
Gerry tetap berada di tempat itu meskipun hari sudah sore karena baginya ia sedang Ingin menyendiri,tidak ingin di ganggu oleh apapun itu meskipun dirinya sudah terlalu lama berada disitu.
"Aku ingin kita kembali ke masa yang dahulu dan tidak ada yang menggangu ataupun orang ketiga,aku ingin hanya ada kita berdua dan tidak ada orang lain yang menggangu!" lirih Gerry dengan mata yang terpejam berusaha mengingat kembali kejadian yang dahulu antara dirinya dan Asya.
Karena memang dari dulu dirinya tidak pernah terpisahkan dari Asya,dimana ada wanita itu pasti disitu ada dirinya juga maka ia pun berusaha mengingat nya..
"Tuhan,bisakah aku menghentikan waktu dan kembali ke masa lalu. Dimana aku akan selalu melihat wajah nya dan juga melihat senyuman di wajahnya,Aku ingin tetap dimasa itu masa dimana hanya ada kebahagian tanpa tangis dan air mata!" lirih Gerry lagi membuat dirinya tambah tidak berdaya dan juga tidak tahu harus berbicara seperti apa lagi.
"Permisi Tuan,tahukah anda kalau disini gelap dan juga airnya sangat dingin!" panggil seorang anak kecil yang rambutnya berkepang dua dan memakai bahasa indonesia.
Satu hal yang membuat Gerry merasa heran adalah wajah gadis kecil itu sangat mirip dengan Asya waktu kecil,yaitu sangat manis dan memiliki lesung pipi yang sangat manis.
"Asya...
"Ayo Om bangun jangan mandi disini danau ini,apa tidak takut tenggelam!" Ujar gadis kecil itu sambil tersenyum.
"Aku mau tidur saja daripada hidup di dunia tapi tidak ada yang bisa aku perjuangkan,kalau begini lebih baik aku mati saja dan dengan begitu mungkin dunia lebih aman!" lirih Gerry membuat gadis itu tersenyum kearahnya.
"Jangan seperti itu Om,karena dunia tidak akan berhenti jika apa yang Om ingin kan tidak bisa dicapai! Ayo Om pulang karena aku tidak ingin ada yang mati di Danau kesayangan aku ini,maka dari itu lebih pulang saja jangan sampai membuat aku marah marah!" Ujar gadis kecil itu sambil memasang wajah cemberutnya membuat Gerry merasa heran dengan Wajah gadis itu.
Penjaga Danau itu merasa heran karena ada tas serta sepatu dan juga mobil yang sedang terparkir,namun sang Tuan yang empunya barang barang itu tidak nampak batang hidung nya.
"Ini orang orang nya ada dimana,kenapa bisa hanya ada barang barang sedangkan orang nya tidak ada?" Tanya penjaga Danau itu penasaran.
Ketika pria itu mengarahkan senter kearah Danau ia merasa seperti ada pergerakan di dalam nya,maka dari itu pria itu memastikan lagi dan ternyata memang ada orang di dalamnya.
Lalu tanpa banyak bicara pria itu langsung meloncat kedalam Danau dan menyelamatkan orang yang ada didalamnya.
Ternyata apa yang ada dalam pikiran nya benar sekali sebab ia merasa ada kehidupan di dalam tersebut,dan segera melakukan pertolongan pertama.
Kini Gerry sudah dibawah kerumah Sakit oleh petugas rumah sakit dengan menggunakan ambulans,dan juga ada petugas kepolisian yang mencoba untuk mendata identitas dari korban.
Ketika Gerry sudah berada di dalam pengawasan pihak kepolisian berbeda dengan Norah yang sedang kebingungan karena tiba tiba perasaanya tidak enak,padahal ia sedang santai saja tadi dan tidak terlalu banyak pikiran yang membuat pusing dan juga cemas.
"Mama kenapa,kok dari tadi gelisah sekali?" Tanya Dito heran.
