
Sobat semuanya bisa minta tolong kah? sedikit saja kasih Vote atau like karena hanya itu yang aku butuhkan saat ini, cerita ini sedikit lagi Bakalan dikasih tamat soalnya sepertinya pendukungnya tidak mau kasih like padahal itu gratis loh tidak bayar.
pembaca sudah mau ratusan ribu tapi masih saja likenya tetap kurang mungkin karena Kurang greget atau apa ya, padahal penulis sudah lho usahakan sedikit Membagi waktu antara real life sama Dunia halu.
jadi untuk itu tolong ya bantuin penulis kali ini saja untuk kasih vote atau like begitu, kalau memang ada kata-kata yang tidak berkenan mohon maaf soalnya manusia biasa itu tidak ada yang sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik sang pencipta.
Lanjut**
"Sudahlah sayang jangan terlalu digangguin Asya sama suaminya nanti lama-lama mereka bakalan ngambek dan tidak akan pulang ke sini lagi, Emangnya kamu mau kalau sampai kita pulang Asya tidak datang juga dan alhasil Kamu tidak akan mendapatkan pertemuan yang seperti kamu inginkan?" Andi berusaha membujuk sang istri karena nada bicara Kenzo dari seberang itu sudah terdengar kesal dan daripada hal yang tidak diinginkan terjadi lebih baik mundur diri secara teratur daripada nanti ada kata-kata ajaib yang bakalan keluar.
Vina Sebenarnya masih emosi kepada suaminya itu hanya saja kata-katanya memang benar jika sampai dirinya terlalu berlebihan otomatis nanti suaminya Asya yang bakalan ngambek, dan jika sampai hal itu terjadi sampai mau kembali ke zaman megalitikum juga tetap bakalan seperti begini dirinya pulang dengan tangan hampa.
"aku itu bukan karena ikut saran kamu tetapi memang aku sudah memikirkannya dari tadi hanya belum saja melakukannya, dan satu lagi kesalahan kamu itu belum aku maafkan jadi jangan pernah berbuat seolah kita itu tidak ada apa-apa sebelumnya!"sungut Vina Ketus sebab istri mana yang tidak kesal dengan suaminya yang setiap kali berbuat bertingkah selalu seenak jidatnya tidak memikirkan perasaan orang lain.
Andi berusaha Tetap tenang karena memang siapa sih yang tidak bakalan kecewa ketika ada kata-kata kurang ajar yang seperti ia lontarkan kemarin, manusia hidup di dunia ini selalu saja punya yang namanya kekecewaan begitu besar ketika orang yang ia harapkan sebagai pelindung malah berubah menjadi orang yang paling menyakiti hatinya.
kalau saja waktu bisa diputar kembali otomatis tidak ada yang namanya pengadilan untuk mengadili orang jahat karena setiap orang bakalan mengubah sikapnya, namun ya balik lagi kepada kemauan seseorang itu untuk berubah menjadi lebih baik Kalau memang niatnya Tulus dari dalam hati otomatis apa yang ia lakukan pasti bakalan diterima oleh sekitarnya.
"aku tahu aku salah tadi karena sudah mengatakan hal yang membuat kamu marah dan juga perasaan kamu hancur, hanya saja permintaanku hanya satu yaitu kamu mengerti dengan apa yang aku pikirkan apa yang aku rasakan bukan hanya diri kamu sendiri yang kamu pikirkan. kita hidup rumah tangga itu otomatis jangan mendengarkan diri sendiri ataupun lebih mementingkan ego, memang menyatukan dua orang dengan karakter dan juga pola pikir yang berbeda dalam satu hubungan itu sangat susah tetapi jika ada kemauan untuk memahami dan menerima kekurangan serta kelebihannya otomatis susah itu bakalan terasa jadi mudah."Andi terlihat lebih bijaksana kali ini dan hal itu memang Vina tidak menampik jika suaminya itu terkadang lebih benar banyaknya namun sekali-sekali dirinya berkata itu yang membuat Vina kesal karena langsung terasa begitu menyakitkan.
__ADS_1
"aku marah kemarin itu karena kamu tiba-tiba memasang tampang cuek dan juga cemberut Padahal kita kan sama-sama menyepakati untuk jalan-jalan, jika aku tahu kalau sampai di tengah jalan kamu bakalan berubah sikap berubah pikiran yang lebih baik tidak usah saja kita tetap di rumah! kamu ajak aku untuk keliling dunia dan aku mengiyakan hal itu Dan juga aku ajak kamu datang ke Den Haag ini kamu pun mengiyakan, jadi itu otomatis kemauan kita bersama bukan hanya aku atau kamu saja tapi kalau di tengah jalan mau tidur kayak begini lebih baik aku tetap di Indonesia menikmati pekerjaanku membantu orang!"Vina benar-benar berusaha untuk menjaga nada bicaranya Tetap santai tidak setinggi mungkin karena Biar bagaimanapun yang ia hadapi itu suaminya bukan musuh.
