Antara Asya Dan Rasa

Antara Asya Dan Rasa
episode 45


__ADS_3

Dave tidak terima ketika Azzam menolak keinginannya hanya untuk bersama dengan Kenzo, padahal dirinya ingin sekali berduaan dengan wanita itu sebab dirinya tidak boleh kalah ataupun tidak mendapatkan Asya sama sekali.


" memangnya kamu benar-benar tidak mau dekat denganku ataupun berduaan dengan aku di mana pun, Padahal kalau bisa dibilang dia itu denganku tidak terlalu beda jauh sama sama kaya dan tampan?" tanya Dev yang tidak terima atas penolakan yang dilakukan oleh Asya itu.


Asya kebingungan dengan pertanyaan yang diberikan oleh Dev Itu sebab dirinya sudah mulai merasa tidak nyaman dengan kehadiran pria yang dari tadi hanya menatap ke arahnya, Jika boleh meminta dirinya ingin Kenzo segera membawanya pergi agar bisa bernafas dengan lega.


" aku mohon Bawa aku pergi dari sini, karena aku tidak menyukai cara dia menatapku yang begitu karena aku tidak menyukai cara dia menatapku yang begitu kurang ajar!" Lirih Asya setengah berbisik membuat Kenzo langsung tersadar jika Wanita itu sudah mulai merasa tidak nyaman dan takutnya rasa traumanya itu kembali muncul di permukaan.


" ah sepertinya kami harus segera pergi dari sini soalnya hampir melupakan janji dengan Om sama Tante untuk mengajak mereka jalan-jalan, nanti kalau ada waktu kita bakalan membahas proyek itu lagi tetapi tergantung juga saya bakal meninjau semuanya jika menguntungkan perusahaan maka kerjasama ini akan berlanjut." Kenzo sengaja mengatakan hal ini karena memang dirinya harus meninjau kembali soal kerjasama dengan Dev. perusahaan yang pemiliknya sepertinya tidak mempunyai maksud yang begitu tidak baik, dan alhasil Nanti Asya yang bakalan menjadi sasaran empuk dari kekurang ajaran pria itu.


" Loh kenapa kalian buru-buru kita kan masih bisa mengobrol soalnya kan baru bertemu lagi setelah beberapa bulan terakhir, saya juga kan tidak punya siapa-siapa di kota ini jadi tidak ada salahnya kan kalau kita sedikit dekat dan berteman dengan begitu ada teman buat ngobrol di sini?" tanya Dev yang seolah mengulur waktu agar Kenzo dan Asya tidak segera pergi.


namun Kenzo yang paham dengan maksud tujuan terselubung dari Dev langsung tersenyum menolak permintaan pria itu, sebab jika dirinya tidak melakukan hal itu maka bisa dipastikan Asya bakalan histeris sekarang juga karena sudah mulai merasa tidak nyaman.


" kerjasamanya antara anda dengan saya bukan dengan siapa-siapa jadi untuk sekarang ini pembahasannya sudah selesai dan tolong jangan melakukan hal yang membuat semuanya tidak berjalan sesuai rencana Anda, karena saya yang bakalan memutuskan kerjasama itu secara sepihak jika sampai perbuatan Anda yang menyinggung perasaan dari saya sendiri! " Jelas Kenzo lagi Segera menarik tangan Asya agar ikut dengannya sudah cukup dirinya menurunkan harga diri demi pria bodoh yang merasa diri paling benar dan juga paling baik.


Dev mengepalkan tangannya karena merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh Kenzo padanya tadi , padahal letak salahnya dimana ketika dirinya ingin mencoba dekat dengan Asya tetapi pria itu langsung menolaknya mentah-mentah.


" Rama, kamu selidiki Bagaimana hubungan mereka berdua sampai bisa pria itu dengan berani menyentuh Asya aku! ingat aku tidak ingin penyelidikan itu berlangsung lebih dari 3 jam, karena kamu sendiri tahu kan Bagaimana sikapmu yang paling tidak suka dibuat menunggu dengan sesuatu yang tidak ada kejelasan sama sekali!" setelah mengatakan itu Dev pun pergi dari situ dengan tatapan matanya yang begitu ingin menusuk siapapun yang berada di hadapannya sekarang.


