
Alika masuk,,, dan melihat Romi sedang sibuk menatap layar laptop nya, memeriksa semua pekerjaan yang di kirim kan yunas yang niatnya akan di kerjakan tadi malam sambil lembur.
Ya Romi memang lembur tapi lembur nya bersama alika...!
"Tuan teh hangat nya...!" tawar alika sambil meletakkan nya di atas meja di depan Romi, lalu Alika menuangkan nya dan menyuguhkan nya, Romi langsung mengambil nya dan meneguk nya, lalu mengambil cemilan dan memakan nya.
Alika duduk di tepi tempat tidur persis berseberangan dengan Romi, sambil menumpang kan satu kaki nya dan melipat kedua tangannya di dada memperhatikan Romi dengan saksama entah mengapa alika merasakan perasaan yang aneh serasa sangat sendu.
melihat alika menatap nya dengan tatapan nanar nya Romi menautkan kedua alisnya merasa bingung melihat ekspresi wajah alika seprti ada beban berat di pikiran nya.
kemudian Romi bangkit dari duduknya dan menghampiri alika, meminta alika untuk menegukkan teh hangat yang ia sodorkan ke bibir alika.
karena memang alika sedang memikirkan sesuatu, alangkah terkejutnya ia menyadari Romi sudah ada di hadapannya.
"I-iya tuan...!" ucap alika terbata
"Ayo minum teh hangat nya biar seger...!" perintah Romi dan alika menurutinya
"Kamu kenapa honey seperti ada yang sedang kamu pikirkan...? jujur aja jangan ada dusta di Antara kita...!"ucap Romi, dan malah mengundang tawa dari alika
"Lah,,,! ko malah ketawa sih...!" sambung Romi bingung melihat reaksi alika.
"Abis kata katanya kaya judul lagu, Broery Marantika feat Dewi yull...! π€"jawab alika
"Tapi benerkan,,,! yang saya bilang jangan ada dusta di Antara kita....! ayo bilang apa yang mengganjal di pikiran mu...!" ucap Romi.
"Iya sih...! eeeh tuan mas Andi dah pulang Lo,,,! dia ngajakin anda ng-teh bareng sama mereka di sana di minibar!" ucap alika mengalihkan pembicaraan
"Benarkah...! males banget,,,! paling mau ngebahas tentang pekerjaan...! hari ini, hari libur aku mau santai mau berduaan aja sama kamu... mengganti hari ku yang kemarenΒ² terlewati tanpa kamu, rasanya sangat menyiksaku...!" ucap Romi tidak ingin bergabung dengan keluarga nya, dan memang begitu adanya. kebetulan memang hari itu hari libur.
biasa nya walaupun hari libur selalu ada saja yang Romi lakukan terkait dengan pekerjaan atau bisnis nya, walaupun hanya sekedar pertemuan santai dengan kelien, kunjungan santai atau liburan bersama rekan bisnis nya.
Alika tidak merespon ucapan Romi ia hanya diam.
"Eeh enak nya ngapain ya sekarang...!" ucapan Romi memancing kecurigaan alika dan langsung memicingkan mata nya melihat kearah Romi.
melihat reaksi alika Romi langsung tertawa
" πππ katanya kamu pengen dapet pahala melayani suami,,, jadi sekarang kamu, aku kasih pahala!" ucap Romi menggoda alika
"Ya tapi gak tiap waktu juga kali...!" Alika mengerti maksud Romi
"Kan biar dapet banyak pahala nya...!π"Romi masih saja menggoda alika
lalu alika memasang ekspresi wajah meringis manja...
membuat Romi games melihat nya dan menangkup wajah alika, sampai membuat alika terjatuh di atas tempat tidur bersama dengan romi, kemudian mereka berdua malah tertawa bersama...
Romi langsung memulai aktivitas olahraga di atas tempat tidur, namun alika sama sekali tidak Menolak, dan tidak memberontak, alika malah menikmati nya terbukti dengan Des**anΒ² yang keluar dari mulut nya.
__ADS_1
terjadi lah adegan haredang di pagi hari...
setelah mereka berdua mencapai puncak keni****an bersama tubuh terasa melemas.
kini mereka tidur dengan posisi berhadapan...
Alika memainkan rambut Romi melakukan gerakan seperti menyisir rambutnya dengan jemari tangan nya membuat romi sangat menikmati perlakuan alika kepada nya.
"Honey,,,! aku lemes banget dan rasanya ngantuk banget...!" ucap Romi yang ingin terlelap
"Tidur lah tuan saya temenin disini...!" jawab alika agar Romi merasa nyaman
"Kamu tidur juga ya...!" Pinta Romi
"Ya nanti kalau saya ngantuk, saya juga pasti tidur...!" jawab alika lagi dan terus melakukan gerakan memainkan rambut Romi.
sampai Romi sudah benar benar terlelap.
kemudian alika mengecup kening Romi tapi ada kegetiran di hati alika
Alika hampir saja meneteskan air mata nya
"Kuat alika kuat...! jangan nangis...!" dalam batin alika menginteruksi dirinya sendiri.
kemudian alika perlahan beranjak dari tempat tidur takut pergerakan nya membangun kan Romi, alika segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya...
