Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
Episode 95


__ADS_3

ELNARA KENISYA DELANO,Nama yang di berikan oleh Kenzo dan Asya untuk putri kecil mereka itu.


KENISYA merupakan perpaduan nama antara Kenzo dan Asya serta merupakan gambaran kepercayan manusia purba jaman dahulu.


Baby El kini menjadi primadona semua keluarga Dirgantara dan juga Delano,bahkan bayi imut itu menjadi bahan rebutan Kakek dan Neneknya.


"Pokoknya El kalau sudah besar harus temani Kakek main golf,biar semua orang tahu kalau Cucu yang cantik ini karena punya Kakek yang tampan!" Ujar Rio antusias membuat Dewi meradang.


Soalnya Elnara itu merupakan cucu perempuan satu-satunya dalam keluarga itu kenapa malah mengajaknya main golf seperti anak laki-laki, padahal seharusnya Elnara bermain layaknya anak perempuan yang lain.


"Eh mana bisa begitu,dia itu anak perempuan otomatis harus melakukan aktifitas perempuan,jangan mengada ngada kamu ya Mas! Awas saja kalau sampai besok lusa kalian mengajari hal aneh kepadanya,karena Mama tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi!" Sungut Dewi.


"Nah itu baru betul! Kita itu harus mengajak Nara jalan jalan dan juga shopping, Biar dia tahu gimana caranya menghabiskan uang keluarga kita!" sambung Rianti tak mau kalah.


Asya dan Kenzo saling tatap mendengar semua ajaran sesat yang diberikan oleh orang tua mereka itu,padahal bayi itu baru hitungan jam terlahir di dunia tapi mereka sudah menyiapkan sesuatu yang sangat tidak masuk akal.


jika sudah seperti begini nanti apa jadinya mereka sebagai orang tua kalau kakek neneknya yang memonopoli putri kecil mereka itu, kalaupun mereka harus membantah apa yang dikatakan oleh kedua orangtua mereka sepertinya hati nurani mereka menolak hal itu sebab biar bagaimana pun elnara merupakan satu-satunya cucu yang dimiliki oleh keluarga Dirgantara dan juga Delano.


" Mas sepertinya nanti Elnara tidak bakalan ada dekat kita deh soalnya lihat itu tingkah para orang tua yang selalu saja memonopoli bayi kita, sampai-sampai keberadaan orang tuanya saja mereka tidak pedulikan sama sekali seolah Kita ini hanya bayangan yang tidak pantas untuk dihormati!" Sungut Asya pelan.


Kenzo hanya bisa tersenyum melihat wajah cemberut istrinya itu,memang sih kelakuan para orang tua itu sangat keterlaluan hanya saja mau bagaimana lagi jika memang sudah seperti itu.


"Tenang saja nanti saat keluar dari sini kita diam diam saja,setelah itu kita langsung ke Apartemen biar itu para Aki dan Nenek Nenek pada kewalahan mencari kita!" Bisik Kenzo.


Rianti yang melihat tingkah orang tua baru itu merasa pasti ada yang di sembunyikan oleh mereka berdua,maka dari itu ia menatap tajam kearah mereka berdua.


"Kalian sedang merencanakan apa? Jangan bilang kalian sedang mengatakan hal yang tidak-tidak dan juga membuat kami bakalan kewalahan nantinya, sebab Siapa yang tidak tahu sikap kalian itu yang selalu saja melakukan sesuatu secara tiba tiba?" Tanya Rianti penasaran membuat Kenzo menatap tidak suka kearah Mama nya itu.


" Mama kalau tidak tahu apa-apa lebih baik jangan ngomong sekalian saja soalnya nanti bawaannya selalu curiga melulu, Memangnya ada yang melarang kalau suami tidak boleh saling berbicara apalagi berbisik-bisik di tempat umum? "tanya Kenzo.


