
Dev tidak peduli jika Rama sedang kebingungan apalagi memikirkan dirinya itu, karena dirinya ingin membuat pria itu kebingungan dan juga melupakan segala pikiran kotor yang sedang bersarang di dalam benaknya.
jika tidak maka bisa dipastikan hidup lama itu hanya memikirkan ************ dan juga pekerjaan, padahal sebenarnya umur pria itu sudah tidak bisa dibilang muda lagi dan masih bisa buat pesanan senang karena saat ini adalah saat yang tepat untuk Rama membangun sebuah komitmen dengan seorang wanita.
" nanti Lain kali kalau Mama telepon terus bertanya yang aneh-aneh kamu bilang saja kalau aku lagi sibuk pacaran dari tidak ingin diganggu, dan kalau masih Dia tidak percaya juga kirimkan saja foto Asya karena dengan begitu dia bakalan percaya kalau memang menantunya sedang OTW menuju ke kediaman Smith!" jelas Dev membuat Rama mendengus kesal karena Lagi dirinya harus dijadikan tukang eksekusi dalam berbohong kepada majikan nya yang berada di tanah air itu.
" ya masa harus saya yang ngomong Tuan bukan Kah Anda sendiri lebih bagus karena bisa bakal mendengar jawaban nyonya besar itu seperti apa, tapi kalau saya yang berbicara otomatis bakalan langsung didepak dari pekerjaan sekarang juga sudah tahu kan sikapnya besar itu seperti apa tidak suka dibantah dan juga hanya ingin didengarkan oleh semua orang?" tanya Rama bukannya mau kurang ajar tapi jika menyangkut soal Lilian Smith pria itu nyarinya seketika langsung menciut.
bukannya merasa iba dengan perasaan sang asisten justru membuat Dev tertawa gembira, karena dengan begitu dirinya punya senjata yang paling ampuh untuk membungkam dan menghentikan sifat Rama yang terlalu kurang ajar kepadanya.
" ya itulah kegunaan kamu sebagai seorang asisten yaitu bisa menjadi penyambung lidahnya majikan kamu sendiri dan juga penyambung tangan ketika aku sedang tidak bisa bergerak, jadi usahakan mulai dari sekarang kamu punya kata-kata yang pas untuk bisa kamu sampaikan kepada Mama ketika dirinya bertanya Yang aneh-aneh!" Dave begitu menikmati wajah penuh penderitaan milik Rama itu yang terlihat seperti mati enggan tapi hidup tak mau.
" tapi Tuan anda sendiri kan tahu seperti apa sikapnya nyonya, jika saya terus dipaksa melakukan hal yang tidak-tidak lebih baik saya loncat dari jembatan 7 wali-wali Merauke!" ujar Rama penuh dengan kata-kata yang begitu dramatisir membuat Dev mau tak mau harus tertawa ngakak sebab ternyata sang asisten itu selain jago menggaet wanita ternyata jago pula dalam merangkai kata yang membuat orang lain tak bisa menahan tawa mereka.
" Saya justru senang hati kalau kamu melompat dari jembatan 7 wali-wali karena dengan begitu bakalan viral dan alhasil nama perusahaan saya bakalan tenar karena otomatis di bakal dibawa-bawa, kira-kira Kapan kamu bakalan merealisasikan keinginan kamu itu supaya mungkin saya bisa perawatan dulu agar nanti kalau disorot kamera bisa sangat terlihat tampan membahana?" tanya Def santai tanpa beban membuat Rama menatap tak percaya ke arahnya.
Bagaimana tidak ketika orang lain bakalan kesulitan asisten mereka sangat putus asa dan memutuskan bunuh diri mereka pasti berusaha untuk mencegah hal itu terjadi, eh yang terjadi pada Dev malah sebaliknya dirinya bahkan terlihat sangat mendukung hal itu entah dosa apa yang dilakukan Rama selama ini sehingga pria itu diam-diam ingin sekali melenyapkannya.
" Anda mah sebagai majikan terlalu Tega masa iya bukannya saya dikasih kata-kata untuk menguatkan jangan tergoda di dalam dosa, eh malah mendukung saya dalam melakukan hal-hal dosa seperti begitu saya ini adalah asisten yang paling teraniaya!" sungut Rama tapi sambil memasang wajahnya yang tersenyum tapi seakan dipaksakan habis mau bagaimana lagi dirinya tidak mungkin juga akan memberikan kata-kata yang kasar kepada sang majikan yang jelas-jelas mempunyai temperamen yang sangat menakutkan.
" Oh jadi kamu selama ini merasa Kalau saya itu selalu menganiaya kamu secara tidak langsung Memangnya kamu sadar dengan apa yang kamu katakan barusan, karena Disini yang jelas-jelas sangat teraniaya itu saya setiap hari harus bertemu dengan orang yang tidak konsisten seperti kamu dan juga matanya paling kurang ajar dari segala mata yang ada di bumi?" Sindir Dev dan membuat Rama memilih untuk bungkam karena sama saja jika dirinya menjawab pasti bakalan disalahkan lagi wahai kaum majikan Maha Benar Terserah lah dirimu mau ngomong apa.
__ADS_1
sedangkan di lain tempat Gery memilih untuk menikmati udara sekitar di perumahan tanpa mereka tinggal yaitu dirinya dan kedua orang tuanya, ketika dirinya sedang menyusuri Jalan Setapak tatapannya tertuju pada seseorang yang menurutnya itu sangat tidak asing Tetapi dilihatnya dari arah punggung sebab wanita itu membelakanginya.
