
" Nanti kalau kita menikah kamu mau resepsi nya dimana, soalnya aku ingin momen yang kita lewati ini tidak akan terlupakan seumur hidup? "tanya Andi memastikan ketika dirinya sedang berduaan dengan Vina dalam perjalanan menuju ke kampus.
keduanya sebenarnya merupakan mahasiswa Jurusan Kedokteran dan Andi sengaja menunda kelulusannya selama setahun hanya untuk menyesuaikan dengan Vina, sebab dirinya bakalan bosan jika harus menunggu selama setahun lagi agar bisa benar-benar selesai segala urusan ttb-nya dengan gelar yang ingin mereka berdua kejar.
" Kamu kan tahu kalau aku selama ini tidak menginginkan hal apapun selain bertemu dengan Asya soalnya sama saja juga menjalani semua itu kalau tidak ada dia. aku rasa-rasanya tidak minat melakukannya, Kalau mungkin ada kesempatan kita Undang dia saja soalnya aku sudah sangat merindukan dia yang hilang kabar dan juga hilang jejak!" pinta Vina membuat Andi hanya bisa tersenyum karena Ternyata persahabatan antara calon istrinya dan juga Asya tidak bisa dianggap remeh keduanya sudah seperti keluarga dekat yang tidak bisa terpisahkan tetapi juga tidak bisa saling terhubung karena keberadaan Asya sangat jauh di negeri orang.
" Ya sudah kalau begitu nanti aku bakal usahakan untuk meminta tolong keluarga yang berada di sana untuk memberikan undangan pernikahan kita kepada dia, dan aku juga sudah dengar dari Faldi katanya Gerry bakalan balik ke sini dan mencari seseorang yang aku saja Bingung orangnya itu siapa! " ujar Andi membuat Vina mendengus kesal ketika mendengar nama yang sangat dibencinya dan juga penyebab perginya Asya dari situ.
" pokoknya kalau saat kita menikah nanti aku tidak ingin kamu mau Mengundang pria Kurang ajar itu, atau aku bakalan menyuruh kamu untuk menikah sama dia saja soalnya aku tidak bakalan berjanji akan diam saja ketika melihat batang hidung yang sangat menyebalkan itu! "Ketus Vina yang sangat membenci jika mendengar ada yang menyebut nama Gerry secara sengaja di hadapannya meskipun itu adalah Andi sekalipun.
" Kamu itu kenapa sih sebegitu bencinya kepada dia Mungkin saja dia punya alasan yang lain untuk melakukan hal itu, tapi aku janji tidak bakalan mengundang dia di pernikahan kita soalnya Siapa yang mau makan terong jika sudah ada semangka di depan mata! " goda Andi yang berusaha membuat Vina lebih santai dan rileks dan tidak marah-marah yang tidak jelas nanti dikira orang mereka berdua sedang berantem padahal sedang merencanakan pernikahan.
" Syukurlah kalau kamu sadar jika sebenarnya daripada memilih terong lebih enakan semangka saja, soalnya aku memang benar-benar tidak nyaman kalau melihat wajah orang yang sudah membuat sahabatku menjadi terpuruk selama setahun ini!" jelas Vina dan Andi memang tidak menampik kebenaran dari apa yang dikatakan oleh wanita itu.
di lain tempat Asya sedang kebingungan ketika merasa suhu tubuh Elnara lebih tinggi dibandingkan biasanya, namun membuat nya heran Putri kecilnya itu bukannya rewel malah mengajak dirinya bercanda seolah tidak ada hal yang perlu untuk dicemaskan.
padahal sekarang di apartemen itu hanya ada dirinya dan Kenzo sedang pergi untuk meeting pagi-pagi sekali, Asya tidak mungkin menghubungi suaminya itu yang bakalan heboh sendiri ketika mendengar Putri kecil mereka kenapa-napa.