Asya hanya bisa menatap tangannya yang sedang digenggam oleh Kenzo itu tanpa bisa menolaknya sama sekali, sebab entah Mengapa dirinya merasa Jika tangan Kenzo itu bisa memberikan ketenangan kepada dirinya yang sedang gundah barusan.


" Kamu kenapa lebih mementingkan aku Daripada kerja sama kalian yang bernilai miliaran dolar, Ingatlah kita ini bukan siapa-siapa dan merupakan orang asing yang terikat karena persaudaraan? jangan sampai kamu menyesal karena melakukan ini semua dan juga akhirnya semua yang kamu punya bakalan kehilangan saat ini, aku tidak apa-apa kalau sampai kamu lebih memilih untuk melanjutkan kerjasama karena kupastikan ini adalah pertemuan kami yang terakhir?" tanya Asya yang tidak habis pikir dengan sikap Kenzo yang terlihat begitu peduli padanya padahal dirinya selama ini selalu saja bersikap kasar kepadanya.


" Apapun akan aku lakukan hanya untuk kamu meskipun menggadaikan perusahaan yang aku bangun dari nol ini, agar kamu tahu betapa berharganya kamu di dalam kehidupan aku untuk sekarang nanti dan selamanya." ujar Kenzo pasti bahkan tanpa berpikir sama sekali dirinya mengucapkan hal itu seolah tanpa beban yang ia pikul begitu berat.


" kamu kalau ngomong tuh jangan terlalu berlebihan deh aku rasanya begitu berdosa kalau sampai membuat semua orang yang berada di perusahaan kamu kehilangan pekerjaan, jangan membuat aku menjadi orang yang paling jahat dengan atau tanpa aku sadari sama sekali!" Sungut Asya membuat genset solar tertawa karena akhirnya Wanita itu sudah bisa lebih santai dan rileks tidak seperti tadi.


" Nah kalau kamu kembali cerewet kayak begini kan aku rasanya sudah tidak terlalu khawatir seperti tadi, Lain kali itu setiap Masalah harus berbagi kalau memang tidak dapat berubah lagi ya Carilah teman buat ngobrol atau untuk mengalihkan pemikiran yang sedang kamu rasakan!" Asya mengakui apa yang dikatakan oleh Kenzo itu tidak ada yang salah karena memang dirinya membutuhkan hal itu dalam hidupnya kedepannya.


" Kita makan yuk, aku yakin kamu juga pasti kelaparan. soalnya aku juga mana tega membiarkan gadis cantik kelaparan sedangkan aku mempunyai uang yang berjuta-juta miliar banyak punya, Nanti ada berita yang trending keluar mengatakan bahwa seorang pemimpin perusahaan terkenal mengajak wanitanya keluar tetapi tidak dapat memberikannya makanan." goda Kenzo membuat Asya mendengus kesal karena ada saja perkataan pria itu yang membuat dirinya merasa heran.


" Idih kamu kalau ngomong sadar diri dong namanya siapa juga mau menjadi wanitanya kamu, yang ada itu aku bakalan kejang-kejang setiap hari soalnya sport jantung Terus kalau dekat sama kamu?" Kenzo langsung menghentikan langkah kakinya ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Asya Tadi.

__ADS_1


" coba kamu ulangi lagi apa yang kamu katakan tadi, soalnya aku penasaran untuk mendengarnya!" perintah Kenzo dengan wajahnya yang begitu antusias membuat Asya mengerutkan keningnya karena heran.


" Memangnya ada masalah penting apa jadi aku harus mengulangi apa yang aku ucapkan sendiri tadi, kamu kalau mau minta sesuatu itu yang masuk akal sedikit jangan malah bikin orang pusing?" katanya Asya Tak habis pikir dengan sikap genso yang tiba-tiba berubah jadi aneh.


