
Romi telah mengutarakan apa yang ingin di sampaikan. tuan Carlos pun menyetujui apa yang mereka inginkan.
Tentu dengan syarat yang tuan Carlos ingin kan pula, sehingga tidak ada yang merasa di rugikan.
Tuan Carlos meminta, Kania tinggal bersama Cherry mengurus Cherry layaknya putrinya sendiri, kapan pun Cherry membutuhkan nya Kania harus mementingkan itu di banding apa pun. Keman pun Kania pergi harus memberi taukannya kepada tuan Carlos.
dengan catatan tuan Carlos tidak boleh melarang kegiatan Kania setelah mementingkan atau mengurus keperluan dan kebutuhan Cherry.
kania pun ingin pernikahan itu di selenggarakan di buat resepsi, karena bagimanapun ini pernikahan pertama bagi Kania jadi ia ingin sedikit berkesan.
meskipun pernikahan itu tanpa cinta.
pernikahan pun tidak di tentukan batas waktu.
kedua belah pihak telah menyetujui semua kesepakatan dan menentukan tanggal, waktu dan tempat nya.
Tapi semu yakin antara Kania dan tuan Carlos lambat laun akan tumbuh perasaan apa lagi sering nya mereka bersama.
Tapi tak lupa mereka meminta pendapat nenek nely bagaimana menurutnya tentang pernikahan ini.
"Saya setuju saja dengan keputusan kalian apa lagi pernikahan ini untuk kebahagiaan Cherry, saya mendoakan agar kalian selalu bahagia dalam pernikahan ini, saya berharap kalian bisa menjalaninya dengan seharusnya..." Nenek Nely mendukung dan berharap kebaikan untuk pernikahan mereka.
Kemudian keluarga Rahardian pamit untuk pulang setelah pembahasan selesai.
Di perjalanan di dalam mobil. Kania berpikir dan termenung...
"kak aku kok mikir begini sih!" Tiba-tiba Kania berucap membuat semua bingung dengan ucapan nya.
"Apa...?" Pertanyaan mereka serentak.
"Pernikahan ini tanpa batas, sedangkan pernikahan ini juga sah secara hukum dan agama, aku juga kan wanita normal, aku punya hasratkan! lalu bagaimana jika aku ..." Ucapan Kania terhenti karena ragu untuk mengucapkannya.
Tapi semua mengerti dengan apa yang di maksud oleh Kania.
"Ya kamu tinggal melakukannya saja dengan suamimu tuan Carlos, kaliankan udah sah lalu apa salahnya!" Andi yang menjawab ucapan Kania.
"Ih aku membayangkannya saja tidak ingin.." Cetus Kania.
"Tidak boleh bicara seperti itu nak,,, nanti kamu termakan omongan mu sendiri!" mama Ranti mengingatkan.
Kania hanya diam saja tak berani menimpali.
"Ya mungkin untuk awal tidak mudah menyesuaikan hidup bersama orang-orang yang baru kamu kenal, apa lagi antara kamu dan tuan Carlos telah terjadi perselisihan sebelumnya, tapi jika sudah terbiasa itu tidak akan jadi masalah lagi" Alika memberikan pendapatnya, karena Alika telah mengalaminya jadi ia tau bagaimana perasaan kania.
Bahkan apa yang di alami oleh alika lebih parah, dari pada apa yang akan di alami oleh Kania.
__ADS_1
"Buktinya aku dan alika,,, dulu kami pun tak saling mengenal, tapi sekarang aku sangat mencintainya dan sangat takut kehilangannya" Romi ikut menimpali ucapan alika.
Dan berhasil membuat hati alika berbunga-bunga mendengar pernyataan Romi.
"Apa mungkin aku bisa seperti kalian, karena hati ku merasa sangat sakti jika hanya melihat tampangnya saja" Kania benar-benar telah merasa kecewa kepada tuan Carlos.
Untungnya saja Kania mau berbaik hati melakukan pernikahan meski pun hanya untuk demi kebahagiaan Cherry.
"Menurut ku tergantung sikap tuan Carlos kepada mu, jika dia menginginkan mu, dia harus bersikap baik kepada mu, berusaha untuk mengambil hati mu, tapi jika kalian tetap bersikap cuek dan sama-sama menjaga jarak kalian tidak akan pernah bersatu seperti minyak dan air dalam satu wadah" Ucap Alika.
Semua keluarga berusaha menenangkan Kania. dan mencoba menghilangkan kekhawatiran Kania di sepanjang perjalanan menuju pulang.