"Waduh kalau kaya gini tiap hari, aku bisa cepat kena masuk angin...! di telan****n terus! dah gitu mandi lagi, mandi lagi ...!" Alika ngedumel Sendiri di kamar mandi.
karena alika bukan tipe orang yang suka bermalas-malasan tiduran di kamar, ia lebih suka beraktivitas mengerjakan sesuatu, walaupun hanya sekedar menyiram tanaman atau memberi makan ikan peliharaan keluarga Rahardian di kolam ikan.
Alika pun senang berkebun, menanam tanaman hias atau cabe, tomat, di belakang dapur rumah itu.
karena pekerjaan rumah sudah di pegang para ART masing masing sesuai tugasnya.
termasuk mencuci pakaian nya, bahkan pakaian yang tadi alika rendam pun sudah di cuci oleh Nina sesuai tugas Nina mengurus semua keperluan dan kebutuhan Romi dan alika menggantikan alika dan Bu sari.
Alika melangkah mendekat ke ruang tengah yang di mana di sana telah ada keluarga Romi, mama, papa, dan adik adik Romi mereka sedang berkumpul bercakap-cakap, tapi entah apa yang mereka bahas.
saat alika akan melintasi mama Ranti menghentikan langkah alika.
"Alika Romi mana...?" tanya mama Ranti
"Sedang tidur mah...!" jawab alika
"Tidur...!" Andi mengulang kembali kata yang di ucapkan oleh Alika
"Tumben sekali dia tidur di jam segini...!" Lanjut Andi lagi.
"Apa dia sakit,,,,?" tanya mama Ranti lagi, khawatir.
__ADS_1
"Engga ko mah,,,! tuan Romi baik baik aja, hanya saja dia bilang dia lelah dan ingin istirahat...!" jelas alika.
"Ooo sukur lah kalau dia baik baik aja...!" semua lega mendengar penjelasan alika terutama mama Ranti.
tapi Kania menatap alika dengan tatapan mata penuh kebencian, beda lagi dengan papa Bagas yang seakan enggan sekali melihat alika, dan tidak memperdulikan keberadaan alika.
melihat ekspresi dua orang itu, alika merasa tidak enak hati dan mengrti dengan ekspresi yang di tunjuk mereka membuat hati alika sangat sedih dan sakit.
kemudian alika pamit kebelakang untuk merawat dan menyiram tanaman di sana seperti yang selalu ia lakukan setiap hari.
saat melintasi di dapur ada Nina yang sedang memasak menyiapkan makanan untuk sarapan Romi dan alika, melihat alika Nina langsung menyapa nya dan menggoda nya.
"HHmmm,,,! seperti nya kamu baru abis mandi lagi ya like...!"Godaan Nina
"Ssssttt,,, π€« apaan sih kamu,,,!"Alika salah tingkah, karena tebakan Nina benar sekali.
Nina malah tertawa melihat tingkah alika
"Itu,,, tuh,,, kelihatan dari muka nya kamu segera bangkit, terus baju nya juga dah ganti lagi tuh...!"sindiran Nina sembari menggoda alika
Alika benar benar salah tingkah, wajah nya memerah seperti kepiting rebus, pasalnya sepertinya Nina tau apa yang telah ia lakukan dengan Romi.
"Bisa aja kali,,, gak usah salting gitu,,, sah sah aja ko,,, kan emang udah sah, dan memang harus nya begitu,,,!" Nina menenangkan alika agar tidak gugup.
tapi alika tetap diam... karena menahan rasa malu.
"Maklum lah pengantin baru...! baru ngerasain jadi pengen nya nambah nambah terus...πππ!" Yuni ART lain, ikut menimpali ucapan Nina karena sempat mendengar percakapan Nina dan alika
Nina dan Yuni malah tertawa bersama π π π
Alika langsung mendelik kan mata nya ke arah Yuni, karena ucapan nya benar benar sesuai dengan kenyataan yang telah Alika dan Romi alami.
dan membuat alika makin merasa malu, tanpa berkata apa-apa alika langsung pergi ke belakang sesuai niat awalnya. meninggalkan dua ART yang sedari tadi menggoda nya.
melihat alika pergi begitu saja dengan gugup nya Nina dan Yuni malah makin tertawa
πππ
mengapa berani sekali 2 ART itu, mengolok alika seperti itu, sedang ia adalah nyonya sesungguhnya di rumah itu karena ia adalah istri Romi pemilik sesungguhnya rumah tersebut.
karena mereka sudah terbiasa bersenda gurau dengan alika layak nya sahabat, terutama alika dengan Nina sudah seperti sahabat karib.
jadi mereka sudah tidak sungkan lagi saling berguyon, alika pun tidak pernah memasukan ke hati tiap guyonan mereka. karena ia pun kadang begitu kepada mereka.
saat itu, Alika tidak menimpali guyonan mereka karena alika merasa sangat malu guyonan mereka benar semua tentang kegiatan olahraganya bersamaan Romi.
...
***jangan lupa ritual nya ya,,,! tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote, komen ya,,,,!!!
__ADS_1
terimakasih πππ***