" aku sudah bilang kamu ulangi perkataan kamu yang tadi aku ingin mendengarkan ya sekali lagi, lagian mengucapkan hal itu kan tidak ada susahnya atau kamu ingin aku menginginkannya secara perlahan kalau memang kamu sudah melupakannya." pinta Kenzo lagi membuat Asya jadi kebingungan dengan perubahan sikap pria yang ada di hadapannya itu.


" sudah jangan ngomong yang aneh-aneh soalnya aku bingung harus berbuat seperti apa ketika berhadapan dengan manusia seperti kamu itu, hanya bisa membuat orang emosi dan juga berpikir keras harus melakukan apa lagi kata manusia seperti kamu itu berhenti mengatakan hal yang aneh-aneh." Sindir Asya lalu segera memilih masuk kedalam mobilnya Kenzo.


Olivia yang berada di parkiran juga karena baru pulang makan siang langsung pergi mendekati mobil Kenzo, karena dirinya ingin melabrak Asya yang sudah bermain-main dengan pria Pujaan hatinya.


" Permisi tuan Kenzo Maaf mengganggu tapi aku ingin menanyakan hal yang dari tadi mengganggu pikiranku, tolong Jawab dengan jujur karena hal ini merupakan sebuah hal yang sangat penting dalam kehidupan ku sekarang ini?" ujar Olivia membuat Kenzo dan Asya menghentikan langkah kaki mereka lalu menatap heran kearah wanita itu.


" kamu lihat tidak kalau sekarang Saya lagi mau pergi, Apa kamu ingin membuat saya mati kelaparan dengan sikap kamu yang seolah ada sesuatu yang penting?" tanya Kenzo yang sedikit kesal dengan sikap Olivia yang mengganggu ketenangan di dengan Asya.


jika berbicara dengan Asya merubah nada bicaranya tapi berbeda dengan wanita lain dan siapapun yang dilakukan Kenzo kembali ke mode awalnya yaitu cuek, hal itu terasa jelas oleh Asya perubahan yang sedang dilakukan oleh Kenzo kepada siapapun.


" Maafkan saya atas kelancangan nya tapi benar-benar ini adalah masalah yang penting dan tidak bisa saya biarkan berlarut-larut begitu saja, apa hubungan anda dengan wanita yang sedang berada di samping hal itu karena dari tadi selalu melihat dia menempel ke manapun anda pergi?" tanya Olivia dengan satu kali tarikan nafas membuat Kenzo menatap heran ke arah wanita itu.


" Apa urusannya saya dekat dengan siapapun dengan kamu? Sadarkan dengan Posisi kamu di sini sebagai apa,atau perlu saya jelaskan supaya kamu paham?" Tanya Kenzo seraya menatap tajam kearah Olivia.


Kenzo mengusap rambutnya kasar karena dirinya baru tahu kalau memiliki karyawan yang sangat menjengkelkan seperti Wanita yang berada di hadapannya kini,untuk juga wanita coba kalau seorang pria sudah Kenzo pastikan wajahnya bakal babak belur.


"Sadar diri sadar posisi dan juga sadar siapa Saya,karena kamu itu tidak punya hak untuk mencampuri urusan pribadi saya sedikit pun! Ayo Sya,lebih baik kita pergi dari sini sebelum aku tambah kesal dengan siapapun." Kenzo kembali menarik Asya agar kembali masuk kedalam mobil tetapi suara dari Olivia membuat niatnya itu terhentikan.


"Saya Olivia Jansen,sangat Menyukai Anda Tuan Kenzo Delano!" Teriak Olivia membuat Kenzo langsung menggenggam erat tangan Asya hingga membuat sang empunya meringis karena kesakitan.


"Awww nih orang kok malah marah marah nya kearah aku,padahal jelas jelas wanita itu ada di sana!" Sungut Asya sambil mendengus kesal.


"Kamu!" Kenzo mencoba untuk menetralkan amarah yang tengah berkecamuk sekarang karena biar bagaimanapun dirinya yang notabene merupakan seorang pemimpin tidak boleh memberikan contoh yang tidak baik.