" itu kan Asya, jangan bilang dia datang ke sini untuk mencari ku? Ya Tuhan kalau sampai hal itu benar-benar terjadi dan itu adalah dirinya Aku pastikan tidak akan pernah melepaskannya sampai kapanpun, terserah respon semua orang seperti Bagaimanapun aku tidak peduli karena yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar kami bisa bersatu?" Gery terlihat seperti orang gila yang berbicara sendiri dan berjalan begitu cepat untuk mendekati ke arah punggung wanita yang tengah berbincang dengan sahabatnya.
tanpa pikir panjang lagi Gery yang sudah sangat merindukan Asya karena beberapa hari ini tidak bisa menemuinya, langsung memeluk erat punggung wanita itu itu Seraya mengucapkan kata-kata maaf yang tidak pernah henti dari ujung bibirnya.
" maafkan aku karena aku salah tapi aku mohon tolong jangan pergi lagi karena aku tidak bisa hidup tanpa kamu, aku janji bakalan meminta maaf kepada semuanya kepada orang tua kamu Dan juga kepada orang tuaku serta semuanya dan bakalan berlutut dihadapan kamu agar kamu mau memaafkan kesalahan yang telah kulakukan itu!" lirih Gerry dengan punggung yang bergetar tetapi dengan seketika tangisnya itu langsung terhenti ketika gadis yang ia maksud itu berbalik menghadap ke arahnya.
"I'm Sorry sir, can I help you?" tanya wanita itu memasang wajah yang penuh keheranan karena tiba-tiba ada pria asing yang datang memeluknya sambil menangis.
tubuh Gerry langsung lemas seketika karena ternyata dirinya memeluk orang yang salah mungkin karena efek terlalu merindukannya jadi siapapun yang mempunyai ciri-ciri seperti Asya bakalan dikiranya adalah wanita itu. hanya saja mau bagaimana lagi ketika sesuatu yang sedang berada di otak tidak bisa dianggap kompromi, otomatis apa yang terlintas di pikiran ataupun di hadapan bakalan dikira orang yang sama dan hal-hal konyol pun akan dilakukan seperti yang dilakukan oleh Gerry barusan.
" sorry!" kata-kata itu saja yang dikeluarkan oleh Gerry lalu pergi dari situ antara malu dan juga bingung dengan dirinya yang sudah seperti orang stress.
" itu anak Kenapa sih makin hari makin mencurigakan sikapnya seolah ada yang disembunyikan tapi entah apa itu aku juga bingung mencernanya, semoga saja memang dirinya tidak melakukan hal yang bakalan disesalkan seumur hidup dan juga yang tidak kami ketahui sama sekali?" gumam Norah lalu memilih untuk menuju ke arah Rumahnya.
Gerry pergi dari situ berhubungan dengan rasa malu yang tengah menderanya membuat dirinya harus segera menghilang,ternyata merindukan seseorang itu terasa begitu menyakitkan karena nanti semua bakal dianggap sama tidak beda jauh.
"Ya ampun kenapa aku sangat merindukan dirinya,ternyata sangat menyakitkan jika dia terlalu jauh dan aku tak bisa melihatnya sekarang ini!" Gumam Gerry frustasi.
Ingin rasanya Gerry pulang kembali ke Indonesia,karena sangat merindukan Asya hanya saja dirinya tetap tak bisa melakukan apapun.
__ADS_1
Karena biar bagaimanapun seseorang yang selalu bersama kita setiap hari bakal terasa kehilangan ketika orang itu sudah tidak ada,maka dari itu tetap lah untuk menjaga perasaan orang itu.
Asya yang sedang bersama Kenzo entah mengapa tiba tiba mengingat Gerry yang entah dimana dan bagaimana keadaan nya.
Melupakan pria itu tidak mudah begitu saja karena biar bagaimanapun selama ini orang yang selalu ada untuknya adalah Gerry,hanya saja luka yang di torehkan bukanlah hal yang mudah dilupakan begitu saja.
"Aku merindukan kamu tapi sekaligus membenci kamu,karena kamu yang membuat aku begini dan hancur tanpa bekas?" Ujar Asya dalam hati.
Kenzo yang sedang mengendarai mobil merasa heran dengan sikap Asya,yang tadi diam dan cemberut sekarang berubah menjadi sendu dan begitu terpukul.
Dirinya yakin jika Asya pasti sedang memikirkan Gerry yang merupakan orang yang paling kurang ajar,dan membuat Kenzo mendengus kesal karena tak terima dengan apa yang terjadi kini.
"Kamu kenapa?" Tanya Kenzo yang mencoba bersikap santai padahal dirinya sedang berusaha untuk menahan kekesalannya.
"Aku baik!" Sahut Asya singkat padat dan jelas.
"Kalau mau bercerita sekarang saja jangan terlalu banyak pikiran karena nanti tidak ada obatnya,dan juga kalau mau berbohong jangan padaku karena aku bukan anak kecil?" Bujuk Kenzo yang tanpa menoleh sedikitpun kearah Asya.
"Yang lagi berbohong itu siapa sih,kamu kok malah curiga kepadaku seperti itu?" Tanya Asya tak terima.
"Yakin,atau mau aku mengingatkan hal itu lebih dahulu!" Tegas Kenzo membuat Asya mendengus kesal.
__ADS_1
"Astaga kamu kenapa jadi nyolot begitu memang nya aku salah ngomong apa sih?" Sungut Asya kesal karena sikap yang di tunjukan oleh Kenzo itu.
"Terserah kamu saja mau bicara apa,hanya saja aku ingin mengingatkan ke kamu untuk mulai dari sekarang jangan pernah mengingat pria lain selain aku!" Ujar Kenzo dengan nada yang begitu serius membuat Asya Menatap heran kearahnya karena atas dasar apa pria itu mengatakan hal yang seperti itu.