
Mark benar-benar terkagum-kagum dengan teman barunya itu yang ternyata sudah mempunyai istri anak tapi terlihat masih seperti seorang bujangan, pantasan para mahasiswi di kampus itu klepek-klepek dibuatnya akibat dari pesonanya yang tidak bisa ditolak oleh siapapun.
"Bravo men!" ujar Mark penuh antusias membuat Gerry hanya mengerutkan keningnya karena ada orang yang aneh itu hidup di bumi ini.
" karena semua yang kamu inginkan sudah kamu ketahui Bisakah kamu tidak mengerti ku ke mana-mana lagi, karena aku itu buku karena aku itu butuh ruang privasi ku sendiri Tanpa melibatkan orang asing di dalamnya? " tanya Gerry dengan nada yang serius membuat Mark bisa berbuat apa-apa lagi.
" baiklah kalau itu yang kamu inginkan hanya nanti besok lusa kalau kita ketemu kamu jangan memasang wajah datar mau itu dong, bukankah kita ini teman jadi sesama teman itu harus saling akrab bukan malah seperti yang kamu lakukan itu? " pinta Mark penuh permohonan membuat Gerry mendengus kesal karena sepertinya pria itu bakalan besok lusa membuat hidupnya lebih ribet.
" Sudah aku katakan kepadamu berulang kali jika kamu mempersulit hidupku maka bisa dipastikan kamu yang bakalan menyesalinya nanti, sudah Jangan menggangguku lagi Kamu pergi saja urus sih kehidupanmu sendiri soalnya terlalu mencampuri urusan pribadi orang lain itu sangat tidak bagus karena sudah melanggar sopan santun! " Gerry yang sekarang dan yang dulu sangat berbeda jika dulu ada Andi dalam hidupnya selalu merecoki nya kemanapun berbeda dengan sekarang yang benar-benar tidak ingin diganggu oleh apapun dan siapapun itu.
Mark yakin jika kiri itu merupakan orang baik hanya mungkin sedang menghadapi sebuah masalah makanya dirinya Ingin menutup diri dari kehidupan luar, hanya saja jika dirinya melakukan apa yang diinginkan oleh pria itu otomatis suatu saat pasti bakalan luluh juga karena batu karang biarpun sekeras itu lama-lama tergerus juga oleh air pantai yang menghampirinya tiap saat.
Indah yang melihat Gerry hendak pergi dari situ langsung berlari mendekati pria itu, karena Biar bagaimanapun keinginan dalam hatinya harus segera tercapai sebab dirinya sangat penasaran dengan sosok pria yang dari kemarin selalu saja menolak Pesona nya.
" hai, kamu mau pulang ya? boleh aku nebeng Tidak soalnya sepertinya ban mobilku itu kempes, dan aku juga tidak tahu menahu Di mana bengkel yang terdekat di sini sudah begitu ada urusan penting yang tidak bisa aku tinggalkan maka dari itu aku sedang terburu-buru?" pinta Indah yang sebenarnya berbohong jika mobilnya itu sebenarnya baik-baik saja tidak ada masalah yang berarti.
" Menurut kamu aku peduli dengan semua urusan kamu itu kamu lihat ke arah jalan sana banyakan taksi yang lewat kenapa malah meminta tolong kepada aku yang jelas-jelas bukan dinas sosial yang mau saja menolong orang?" Tanya Geri sinis lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari situ.
Indah mendengus kesal ketika Lagi Dan Lagi dirinya ditolak oleh Gerry tanpa menoleh kearahnya sedikitpun bahkan terlihat seperti merasa jijik kepadanya, seolah begitu banyak kotoran yang sedang menempel pada wajahnya sehingga tidak ingin dilihat sedikitpun.
" Setahuku biasanya pria yang menolak Pesona adalah orang-orang yang tidak normal, dan jangan bilang kalau dia adalah salah satunya Di antara sekian banyak orang itu? Wah kalau sampai hal itu terjadi rugi dong salah satu pria tertampan di dunia ini setiap perilaku menyerong, yang pasti semua orang tidak tahu menahu soal hal ini! " desah Indah kasar karena Harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
di lain tempat hari ini Vina sudah kembali menikmati masa-masa menjadi seorang pelajar tanpa kehadiran sahabatnya Asya, karena sampai sekarang keberadaan Gadis itu saja tidak jelas masa iya dirinya harus menghabiskan waktu untuk mencari dan menunggunya untuk kembali yang ada kepalanya bakalan dipenggal oleh kedua orangtuanya karena Bukannya sekolah malah keluyuran.
" Baiklah Vina yang cantik mulailah menikmati harimu dan juga hempaskan saja semua godaan yang ada di dalamnya, nanti kalau ketemu Sama selingkuhannya genderuwo itu tinggal diajak Sleding saja masalahnya kan jadi beres. " Vina mencoba untuk mensugesti dirinya agar tidak menjadi wanita yang lemah ataupun cengeng dan akhirnya bakal menjadi korban bully an di universitas itu karena bagaimana pun yang kuat bakalan selalu menang jika yang lemah tidak bisa melawan.