Sebab ia sangat heran dengan sikap Istrinya itu yang selalu saja membuat hal yang tak terduga,padahal tadi itu baik baik saja dan tidak yang membuat dirinya harus khawatir..
"Mama juga bingung Pah,karena tiba tiba muncul perasaan yang tidak tenang seolah bakal ada yang terjadi!" Ujar Norah dengan wajah yang terlihat tidak begitu sedap untuk di pandang.
"Tapi perasaan tadi itu baik baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan!" Dito benar benar tidak tahu harus bersikap seperti apa ketika sikap istrinya menjadi aneh begini.
"Ya itu juga membuat Mama bingung sendiri,maka dari itu Papa jangan banyak bicara dong hanya buat pusing saja!" sungut Norah membuat Dito ikut diam karena memang tidak berani membantah Norah apalagi dalam keadaan yang seperti ini.
"Ya Tuhan semoga saja tidak terjadi sesuatu hal kepada putraku disana,karena hanya dia yang aku punya dan aku tidak ingin ada hal yang terjadi!" Pinta Norah dalam hati bahkan wanita itu sampai berdoa agar lebih tenang sebab hatinya serasa tidak bisa di ajak berkompromi untuk diam dan lebih tenang.
__ADS_1
Dito tahu apa yang dipikirkan oleh Norah hanya saja dirinya tidak bisa berbuat banyak,sebab mereka berdua sekarang sedang dalam perjalanan menuju tempat Gerry berada.
Entah kebetulan atau karena memang darah itu lebih kental daripada Air,karena saat Gerry sedang ditangani oleh para medis karena terlalu banyak meminum air hingga menyebabkan terjadinya pendarahan lewat mulut dan hidung.
Di tempat lain Baby Elnara Kenisha Delano malah rewel dan panas tinggi,bahkan bisa dibilang ini adalah pertama kali nya bayi kecil Asya itu.
"Mas,ini bagaimana Ya? Kok tiba tiba El bisa panas tinggi,padahal tadi perasaan baik baik saja?" Tanya Asya cemas bahkan seluruh wajahnya sampai berkeringat.
Kenzo pun sama merasakan hal yang demikan karena kondisi yang dialami oleh Elnara itu,sebab selama ini Bayi itu selalu anteng dan tidak rewel.
"Paaa pa...
Panggil Elnara membuat Asya tertegun sebab selama ini dirinya selalu mengajarkan Anaknya itu untuk memanggil Kenzo dengan sebutan Papi,tapi kenapa sekarang bayi mungil itu menyebut kata Papa.
"Iya Sayang ada Papi disini,adek mau Papi gendong?" Tanya Asya.
"Paa Pii...
Kali ini Kenzo yang bingung dengan maksud dari Elnara,mungkinkah gadis kecil itu sedang memikirkan orang lain selain dirinya.
"Nak,kamu kenapa Sayang?" Tanya Asya heran namun dengan nada yang begitu cemas dan tidak bisa menahan air matanya.
Kenzo berusaha bersikap lebih tenang karena dengan itu dirinya berharap Asya juga tenang,namun ternyata apa yang dipikirkan justru kebalikannya.
"Mas,Apa tas biru kecil milik Adek kamu bawa juga?" Tanya Asya memastikan.
"Sepertinya lupa,memang nya ada apa didalamnya?" Kenzo benar benar tidak paham dengan apa yang di katakan oleh Asya.
"Didalam tas itu ada obat nya Adek,tapi malah ketinggalan disana!' Lirih Asya ingin menangis.
"Ya sudah kalau begitu kita bawa dia ke rumah sakit terdekat karena siapa tahu disana dia bakal lebih baik,Sebab daripada menunggu disini tanpa kepastian!" Ujar Kenzo memberikan jalan agar Elnara segera ditangani.