"Kamu kenapa nak kok bisa panas tiba-tiba seperti begini , Kamu kan tahu sendiri kalau Mami bingung jika menyangkut seperti begini sebab selama ini yang menghandle semuanya kan papi kamu?" tanya Asya pelan bukannya jawaban yang didapatkan oleh wanita itu malah sebuah celotehan kecil dari bibir mungil Elnara.
sebenarnya tanpa diketahui oleh Asya kini Kenzo yang sedang ada di perusahaannya Tengah uring-uringan karena memikirkan bayi kecilnya yang ditinggal sendirian hanya berdua dengan istrinya, Padahal selama ini dirinya memilih untuk bekerja dari rumah agar bisa memantau keadaan mereka berdua hanya saja ada berkas dan juga meeting penting yang harus ia jalani mau Tidak mau dengan berat hati dirinya meninggalkan mereka berdua sendirian.
" kalian itu kalau mau mempresentasikan sesuatu setidaknya dengan cepat dan juga tepat tidak membiarkan menunggu seperti begini, kalau sampai hal ini terulang terus Percuma saja saya meluangkan waktu untuk datang ke sini Jika kinerja kalian semakin hari semakin buruk? "ujar Kenzo tegas karena memang tidak menyukai sesuatu yang dibiarkan Menunggu adalah pekerjaan lain yang lebih penting yang harus diselesaikan lebih dahulu.
Millen yang dari tadi duduk tidak jauh dari majikannya itu hanya bisa menghela nafasnya kasar, karena dirinya yang hanya seorang sekretaris saja dibuat kesal dengan tingkah parah staf dan juga direktur yang sekolahnya mengulur waktu tetapi tidak ada bukti nyata dari pekerjaan mereka sedikitpun.
" jika anda tidak keberatan saya yang bakalan melanjutkan Rapat ini dan juga bakalan melaporkan detail keseluruhannya kepada anda, sebab Saya yakin jika di luar sama sedang ada pekerjaan penting yang sedang menunggu Anda Tuhan!" tawar Millen yang benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apalagi ketika melihat Kenzo yang grasak grusuk hanya menatap kearah ponselnya ntah sedang menunggu panggilan dari siapa.
__ADS_1
" kalau perkataan ini sudah kamu kasih tahu dari kemarin otomatis Saya tidak bakalan datang ke tempat ini sekarang, Lain kali itu berpikir solusi yang lain dulu baru setelah itu mengatakan langsung kepada saya! "setelah mengatakan hal itu segera mengambil jas yang dirinya simpan di tempat duduknya itu.
semua orang menundukkan kepalanya ketika melihat pemimpin perusahaan yaitu keluar dari tempat itu dalam keadaan yang terburu-buru seolah sedang dikejar oleh hantu, mereka bahkan sampai merupakan tatapan tajam dari Millen sang wanita bara-bara yang sifatnya hampir 11-12 seperti majikannya itu.
" apalagi yang kalian tunggu? apa mau Tuan Kenzo kembali ke sini dan juga mengajar kalian ataupun memecat kalian tanpa hormat baru setelah itu kalian bekerja, melakukan sesuatu itu lain kali sesuai dengan gaji yang kalian Terima bukan malah duduk pangku kaki seolah ada yang bakalan menyelesaikan semuanya?" tanya Millen ketika mereka semua bukannya bekerja malah terlihat sibuk dengan dunia masing-masing.
mendengar nada tegas dari sekretaris sekaligus asisten dari pemimpin perusahaan itu membuat semua orang yang berada di situ langsung sadar dan mulai melakukan pekerjaan masing-masing, Sebab mereka juga merasa segan dengan wanita itu yang selalu saja susah untuk diajak kompromi apalagi jika ada sangkut-pautnya dengan perusahaan itu tempat mereka mencari kerja dan juga memberi nafkah kepada keluarga masing-masing.
