
Dokter tersebut tidak tahu lagi harus berkata apa kepada pasiennya yang satu ini soalnya tidak masalah untuk tidak memberitahukan keluarga Gerry tentang apa yang dialaminya, hanya saja takutnya ke depannya ada hal-hal yang buruk terjadi pasti bakalan membuat berbagai macam spekulasi akan muncul dan yang paling parah nantinya dugaan malpraktek bakalan terjadi.
Tugas dokter yaitu menyembuhkan pasien sesuai dengan diagnosis yang dialami dan juga memberikan sesuatu untuk menghargai nyawanya, tetapi dirinya juga harus merahasiakan penyakit pasien jika pasien tersebut yang menginginkan hal itu terjadi.
Dalam kasus yang dialami Gerry saat ini yaitu pasien tidak ingin nyawanya ditolong ataupun dihargai sedikitpun karena baginya sudah cukup hidup di dunia ini sekarang biarkan Elnara yang melanjutkan hidupnya itu, maka dari itu segala macam penanganan medis ditolak mentah-mentah karena menurutnya sama saja jika penyakit kanker itu sudah menjalar kemana-mana yang namanya kesembuhan itu hanya dipersekian persen saja.
"Tapi anda sadar Sebenarnya Anda itu punya keluarga dan otomatis mereka harus tahu dengan kondisi Anda apapun itu? Jadi jika anda ingin saya hanya diam seperti begitu maka jika ke depannya karir saya yang menjadi taruhannya pertanyaannya Siapa yang mau bertanggung jawab, maka dari itu tolong pikirkan bagaimana perasaan keluarga anda nantinya jika mereka tahu hal ini dari belakang?" ujar Dokter tersebut yang berusaha membujuk Gerry .
Gerry tersenyum mendengar nada penuh kekhawatiran pria yang memakai jas serba putih itu, itu sangat masuk akal karena dirinya juga merupakan seorang Dokter yang ingin melakukan apapun yang terbaik untuk pasiennya agar bisa sembuh dan juga dapat berkumpul kembali dengan keluarga.
"Sepertinya anda hanya ingin mengatakan hal itu kepada saya tetapi tadi pasti anda sudah mengatakan kepada pria itu untuk membicarakan hal ini dengan keluarga saya, jadi Biarkan saja menunggu sampai respon mereka Jadi apa soalnya saya sudah ikhlas dan capek merasakan sakit ini tetapi harus menyembunyikan dari siapa pun!"jelas Gerry yang tanpa sadar jika Norah dan Dito sudah berada di dekatnya.
"Ya habisnya anda sendiri tidak mau mengatakan semuanya maka dari itu saya harus bergerak, lagian tidak ada larangan seorang pasien mengatakan penyakitnya kepada keluarganya sendiri. kalaupun mereka nantinya cemas berlebihan itu masih merupakan hal wajar karena setiap orang pasti bakalan merespon seperti begitu, jadi jangan salahkan kali ini jika saya sedikit lancang melakukan hal itu sebab jika menunggu kesadaran anda maka saya pastikan hal itu bakalan terlambat!" Jelas Dokter tersebut.
Norah meneteskan air mata karena tak percaya jika selama ini putranya itu Tengah menahan sakit, padahal beberapa lamanya itu dirinya sengaja mengajukan Gerry karena merasa kecewa padahal sebenarnya Sang putra sedang berjuang melawan mau.
Flash Back On
Kenzo yang disuruh oleh dokter yang menangani Gerry untuk memberitahukan soal kondisi terakhir pria itu, berusaha untuk tetap tenang tidak panik dan juga berbicara kepada keluarganya dengan kata-kata yang sedikit menghibur agar mereka tidak terlalu merasakan kecemasan berlebihan sebab mengingat umur mereka bukan mudah lagi.
"Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu maka dari itu saya mohon Om dengan Tante dengarkan saya baik-baik, meskipun nanti kabar yang saya berikan itu sedikit mengguncang psikis kalian tetapi Percayalah karena ini adalah jalan yang terbaik untuk menyampaikannya! "ujar Kenzo perlahan membuat semua orang yang tadi sibuk dengan Elnara langsung menatap heran ke arah Kenzo karena terlihat pria itu sangat serius kali ini.
__ADS_1
Asya dan Vina yang baru keluar dari ruangan Gerry memilih untuk menyusul semua orang dan betapa terkejut ketika mendengar perkataan Kenzo yang penuh ambigu, keduanya pun Saling pandang berusaha untuk mencerna maksud dari perkataan pria itu apalagi tujuannya adalah mengarah kepada Norah dan juga Dito yang jelas-jelas merupakan orang tua dari Gerry.
"Ya Tuhan Jangan sampai apa yang aku takutkan dari tadi benar-benar menjadi kenyataan, semoga saja itu hanya semata pikiranku tetapi kenyataannya tidak seperti begitu! "bisik Vina perlahan membuat Asya menatap heran ke arah sahabatnya itu.
