
Sesampainya di sana merasa heran karena tidak melihat mobil Gerry yang terparkir seperti biasanya, padahal Setahu nya pria itu ini hari tidak berangkat ke kampus entah apa yang terjadi padanya.
" ini anak kemana sih Masa di sini juga tidak ada ada, apa aku masuk dan tanya kepada pembantunya ya, sebab kalau tidak yang ada bakal pusing sendiri karena tidak ada nampak tanda-tanda kehidupan? " gumam Mona monolog lalu berjalan ke arah pintu depannya rumah Gerry.
pucuk dicinta ulam pun tiba baru saja Mona hendaknya mengetuk pintu keluarlah papa dan Mamanya Gery Yang sepertinya hendak berpergian jauh karena membawa koper, kedua manusia paruh baya itu merasa heran dengan kedatangan wanita yang selama ini mereka tidak pernah lihat.
" permisi, cari siapa ya? " tanya Norah yang merupakan Mama dari Gerry.
Mona mencoba memasang senyuman terbaiknya untuk menarik simpati dari kedua manusia itu karena ia yakin jika itu adalah orang tuanya Gerry, Siapa tahu dengan orangtuanya luluh dan menerima keadaannya maka Gery pun bakal bertekuk lutut.
" Kenalkan saya Mona. teman sekaligus kekasih Gerry di kampus, saya datang mau mengecek Gerry karena hari ini dia tidak masuk ke kampus untuk memastikan apa dia baik-baik saja!" ujar Mona sambil menyodorkan tangannya mengajak kedua orang tua Gary berkenalan.
Norah dan suaminya Dito hanya bisa Saling pandang Karena sejujurnya Putra mereka selama ini tidak pernah mengatakan jika memiliki kekasih di kampus, kok bisa-bisanya tiba-tiba ada orang asing datang dan mengakui hal itu.
" kamu yakin kalau Giri itu pacarnya kamu, soalnya dia selama ini itu dekatnya hanya sama Asya saja? Jadi kalau ada yang tiba-tiba datang dan mengaku hal itu maafkan kami Bukannya tidak sopan tapi seperti meragukan kebenarannya, ya maka dari itu itu saya bertanya jangan sampai kami salah bicara!" jelas Norah yang secara tidak langsung melakukan hubungan putranya dengan wanita yang sedang menahan kekesalannya itu.
" kurang ajar Gerry sialan ternyata dia nggak pernah ngomong soal hubungan kami, pantasan saja ini nenek-nenek sampai meragukan kebenarannya?"Sungut Mona dalam hati karena merasa tak terima dengan kedatangannya Yang Tidak Dianggap sama sekali.
" tapi saya beneran loh pacarnya Gerry Terus mau datang ke sini untuk mengecek keadaannya, kalau tidak percaya Panggil dirinya saja biar dia yang ngomong secara langsung agar saya tidak dikira sebagai seorang yang penyebar hoax!" Mona mencoba untuk menahan Palunya hanya karena demi harus bertemu Gerry sebab dirinya benar-benar memerlukan uang pria itu.
Norah dan Dito suaminya bertambah meragukan hubungan yang dikatakan oleh Mona barusan, sebab jika wanita itu benar kekasih anaknya massa Gerry pindah kampus pun dia tidak tahu hubungan macam apa yang sedang mereka jalani itu?
" Kamu yakin benar-benar tidak tahu Gerry ada di mana, padahal katanya kamu tuh kan pacarnya dia? kenapa saya merasa kalau sebenarnya Gerry itu pacarannya sama Asya, Sebab mereka berdua secara tidak langsung itu kelihatannya kompak tidak pernah terpisahkan. bahkan Gerry rela kehujanan atau kepanasan hanya demi menunggu Asya?" Sindir Norah buat Mona meradang karena secara tidak langsung orang tua Gerry itu mendukung hubungan putranya dengan sia-sia yang merupakan musuh bebuyutan nya.
" sialan semua orang kenapa selalu menyanjung anak ingusan bodoh itu, padahal sebenarnya apa sih Spesialnya dia dariku yang jelas-jelas lebih dari segala-galanya?" sungut Mona dalam hati karena memang merasa tak terima Ma dengan perkataan orah barusan.
" kamu sudah menghubungi Gerry lewat ponselnya? " tanya Dito jangan tatapannya yang biasa saja.
__ADS_1
Mona menegang tidak memungkinkan dirinya mengatakan jika tadi panggilan dengan Gerry dimatikan sepihak oleh pria itu, karena itu sama saja dengan menyiratkan bahwa sebenarnya tidak ada yang spesial antara dirinya dan Gerry.
" baterai ponsel saya habis jadinya tidak bisa menghubungi dia, kira-kira dia ada dimana ya soalnya nya Saya khawatir karena tidak melihatnya sama sekali? " tanya Mona yang dari tadi belum nampak batang hidungnya Gerry padahal dirinya sudah hampir setengah jam lebih berada di tempat itu.