Kenzo tidak pernah cemas atau memikirkan berlebihan ketika dirinya membiarkan Millen yang menjalankan perusahaan, sebab dirinya Tahu betul Bagaimana gaya kepemimpinan wanita itu yang selalu saja tidak pernah mau diajak kompromi jika menyangkut sebuah kesalahan fatal.
Asya yang melihat wajah putrinya itu sudah memerah memilih untuk segera mengganti pakaiannya dan juga pakaian Elnara karena dirinya ingin membawa gadis kecilnya itu ke rumah sakit, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan sebab hanya karena dirinya yang kebingungan harus bersikap seperti apa.
apa yang ia syukuri hanya satu yaitu Elnara tidak rewel atau pun menangis yang berlebihan sehingga membuat dirinya kesulitan untuk melakukan aktivitas, mungkin bayi kecil itu juga mengetahui keberadaan mamanya yang sebenarnya sedang sendirian juga dan juga kebingungan sebab tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya.
" kamu sabar ya nak, Mami bakalan bawa kamu ke rumah sakit sekarang juga!" bisik Asya pelan lalu memilih untuk keluar ke arah parkiran apartemen itu.
" Sayang , kalian kenapa malah ada di sini terus mau ke mana sudah bersiap seperti begitu?" Tanya Kenzo penasaran.
" Ya Tuhan terima kasih akhirnya kamu muncul juga Mas, soalnya aku kebingungan dari tadi elnara itu badannya panas tapi tidak rewel atau pun menangis seperti layaknya bayi-bayi yang lain!" Lirih Asya yang terlihat begitu lega ketika melihat suaminya muncul di saat yang tepat seperti begini.
mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya itu membuat Kenzo mengerutkan keningnya karena merasa heran sebab perasaan tadi di saat dirinya pergi keadaan rumah dalam keadaan baik-baik saja, kenapa baru beberapa jam lalu itu Terlewatkan malah sudah ada kejadian yang sangat tidak diinginkan dalam hidupnya selama ini.
" tadi perasaan dia baik-baik saja tidak ada hal yang sangat mencemaskan ya makanya aku tinggal kalian dan pergi ke kantor, kalau ada apa-apa seperti begini setidaknya kamu menghubungi aku biar aku bisa kembali secepat mungkin?" pinta Kenzo.
" Ya ampun Mas tanya menanya sabar dulu dong yang sekarang itu kondisi El yang harus kita pikirkan, Nanti baru aku jelaskan kejadiannya saat di perjalanan rumah sakit tetapi sekarang Tolong jangan ngomong yang panjang kali lebar dulu!" sungut Asya yang merasa sudah terlambat jika dirinya dan suami hanya berbicara tanpa melakukan apapun.
Kenzo akhirnya merutuki kebodohannya yang terlalu lambat dalam berpikir mungkin karena saking paniknya sehingga membuat akhirnya sedikit lambat untuk berpikir, hanya saja yang disyukuri karena dirinya datang di saat yang tepat sebelum istrinya itu bertindak sendirian yang bakalan membuat wanita itu kebingungan nantinya.
__ADS_1
" Ya sudah ayo kita berangkat sekarang!" ajak Kenzo lalu membuka pintu mobil agar sang istri bisa mudah untuk masuk ke dalam.
sepanjang perjalanan setiap perkataan yang ditanyakan oleh Kenzo hanya disahut secara singkat oleh Asya, karena pikiran wanita itu sedang terbagi antara mencemaskan keadaan anaknya atau harus menjawab pertanyaan suaminya yang tanpa henti menanyakan sesuatu yang sama saja dari beberapa saat yang lalu.
" Mas, kalau misalnya Elnara kenapa-napa karena penyakit serius yang sedang ia alami gimana dong?" tanya Asya dengan nada yang begitu tertekan seolah apa yang ia takutkan bakal terjadi saat itu juga.