Mau tak mau Asya harus mau padahal rencananya mereka berdua bakal pergi ke negara lain malam itu dab tujuan nya adalah kota Millan Italy.
Ketika ditengah jalan keduanya hanya duduk dan diam bahkan tidak ada percakapan sama sekali,mungkin karena terlalu banyak beban pikiran yang membuat semuanya harus dipikirkan secara matang dan juga tidak bisa dikatakan kepada pasangan secara langsung karena takut nantinya bakal menimbulkan beban pikiran yang entah dapat menentukan jalan keluarnya atau tidak.
"Mas,apa sebaiknya kuta pergi ke Klinik yang berada di jet pribadi kamu saja? Soalnya semua barang barang kita kan sudah diangkut kesana,daripada bolak balik kan kasihan El bakal kecapean?" Tanya Asya.
"Kita searah dari rumah sakit dan Bandara,jadi setelah dari Rumah sakit kita bakal langsung pergi ke Bandara!" jelas Kenzo..
Skip guys..
Norah dan Dito kini sudah berada di bandara setelah melakukan perjalanan yang lumayan melelahkan,hanya saja demi anak apapun bakal di lakukan.
Derth derth derth
__ADS_1
Norah menatap heran kearah ponselnya yang baru saja di kembalikan ke Mode normal,terlihat begitu banyak pesan dan juga panggilan masuk dari Gerry dan itu terjadi beberapa jam yang lalu.
"Ini kok Gerry yang menelpon,jangan bilang dia yabg kembali ke City?" Tanya Norah penasaran.
"Ya sudah Mama angkat saja kan biar tidak penasaran,daripada nanti dia ada keperluan penting malah diabaikan!" Ujar Dito.
"Iya Nak,ada Apa?" Tanya Norah memastikan.
'Permisi,orang yang mempunyai ponsel ini sedang berada di rumah sakit xzzx,silahkan datang kesana dan memastikan nya!" Ujar orang tersebut dan langsung mematikan panggilan itu sepihak tanpa menunggu Norah memberikan respon.
Duarrr
(Sorryy gaeszz,duarr nya author rada telatš¤£š¤£)
Oh My Gerry...
"Pah,Gerry Pah!" lirih Norah bahkan kakinya seolah tak mampu lagi menopang tubuhnya.
Dito segera memegang bahu Norah dan memastikan keadaan wanita itu,sebab dirinya tadi sempat mendengar apa yang dikatakan oleh orang yang menelpon Norah.
"Ayo kita memastikan keadaan Gerry,jangan sampai kita terlambat memastikan keadaan anak sendiri!" Ajak Dito.
Norah merasa langkah kakinya seperti sudah tidak bisa menopang tubuhnya, langkah kakinya begitu lambat sebab wanita itu tidak pernah menyangka jika keputusannya datang ke situ benar sekaligus membuat hatinya teriris.
Padahal dari tadi dirinya begitu antusias untuk bertemu dengan Gerry dan Asya sekaligus, Namun sayang terkadang Harapan tidak sesuai dengan kenyataan bahkan bisa dibilang berbanding terbalik sehingga membuat orang-orang tersebut merasa bahwa Tuhan itu tidak adil .
"Papa, Kenapa anak kita itu selalu saja dicobai dengan berbagai macam rintangan dalam hidupnya! Mungkinkah dirinya Tengah ataupun pernah melakukan kesalahan sehingga kali ini dirinya mendapatkan balasan yang setimpal atas kesalahan yang diperbuat itu, karena mama tidak tahu lagi harus berkata seperti apa ataupun memikirkan semua ini sebab secara tiba-tiba dan juga tidak pernah diperkirakan sedikitpun." lirih Norah yang keduanya sudah berada di salah satu taksi yang akan mengantarkan ke rumah sakit tempat tujuan mereka.