"Amin! Semoga saja apa yang kamu pikirkan sama juga dengan yang aku pikirkan kalau Gerry tidak kenapa-napa, tetapi melihat keadaannya sekarang bisa dibilang kita bakalan berbohong kalau dia itu sebenarnya ada apa-apanya!"ujar Asya menimpali perkataan Vina barusan.
"Tadi saya dari ruangan Dokter memberitahu kalau sebenarnya kondisi Gerry saat ini tidak bisa dibilang stabil dan juga sehat-sehat saja, sebab ternyata selama ini Gerry tidak pernah mengatakan soal kondisinya sebenarnya yaitu sedang mengidap kanker otak stadium 3!" Jelas Kenzo secara perlahan tetapi di dalam nadanya itu tidak ada sebuah kesalahan ataupun kalimat ambigu otomatis semuanya pasti paham dengan maksud tujuannya itu.
"Maksud kamu anak saya Gerry sedang sakit dan Dia menderita kanker otak stadium 3, tetapi kenapa dia malah memaksakan diri untuk transplantasi sumsum tulang belakang? jadi karena hal itu maka kondisinya sekarang makin parah, Kenapa Dokter tidak mengatakan jelas kepada kami semua agar kami paham dan juga bisa mengerti sebab dan akibat dari melakukan hal itu?"tanya Norah yang memang sesuai dengan perkiraan dokter tidak pernah meleset bahwa Pasti orang tuanya bakalan tidak terima dengan keputusan yang diberikan secara sepihak menurut mereka.
Kenzo menghela nafasnya kasar Ternyata apa yang diwaspadai oleh Dokter benar-benar menjadi kenyataan sebab saat ini Norah merasa dibohongi, padahal seharusnya orang yang bekerja di bagian medis pasti lebih paham tentang kondisi pasien yang bisa dan tidak untuk menjalani yang namanya operasi.
"Sebenarnya Dokter sudah menolak tetapi ini murni permintaan dari Gerry yaitu tidak ingin diobati cukup berikan sebagian tubuhnya yang lain untuk Elnara, dan karena ini murni permintaan dari yang bersangkutan otomatis Dokter tidak bisa menolak walaupun sebenarnya mereka sudah mewaspadai hal ini dari awal!" Jelas Kenzo.
Asya mengusap pelan bahu Norah yang sebenarnya sedang menahan tangis karena merasa gagal menjadi orang tua dan juga bisa-bisanya tidak mengetahui kondisi terkini putranya, namun bagaimana lagi semua sudah terjadi dan Asya juga merasa bersalah di sini karena ketidak bergunaan dirinya makanya Gerry rela mengorbankan diri sendiri.
"Tante, Maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa kepada Elnara sampai-sampai Gerry yang harus mengorbankan dirinya! Aku janji bakalan menemani Om sama Tante dan juga suamiku di sini juga bakalan melakukan hal yang sama seperti itu, karena mau mungkin hanya ini yang bisa kami lakukan untuk menebus Semua yang dia berikan kepada anak kami!" Ujar Asya membuat Norah menatap ke arah wanita itu yang sebenarnya merasa kecewa karena masih saja tetap berbohong tetapi mungkin di sini sekarang saatnya tidak tepat.
"Elnara adalah cucu kami dan juga anak kandung dari Gerry! Mau sampai kapan kalian mau berbohong kepada ayahnya sendiri padahal dia sedang berjuang dalam penyakitnya, Bisakah hati nurani kalian sedikit terketuk untuk memaafkan kesalahannya dan juga mengakui semuanya agar mungkin kalau terjadi suatu hal yang tidak diinginkan dia bisa pergi sambil tersenyum!"Norah bukannya menginginkan agar putranya itu cepat meninggal tetapi manusia hidup ya tujuannya hanya satu bertahan hidup dan ikhlas untuk dipanggil Tuhan sewaktu-waktu maka dari itu mencegah takdir Tuhan agar jangan terjadi itu merupakan sebuah hal yang tidak masuk akal.
Asya dan Kenzo saling pandang karena tidak menyangka apa yang mereka sembunyikan selama ini sudah diketahui oleh semuanya, namun bersyukur perkataan Dewi membuat mereka tidak perlu harus menjawab.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kita pergi melihat keadaan Gerry saat ini agar mungkin bisa melakukan penanganan medis baik melalui kemo ataupun sebagainya, Riyanti sama George Sekalian tolong jaga Elnara ya nanti kalau dia sudah sadar tinggal bilang kepada kami untuk ke sini!"perintah Dewi dan dianggukan di kepala oleh Riyanti.
Flash Back Off
"kamu kenapa mau berbohong kepada kami, Memangnya kamu pikir kami ini bukan orang tua kamu sampai-sampai tidak bakalan mengerti dan juga tidak bakalan sakit hati ketika tahu kamu sakit? Kalau ada apa-apa tolong katakan kepada kami agar kami sadar bahwa posisi kami di dunia ini berguna sebagai orang tua, bukan hanya memberi makan dan juga membesarkan kamu. Jika sikap kamu seperti begini, secara tidak langsung kamu sudah membuat kami gagal menjadi orang tua karena tidak tahu soal kondisi anaknya!" Norah sudah tidak sanggup lagi harus berdiam diri dan mendengar semua keluh kesah putranya itu.
