
Sesuai rencana hari ini Rombongan Romi dan alika akan melakukan perjalan liburnya.
karena semenjak tiba di sana, Romi dan alika belum melakukan kegiatan liburan apa pun. terlalu banyak drama yang terjadi yang lumayan menguras emosi.
Kegiatan hari ini mereka akan berkunjung ke pantai...
Sebenarnya merek semua ingin berkunjung ke pantai nusa penida
pemandangannya dari atas tebing di Kelingking Beach sangat indah dan magis. Tak heran, kebanyakan wisatawan datang ke sini untuk menikmati panorama pantai di Nusa Penida ini sambil foto-foto dengan background tebingnya yang unik.
Dan bisa juga turun mengikuti tangganya yang curam sampai ke pantainya di dasar? Memang masih jarang banget turis yang mau susah payah melakukannya karena memang sangat melelahkan. Tapi ketika kamu sampai di dasar, pantai di Kelingking Beach ini benar-benar akan membayar semua usaha kamu.
Tapi Romi menolak usulan adik-adiknya yang ingin berkunjung ke pantai nusa penida,
Romi tak mau ambil resiko besar dengan kondisi alika yang sedang hamil itu sangat tidak dianjurkan oleh dokter maupun orang awam, untuk ibu hamil berkunjung ketempat dengan tingkat resiko tinggi.
Maka dari itu Romi memilih pantai Seminyak.
Berbanding terbalik dengan Kelingking Beach, Pantai Seminyak atau Seminyak Beach sangat mudah dicapai. Terletak di utara Pantai Kuta dan Pantai Legian, pantai di Bali yang satu ini dekat dengan area Seminyak yang hype banget.
Pantainya juga penuh dengan resort, kafe dan bar, serta beach club, seperti Sunset on Seminyak.
karena pantai ini sangat cocok untuk mereka bersantai menunggu matahari terbenam. Dengan hamparan pasir yang luas dan jumlah pengunjung yang tak seramai Kuta dan juga relatif lebih bersih, nongkrong di Pantai Seminyak benar-benar menyenangkan.
Kania pun tak lagi memikirkan tentang Cherry, seperti tadi pagi,
Karena andai saja Kania tak berhasil menenangkan Cherry, Kania mungkin masih terpuruk tak bisa menikmati momen liburan nya karena rasa bersalah nya.
Meski pun Kania menanggung malu karena telah merendahkan harga diri nya sendiri dengan berlutut dan memohon, lalu memeluk tuan Carlos tapi itu ia lakukan untuk menebus rasa bersalah nya kepada Cherry menangis karena kania.
Ya, memang tidak di pungkiri Kania begitu kecewa dan sangat membenci tuan Carlos saat ia mengingat hal itu, tapi itu lebih baik dari pada harus merasa bersalah kepada Cherry.
.
.
.
Setelah kembali ke rumah nya Cherry terlihat tak bersemangat seperti Cherry bisa nya,
Karena sesungguhnya Cherry sangat lah kecewa terhadap sikap papinya. Harus nya ia masih berada di Bali menikmati suasana pantai bersama rombongan Romi.
__ADS_1
Namun kenyataannya ia harus di paksa kembali hanya karena ego papinya.
...
Sesampainya di rumah Cherry langsung berlari ke kamarnya tak mempedulikan nenek nya, jika Cherry bersikap demikian itu sangat lah wajar karena memang sifat anak kecil pada umumnya seperti jika sedang merajut.
"Cherry kamu kenapa nak?" Tanya nenek yang melihat Cherry Tak mempedulikan nya.
Karan biasanya Cherry tidak seperti itu, Cherry selalu ramah kepada orang-orang di sekitar nya namun kali ini bersikap kebalikan nya mengundang kecurigaan neneknya.
"Carlos, kenapa Cherry seprti itu, tidak biasanya dia seperti itu, apa yang terjadi, dan mengapa kalian sudah kembali bukan nya jadwal kalian berlibur masih beberapa hari lagi?" Nenek mencecar Carlos dengan pertanyaan.
Tuan Carlos hanya menarik nafas panjang tak menjawab.
"Apa Cherry nakal, apa dia menyulitkan mu,?" Nenek masih bertanya karena tak mendapat jawaban dari tuan Carlos.
"Hey, kenapa kamu hanya diam saja, aku bertanya kepada mu!" Nenek merasa geram kepada tuan Carlos yang tak menjawab nya, membuat nenek Cherry makin penasaran.