Andi menghela nafasnya kasar ternyata memang benar istrinya itu sangat kecewa kepadanya, hanya saja mau bagaimana lagi sudah terlanjur terjadi mau kata perbaiki kalau Vina mengerti dan menerima Ya bagus tapi kalau tidak ya bakalan seperti begini tetap bakalan cekcok terus.
"Aku minta maaf kalau memang kemarin-kemarin sudah membuat kamu tidak nyaman dan juga emosi tetapi Percayalah aku tidak punya maksud apapun selain ingin mendapatkan perhatian dari kamu, karena aku perhatikan selama ini kita pergi kemanapun meskipun berdua saat kamu sudah keasyikan dengan sekitarmu aku itu rasanya seperti orang asing atau mungkin dijadikan seperti tour guide nya kamu!"akhirnya Andi juga bisa mengeluarkan keluh kesah yang ada di dalam benaknya karena jika tidak otomatis Vina bakalan tetap seperti begitu dan tidak tahu sebenarnya apa yang diinginkan oleh suaminya sendiri.
Vina diam mencoba untuk mencerna setiap kata yang dilontarkan oleh sang suami dan ternyata memang benar kalau dirinya sedikit egois dan juga tidak mementingkan suaminya ketika berada di sesuatu yang menurutnya sangat menakjubkan, Padahal mereka berdua adalah pasangan pengantin baru yang masih hangat-hangatnya dalam bermesraan melakukan hal yang romantis secara bersamaan tetapi selama ini tidak pernah terjadi.
Mungkinkah Vina itu sebenarnya hanya mengiyakan saja saat Andi melamarnya tetapi untuk menerima pernikahan mereka sepertinya masih butuh waktu, dari dulu selalu sibuk dengan dunianya sendiri maka dari itu Me Time nya itu yang lebih berharga daripada family Time.
"aku janji bakalan berubah dan tidak akan mengulangi apa yang sudah aku lakukan dan juga berjanji tidak akan mementingkan diri sendiri selagi ada kamu, hanya saja yang aku harapkan dari kamu saat ada kesalahan yang tidak aku sadari kamu bicarakan secara baik Agar aku paham dan juga merubah menjadi lebih baik!"pinta Vina yang kali ini nada bicaranya tidak seketus tadi mungkin karena sudah sadar bahwa dirinya juga ikut andil di dalam masalah rumah tangga yang baru saja mereka lalui itu.
"Nah kalau begini kan obrolan kita menjadi lebih asik tidak terlalu uji urat seperti yang sudah-sudah dan juga rasanya kamu lebih menghargai kehadiranku, Aku janji tidak akan pernah lagi mengulang kesalahan yang sama karena kamu tahu kan Bagaimana sikapmu ketika janji sudah kubuat otomatis pantang Bagiku Untuk melanggarnya!"Andi tersenyum sambil mengusap pelan kepala istrinya itu sebab dirinya sangat merindukan sosoknya selalu saja ribut tetapi menyenangkan'
"kalau begitu aku juga mandi ulang lagi deh soalnya rasanya kalau mandi berdua itu air yang dingin jadi hangat Kemudian air yang hangat tetap hangat, mungkin ya sekedar sekalian mendeposit awal pembentukan Andi Junior ataupun Vina Junior!"VVina yang mendengar kata-kata dari suaminya itu segera masuk ke dalam kamar mandi dan berencana menutup pintunya dari dalam tetapi sayang dirinya kalah cepat karena Andi sudah mencekal pintu itu dengan tangannya lalu melenggang masuk ke dalam tanpa beban bahkan handuk yang tadi menutupi pinggangnya pun Entah sudah terbang melayang ke arah mana Soalnya Vina tidak sadar dengan kelakuan suaminya tadi
"kamu tuh kenapa sih selalu saja membuat suasana menjadi tambah rusak padahal aku tadi sudah tidak ingin lagi marah-marah loh, bisa tidak lain kali itu Kalau akunya tidak nyaman kamunya sedikit mengakui hal itu dan mengikuti apa yang aku inginkan!" Omel Vina.
Andi menggaruk kepalanya yang tak gatal karena merasa lucu dengan nada Ketus milik istrinya apalagi wajah cemberutnya itu yang rasa-rasanya ingin sekali Andi bungkus selalu tidak ingin ditunjukkan kepada orang lain, tapi menurutnya rumah tangga mereka mungkin harus seperti begitu jalan ceritanya yaitu diwarnai dengan perdebatan jarang sekali ada kata-kata romantis dan mungkin ya kebanyakan bertengkarnya.
__ADS_1
"aku pikir dalam rumah tangga itu bila habis bertengkar yang enaknya bermesraan makanya aku ikut kamu ke dalam sini Siapa tahu kita bisa sedikit menyegarkan pemikiran, soalnya kan suami istri itu bakalan lebih adem ayem kalau saat yang beginian maka dari itu lebih baik kamu jangan berkomentar sebab menolak keinginan suami itu merupakan dosa!"bujuk Andi yang masih menggunakan kata-kata yang seperti seorang penceramah sejati yang lagi memberikan wejangan kepada anggotanya padahal sebenarnya itu bisa dibilang modus sebab melakukan sesuatu itu harus kemauan kedua belah pihak bukan atas unsur paksaan karena itu sama saja dengan tidak menghormati pasangan kita.