Dito hanya memilih menjadi pendengar setia saja tidak ingin menambah kata-kata yang membuat istrinya itu malah menjadi lebih kepikiran, karena Biar bagaimanapun seorang wanita yang sudah melahirkan anaknya ke dunia ini kemudian saat dewasa mendapatkan musibah yang tidak terduga pasti hatinya bakalan tidak tenang dan juga merasa bahwa Ini adalah sebuah kebohongan.
" semoga saja tadi Gery kenapa-napa ada Asya yang menemaninya, karena mama yakin Asya itu merupakan kekuatan yang Gerry dan dia tidak bakalan kenapa-napa sebab sudah ada Asya yang mendampinginya!" harapan Norah entah nanti apa yang bakal terjadi ketika dirinya sampai di rumah sakit tetapi tidak ada satupun yang menemani Gerry di saat seperti begitu.
" mama, Tolong jangan mengharapkan sesuatu yang secara berlebihan seperti begitu! entah memang tadi Gerry menemukan Asya atau tidak kita tidak tahu menahu kan, jadi lebih baik sekarang kita berharap agar Gerry tidak kenapa-napa Dan mungkin hanya kecelakaan kecil saja yang membuat dia butuh penanganan!" bujuk Dito yang tidak ingin istrinya itu terlalu banyak pikiran sebab biar bagaimanapun Norah mempunyai riwayat penyakit hipertensi yang membuat dirinya terkadang memiliki emosi yang tidak stabil dan bisa berakibat fatal.
terkadang apa yang kita harapkan Dan juga kita inginkan dalam hidup berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada, bahkan lebih parahnya lagi terkadang sedikitpun dari harapan kita itu tidak terjadi. hal itu yang membuat manusia terkadang Banyak mengeluh dan juga merutuki nasib yang katanya tidak adil, maka dari itu lebih baik tidak boleh terlalu memasang target yang begitu tinggi ataupun menginginkan sesuatu yang terkadang tidak dapat kita gapai dan akhirnya membuat diri kita sendiri yang merasakan kekecewaan itu.
kini keduanya sudah sampai di rumah sakit yang dimaksud dan pergi ke arah petugas jaga, untuk memastikan Apakah memang benar di situ baru saja menerima pasien yang bernama Gery Erlangga yang berasal dari Indonesia'
" permisi, Apa di sini ada pasien yang baru masuk dan itu berasal dari negara asing? " tanya Norah yang sangat fasih berbicara bahasa asing.
" Baru beberapa menit yang lalu ada seorang pasien dari negara Indonesia yang baru masuk dan berada di ICU sekarang karena pasien terlalu banyak menelan air, dan juga kesadarannya di bawah 20% sehingga dia tidak merespon apapun yang ada di sekitar. " penjelasan suster tersebut membuat Norah kebingungan sebab putranya melakukan apa sampai bisa meminum air sebanyak itu.
" Memangnya anak saya melakukan hal apa sampai dia bisa meminum air sebanyak itu dan sampai tidak sadarkan diri , karena baru beberapa jam yang lalu saya sempat menghubunginya dan dia tidak kenapa-napa? "tanya Norah memastikan keadaan putranya itu agar dirinya bisa mengetahui yang jelas kejadian yang sebenarnya.
" korban tenggelam di dalam air di salah satu danau buatan yang berada di tengah kota, nanti untuk selengkapnya silakan bertanya kepada pihak yang wajib karena detail kejadiannya mereka yang bakalan menjelaskannya!" mendengar apa yang dikatakan kening Norah mengkerut sebab sangat tidak masuk akal seorang Gerry tenggelam di salah satu danau buatan padahal putranya itu selama ini merupakan salah satu atlet renang yang handal.
__ADS_1
" Papa apa mereka sedang membohongi kita atau bagaimana sih, Papa tahu sendiri kan kalau Gerry itu merupakan anak yang bisa berenang karena medali yang ada di rumah kan tidak melakukan hal itu sebab itu buktinya?" tanya Norah membuat Dito hanya bisa mengelus pelan agar bisa sabar.