" ya memang tidak ada peraturan yang melarang hal itu tapi setiap orang tua mewaspadai dan juga berjaga-jaga Siapa tahu kamu melakukan hal yang aneh-aneh, sebab kegilaan kamu selama ini kan sudah terbukti tidak bisa dipungkiri lagi dan kami semua disini merupakan saksi kunci dari semua itu! "sinis Dewi menimpali apa yang dikatakan oleh adik iparnya itu dan juga merupakan teman berdebat nya dalam mengalahkan Kenzo yang selalu saja ingin menang sendiri dan tidak ingin setiap perkataannya dibantah oleh siapapun itu.


"Masa iya sebagai suami istri kami tidak boleh punya rahasia,nanti bisa tambah masalah lagi kan Mah?" kali ini Asya ingin sekali tertawa mendengar suaminya yang tidak ingin kalah berdebat dan juga selalu punya sesuatu untuk dikatakan.


"Kamu senang karena suami mu itu selalu suka menjawab apa yang orang tua katakan,dasar anak tidak tahu diri suka sekali membantah apa yang dikatakan oleh orang tua?" Sungut Dewi membuat suasana kembali riuh.


"Sepertinya apa yang di katakan oleh istriku itu sangat benar sekali,kalian itu suka sekali mencari masalah?" Ledek Rio.


Elnara bayi mungil yang sangat manis merupakan sumber kebahagiaan bagi orang orang disekitarnya,terkadang apa yang kita tidak kehendaki dari awal justru merupakan awal dari kebahagian yang sedang menanti.


Dilain tempat entah mengapa Gerry merasakan tidak begitu nyaman didaerah pinggang dan juga perutnya,ia bahkan sampai bolak balik berulang kali kekamar mandi.

__ADS_1


Norah yang melihat keadaan putranya itu menjadi sangat cemas takutnya ada hal yang tidak diinginkan sedang terjadi dan mereka tidak menyadari hal itu sama sekali, apalagi perubahan sikap putranya itu yang setahun terakhir ini sangat lebih tertutup dan juga tidak bisa untuk diajak berbicara secara perlahan seperti biasanya dulu.


Orang tua mana yang tidak merasa cemas ketika anak satu satunya yang mereka punya,malah terasa seperti orang asing padahal tinggal dalam satu atap.


Jika pun Norah bertanya pasti jawaban yang diberikan hanya itu saja,maka dari itu orangtua mana yang bakalan diam saja ketika perubahan yang dialami oleh anak sendiri terasa begitu kentara dan tidak membawa suatu keuntungan yang begitu berarti yang ada malah jurang pemisah Semakin Jauh.


"Kamu dari kemarin begini terus,kita kerumah Sakit ya biar bisa mengecek keadaan kamu lebih jelas lagi dan juga tidak membuat Mama cuma seperti begini karena tidak ada kepastian sama sekali." Pinta Norah memelas tapi tak ditanggapi sama sekali oleh Gerry.


Pria itu bahkan merespon apa yang di katakan oleh Mamanya itupun tidak sama sekali, yang ada dirinya meninggalkan Norah yang sedang memasang tatapan memelas.


Dito yang melihat sikap acuh putranya itu dan seolah tak peduli sama sekali dengan apa yang di katakan oleh Mamanya,mendadak menjadi emosi dan sangat tidak menyukai sikap yang di tunjukan oleh Gerry itu.


"Kamu dengar apa yang dikatakan oleh Mama kamu tadi kan?"Tanya Dito dengan suara yang terdengar sangat tidak bersahabat.


Mendengar apa yang ditanyakan oleh sang Papa,membuat Gerry mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam kamar .


Pria itu menatap kearah kedua orang tuanya dengan tatapan yang begitu sulit untuk diartikan,namun satu yang pasti dari tatapan itu tersirat berbagai macam pertanyaan yang sangat sulit di artikan.