__ADS_1
Mona yang sekarang dan yang dulu lebih parah kelakuannya karena sudah terjerat dalam pergaulan bebas dan juga berubah menjadi wanita liar yang selalu terpesona di mana-mana, bahkan para dosen di tempat itu pun menjadi sasarannya tidak peduli jika mereka sudah mempunyai istri bahkan cucu.
karena menurut wanita itu menjual diri itu lebih gampang sama-sama menguntungkan, daripada bekerja yang hanya membuat tenaga terkuras tapi keuntungan yang didapatkan tidak seberapa.
jika Gary dulu merupakan ATM berjalannya berbeda dengan dirinya sekarang yang menggunakan tubuhnya sendiri untuk mendapatkan uang, sampai-sampai tidak sadar jika begitu banyak risiko yang akan ia dapatkan mulai dari penyakit menular dan juga bakalan dilakukan oleh para istri orang yang suaminya ia goda.
" tidak masalah ah mendesah dibawa hubungan pria lain yang penting mah aku bawa pulang uang bertumpuk-tumpuk, daripada hanya mengharapkan uang orang tua yang kalau dikasih tidak seberapa sudah begitu Sebelum kasih diomeli dulu A sampai Z! " ujar Mona begitu terlihat santai dan juga berjalan menuju kearah fakultasnya dengan berlenggak-lenggok layaknya model terkenal.
Bugh
Vina yang terlalu antusias menikmati hari barunya tanpa kehadiran Asya langsung meringis kesakitan ketika bertubrukan dengan seseorang dari arah depan, bokongnya mencium sempurna lantai sehingga membuat wanita itu tidak bisa menahan sakitnya.
" manusia kurang ajar Siapa sih yang jalannya tidak pakai mata sampai-sampai orang segede gaban kayak gini tidak dilihat sama sekali, Memangnya dia pikir aku ini manusia bayangan atau transparan sehingga ditabrak pun tidak bakal merasa sakit? "sungut Vina lalu segera bangkit dari duduknya itu dan mengibaskan debu yang menempel pada celana jeans-nya dan menoleh kearah Orangnya sudah menabrak dirinya.
" pantasan saja dari tadi aku mencium bau bangkai yang sedang berterbangan kemana-mana tau-taunya sumbernya ada di dekatku toh, sana menggeser Jangan menghalangi jalanku Dia sedang tidak ingin berhubungan dengan para gembel yang tiap harinya bekerja mengais sampah! " sumpah demi Dewa Neptunus kata-kata yang dilontarkan oleh Mona itu sangat membuat harga diri Vina jatuh sejatuh-jatuhnya.
" Coba kamu ngomong ulang Apa yang kamu katakan barusan Soalnya sepertinya pendengaranku sedang bermasalah sedikit, Menurut kamu aku atau kamu yang cocok disebut sebagai bangkai hidup yang kemana-mana selalu saja menebar kebusukan?? Vina dengan tata menusuk sebenarnya membuat Mona gentar tetapi gengsi membuat wanita itu kembali memasang wajah barangnya seolah tidak ingin dianggap karena itu sama saja tidak sesuai dengan stylenya selama ini.
" pantasan saja bangkai itukan berasal dari kupingmu yang tidak dipakai dengan benar sehingga apa yang dikatakan oleh orang lain selalu disuruh untuk diulang kan kembali, menurut kamu yang bau busuk itu kamu Atau aku soalnya Setahuku parfume yang aku pakai itu merupakan parfum kelas dunia yang tidak bisa kamu beli dengan uang recehan nya kamu itu!" Mona terlihat begitu sombong seolah apa yang ia dapatkan itu murni menggunakan uang halal.
" oh memangnya dikasih berapa duit sih sama orang tua kamu sama mampu membeli parfum kelas dunia, atau Sebenarnya kamu itu mendapatkan uang sebanyak itu dari hasil menjual diri kepada suami orang yang sudah kamu gaet dengan wajah jadi-jadian nya kamu itu?" tanya Vina dengan tersenyum mengejek karena menurutnya orang seperti Mona itu harus di skakmat kata-katanya agar langsung bungkam seketika karena malu.
tapi ternyata dugaannya Vina itu meleset jauh dari harapan sebab manusia seperti Mona tidak akan pernah punya rasa malu sedikitpun, karena yang dirinya kejar itu bukan hal akhirat melainkan hal-hal duniawi.
" jangan bilang kamu merasa iri kepada aku yang selalu saja diincar oleh para pria kaya dan juga tampan, maka dari itu kalau mau membeli produk kecantikan itu jangan yang abal-abal ataupun murahan yang berkelas dong biar hasilnya pun tidak menipu!" Mona benar-benar menjatuhkan harga dirinya Vina tapi bukannya membuat wanita itu merasa malu ataupun minder malah hanya bisa tertawa sinis.
__ADS_1
" tidak masalah memakai apapun itu yang penting Intinya satu tidur malam bisa tenang tidak ketakutan kalau Apa yang dilakukan di siang hari itu bakalan ketahuan, syukur juga kalau parah istri dari Selingkuhan kamu itu orang biasa Coba kalau merupakan polisi wanita jangan menyesal kalau kepala kamu bakalan hancur lebur saat itu juga!" sinis Vina lalu segera memilih pergi dari situ karena sama saja jika berlama-lama di situ kepalanya bakalan mumet memikirkan semuanya.