"menurut saya alangkah baiknya nya kamu mencari orang lain untuk menjadi kekasih kamu, karena anak lagi fokus dengan kuliahnya dan tidak ingin terganggu oleh apapun. Hanya itu saja yang bisa kami sampaikan ke kamu juga mengenai keberadaan Gerry tidak akan kami kasih tahu kepada siapapun karena cukup orang-orang terdekat saja, sebab itu nanti sama saja dengan mengganggu kegiatannya sekarang sedang ingin fokus menyelesaikan studi!" jelas Norah membuat Mona membulatkan matanya sempurna karena merasa terkejut dan tak terima.
" lho tidak bisa begitu dong tante saya kan berhubungannya sama Gerry bukan sama orang lain, jadi bagaimanapun kami berdua harus ketemu tidak asal main memisahkan begitu saja?" tanya Mona yang sudah tersulut emosinya bahkan sopan santun pun sudah tidak dipakai karena baginya sama saja sudah mencoba bersikap manis tapi tidak dihargai.
Nora dan suaminya tersenyum karena akhirnya Mona menunjukkan sikap aslinya di hadapan mereka, dan itu sangat berbeda jauh dengan sikap Asya yang selalu saja membuat orang yang Bertemu Dengannya merasa nyaman.
" Iya saya tahu kamu memang berhubungan dengan Gerry tapi kamu juga jangan lupa kalau dia itu anaknya saya, jadi otomatis memerlukan izin dari saya juga sebagai orang tua untuk berhubungan dengan wanita manapun. lebih baik kamu pulang melanjutkan kuliah biar jadi orang benar agar pemikirannya sedikit lebih luas, masa iya anak gadis orang pagi-pagi datang bertamu tapi tidak punya sopan santun Memangnya selama ini Kamu belajar apa saja sampai tidak paham soal itu?" Sindir Norah membuat Mona benar-benar merasa kesal dengan orang-orang yang tidak tahu menahu tapi seolah menjadi manusia paling benar.
" kalian kok jadi orang tua pemaksa sekali? Saya akan datang ke sini baik-baik ya itu minta bertemu dengan Gerry, kenapa malah ditolak seperti begini seperti saya seorang penjahat?" tanya Mona merasa tak terima membuat Norah menatap Jengah kearahnya yang sudah terlalu banyak membuang waktu berharga mereka percuma padahal tujuan mereka adalah secepatnya menuju Manchester City untuk bertemu Putra mereka yang pergi mendadak tanpa pemberitahuan sama sekali.
" wanita pemaksa seperti kamu ingin menjadi menantu kami, Wah Sepertinya kamu mimpinya terlalu ketinggian? asal kamu tahu ya Kalau kami itu lebih menyetujui Gerry sama Si Asya 150%, karena dilihat dari segi manapun dia lebih cocok dibandingkan dengan orang lain termasuk kamu! jadi sekarang lebih baik kamu pulang renungkan setiap perbuatan kamu atau sebelum saya panggil satpam mengusir kamu secara halus, sebab orang kaya Kamu dibilangin baik-baik malah ngeyel!"Ketus Norak kesal.
" sebenarnya apa sih bagusnya wanita itu dibandingkan aku, sampai-sampai aku bahkan tidak dianggap sama sekali? saja kamu aku bakalan bikin perhitungan agar menyesal karena sudah mengambil perhatian semua orang, dan alhasil aku yang selalu mereka pojokan dan banding-bandingkan dengan kamu!" sambil menghentakkan kakinya Mona pergi dari situ karena terlihat sepertinya orang tua Gerry benar-benar tidak menyetujui hubungan mereka membuat dirinya Harus baca otak ulang lagi untuk mencari mangsa terbaru.
" dasar manusia aneh kok bisa-bisanya tadi Mereka menolak kehadiranku, padahal sebenarnya apa sih yang kurang dari aku penampilanku juga tidak jelek-jelek lama dibandingkan dengan wanita tomboy itu?" ujar Mona sambil menunggu taksi anda tahu karena dirinya tidak membawa mobil sebab sedang berada di bengkel karena menabrak pohon sewaktu dirinya pulang untuk dugem dalam keadaan mabuk.
" ini taksi nya kemana lagi kok sampai sekarang belum muncul juga, bisa hancur kulitku kena matahari langsung mana sudah perawatan mahal-mahal? semua ini gara-gara Gerry yang menghilang tanpa kasih kabar sama sekali, setidaknya telepon aku tadi dijawab secara Benarlah masa langsung memutuskan secara sepihak?" sambung Mona lagi.
ketika dirinya sedang asyik berkomat-kamit memarahi kiri tanpa sesuatu yang jelas, tanpa sengaja netranya menangkap sesosok manusia yang tidak jauh dari hadapannya. dan orang tersebut masih tetap Membekas dalam ingatan nya tidak akan pernah dirinya lupakan, sebab akibat dari semua kekacauan yang ia alami sekarang ini berawal dari sosok tersebut.
" Oh ternyata dia tinggal di situ juga, bagus lah kalau begitu aku harus buat perhitungan dengannya agar jangan terlalu mendekati Gerry?" ujar Mona lalu segera berlari kearah Asya yang tengah menyeret koper untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil Omnya.
