengan Tuan Kenzo?" Tanya Millen sopan tidak seperti pertemuan mereka di awal awal.
"Eh kamu,iya benar sekali aku ingin menemui dia. Apa dia sekarang masih ada di kantor atau sudah pulang?" Tanya Asya memastikan.
"Tuan Kenzo sedang berada di dalam ruangan nya,hanya saja tadi katanya tidak ingin di ganggu!" Sahut Millen sambil menundukan kepala membuat para karyawan yang belum tahu apa apa merasa heran sebab seorang sekertaris Kenzo kenapa visa menghormati wanita asing itu jika dirinya bukan orang yang penting bagi pimpinan perusahan itu.
__ADS_1