Kenzo menatap tidak suka ketika mendengar pertanyaan yang dilontarkan Asya barusan, karena setiap perkataan orang tua itu merupakan doa dan dirinya tidak ingin istrinya keceplosan mengatakan hal yang tidak-tidak padahal dirinya tahu jika mereka berdua sedang panik hanya tidak boleh terlalu berlebihan.
" kamu itu bicara apa sih, kok bisa-bisanya di dalam otak kamu itu pikirannya sampai ke arah situ? kita positive thinking sajalah Mungkin ini karena perubahan cuaca atau mungkin dia sedang mengalami masa pertumbuhan, makanya tubuhnya sedang menyesuaikan dengan apa yang terjadi sehingga akhirnya responnya seperti begini!" sahut Kenzo yang sedikit meninggikan nada bicaranya membuat Asya terkejut langsung menitikkan air matanya sebab tidak biasanya suaminya itu berkata kasar apalagi membentak dirinya seperti begitu.
Asya pun tidak ada niatan untuk menjawab apa yang dikatakan oleh suaminya dan memilih untuk menatap kearah luar agar Kenzo tidak tahu jika dirinya sedang menangis, tetapi Kenzo sadar perubahan sikap istrinya itu yang malah tidak menatap ke arahnya sama sekali ketika dirinya memanggil berulang kali.
" Maaf tadi itu keceplosan sampai-sampai mengatakan hal yang membuat kamu terluka, hanya saja aku benar-benar tidak suka dengan negatif thinking yang sedang kamu lontarkan kepadaku tadi? Lain kali itu berpikirlah yang lebih jernih dan juga tidak terlalu panik sebab kalau misalnya kita panik otomatis Siapa lagi yang bakalan bergerak, kamu lihatkan El dari tadi hanya menatap kearah kamu seolah dia paham jika sebenarnya maminya itu sedang bersedih!" Kenzo yang menyadari kesalahannya dan segera meminta maaf takutnya bakalan berlarut-larut masalah mereka berdua.
" ya aku coba minta maaf soalnya kamu tahu kan selama beberapa bulan ini dia selalu baik-baik saja tidak ada masalah yang perlu untuk dicemaskan sampai berlebihan seperti begini, sebagai seorang wanita yang melahirkannya otomatis Aku bakal memikirkan hal yang tidak-tidak karena takut dia kenapa-napa!" ujar Asya Lirih.
Kenzo mengusap pelan kepala istrinya itu sebab tadi dirinya sudah membentak dan juga sedikit berbicara kasar,padahal selama ini dirinya selalu bisa mengontrol emosi jika menyangkut Asya.
mungkin karena efek terlalu mencemaskan anak mereka itu maka dirinya pun Lost Control dan mengatakan hal yang berakibat menyakiti hati istrinya itu, tapi syukurlah dirinya cepat menyadari hal itu dan segera meminta maaf sehingga masalah mereka berdua tidak berlarut-larut dan meluber kemana-mana.
karena jalanan dalam kondisi Lenggang sebab siang hari semua orang sudah sibuk beraktivitas membuat keduanya tidak terlalu kesulitan untuk sampai ke tempat tujuan, setelah sampai di tempat itu Asya pun segera turun dari mobil dan berlari ke arah Unit Gawat Darurat.
"Permisi Dokter ,tolong Putriku badan nya tiba tiba panas!" Lirih Asya.
Kebetulan Lorrin yang bertugas menjadi Dokter jaga disitu langsung bergerak karena tidak ingin keponakannya itu kenapa-napa dan alhasil dirinya bakalan kena amukan dari kakaknya yaitu Kenzo, sebab bukan rahasia umum lagi jika Kenzo itu adalah seorang pria pemarah jika menyangkut orang-orang terdekatnya yang sedang mengalami kesulitan Apalagi itu adalah Asya dan juga anak mereka.
"Kakak tolong baringkan Nara disini dulu biar aku periksa ,kalau memang tidak tega sebaiknya Kakak menunggu di luar !" Tawar Lorrin.
__ADS_1