" hola, mau ke mana? Jangan bilang mau kabur dari kenyataan yang terjadi, Sebenarnya aku kasihan sih sama kamu layu sebelum berkembang? dan lebih parahnya lagi orang yang sudah memetik nya itu bakal menikahiku, Jadi sepertinya nasib kamu dari dulu sampai sekarang bakal tetap begitu ditinggal orang pas lagi sayang-sayangnya!" sinis Mona sambil memindai penampilan Asya terlihat berantakan.
__ADS_1
Deg...
jantung Asya begitu cepat ketika melihat seseorang yang sedang ia benci muncul tanpa berdosa di hadapannya, jika membunuh itu tidak dilarang maka bisa dipastikan Mona adalah korban pertama yang bakal dihabisi oleh Asya.
" Kamu ngapain kesini, ah aku lupa Bukannya kamu itu benalu yang suka sekali menempel dan juga meminta sesuatu yang sepertinya terlalu dipaksakan?" tanya Asya yang mencoba untuk kuat karena biar bagaimanapun dirinya tidak boleh kelihatan lemah di depan lawannya apalagi gadis sombong seperti Mona itu.
" Ya aku kan baru habis datang dari rumah Kekasihku, Bagaimana service-nya semalam kamu pasti bakal mengingat seumur hidup kamu kan? kasihan, hanya dijadikan bahan percobaan oleh orang yang selama ini sebenarnya tidak tulus ke kamu hanya kamunya saja yang kelebihan geer!" Mona secara tidak langsung menyiratkan jika Apa yang dilakukan oleh Gerry itu adalah perintah darinya padahal Sebenarnya Asya sudah tahu.
" kalian berdua itu sama-sama sampah manusia yang tidak berguna dan hanya membuat polusi udara bertambah parah, Oh iya aku lupa silakan lah menari diatas penderitaan orang orang lain tetapi jangan lupa kalau Dunia itu berputar Jangan sampai aku sekarang ya biasa saja tapi besok lusa jika kena di kamu maka bakal menangis darah karena tidak pada tangan yang bakal menolong!" setelah mengatakan hal itu saya langsung berjalan kembali masuk ke dalam rumah meninggalkan Mona yang menatap tak percaya ke arahnya.
Asya sebenarnya merasa sakit di daerah sensitifnya hanya saja dirinya mencoba untuk tetap kuat dan berjalan seperti biasanya agar yang lain tidak curiga, sebab dirinya tidak ingin menimbulkan fitnah dan yang menyebabkan Dewi dan Rio menjadi malu karena sudah mengurus anak yang tidak tahu diri sepertinya.
" dia kok jalannya biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa, perasaan aku waktu itu di jebolin sama Angga tidak bisa jalan seharian?" tanya Mona tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
Asya mencoba mengatur nafasnya ketika sudah berada di dalam rumah karena takut Dewi bakalan berpikir yang aneh-aneh dan keluar untuk melabrak Mona, jangan sampai semua masalah ini bakal di dengar oleh Tetangga yang mulutnya auto jujur.
" kamu Kenapa nak Kayak habis dikejar setan, perasaan ini masih siang bolong loh masa iya ada yang melakukan hal yang tidak tidak ke kamu?" tanya Dewi penasaran sambil celingak-celinguk menoleh ke arah luar mencari Apa penyebab Asya seperti begitu.
" Ah tidak ada apa-apa tante, aku hanya lagi buru-buru Takutnya om kalau datang terus semuanya belum beres kasihan juga kan dia nanti Bantuin kita lagi?" bohong Asya Mencoba tersenyum lalu menarik tangan Dewi agar ikut masuk ke dalam rumah agar tidak mengetahui keberadaan Mona di situ.
Jika boleh menangis menangislah karena itu bakal membuat hatimu lega, tetapi Berhentilah sebelum tangisan kamu itu dilarang dan membuat orang lain ikutan menderita.
setiap masalah pasti punya jalan keluarnya tergantung Bagaimana cara kita menghadapi masalah itu, jika sudah capek ataupun lelah berusahalah untuk membagi masalah yang kita hadapi itu kepada orang lain Siapa tahu dengan begitu akan terasa lebih ringan dan tidak membuat kita terpuruk.
tetapi, Pilihlah lawan bicara yang benar-benar bisa dipercaya bukan apa yang kita katakan malah dilebih-lebihkan dan terkesan nya seperti seolah sedang melakukan praktek adu domba.
Rio yang sudah selesai dengan segala macam urusannya segera kembali ke rumah tetapi merasa heran ketika melihat ada seseorang wanita yang Tengah berdiri dihadapan rumahnya, dan seingatnya wanita tersebut adalah yang tadi dirinya temui di kampus yang sempat berdebat dengan teman sekelasnya Asya.
__ADS_1
namun Rio memilih tak menggubris keberadaan Mona karena itu sama saja dengan membuang tenaga dan pikiran dengan hal yang tidak berguna, karena mengurus Asya dan kepindahannya sudah selesai yang menjadi fokus yang sekarang adalah membawa keluarga kecilnya itu menjauh dari masalah yang ada agar kedepannya lebih tenang dalam menjalani hidup dan tidak tertekan dengan masa lalu yang begitu menyakitkan.