
Dev mendengar apa yang dikatakan oleh Mamanya itu membuat dirinya nya kebingungan harus bersikap seperti apa dan juga menyanggahnya dengan kata-kata apa, karena intinya hanya satu dirinya sangat hafal betul dengan sikap keras kepala yang dimiliki oleh Mamanya itu dan yang selalu tidak ingin dibantah ketika dirinya menginginkan sesuatu yang penting.
" tapi mama pekerjaanku di sini itu masih sangat banyak dan juga tidak mungkin harus ditinggalkan begitu saja, sudah begitu sekarang keberadaan Rama ada di bagian mana pun kita tidak tahu menahu sama sekali! " jelas Dev membuat Lilian menatap tajam ke arahnya karena kenapa tidak memikirkan hal ini dari kemarin setelah melakukan dosa besar.
" asal kamu tahu saja ya jika Mama berada di pihak investor yang sedang bekerjasama dengan kamu, maka saat itu juga mama bakalan membatalkan semua kerjasama baik bersifat apapun itu setelah melihat video kamu yang viral tadi!" ujar Lilian tajam membuat Dev kebingungan dan juga harus bagaimana caranya membuat wanita itu tidak marah ataupun memaksa dirinya pulang.
" mama, setiap orang di dunia ini pantas dan juga tidak ada salahnya ketika dirinya melakukan kesalahan Karena memang manusia di dunia ini tidak ada yang sempurna dan luput dari salah. jika mama tidak mau mengakui hal itu otomatis Mama tidak pernah menganggap bahwa ada orang yang bisa lebih dari kita ataupun bisa kurang dari kita, Aku tidak pernah menggambarkan bahwa diriku itu sempurna dan pantas untuk dihargai oleh semua orang tetapi aku ingin mengatakan bahwa apa yang aku anggap benar itu yang akan aku lakukan! " Lilian sudah tidak tahu lagi harus berbicara seperti apa lagi agar Dev paham dan juga mengikuti setiap saran yang ia ucapkan karena toh Itu demi kebaikan anaknya itu kelak.
" Terserah kamu saja mau melakukan apa dan juga bertindak Seperti apa aku mah no comment, karena sama saja mau dibilang seperti apapun terus dinasehati yang model bagaimanapun Kamu tetap tidak bakalan paham!" Wanita itu sudah tidak ingin lagi membahas hal yang hanya membuat dirinya kebingungan dan juga akhirnya harus marah-marah tidak jelas tetapi orang yang dimarahi bukannya paham malah memasang wajah yang seolah tidak ada kesalahan fatal yang ia lakukan.
" Mama kapan rencananya balik?" Lilian menatap tak percaya ke arah putranya Itu yang malah bertanya Kapan dirinya pulang padahal sebenarnya dirinya datang ke situ untuk membawa anaknya itu juga kembali bukan malah dirinya sendiri yang disuruh pulang.
" yang seharusnya pulang dari sini itu bukan mama saja melainkan kamu juga harus ikut, soalnya baru datang ke sini selama beberapa tahun saja sudah melakukan hal konyol seperti itu apalagi kalau selama-lamanya kamu tinggal di sini entah mau jadi apa nanti wajah keluarga kita? " sungguh ajaib kelakuan anaknya itu yang bukannya mengakui kesalahannya ataupun meminta maaf dan berusaha memperbaiki malah terus saja memancing emosi dirinya..
" aku itu sudah ngomong dari tadi kan lah kalau masih ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, jadi Terserah mau dibuat seperti apa wajahku dan juga videoku tadi yang penting intinya 1 aku datang ke sini untuk bekerja bukan untuk pulang dengan tangan kosong! " tegas Dev yang yang benar-benar tidak ada niatan untuk meninggalkan negara itu..
__ADS_1
" sekarang permasalahannya itu ya seperti tadi yang Mama ngomong, Memangnya ada investor yang mau diajak bekerja sama dengan orang yang menjaga harga dirinya saja tidak bisa apalagi menjaga proyek yang sedang dikerjakan! "jelas Lilian agar Dev paham dan juga tidak terlalu memaksakan kehendak.
" Jadi maksudnya mama lebih baik aku ikut pulang kembali ke sana Dan juga tidak usah Ada pikiran untuk kembali kesini dan menjalin kerjasama dengan orang lain?" tanya Dev memastikan dengan apa yang ada dipikiran sang Mama karena tidak mungkin juga kan dirinya harus mengecewakan wanita itu berulang kali Padahal yang ia punyai di dunia ini hanya dirinya seorang.