Mona mendengus kesal ketika setiap kata yang ia lontarkan selalu dipatahkan begitu saja oleh Vina padahal dari dahulu dirinya tidak pernah diperlakukan seperti itu, Tetapi semenjak Gerry pergi tanpa ada kejelasan sedikitpun dirinya mulai diperlakukan semena-mena seolah memang tidak ada harganya sama sekali.
" awas aja kalian semua aku bakalan ngomong kok Om Wijaya Agar mengeluarkan kalian dari tempat ini, Soalnya aku kan kesayangannya om Jaya otomatis semua yang aku inginkan pasti bakalan dia turuti!" gumam Mona dalam hati lalu memilih untuk kembali kedalam kelasnya tetapi dirinya tidak sadar jika sebenarnya Andi Tengah membuat sebuah kehebohan.
" Kalian semua pada tahu tidak kalau semalam itu aku dan keluargaku kan sedang menghadiri pesta pernikahan salah satu kerabat ku di sebuah hotel nih, eh Sesampainya di sana saat Aku ingin pergi buang air menjumpai seseorang yang sangat tidak asing sedang berduaan dengan pria beruban dan juga memiliki perut yang sangat buncit!" ujar Andi ambigu sehingga teman-teman yang sedang sibuk dengan urusan sendiri Langsung menghentikan kegiatan mereka itu dan memilih fokus ke arah pemuda yang sedang berbicara di depan kelas itu tetapi dengan nada yang seperti sedang menyindir seseorang.
Mona yang sedang memasang headset di telinganya tidak mendengar seluruh apa yang dikatakan oleh Andi Tetapi hanya tidak menyukai tatapan pria itu yang selalu tertuju ke arahnya, dengan percaya dirinya wanita itu yakin jika sebenarnya Andi itu sedang kagum padanya sehingga membuat wanita itu hanya bisa tersenyum senang.
karena menurutnya sebenarnya Andi itu berasal dari keluarga yang cukup berada karena kedua orang tuanya memiliki beberapa toko yang tersebar dimana-mana, Meskipun tidak sekaya Gerry tetapi jika digunakan untuk ladang uang sedikit sedikit tidak masalah.
" nah lihatkan Siapa yang bakal menolak pesona aku yang sebenarnya makin hari makin memancar ke permukaan, dan aku yakin sebentar lagi dia bakal menyatakan perasaan kepada aku karena Bukankah dia itu jomblo soalnya wanita bego mana ya mau sama pria berhidung minimalis seperti itu?" gumam Mona dalam hati yang begitu percaya diri.
sedangkan Andi masih menjelaskan kronologi dari penemuannya yang semalam yang otomatis sekali saja ia mengeluarkan bocoran otomatis satu kampus bakalan heboh, dan itulah yang ia inginkan karena selama ini Mona selalu saja mencari masalah dengan Asya yang merupakan sahabatnya juga.
" memangnya siapa yang kamu temui sampai-sampai kamu mengatakan hal itu kepada kita semua seolah dia orang yang kita kenal?" Tanya salah satu sahabatnya Andi.
Andi tersenyum senang ketika apa yang ia katakan itu langsung direspon begitu saja dan juga secara cepat oleh para teman-teman yang ada di tempat itu, karena dengan begitu niatnya untuk mempermalukan Mona bakalan langsung terlaksana dan juga tidak membutuhkan waktu yang lama agar hal itu bisa terjadi.
" Oh jelas orang itu sangat kita kenal bahkan sangat tidak asing dalam pemandangan kita dan juga pemandangan semua orang yang ada di sini, aku bakalan sedikit kasih bocoran ke kalian semua agar tidak perlu capek-capek berpikir kira-kira siapa sih sebenarnya orang itu!" ujar Andi antusias membuat teman-temannya itu semakin kepo di buatnya.
"Dia itu selalu merasa diri cantik dan juga kaya di tempat ini bahkan bisa di bilang di segala tempat,lebih parahnya lagi dirinya tidak terima jika orang lain lebih tinggi kadar kecantikannya dan salah satu orang yang tidak dia sukai yaitu My Asya!" Jelas Andi membuat semua orang menatap tajam kearah Mona yang sangat mirip dengan gambaran yang diberikan oleh Andi tadi dan memang mereka juga tidak kaget dengan gaya hidup wanita itu yang bak sosialita padahal sebenarnya kedua orang tuanya merupakan pengangguran kelas berat.
terkadang apa yang kita lihat belum tentu sesuai dengan kenyataan Terkadang juga penampilan bisa menipu seseorang, orang yang memakai pakaian compang-camping tidak sesuai dengan perkembangan zaman terkadang adalah orang yang memiliki segala-galanya berlebihan hanya dirinya tidak ingin terlalu menonjolkan hal itu karena tidak ingin disebut sebagai orang sombong dan tidak tahu bersyukur dengan apa yang dikasih dan akhirnya membuat orang lain menjadi minder karena kelakuan yaitu.
__ADS_1