" aku baik-baik saja dan juga tidak ada masalah yang cukup berarti yang sedang kurasakan. Jadi aku mohon kepada kalian untuk jangan terlalu cemas berlebihan, Sebab aku tahu mana penyakit yang harus perlu penanganan dokter dan mana yang hanya perlu untuk beristirahat saja!" Sahut Gerry.


Namun Norah tahu jika apa yang dikatakan oleh Gerry itu sangat mustahil, sebab selama setahun ini putranya itu ingin segera menyelesaikan study kedokteran nya agar bisa kembali.


Tapi Sayang semangatnya itu langsung kendor ketika mendengar kabar dari Siti,bahwa Asya dan keluarganya sudah selama setahun ini pindah keluar Negri.


"Aku selama beberapa tahun ini bakal ada penelitian di setiap kota besar yang berada di eropa,jadi aku bakal keliling untuk memastikan kalau dia ada ditempat itu?" jelas Gerry tanpa beban tapi malah membuat Norah dan Dito menatap heran kearah nya.


" Apa kamu bilang? Ya Tuhan Gerry kamu gila atau masih waras hah,memang nya kamu selama bertahun tahun hidup di jalanan?" Tanya Norah tidak habis pikir dengan kegilaan putranya itu.


"Demi dia apapun akan kulakukan,biarpun nafas kehidupan ku yang bakal menjadi taruhannya!" Lirih Gerry membuat Norah tidak tahu harus berbicara apa lagi.


"Kalau misal dia sudah menikah?" Tanya Dito yang bukan nya ingin mengatakan hal yang tidak tidak tetapi hanya ingin membuat semua bisa berpikir kearah kemungkinan itu.


"Aku bakal merebut dia dari siapapun dan tidak ada yang boleh melarang nya!" tegas Gerry.


"Tapi...


"Mah,aku sudah tersiksa setahun jauh dari Asya,apa kalian tega seumur hidup bakal tersiksa terus?" Tanya Gerry yang benar benar frustasi dan tidak tahu harus berbicara apa lagi.


Sakit dan juga kecewa berbaur menjadi satu tapi lebih sengsara ketika rasa itu tidak bisa di ungkapkan dan hanya bisa dipendam tanpa bisa dikatakan.


"Nak,terkadang sesuatu tidak selamanya bisa digapai jika memang dia itu sebenarnya bukan jalan takdirmu! Coba saja kamu berpikir,selama ini kalian bersama dan setelah itu terpisahkan jangan sampai memang karena kalian tidak pernah ditakdirkan bersama?" Tanya Dito membuat Gerry bungkam sebab dirinya sedang memikirkan jawaban yang pas.

__ADS_1


Norah sangat menyayangi Gerry karena dia adalah putra satu satunya dalam hidup,tapi ia juga sangat menyayangi Asya yang juga sudah di asuhnya waktu kecil ketika Dewi ada keperluan yang lain diluar rumah.


Kasih sayang nya kepada gadis itu sungguh tak terhingga,apalagi dengan latar belakangnya yang sudah yatim piatu tanpa ada orang tua kandung.


Maka dari itu Norah sudah berjanji dalam hati bahkan sudah berpuluh tahun lamanya janji itu ada,bahwa ia akan menyayangi Asya sampai nafas tak lagi dikandung badan.


Jika pun Gerry tak berjodoh dengan Asya maka ia akan tetap menganggap gadis itu adalah anak nya sendiri,namun semua niat baik nya itu ternyata di dukung oleh Tuhan karena ternyata Gerry memendam perasaan yang lebih terhadap Asya.


" aku tahu terkadang sesuatu itu tidak bisa harus selamanya kita dapatkan atau kita miliki,tapi setidaknya kalau berusaha dan tidak berdiam diri pasti hasil tidak akan mengkhianati usaha!" Jelas Gerry.


