
Dewi mendengus kesal ketika mendengar apa yang dikatakan oleh adik iparnya itu padahal dirinya memang tidak ada niat untuk memisahkan anak-anak mereka, hanya saja sebagai seorang ibu dirinya berkewajiban menanyakan perasaan anaknya sekarang ini agar tidak salah mengambil langkah sebab menikah itu hanya sekali seumur hidup jadi saat awal untuk melangkah otomatis harus dipikirkan secara matang bukan hanya karena keinginan Semata.
ketika mendengar pertanyaan adik iparnya itu Dewi yang tadi terlihat begitu biasa saja langsung mendadak kesal, meskipun ia tahu Rianti adalah adik kandung suaminya tetapi Asya merupakan anaknya jadi otomatis sebagai seorang ibu dirinya tidak boleh terpengaruh dengan status kekeluargaan diantara mereka.
" Kamu itu kenapa sih dari tadi banyak komentar ingat ya Anak kamu itu mau melamar anakku tapi tidak pernah terjadi sama sekali, terus kamu pikir sebagai seorang ibu aku bakalan membiarkan saja anakku seperti pungut di jalanan terus diambil dijadikan istri tanpa memikirkan Apakah dia punya orang tua atau tidak? kamu itu yang seharusnya mengajarkan anak kamu supaya jangan asal nyolong seperti begitu harusnya dia kan lebih paham sudah setua itu kok sampai sekarang nggak paham juga, itu pasti karena didikan kamu yang hobinya marah-marah terus gibahin orang gak jelas alhasil menjadi seperti begini kan jadinya?" Rianti langsung bungkam ketika mendengar nada kesal dari kakak iparnya dan juga calon besan nya itu karena Biar bagaimanapun ternyata menikah di dalam keluarga dekat itu urusannya lebih ribet terkadang kita anggap itu biasa saja tidak perlu Terlalu formal padahal sebenarnya segala sesuatu itu diperlukan seperti layaknya orang pada umumnya.
" ya Habisnya aku pikir kalian tidak mempermasalahkan jika tidak ada proses lamaran langsung nikah saja makanya kami tidak mempersiapkan segala sesuatunya, tapi kalau kalian meminta anak kalian dilamar Ya sudah tidak masalah karena kami bakal mengusahakan saat ini juga!" Sahut Rianti pelan membuat Dewi bertambah kesal.
Rio yang melihat istrinya sudah marah marah tidak jelas,otomatis tidak dapat berbuat banyak karena yang ada nanti dirinya yang bakal di salahkan lagi.
Dewi mendengus kesal ketika mendengar jawaban yang begitu santai oleh Rianti barusan padahal sebenarnya sebagai seorang ibu otomatis Riyanti harus sibuk bukan hanya harus duduk manis seperti begitu tanpa melakukan apapun,Karena jika seperti begitu terus lebih baik Emaknya menyuruh anaknya jadi bujang lapuk biar tidak usah punya istri sekalian.
Karena siapa juga yang mau melakukan hal yang tidak dihargai oleh orang lain , yang ada hanya buat capek diri sendiri dan merugikan orang disekitar.
"Kamu selama ini hanya melakukan apa di rumah sampai tidak mempersiapkan apapun,nanti sudah begini pasti ujung repot sendiri?" Tanya Rio heran.
Rianti hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal karena mendapat sindiran dari Kakak nya itu,padahal sebenarnya ia tidak perlu juga mengatakan hal itu karena sebelum mengatakan saja mereka sudah paham kebiasaan dirinya ketika berada di rumah.
"Mas,aku tidak pemalas ya! Hanya saja sedang menikmati hidup maka dari itu lebih memilih tenang kan diri bukan malah seperti yang kamu pikirkan itu,jadi tolong jangan salah sangka ya!" Sungut Rianti sambil memasang wajah cemberut nya.
"Tapi kan sama saja apa yang aku bilang tadi,hanya kamu saja yang selalu saja salah pengertian padahal sebenarnya apa yang tadi Mas katakan itu benar jadi lain kali jangan membela diri seolah menjadi orang yang paling benar sedunia!" sungut Rio karena tidak menyukai sikap adiknya itu yang selalu saja inginnya benar tidak pernah mau disalahkan.
__ADS_1
Rianti tidak berbicara banyak lagi karena sama saja nanti akhir-akhirnya dirinya lagi yang disalahkan, padahal sebenarnya biasanya sudah tahu kalau seseorang itu tidak pernah mau disalahkan.
" Jadi gimana Apakah harus melamar Asya secara resmi soalnya sepertinya kata-kata Mbak Dewi tadi itu ingin sesuatu yang pasti tidak hanya main di luar saja, kalau memang iya artinya kami nggak bakalan mempersiapkan saat ini juga setelah itu baru mengundang keluarga dekat agar bisa menyaksikan!" tanya George memastikan pendapat kakak iparnya itu karena Takutnya nanti jika mereka tidak menanyakan pendapat mereka yang ada bakalan ribut lagi seperti sekarang ini.