"Saya Kenzo Delano Dirgantara,Menyukai wanita yang berada di samping saya Yaitu Asya Malika Dirgantara Dulu kini dan Nanti! Jadi siapapun yang mempunyai perasaan ke Saya lebih baik berhenti sekarang juga,karena saya melarangnya dengan keras !" Tegas Kenzo lalu segera membawa Asya pergi dari situ.


Sedangkan Olivia wajahnya memerah karena malu sebab dirinya sudah mempermalukan diri sendiri di depan banyak orang,padahal dikiranya aksinya super nekat tadi bakal berhasil tetapi sayang nihil besar.

__ADS_1


"Oh Lord,kenapa aku melakukan ini semua dengan modal nekat seperti tadi?" Sungut Olivia dalam hati.


Alana yang dari tadi merekam momen berharga dan meng-share nya di Mensos milik Olivia langsung menghentikan aksinya,itu semua ia lakukan karena disuruh oleh Olivia yang ingin semua orang melihat momen dirinya bersatu dengan Kenzo.


Berbagai hujatan muncul dari para Netizen super duper julid,yang membuat Alan sudah tidak sanggup membaca atau melihat lagi dengan mata yang berada di kepalanya.


'Dasar wanita super nekat,lain kali harus menemukan lawan yang sepadan..


'Ya kasihan cewek nya auto kena serangan mental mendadak,rencana ingin Viral karena kisah cinta eh malah ditolak yang viral...


'Ayo dukung pasangan yang asli agar dunia lebih damai!"


Masih banyak lagi apa yang dikatakan oleh para warga +62 jaman sekarang,makanya jangan modal nekat tapi hasilnya belum pasti.


Saat berada di mobil dengan Asya melihat Kenzo membuang nafasnya kasar,begitu banyak beban pikiran yang sedang berkecamuk didalam benak pria itu.


"Kamu kenapa,kalau ingin menyusul wanita tadi aku tak masalah kok. Lagian aku juga tidak ada perasaan ke kamu,maka dari itu kalau kamu ingin memperbaiki semuanya silahkan selagi belum terlambat!" Tawar Asya membuat Kenzo menatap heran kearahnya.


Asya bertambah bingung melihat Reaksi yang ditunjukan oleh Kenzo itu,padahal dirinya bermaksud baik kenapa malah pria itu memasang tatapan begitu?


"Ada yang salah dengan perkataan ku tadi,kalau boleh tahu letak kesalahan nya dimana?" Tanya Asya heran.


"Kamu mau tahu apa salah kamu,tapi kalau tidak niat untuk memperbaiki lebih baik tidak usah?" Sahut Kenzo pelan.


Asya yang menangkap pergerakan Olivia yang hendak pergi,langsung mendorong tubuh Kenzo agar menyusul wanita itu.


"Kamu cepat keluar,tuh orang nya mau pergi!" Ujar Asya antusias..


"AKU ITU BUKAN SEDANG MEMIKIRKAN DIA MELAINKAN KAMU! YANG DARI TADI TIDAK PEKA DENGAN APA YANG AKU KATAKAN,SETIDAKNYA BERI ISYARAT SENANG ATAU APALAH ITU EH INI MALAH BIASA SAJA!" Sungut Kenzo bahkan dengan wajahnya yang terlihat begitu kesal sampai setiap perkataannya di tekan dengan baik agar Asya paham.


"Aku pikir tadi kamu bercanda!" Sahut Asya sambil menoleh kearah lain.


"Hah,aku yang tadi bicaranya seserius itu kamu masih berpikiran kalau bercanda?" Tanya Kenzo tak percaya.

__ADS_1


Ini Asya yang polos atau memang seolah tak paham sama sekali,padahal dirinya sudah mengatakan perasaan di hadapan semua orang.


"Menurut kamu tadi itu aku bercanda atau apa,Hemm?" Tanya Kenzo seraya mendekatkan wajahnya kearah Asya yang sudah bingung harus merespon apa.


__ADS_2