"artinya itu hanya modus kamu saja Bambang soalnya Siapa sih yang tidak tahu jalan pikiran kamu yang selalu saja menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, jadi lebih baik kamu diam jangan banyak mengoceh soalnya yang ada bikin kepalaku tuh tambah sakit memikirkan sikap kamu yang tidak pernah berubah!"Vina terpaksa mengatakan hal itu karena memang siapa sih yang tidak tahu dengan sikap suami sendiri yang biasanya kalau ada maunya bakalan mengucapkan 1001 Alasan agar pasangannya menerima permintaan konyolnya itu.
Jika boleh bercinta kriya otomatis sudah dilakukan oleh Andi saat ini, Bagaimana tidak dirinya Akhirnya bisa berduaan dengan istrinya mulai dari saat mandi sampai Mungkin sebentar saat keluar dari kamar mandi mereka berdua bisa melakukan kickboxing.
Vina hanya bisa pasrah tidak mungkin juga akan mengingat apa yang diinginkan oleh suaminya itu sebab memang hukumnya seorang istri itu harus menuruti apa kemauan suaminya jika itu tidak membawa kita kepada jalan menuju dosa, biar bagaimanapun suami itu adalah kepala keluarga otomatis yang ia inginkan yaitu didengarkan oleh anggotanya termasuk istri sendiri.
"Sayang kenapa liatin aku seperti begitu rasa-rasanya kamu ingin sekali mencolek punyaku ya? Oh kamu tenang saja aku bakalan dengan sukarela memberikan kepada kamu, Bukankah apa yang aku punya itu merupakan miliknya kamu juga?"tanya Andi sambil nunggu deh istrinya itu bahkan bisa dibilang nada-nadanya itu begitu sangat menjengkelkan.
"eh yang bilang aku lagi menginginkan punya kamu itu siapa orang aku kan tidak sengaja melihat ke arah situ ya akhirnya mau tidak mau karena sudah mataku harus melihatnya, makanya lain kali itu jangan terlalu semangat 45 sampai-sampai orang belum siap kamu sudah nyerocos lebih dulu!"ejek Vina yang tadi rencananya ingin berendam di dalam bak mandi kini berubah menjadi mandi di bawah guyuran shower.
Andi hanya tersenyum karena jika dirinya bertanya lagi otomatis Vina yang bakalan menjadi emosi, soalnya sudah tahu kan kelakuan istrinya itu jika apa yang dia kerjakan menurutnya benar terus orang lain bertanya seolah tidak paham maka bisa dipastikan saat itulah orang tersebut sedang mencari masalah dengan dirinya.
"nasib nasib punya istri satu saja tapi kok kayaknya punya banyak istri tidak ada yang mau mendengarkan apa yang aku inginkan, mau marah takut nanti salah mau diam pun terasa begitu menyiksa!"lirih Andi dalam hati yang merasa yakin juga hari ini si Jackie nya tidak bisa diajak bertempur lagi.
Vina tersenyum di dalam hati karena akhirnya bisa mengerjai suaminya itu, karena menurutnya kehidupan dalam rumah tangga itu bukan hal sepele atau masalah terselesaikan hanya jika urusan ranjang sudah selesai melainkan saling pengertian dan juga mendengarkan keluh kesah dari pasangan masing-masing itu merupakan hal yang terbaik.
Dan ia tak ingin Andi selalu mengedepankan urusan itu di atas segala-galanya sehingga membuat keduanya terlihat seperti maniak brengsek, dan juga mendinginkan jika Andi itu lebih menjadi suami yang pengertian tidak terlalu memikirkan bagian syahwatnya saja.
__ADS_1
"Sudah jangan memasang tamoang cemberut ataupun berkomentar bukankah dunia ini rencananya belum Kiamat jadi otomatis masih ada hari esok, maka dari itu Nikmati saja Hari Yang ada sekarang jangan meminta lebih atau menghabiskan kegiatan dalam waktu 1 hari nanti besok terasa begitu mubazir?"ledek Vina membuat Andi mendengus kesal karena itu sama saja sudah menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang suami.
"Kamu itu tidak pengertian sekali dengan suami sendiri yang sedang begitu sengsara saat ini, tapi ya sudahlah nanti besok lusa jangan kamu harap aku bakalan melepaskan kamu begitu saja sebab di saat itu terjadi aku bakalan pastikan kamu tidak akan bisa berjalan dengan benar!"nada bicara Andi itu terdengar begitu santai tetapi sebenarnya dirinya itu sengaja menyindir sang istri yang artinya bahwa besok lusa tidak ada penolakan lagi seperti hari ini.