" anak mencari pekerjaan ataupun harga itu tidak selamanya harus berpatokan di satu tempat jika tempat tersebut sebenarnya tidak membawa keberuntungan sedikitpun, Mungkin memang tempat ini tidak membawa hoki untuk kamu maka tidak ada salahnya kan mencari di tempat lain? " jelas Lilian membuat Dev sudah paham dan tidak bertanya ini itu lagi.
" Ya sudah kalau begitu nanti kita bakalan kembali Tetapi setelah menemukan Rama, Soalnya biar bagaimanapun saat kami dari sana itu sama-sama jadi saat pulangnya juga harus sama-sama tidak mungkin terpisahkan seperti begini kan? " Dev tahu dirinya bukan seorang pemimpin yang sempurna tetapi jika soal setia kawan dan juga tidak ingin menyakiti orang lain jangan diragukan lagi meskipun akhirnya dirinya yang disakiti dan juga dipermalukan berulang kali hanya karena tidak sadar dengan apa yang dilakukan.
" coba saja kalau kamu tidak melakukan hal gila seperti itu maka otomatis asisten kamu pasti masih berada di samping kamu sekarang ini, silakan mencari dia Sampai kamu sukses karena mama tidak ingin terlibat dengan kegilaan yang sudah kamu ciptakan sendiri dan Mama ingin menikmati shopping sampai sepuasnya! " Lilian bukannya lepas tangan dari masalah yang tengah dihadapi oleh putranya hanya saja jika dirinya tidak memberikan Efek Jera otomatis pria itu tidak bakalan sadar jika Sebenarnya apa yang ia lakukan itu salah.
" sudah terlambat Nak kamu menyadari kesalahan kamu dan juga meminta tolong kepada Mama, karena mama tidak bakal melakukan hal yang kedua kalinya kepada orang yang memang tidak ada niat untuk berubah. "ejek Lilian lalu menyuruh sopir taksi itu menurunkan dirinya di salah satu area perbelanjaan yang begitu menggugah selera kaum para wanita..
" kamu Silakan cari asisten kamu itu sampai ketemu Terus kalau sudah ketemu jangan lupa kabarin mama biar kita segera pulang, ingat itu anak orang jangan sampai kenapa-napa karena Biar bagaimanapun kedua orang tuanya sedang menanti sekarang ini! " setelah menyampaikan pesan yang singkat padat jelas dan juga begitu membuat Dev pusing Lilian langsung pergi begitu saja tanpa mempedulikan perasaan putranya itu sedikitpun.
Dev dibuat melongo dengan sikap Mamanya itu yang pergi seolah tidak ada beban pikiran tentang nasib anaknya sekarang ini, bahkan bisa dibilang Lilian seperti tidak menganggap kehadirannya di tempat itu.
__ADS_1
" punya orang tua satu-satunya di dunia ini tapi tidak ada pekanya sedikitpun kepada anak sendiri, kalau orang tua bisa diganti otomatis sudah aku lakukan dari kemarin-kemarin!"Sungut Dev.
Jika Dev kini tengah kebingungan mencarinya ataupun berusaha untuk menghubunginya, berbeda dengan Rama yang malah duduk dan menunggu Millen yang sedang bekerja di kantor Kenzo.
Pasti heran kan kenapa Rama bisa ada disitu,karena setelah tadi menghajar pria itu sampai puas Maxwell menyuruh Rama untuk menjadi satpam dadakan selama seharian penuh tanpa duduk.
Jika orang lain pasti menangis karena merasa capek di hukum seperti itu,namun berbeda dengan Rama yang justru antusias karena dirinya pasti bakal bisa bertemu dengan Millen.
"Semoga saja dia tahu kalau aku sedang berjuang untuk cinta kami bukan karena aku di hukum,sebab pasti dia bakal luluh dan mau aku ajak pulang kerumah setelah itu kami Unboxing!" Ujar Rama dalam hati dengan wajah yang begitu terlihat bahagia seolah tidak ada beban dalam menjalani hukuman yang di berikan untuknya.
Berbeda dengan keadaan Millen yang bersungut emosi kearah Kakak nya itu,karena menyuruh Rama berada di sekitarnya.
"Kak,masih waras kan?" Tanya Millen sinis.
"Oh jelas sangat waras malah!" jelas Maxwell
__ADS_1