
"Bagaimana keadaan anak saya dokter setelah operasi, apa kondisinya baik-baik saja saat ini dan kami sudah bisa menjenguknya?"tanya Norah memastikan terlihat guratan wajah kecemasan wanita itu yang tidak dapat dia sembunyikan.
Dokter yang menangani operasi Gerry Tadi hanya tersenyum melihat wajah penuh kecemasan milik wanita yang ada di hadapannya kini, sebab menurunnya memang masuk akal ketika orang tua begitu mengkhawatirkan keadaan anaknya yang baru saja menjalani operasi dan itu bukan operasi yang main-main.
"Puji Tuhan keadaan Tuan Gerry baik-baik saja tidak perlu ada hal yang dijelaskan dan sekarang dia sedang dalam masa pemulihan, Setelah dia sadar nanti kami akan memindahkannya ke ruangan perawatan dan anda bisa langsung menjenguknya!" Jelas Dokter tersebut.
Terdengar helaan nafas penuh kelegaan milik Norah dan juga suaminya sebab dari tadi keduanya sudah sangat mencemaskan keadaan Gerry, Tetapi setelah mendengar apa yang dikatakan oleh dokter itu kecemasan yang tadi itu sedikit menghilang karena sudah mendengar langsung dari orang yang menangani.
"Ya Tuhan terima kasih atas penyertaan selama ini dan juga telah memberikan nafas kehidupan secara gratis kepada kami, ampunilah segala kesalahan yang telah kami lakukan baik secara sadar maupun tidak karena kami hanya manusia biasa yang tidak pernah luput dari yang namanya dosa! "lirih Norah dalam hati.
sepeninggal dokter tersebut terlihat Dito tersenyum ke arah istrinya yang dari tadi terlihat begitu berlebihan dalam mencemaskan keadaan Gerry, padahal setahunnya anak mereka itu di tangan oleh orang yang tepat dan juga orang tersebut sudah ahli di bidangnya jadi otomatis tidak akan mungkin melakukan kesalahan.
kalaupun mereka melakukan kesalahan pasti itu hanya 0,0 sekian persen tidak ada yang namanya murni kecuali memang saat itu merupakan sebuah kesialan yang tidak bisa ditolak, tetapi Percayalah Hidup semua manusia itu sudah ada yang mengatur tidak mungkin harus berjalan mulus ataupun harus sesuai dengan apa yang kita inginkan karena sejatinya Manusia adalah makhluk ciptaan.
"gimana perasaan kamu hari ini sudah sedikit lega atau masih ada yang mengganjal, jangan seperti begitu terlalu berlebihan kasihan kan nanti kalau Gerry menjadi memikirkan kita yang sedang mencemaskannya? "tanya Dito sambil tersenyum ke arah istrinya dan Norah tidak memungkiri bahwa apa yang dikatakan oleh suaminya itu sangat benar sekali.
"Aku mau melihat keadaan Elnara , hanya saja takutnya mereka semua Malah mengusir kita seperti kemarin-kemarin! Mama sudah capek lho diperlakukan seperti begitu seolah kita ini penjahat dan tidak pantas untuk berdekatan dengan orang lain, padahal apa salahnya sih ingin mendekat dengan cucu sendiri yang jelas-jelas merupakan darah daging dari anak kita!"ujar Norah dengan tatapannya yang menerawang begitu jauh karena tidak tahu lagi harus berbicara apa.
"kalau memang Mama ingin sekali melihat keadaannya ya sudah kita pergi ke sana saja tidak mungkin juga kan mereka bakalan mengusir kita sepanjang waktu, Lagian maksud kita kan baik bukan ingin mengganggu ataupun membawa anak itu pergi tetapi murni hanya ingin melihat keadaannya saja! "ajak Dito membuat Norah tersenyum antusias sebab tidak ada salahnya memang harus mencoba kalau saat sudah sampai di dekat keluarga Dirgantara dan juga Delano.
"Ayo sudah Papa kita ke sana nanti kalau mereka mengusir kita ya sudah kita tinggal pergi saja, Terus kalau merekanya tidak mau berbicara dengan kita ya sudah biarkan saja Anggap saja mereka itu semua orang tuna wicara!"ujar Norah antusias membuat Dito sedikit merasa lega di dalam hatinya karena kesedihan istrinya itu seketika membawa pergi begitu saja.
__ADS_1
keduanya pun secara beriringan pergi menuju ke ruangan tempat Elnara dirawat, di sana terdapat kedua orang tua anak itu beserta Opa Oma dan kakek neneknya. Tampak semua orang sedang tersenyum tetapi terselip kecemasan karena dari tadi Elnara Belum sadar sama sekali, Hal itu membuat mereka sedikit khawatir Padahal tadi dokter sempat mengatakan bahwa itu sudah merupakan hal lumrah karena efek obat bius yang masih bekerja.