" boleh aku ngomong tidak?" Tanya Asya dengan wajah yang begitu memelas.
semuanya menatap heran kearah wanita hamil itu yang entah apa yang ingin Ia katakan, karena Biar bagaimanapun pendapat Wanita itu sangat diperlukan sebab apa yang mereka bahas sekarang ini menyangkut tentang mereka berdua.
terlebih Kenzo yang merasa heran dengan sikap asap yang biasanya males tahu kenapa kali ini terlihat begitu antusias, Semoga saja tidak ada permintaan aneh-aneh dari wanita itu.
" kamu sedang tidak meminta sesuatu hal yang ganjil kan seperti biasanya yang setiap kali aku ngomong pasti kamu bantah, karena jika sampai hal itu ingin kamu tanyakan lebih baik tidak usah saja soalnya bakalan bikin tambah pusing memikirkannya?" selidik Kenzo membuat Asya hanya bisa tersenyum tidak mungkin juga sih membantah karena memang Setiap orang pasti bakalan mencurigainya.
" Kamu itu kenapa sih malah mencurigaiku yang tidak-tidak Memangnya Menurut kamu aku mau ngomong apa, Lain kali kalau tidak tahu apa-apa mendingan jangan berkomentar karena nanti sama saja bakalan bikin orang lain yang mumet!" Sindir Asya karena memang sikap Kenzo itu terlalu berlebihan seolah-olah setiap yang ia katakan itu bakalan menimbulkan masalah.
" bisa tidak tidak usah pakai acara lamaran segala Langsung nikah aja deh ,Soalnya mengingat status aku yang sekarang dan juga kehamilan ku yang semakin membesar takut nya semua orang bakal berpikiran Yang tidak tidak!" Ujar Asya penuh permohonan dan semua orang akhirnya mengingat dan mengakui Apa yang dipikirkan oleh wanita itu tidak ada salahnya sama sekali dan memang selama ini mereka seolah melupakan hal yang paling penting seperti begitu Kok bisa bisanya sampai mereka keteledoran sehingga tidak memikirkan apa yang diinginkan oleh wanita itu.
" Ya Tuhan maafkan Mama soalnya melupakan yang tadi dan malah meminta hal yang aneh-aneh sampai-sampai akhirnya kamu sendiri yang ngomong, Ya sudah kalau memang itu kemauan kamu maka lebih baik kita ikuti saja karena memang tidak ada yang salah. Kalian tidak perlu melakukan hal lain yang aneh yang lain langsung menikah saja karena toh sama saja Intinya cuma satu yaitu diakui oleh agama dan negara, dan oleh karena itu untuk kamu Riyanti karena semuanya sudah dibatalkan otomatis kamu yang harus mempersiapkan segala sesuatu Soalnya kita kan orang baru di tempat ini jadi bingung harus mau kemana saja untuk bertindak!" Rianti hanya bisa menghela nafasnya pasar dan juga Memang iya tidak mungkin membantah apa yang dikatakan oleh kakak iparnya itu apalagi melihat tatapan tajam dari saudara laki-lakinya yang berada di sisi istrinya itu membuatnya sedikit menciut.
" Baiklah aku bakalan melakukan semua yang diinginkan oleh kalian tanpa tersisa ataupun terkecuali Terlewatkan sedikitpun, nanti Lain kali kalau kalian masih ingin berkomentar panjang lebar katakan saja aku ini orangnya baik hati kok mau mendengarkan segala masukan dan kritikan yang bersifat membangun!" ujar Yanti yang terdengar pasrah dengan keadaan membuat Dewi tertawa pelan karena ternyata mengerjai adik iparnya itu tidak memerlukan jurus yang terlalu banyak cukup mengancamnya dengan sesuatu pekerjaan pasti bakalan langsung mengomel sepanjang waktu.
" aku tadi itu hanya bercanda saja mana bisa meninggalkan kamu sendiri melakukan pekerjaan yang sebenarnya tenggang waktu nya sudah tidak lama lagi, hanya mau mengetes kira-kira kamu itu orangnya pemalas atau tidak tahu tahu ternyata kamu memang cukup bisa diandalkan!" ledek Dewi dan Rianti hanya menanggapinya dengan mendelik kesal.
__ADS_1
" Ya iyalah dia harus rajin soalnya sedikit lagi kan bakalan punya menantu sekaligus cucu kurang apa coba, maka dari sekarang dihentikan ke aksi gila nya itu yang menonton film film non-stop maka menit dari sekarang mulai berhenti!" Rio menimpali perkataan istrinya itu dan benar-benar tidak mau menganggap ataupun memberi kasihan kepada adiknya yang hobinya hanya mau lurus aja kerjanya untung juga badannya tidak segede Gaban.