Gerry yang mendengar suara Mamanya itu hanya bisa tersenyum sebab menurutnya tidak masalah jika Mamanya itu marah-marah yang penting intinya marahnya tidak sampai berlama-lama, dirinya tahu pasti Norah dan juga Dito kecewa tetapi inilah jalan yang sudah ia pilih tidak ada langkah untuk kembali lagi sebab yang ada di depan mata itulah yang harus ia jalani.
"Maafkan aku mah Tapi aku ini kan laki-laki pasti kuatlah menjalani ini semua, makanya Kenapa aku tidak mau ngomong sama mama soalnya nanti bawelnya itu loh yang bikin telingaku rasa-rasanya mau lepas dari tempatnya!"ujar Gerry sambil terkekeh geli sebab menurutnya ketika mamanya itu ingin memarahi seseorang pasti bakalan dilakukan secara totalitas sampai-sampai orang yang dimarahi itu rasa-rasanya enggan Bertemu dengan wanita itu selama berbulan-bulan.
Norah mendengus kesal ketika mendengar putranya itu berbicara seolah-olah tidak terjadi apapun, padahal bisa dibilang kondisi pria itu memang sedang tidak baik-baik saja karena wajahnya yang pucat belum lagi seperti tidak ada aliran darah di dalamnya.
"kamu ini Mama lagi serius tapi kamunya malah bercanda! Ayo cepat dokter silakan periksa anak saya lakukan Apa saja kalau mau disuntik-suntiklah dia dari ujung kaki sampai ujung kepala yang penting intinya dia bisa sembuh, kalau misalnya dia protes untuk tidak diberikan pengobatan tolong katakan kepada saya saja biar saya bakalan melakban mulutnya itu supaya jangan banyak ngomong!"perintah Norah membuat Dokter tersebut hanya bisa tersenyum.
"Percuma saja Mah untuk diobat bagaimanapun mau aku menelan obat sampai 1 ton kemudian disuntik seperti yang tadi Mama katakan tidak akan pernah bisa, karena aku menyerah menghadapi semua ini yang penting jiwa dan pikiranku sudah tenang karena sudah bertemu dengan obat yang selama ini aku rindukan!"Gerry mengatakan hal itu sampai menatap sendu ke arah Asya yang membuat wanita itu begitu merasa bersalah karena selama ini sudah mendoakan yang buruk-buruk bagi pria itu.
"Apa kamu tidak ingin melihat anak kamu tumbuh dan berkembang menjadi gadis yang kuat cerdas dan juga periang, Apa kamu tidak ingin saat dia nikah kamu yang menjadi walinya dan juga kamu tidak ingin memberikan Mama Cucu lagi dari wanita yang kamu nikahi nantinya?"sebenarnya sebelum Norah menceritakan semuanya Gerry sudah tahu siapa itu Elnara.
"Dia sudah hidup dan tumbuh di lingkungan yang tepat serta mendapatkan kasih sayang yang lengkap, meskipun itu tanpa kehadiranku sekalipun karena selama ini merekalah yang berjuang untuk mempertahankan dia! Aku tidak mungkin menjadi orang yang egois dengan mengambilnya sebab Dia ada saat aku tidak tahu dan juga aku sedang sibuk dengan duniaku sendiri, maka Biarkanlah orang yang selama ini menjaganya dan memberikan kasih sayang yang utuh menjaganya sampai dia tumbuh dan besar nanti. Bahkan menjadi wali saat dia menikah pun aku tidak pantas karena di saat dia masih menjadi embrio sebesar biji jagung Aku tidak pernah tahu dia ada, aku mohon maaf Tolong jangan mengecewakan Papinya yang sekarang karena saat dia membuka mata dan mengenali dunia yang dia tahu adalah kehadiran Papinya!"semua orang dalam ruangan itu begitu terharu mendengar apa yang dikatakan Gary yang penuh dengan kebesaran hatinya pria itu mengatakan semuanya bahkan tidak ada raut wajah menyesal ataupun kebohongan di dalamnya semua murni adalah kejujuran dari hati pria itu yang paling dalam.
Norah tadi sebenarnya hanya sengaja mengatakan hal itu agar putranya bisa mempunyai semangat hidup untuk berjuang melawan penyakit, namun ternyata sepertinya Gerry sudah mempersiapkan batinnya selama ini bahwa ketika dirinya Panggil pulang oleh sang penciptanya otomatis Hatinya sudah mengikhlaskan hal dunia.
__ADS_1
"Mama bangga sama kamu karena sudah menjadi pria Gentlemen dengan mengakui kesalahan dan mengikhlaskan apa yang seharusnya kamu miliki, tetapi yang Mama tidak sukai dari kamu yaitu sikap kamu yang mudah menyerah seperti begini masa iya anak kamu sudah sembuh kamunya malah lemas!"sinis Norah tetapi Perkataan wanita itu langsung berhenti di tengah jalan ketika melihat Gerry sudah perlahan menarik nafasnya secara teratur.