Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 191


__ADS_3

Fitri yang tadinya seprti orang kesurupan dengan tenaga yang luar biasa hebatnya, sehingga Romi pun tidak bisa menandingi tenaga Fitri. untuk Romi melepaskan diri dari cengkeraman Fitri.


....


Dengan Emosi yang mencak Romi segera meninggalkan Fitri, lalu beranjak ke kamar Dan segera menuju kamar mandi.


Di sana, Romi muntah-muntah sangat mual rasanya membayangkan kejadian tadi ketika dia sedang bergulat dengan Fitri. Romi terus saja merasa mual karena merasa jijik.


Romi membuka pakaiannya dan mengambil gunting dan merobek-robek bajunya dengan gunting itu, Romi tak Sudi untuk mengenakan baju itu lagi sebab baju itu juga telah terkena tetesan darah yang berasal dari mulut Fitri.


Setelah itu Romi berganti pakaian, lalu mengemasi beberapa pakaiannya dan berkas-berkas pekerjaannya.


Kemudian segera keluar dari kamarnya untuk pergi meninggalkan villanya. tapi ternyata Tasya masih menunggunya di luar kamar.


"Kak Romi... kakak gak apa-apa?" Tanya Tasya, Sebenarnya banyak sekali pertanyaan di benak Tasya, terkait kejadian Romi dengan Fitri.


"Aku tidak apa-apa Tasya " Romi menjawab pertanyaan Tasya.


"Maaf kak, kalau saya boleh tau siapa perempuan itu?" Tasya memang tidak mengenal Fitri.


"Dia putri Bu sari!" Jawab Romi lagi.

__ADS_1


"Oo ya...!" Tasya baru tau.


"Kak maaf! kejadian tadi..." Tasya ingin bertanya tentang pergulatan Romi dan Fitri, tapi Tasya ragu.


Romi pun terlihat tidak ingin membahasnya.


"Maaf Tasya aku harus segera pergi" Romi meninggalkan Tasya begitu saja.


Lalu Romi berpapasan dengan Bu Sari yang baru pulang dari pasar.


"Eeh tuan anda pulang ya,,, nona alika di mana?" Sapa Bu sari kepada Romi


"Tuan...!" Seru Bu sari tapi tetap tidak mendapat respon.


Bu sari curiga merasa ada yang aneh dengan sikap tuanya.


Lalu Bu sari melihat Tasya di sana dan menghampiri Tasya, "Pasti anda nona Tasya yang membuat tuan Romi seperti ini..." Bu sari merasa curiga kepada Tasya.


"Jangan asal bicara ya anda bu sari, justru kak Romi seprti itu karena putri anda" Tasya merasa tidak terima di salahkan oleh Bu sari.


"Apa maksud anda?" Bu sari tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Tasya.

__ADS_1


"Tanya sendiri kepada putri anda!" Tasya enggan menjelaskan, sebab ia pun tidak tahu yang sebenarnya.


Bu sari mencari keberadaan putrinya di kamar yang Fitri tempati. dan alangkah terkejutnya Bu sari melihat kondisi Fitri.


"Fitri Kamu kenapa nak..." Pekik Bu sari ketika melihat putrinya yang terkulai lemah dengan mulut yang berlumur darah.


Tapi Fitri tidak merespon ibunya.


Bu sari benar-benar panik melihatnya.


Lalu Bu sari memanggil Tasya yang baru saja akan pergi dari sana.


"Nona Tasya..." Panggilan Bu sari menghentikan langkah Tasya.


Tasya menoleh ke arah Bu sari, tapi Tasya tau apa tujuan Bu sari, bahwa Bu sari akan mengintogasinya apa yang terjadi kepada putrinya.


Dan benar saja dugaan Tasya, Bu sari bertanya " Nona Tasya apa yang terjadi kepada Fitri, kenapa kondisinya seperti itu" Ucap Bu sari saat menghampiri Tasya yang menghentikan langkahnya, karena di hentikan oleh Bu sari.


"Saya kurang tau kejadian sebenarnya seperti apa, tapi yang jelas kak Romi sangat marah dengan kelakuan putrimu Bu..!" ucap Tasya.


"Saat saya tiba di sini Sepertinya Fitri telah menyerang kak Romi, karen mulut kak Romi pun sama berdarah" Tasya menceritakan apa yang ia lihat.

__ADS_1


__ADS_2