.
.
.
Keesokan harinya Kania mengetuk kamar Romi dan alika, sebab ada yang ingin Kania bicarakan dengan Romi dan alika.
"Tok,,, tok,,,!" suara pintu di ketuk.
"Siap,,,!" tanya Romi dari dalam kamar untuk memastikan siapa yang mengetuk pintu.
"Mau ngapain,,,?" Romi bertanya lagi sengaja ingin membuat Kania kesal.
Alika hanya mengulum senyum, Romi menempelkan telunjuk di bibir nya memberi isyarat agar alika diam.
"Boleh masuk gak nih!" Seru kania mulai kesal.
"Lagi nanggung nih..." Romi makin menjadi ngerjain Kania.
"Hey,,, udah jam berapa ini,,,! masa masih melakukan hal yang seperti itu...!" Teriak Kania kesal, pertanda Romi telah berhasil membuat Kania kesal.
"Udah dong my honey suruh Kania masuk!" ucap alika agar Romi tidak lagi membuat Kania kesal.
"Kak Lika aku masuk ya,,,," Kania memanggil alika meminta izin untuk memaksa masuk.
karena pintu memang tidak di kunci.
dan romi memang sedang di pase jahilnya, ketika Kania membuka pintu kamar, Romi yang sedang tiduran di pangkuan alika, karena sedang bermanja-manja.
Romi bergegas bangun dan langsung ******* bibir seksi alika dengan rakusnya, dan ke dua tangan nya mengunci kedua tangan alika agar tidak bisa memberontak. membuat alika terkejutnya dengan kelakuan suaminya itu.
"Mmmpt" Seru alika karena mulutnya di bungkam oleh bibir Romi.
__ADS_1
"Oh my God..." Pekik Kania ketika masuk ke dalam kamar dan melihat adegan yang tak senonoh kakak dan Kakak ipar nya.
"Kalian Bener lagi begituan..." Gumam Kania dengan ekspresi wajah datar karena syok.
kemudian Kania bergegas kembali keluar.
Akibat kelakuan Romi alika sampai sulit untuk bernafas....
Kemudian Romi melepaskan bibirnya yang telah me'lum'at rakus bibir alika seperti orang yang kesurupan.
Alika benar-benar merasa kesal dengan kelakuan suaminya.
"Kamu ini kenapa sih...! niat banget menjahili Kania... " Alika kesal.
"Biarin aja,,, dia kan bentar lagi mau nikah biar dia minta jatah sama tuan Carlos, honey kita harus bantu menyatukan mereka ( Kania dan tuan Carlos) seperti nya aku perhatikan tuan Carlos sudah ada perasaan sama Kania, cuma masih gengsi aja dia!" dugaan Romi memang benar, dari awal Carlos memang sudah ada perasaan terhadap Kania.
"Ya,,, aku rasa juga seperti itu..." Alika membenarkan dugaan suaminya.
sementara sepasang suami istri sedang berdiskusi.
Sementara itu juga Kania sedang uring-uringan di luar kamar...
"Sialan... gak ada akhlak banget sih mereka, malah di sengajain bercumbu di depan ku... dasar sial!" Kania ngedumel sendiri.
mama Ranti yang melihat dari kejauhan merasa heran melihat Kania ngomel-ngomel sendiri.
Lalu menghampiri nya, " Kenapa kamu ngoceh-ngoceh sendiri" Tanya mama Ranti ketika sudah mendekat.
''Tuh anak kesayangan Mama... sama menantu mama jam segini udah pada mesum aja..." Ucap Kania ketus.
Mama mengerutkan keningnya tak mengerti dengan ucapan Kania "Kok bisa sepasang suami istri berbuat mesum...!" Gumam mama Ranti.
"Cerita dong yang jelas! supaya mama ngerti maksud kamu apa..."
Kemudian kania menceritakan semua yang telah ia lihat....
"Ooo kamu juga yang salah, udah di bilangin lagi nanggung malah maksa aja masuk" Ucap mama Ranti, memberi kesimpulan setelah mendengar cerita dari Kania.
"Iih mama ngeselin deh,,, bukannya belain aku malah nyalahin aku..." Kania makin kesal.
"Udah gak usah sewot gitu,,, rezeki buat kamu pagi-pagi lihat yang sedang bermesraan" mama Ranti malah seperti yang mensyukuri kesialan Kania.
"MAMA..." pekik Kania kesal atas sikap mamanya.
Sedangkan mamanya hanya tersenyum puas.
__ADS_1