" ah kalian mah tega masa iya aku dikeroyok secara langsung terus begitu suamiku tidak berguna lagi di saat seperti begini, setidaknya bantulah istrimu ini kalau sudah dipermainkan harga dirinya eh malah dia nya diam saja tanpa komentar banyak sepertinya mulutnya itu memang tidak ada gunanya sama sekali!" sungut Rianti sambil menatap kesal kearah suaminya itu yang malah menatap tak suka ke arahnya.
" Makanya jadi orang itu jangan suka mengundang masalah dan alhasil masalahnya datang kamunya jadi kapok sendiri, selama ini kenapa selalu ngomong jangan terlalu mencari masalah dengan orang lain Jika kamu tidak ingin disalahkan!" ujar George .
" Ya sudah kalau begitu karena semuanya sudah beres Aku mau jalan-jalan sambil mengajak calon istriku dan juga anak kami, ingat untuk kalian semua jangan coba-coba mengganggu ataupun menelpon kami berdua ataupun memberikan kehebohan seperti tadi malam soalnya kali ini kami pergi nya sudah bilang kan jadi jangan bertanya lagi!"Kenzo lalu menarik tangan Asya pergi dari situ tetapi Dewi tidak terima karena putrinya itu malah di monopoli padahal sebentar lagi bakal menjadi istrinya setidaknya hari-hari terakhir begini Asya menghabiskan waktu bersama dengan kedua orang tuanya kan lebih bagus.
" eh mana bisa begitu dia kan anak kami sekarang dan nanti belum juga menjadi istri kamu yang sah masa iya kamu monopoli terus menerus, Memangnya kamu pikir Sejak kapan kamu punya hak 100% ke dia melangkahi kami yang sebagai orang tuanya?" tanya Dewi tidak terima.
" tapi kan tadi aku sudah ngomong Kalau kami ingin menikmati waktu berdua eh maksudnya bertiga jadi otomatis tidak boleh ada orang ke-4 ataupun ke-5 dan seterusnya, terus Jalannya juga aku sudah pamit sama kalian semua kan tadi katanya kalau mau kemana-mana harus ngomong Ya sudah aku kan sudah ngomong Jadi kurang apa lagi?" tanya Kenzo tidak terima dengan penolakan yang dilakukan oleh Dewi itu.
" Waduh Mas bantuin aku dong kasih sadar ini anaknya orang yang tidak tahu diri sama seperti mamanya yang selalu saja merasa bikin diri benar padahal sebenarnya kesalahan itu banyak banget, masa anak kita mau dibawa-bawa begitu saja setidaknya biarkan dia bersama kita dalam beberapa hari ini soalnya nanti kalau sudah nikah kan tidak mungkin ac-nya bakalan bisa sama kita lagi pasti hanya ini sekali-kali doang?" bujuk Dewi agar suaminya itu tidak diam saja dan membantu dirimu karena Biar bagaimanapun pasti Kenzo tidak bakalan membantah apa yang dikatakan suaminya.
" biarkan saja mereka mau ke mana mungkin untuk apa juga kita sebagai orang tua terlalu memaksakan anak untuk tetap tinggal,padahal sebenarnya mereka juga harus punya waktu untuk saling mengenal!" Ujar Rio yang mendukung kemauan Kenzo dan menentang permintaan istrinya itu.
Dewi menatap tajam kearah Suaminya itu yang malah membela Kenzo bukan dirinya,padahal jelas jelas disini yang sebagai istirnya adalah dirinya jadi yanh pantas di bela ya dirinya juga kan.
"Kamu kok gitu sih Mas,yang harus nya kamu bela itu kan aku bukan siapa siapa? Tapi ini malah membela dia yang pastinya bakal besar kepala,ah Mama batal setuju dia jadi calon mantu soalnya kebanyakan mau nya jadi orang?" Sungut Dewi.
Rio tertawa karena merasa yakin saat ia berbicara pasti istirnya itu langsung berkomentar dan memang itu langsung terjadi karena siapa sih yang tidak tahu sikapnya Dewi itu.
__ADS_1
"Mama,jangan begitu dong! Tadi katanya sudah merestui pernikahan mereka kok sekarang malah tidak bakal memberikan hal itu? Ya sama saja Mama plin plan dong,dan Papa tidak suka kalau sampai hal itu benar benar terjadi?" Goda Rio.
Asya menatap penuh haru kearah Mama nya itu yang terlihat seperti enggan berpisah dari nya,padahal mereka juga tidak ada rencana pindah kemanapun.