"Tidak mom, Cherry anak baik, dia sangat menyenangkan, aku mom yang telah melakukan kesalahan, dan karena itu Cherry merasa kecewa " kemudian jawab tubuh Carlos
"Memang kesalahan apa yang telah kamu lakukan?" tanya nenek Cherry
"Aku memaksanya pulang padahal Cherry masih ingin bersama Romi dan rombongan nya " tuan Carlos menjelaskan tapi tidak menceritakan yang sebenarnya.
[Sebut saja nenek Cherry, mommy Lely, sebab aku lupa di awal udah kasih nama belom buat pemeran ini, jika sudah aku kasih nama, dan ada yang tau atau ingat kasih tau ya! dengan cara komen di kolom komentar 🙏 ]
" Ya, tapi Romi juga bersama adik-adiknya dan juga asisten nya.
"Ooo pantas saja Cherry merasa kesal kamu paksa pulang!" Lely barulah mengerti mengapa Cherry bersikap demikian.
"Ya" Jawab tuan Carlos.
Kemudian mommy Lely pergi menemui Cherry di kamarnya untuk membujuk Cherry agar tidak lagi merajuk, dengan meninggalkan tuan Carlos yang duduk sendiri di ruang tamu.
Tuan Carlos merenung dan mengingat kejadian tadi pagi di hotel sebelum ia kembali ke kota dimana Cherry tinggal.
tuan Carlos pun terngiang-ngiang ucap Kania yang mengucapkan
Silahkan jika tuan Carlos mau membenci Kania seumur hidup nya pun kania tak peduli.
mungkin Kania saat ini sangat membenci tuan Carlos, setelah apa yang tuan Carlos lakukan, Kania sampai harus bersimpuh dan memohon kepada nya, kini tuan Carlos menyesali perbuatannya nya.
__ADS_1
"Cherry memang anak pinter, ia mencari berbagai cara menahan ku untuk tidak segera pergi dari hotel tadi pagi agar supaya dia bisa bertemu dengan Kania" Batin tuan Carlos ketika mengingat saat terakhir kepergian nya akan meninggalkan hotel saat itu,
Ya, ketika tuan Carlos sudah memasukkan semu barang-barang ke bagasi mobil, kemudian tuan Carlos menuntun Cherry untuk segera masuk ke dalam mobil.
Cherry malah mematung, tak mau mengikuti ajakan papinya, tuan Carlos sampai menebak apa yang Cherry pikirkan, lalu memberikan penjelasan tentang Kania yang tidak menginginkan nya.
Tapi Cherry kekeh dengan keyakinan nya bahwa Kania akan menemuinya, sebab Cherry sudah memberi pesan atau isyarat melalui Nina.
Cherry sengaja mengulur waktu dengan beralasan bahwa ia ingin ke kamar kecil.
flash back on
Tuan Carlos sengaja mempengaruhi pikiran Cherry tentang Kania, tuan Carlos ingin Cherry melupakan Kania.
"Ayok kita harus segera pergi sekarang" Seru tuan Carlos
"Tunggu papi!" Seru Cherry menahan langkah papi nya.
"Ada apa lagi Cherry sayang, percaya lah kepada papi Cherry dia ( Kania) tidak akan datang menemu, dia tidak perduli dengan mu" tuan Carlos berusaha meyakinkan Cherry.
"Tapi Popi aku pengen ke kamar..." Terhenti
"No, no, no Cherry" Sambungan tuan Carlos menghentikan Ucapan Cherry.
yang Tuan Carlos pikir Cherry ingin menemui Kania di kamarnya.
"Tapi papi, aku ingin ke kamar..." Terhenti lagi
"Tidak, papi bilang tidak ya tidak!" seru tuan Carlos menghentikan Ucapan Cherry lagi.
"Tapi aku kebelet papi!" Kemudian seru Cherry
"maksud mu" Tuan Carlos bingung
"Cherry kebelet pengen ke kamar kecil papi" Cherry menjelaskan maksudnya, tapi itu hanya alasan Cherry saja, sengaja untuk mengulur waktu karena Cherry yakin Kania akan datang menemuinya.
Dan akhirnya tuan Carlos meminta petugas untuk menepikan mobilnya terlebih dahulu takut mengganggu pengunjung lain karena tuan Carlos ingin mengantar Cherry ke kamar kecil terlebih dahulu.
Dan pada akhirnya keyakinan Cherry benar adanya Kania sedang mencari di lobby hotel setelah ia kembali dari kamar kecil.
....
__ADS_1
mohon dukungan nya ya kawan, tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote komen di kolom komentar di setiap bab nya ya Terimakasih 🙏🙏🙏