"Halo semuanya maaf mengganggu! Tetapi bolehkah kami berdua melihat keadaan cucu kami juga, Eh salah maksudnya cucu kita semua? Soalnya dari tadi Kami merasa cemas dengan keadaannya maka dari itu dengan lancang kami datang ke sini, tetapi kalau memang kalian tidak menghendaki biarlah kami melihatnya dari jauh lalu setelah itu kami bakalan pergi kembali ke ruangannya Gerry!" Norah berbicara sambil takut-takut sebab dirinya tidak ingin membuat orang yang ada dalam ruangan itu salah paham.
Asya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Norah barusan sebab menurutnya wajah kecemasan milik Wanita itu sungguh membuat dirinya tidak tega, Ia pun menoleh ke arah cancel untuk meminta izin kepada suaminya agar Norah bisa melihat keadaan Elnara.
"Ya boleh dong Tante untuk datang mengunjungi anak kami berdua dan Tante juga boleh menganggap dia sebagai cucu, soalnya suaminya Asya pun tidak keberatan jika memang itu yang Tante inginkan sekarang!" jelas Asya karena memang tadi Kenzo sudah menganggukkan kepala sembari tersenyum kepada istrinya itu sebab untuk apa memendam rasa dendam begitu dalam selama hidup mereka jika nanti akhirnya bisa berpengaruh pada psikis Putri mereka sendiri.
"Ya Tuhan terima kasih anakku sayang kamu akhirnya mau memaafkan Tante dan juga semuanya, Tante begitu menyayangi kamu karena kamu tahu sendiri kan Tante tidak punya anak perempuan otomatis dari dulu sampai sekarang kamu itu anaknya tante!"ujar Norah langsung memeluk erat tubuh Asya yang sedikit tergeser akibat tidak siap dengan gerakan yang dilakukan oleh Norah.
Semua orang di ruangan itu menitikan air mata karena mereka tidak tega terhadap Norah yang dari kemarin begitu tersiksa dengan perlakuan mereka semua, tidak ada yang ingin merasakan dendam lebih lama karena biar bagaimanapun Gerry sudah berjasa menyelamatkan nyawa gadis kecil kesayangan mereka semua itu.
Jika semuanya harus memendam rasa yang sudah lalu Nanti ke depannya otomatis mereka tidak akan pernah maju karena masih terpaku pada satu tempat, semua orang hidup pasti pernah melakukan kesalahan dan terkadang kesalahan itu malah lebih fatal daripada yang dilakukan kiri tetapi Intinya cuma satu yaitu saling memaafkan dan tidak Mengulangi kesalahan yang sama.
Norah memilih untuk mendekati Dewi karena biar bagaimanapun wanita itu merupakan sahabatnya dulu selama mereka masih tinggal berdampingan, keduanya Saling pandang dengan wajah yang penuh rasa bersalah bahkan air mata keduanya pun lolos begitu saja sebab merasa bahwa apa yang mereka lakukan selama ini bukanlah diri mereka sendiri yaitu saling membenci dan menatap sinis satu sama lain.
"Maafkan aku ya Dewi, karena tidak bisa mengajarkan hal yang baik kepada anakku sehingga dia menjadi pria yang tidak bertanggung jawab dan juga tidak memiliki hati nurani! "ujar Norah dengan wajah yang penuh rasa bersalah karena merasa gagal menjadi seorang ibu.
Dewi tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Norah, sebab menurutnya tanpa mengatakan saja dirinya sudah tahu kalau memang wanita di hadapannya ini benar-benar merasa bersalah dengan apa yang terjadi.
"Aku juga minta maaf karena dari kemarin marah-marah terus ke kamu merasa diri paling benar padahal tidak sadar jika sebenarnya manusia itu tidak ada yang sempurna, kita jalani saja ke depannya usahakan jangan mengulang kesalahan yang sama karena sejatinya sikap manusia itu tidak pernah yang jauh namanya kesalahan dan juga tidak ada yang namanya Kesempatan Kedua!"semua orang menyetujui apa dikatakan Dewi karena memang manusia itu selalu memaafkan kesalahan orang lain hanya satu kali jika yang kedua kali itu merupakan hati malaikat yang bakalan bisa melakukan hal itu.
__ADS_1
"Permisi Nyonya Maafkan anak saya ya jika sudah membuat kalian tidak nyaman, Dari lubuk hati yang paling dalam saya mewakili anak saya mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga kalian dan juga semuanya karena mungkin selama ini membuat kalian tidak nyaman ataupun apalah itu saya juga kurang paham!"Norah meminta maaf kepada Rianti yang sejatinya merupakan mertua dari Asya dan juga orang yang sudah mau menerima kehadiran wanita itu meskipun sudah dirusak oleh Gerry.