Kedua orang tua dari pria dewasa itu tidak tahu harus berbicara apa lagi,sebab ternyata kemauan keras putranya dan juga pemikirannya tidak bisa dibantah walau hanya sedikit saja.


Jika sudah begini yang bisa mereka lakukan adalah tetap memantau apa yang dilakukan oleh Putra mereka itu, agar tidak salah langkah dan juga tidak melakukan hal yang bakal di sesali nantinya.


" Papa tahu kamu sudah besar dan juga bisa mengambil sebuah keputusan dalam hidup. Tapi tolong jangan sampai keputusan yang kamu ambil itu merugikan kamu dan orang lain,karena penyesalan itu tidak bisa menyelesaikannya suatu masalah!" Setelah mengatakan hal itu Dito pun pergi dari situ dan kembali keruang kerja nya.


Pria paruh baya itu beserta Norah memilih untuk menetap di Manchester City demi untuk tetap bisa bersama dengan putranya itu,karena biar bagaimanapun perusahaan mereka pun ada di negeri itu jadi otomatis tidak takut menjadi pengangguran di negeri orang.


"Nak,gimana keadaan Kamu? Kalau masih sakit kita kedokter ya,soalnya Mama khawatir dengan keadaan kamu?" Tanya Norah yang tidak bisa diam saja dan melihat Gerry kesakitan.


Gerry menghembuskan nafasnya kasar karena bingung dengan penyakitnya,padahal dirinya juga merupakan seorang Dokter juga tapi tetap saja penyakitnya tidak bisa di diagnosa.


Soalnya tidak ada hal serius yang perlu dikhawatirkan oleh karena gejala nya itu hanya seperti orang yang sedang mengalami sesuatu tapi tidak bisa digambarkan dengan kata kata.


"Nanti kalau ada hal yang sangat serius,aku bakal bicara langsung dengan profesor Harry! Tapi untuk sekarang ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan,maka dari itu Mama jangan merasa cemas yang berlebihan karena aku baik baik saja!" Setelah mengatakan hal itu Gerry memilih ke kampus karena harus menyelesaikan berkas berkas dirinya yang akan Wisuda beberapa minggu lagi.


Pria itu memilih menyelesaikan study nya segera mungkin agar bisa bertemu dan juga mencari keberadaan Asya yang entah dimana.


"Mah aku pamit mau ke kampus!" Pamit Gerry.


"Nak,teman kamu yang bernama Mark itu kok sekarang jarang datang kesini?" Tanya Norah heran.


"Dia lagi ujian jadi tidak bisa kemana mana,soalnya otaknya itu sedikit tidak bisa diajak buat fokus!" Jelas Gerry yang sebenarnya sudah melarang Mark untuk datang kesitu karena pasti bakal bertanya tentang istrinya yang sebenarnya hanya kebohongan belaka.


Norah tidak mungkin bertanya lagi sebab sama saja tidak ada untung juga untuk dirinya.


Gerry yang sudah sampai dikampus mendadak merubah ekspresi wajahnya menjadi dingin dan benar benar tidak bisa terbaca,sebab di hadapannya kini tampak Indah tengah memakai rok mini dengan baju diatas pusar sedang menatap kearahnya.


"Hallo tampan,kenapa makin hari makin manis ?" Tanya Indah sambil tersenyum dan ia mengira bahwa itu paling manis.


"Minggir dari jalanku atau kamu bakal menyesal!" Ujar Gerry datar.

__ADS_1


"Kalau ini jalan kamu artinya aku lewat jalan yang benar dong,jadi kamu pasti mau mengajak aku untuk jalan dengan kamu?" Tanya Indah dengan penuh percaya diri.


"Dasar wanita aneh dan tidak punya rasa malu!" Sinis Gerry dan mendorong Indah hingga gadis itu terjungkal kebelakang tapi untung juga ada Mark disitu sehingga wanita itu tidak jatuh sebab kalau tidak malunya entah sampai di level berapa.


__ADS_2