Rianti tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Norah sejujurnya dirinya harus berterima kasih kepada putra dari wanita itu, karena jika Gerry tidak melakukan kesalahan kepada Asya otomatis tidak mungkin wanita itu bakalan menikah dengan anaknya dan juga dirinya tidak mungkin bakalan bertemu dengan cucu yang secantik dan semenggemaskan Elnara.
"Tidak perlu harus meminta maaf dan memberikan maaf,karena kita semua tidak ada yang benar dan juga tidak ada yang salah! Terima kasih juga karena sudah berniat datang ke sini dan menemui kami semua untuk memperbaiki masalah yang pernah terjadi, tidak ada orang yang mau berbesar hati ketika tahu bahwa sebenarnya mengakui kesalahan itu secara tidak langsung kita sudah merendahkan harga diri kita! "Riyanti merasa tidak pernah mempunyai masalah dengan wanita yang ada di hadapannya ini Tetapi hanya karena hubungan menantunya dengan orang-orang di masa lalu membuat mereka pun harus bisa dan juga mengakui bahwa saling terhubung.
Setelah semuanya selesai Norah pun memilih untuk mendekat ke arah gadis mungil yang sedang terpasang berbagai alat medis di tubuhnya itu, dirinya mengecup pelan kepala Elnara sambil menitikan air mata karena Akhirnya bisa memegang cucunya sendiri meskipun dalam keadaan yang tidak sadar seperti begitu, dirinya begitu bahagia sebab sudah di umur yang begitu tetapi Tuhan masih mengijinkan dirinya untuk bertemu dengan cucu kandungnya sendiri.
"Selamat datang anggota keluarga Erlangga yang baru, Maafkan omahmu yang tidak pernah ada untuk kamu selama ini! Akan tetapi Percayalah Kalau oma bakalan mau menunggu Apapun yang kamu inginkan tanpa terkecuali, untuk menebus rasa bersalah yang pernah kami lakukan terhadap kamu dan juga orang tuamu!"batin Norah sambil menangis bahkan karena tidak mengeluarkan suara sampai-sampai terlihat tubuh wanita itu begitu bergetar.
"Yang sabar mah yang penting Intinya kita sudah bisa menggapai dia nanti kedepannya tidak masalah biarkan dia keluar bahagia dengan keluarganya yang sekarang, yang penting Intinya kita bisa selalu menjenguknya kapanpun kita mau tanpa ada yang menghalangi atau pun tidak menyukai kehadiran kita di sekitarnya!"ujar Dito setengah berbisik karena tidak mungkin juga kan dirinya berbicara secara lantang Padahal mereka baru saja berbaikan.
Asya merapalkan doa dalam hati berharap bahwa Elnara tidak akan pernah diketahui sebagai anaknya Gerry , meskipun Sebenarnya tadi Dewi sempat mengatakan bahwa Norah sudah tahu kalau sebenarnya anaknya itu merupakan anaknya Gerry juga.
"Permisi semuanya kami ingin menyampaikan bahwa pasien yang tadi menjadi pendonor sudah sadarkan diri dan Dia memanggil Nyonya Asya, jadi Bolehkah anda menemuinya sekarang soalnya katanya ada beberapa hal yang ingin Ia sampaikan secara langsung!"ujar suster yang tiba-tiba muncul dari depan ruangan itu mengagetkan semua orang yang sedang dalam suasana begitu Haru.
Asya mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh suster tersebut, sebab menurutnya jika Gerry sudah sadar yang harus ia cari adalah orang tuanya bukan dirinya yang tidak ada hubungan apa-apa dengan pria itu.
"suster saya ini bukan siapa-siapanya dia Jadi sepertinya Anda salah dengar mungkin yang dia inginkan yaitu bertemu dengan orang tuanya yang berada di ruangan ini, itu mereka berdua silakan ngomong saja ke mereka Siapa tahu memang anaknya lagi memerlukan bantuan mereka atau apapun itu!" Tolak Asya karena memang dirinya tidak ingin sedikitpun bertemu dengan Gerry saat ini meskipun pria itu yang sudah membuat anaknya bisa sembuh.
suster tersebut menggelengkan kepalanya karena dirinya tidak mungkin salah dengar tentang apa yang dipinta oleh pria yang sedang terbaring lemas itu, maka dari itu dirinya yang sudah mengenal Asya otomatis tidak mungkin salah orang.
__ADS_1
"Saya dengar Betul apa yang dikatakan oleh Tuhan yang di sebelah tadi dan tidak mungkin pendengaran saya itu bermasalah, saya mohon kepada Anda nyonya tolong mengabulkan permintaannya soalnya tidak baik membiarkan orang yang kesakitan seperti begitu merasakan kekecewaan karena penolakan yang Anda lakukan!"ujar suster tersebut Lalu memilih untuk undur diri dari tempat itu.