
posisi ku saat ini sedang berjuang lewat jalur langit, meminta persetujuan semesta dan ridho dari Allah, karena tidak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak.
"Ya Allah permudahlah urusan ku dan jangan engkau persulit...!" Doa yang selalu Romi panjatkan di setiap doa-doa nya
Seperti nya semesta sedang berpihak kepada Romi, dengan ridho dari Allah sehingga terjadi peristiwa hujan badai, kilat menyambar, petir menggelegar...
sehingga jarak antara Romi dan Alika makin dekat, meski alika berusaha selalu menjaga jarak, karena keadaan menyadarkan alika, bahwa ia memang sangat membutuhkan Romi.
kurang lebih satu jam hujan badai pun berangsur mereda dan karena waktu semakin sore sebentar lagi hari akan bergantian malam.
Romi mengusulkan untuk mereka mencari penginapan, karena jarak tempuh untuk pulang lumayan jauh dan ada beberapa titik jalan yang Medan nya sulit di lalui apa lagi setelah tersiram air hujan pasti akan sangat becek dan lincin, di tambah cuaca yang tidak mendukung Romi khawatir akan ada hujan susulan.
mereka semua menyetujui usulan dari Romi, dan karena takut kemalaman di lokasi itu mereka segera bergegas mencari penginapan untuk mereka bermalam,
dan akhirnya memutuskan bermalam di penginapan tak jauh dari rumah makan yang tadi siang mereka singgahi.
mereka memarkirkan motornya dan bergegas masuk ke lobby hotel, dan langsung menemui resepsionis hotel untuk memesan kamar.
"Maaf tuan kebetulan hotel kami sedang penuh hanya tersisa 4 kamar itu pun dengan pasilitas hanya singgel bed, di tiap kamar nya..." resepsionis menginformasikan.
karena cuaca sedang buruk para wisata yang berkunjung ke lokasi rekreasi di sekitar tempat itu, memutuskan untuk bermalam sehingga tempat penginapan itu menjadi penuh karena pengunjung wisata.
"Oke... saya ambil empat kamar tersebut, yang penting untuk para wanita dulu..." Ucap Romi mengkhawatirkan para wanita dalam rombongan nya terutama alika.
namun para pria pun tidak ada pilihan selain ikut bermalam di sana, karena cuaca yang sedang buruk, di khawatir kan akan turun hujan sebelum mereka mendapatkan tempat bermalam di tempat lain, jika harus mencari penginapan lain.
dan akhirnya mereka sepakat, satu kamar di huni oleh dua orang, tentunya nya Romi dengan alika, Rani dengan Fika, dan dua kamar lagi terserah mereka, siapa dengan sikap, yang penting alika dan dua wanita lain nya aman.
lalu bell boy mengantarkan mereka ke kamar masing-masing...!
...
di kamar hotel alika merasa sangat canggung karena hanya berduaan saja dengan Romi, padahal sebenarnya mereka sering berduaan seperti itu, bahkan sebelum ke tempat penginapan alika anteng dalam pelukan Romi meski dengan rasa takut di hati nya karena keadaan yang mencekam.
Romi menatap wajah alika yang terlihat salah tingkah.
"honey,,,! ayo bersihkan dirimu, bersiap untuk empat rakaat yang belum sempat kita kerjakan, dan tiga rakaat yang sebentar lagi waktu nya tiba...!" Romi mengintruksi sekaligus mengingatkan alika, dan sengaja memulai pembicaraan agar alika tidak merasa canggung.
Ya memang mereka belum sempat mengerjakan shalat asar, karena keadaan yang tidak memungkinkan, yang seharusnya tidak boleh di tunda-tunda, tapi saat ada kesempatan merek segera menunaikan nya, meski harus melakukan shalat Qodho asar.
Alika mengangguk tanda patuh dan langsung masuk ke kamar mandi
Saat alika keluar dari kamar mandi alika menggunakan bathrob kimono, yang sudah di sediakan di sana.
Romi sempat tercengang melihat penampilan alika ingin sekali Romi memeluk mesra alika namun itu tidak mungkin, karena alika pasti akan menolak karena ia sudah mengambil wudhu.
"Silahkan tuan...!" Alika mempersilahkan Romi untuk masuk kedalam kamar mandi,
Romi masuk, dan melihat alika menggantung bajunya di sana mungkin untuk besok pagi.
Romi tersenyum tipis melihat itu membayangkan sesuatu...!
" Astaga...! mikir apa aku ini,,,! bukan nya cepetan malah mikir yang nggak-nggak... nanti si Otong yang tersiksa...!" gumam Romi menyadari kekonyolan pikiran nya.
__ADS_1
setelah selesai Romi pun segera keluar dan melihat alika sudah mengenakan mukena sudah mengerjakan shalat Qodho asar nya.
semtara Romi keluar menggunakan kaos tiset nya dan handuk yang melilit di pinggang nya, Romi segera mengganti handuk yang ia kenakan dengan sarung yang sudah di sediakan di sana dan segera menunaikan ibadah Qodho shalat asarnya.
sementara alika duduk di sofa yang ada di sana dengan masih mengenakan mukena nya dan membaca Alquran untuk menunggu waktu Maghrib yang sebentar lagi tiba.
Dan kemudian waktu Maghrib pun tiba terdengar suara adzan Maghrib berkumandang... entah dari arah mana, mereka pun tidak tau daerah sekitar yang jelas suara adzan itu bisa mereka dengar...!
Romi masih duduk di sajadah nya karena usai mengerjakan shalat Qodho nya ia tidak bergegas bangkit ia tetap duduk sekedar membaca istighfar sambil menunggu waktu Maghrib.
setelah waktu tiba Romi mengajak alika untuk shalat Maghrib berjamaah...
mereka berdua shalat dengan khusyuk nya.
setelah selesai mereka membaca doa yang biasa di baca usai shalat. kemudian alika menyalami Romi dan mencium tangan nya Romi pun mencium kening Alika dan mendekapnya.
ada rasa haru di hati mereka masing-masing tapi mereka sama-sama memendam perasaan nya, agar tidak merasa canggung
setelah itu mereka sibuk dengan henpon mereka masing-masing, alika menghubungi keluarga untuk memberi kabar kepada keluarga nya, karena ia tidak bisa pulang dan akan menginap, bersama rombongan dan dalam keadaan baik-baik saja, alika pun memberi tau bahwa ia sedang bersama Romi, agar keluarga nya tidak khawatir dengan keadaan nya, dan merasa tenang karena ia bersama Romi sudah pasti Romi akan menjaga nya, meski apa yang telah Romi lakukan kepada alika di awal hubungan mereka, tapi keluarga percaya Romi sudah menyesali nya dengan sikap sikap Romi yang ia tunjukkan selama ini, ketulusan hati Romi bawah ia sangat mencintai dan menyayangi alika.
sementara Romi pun sedang menghubungi yunas memberi tau kan kabarnya dan sedikit membahas tentang pekerjaan.
tiba-tiba terdengar suara bel pintu
"Ningneng.... ningneng!!!" bunyi bel pintu
mendengar itu alika dan romi malah saling menatap...
karena posisi alika sedang duduk di sofa dekat dengan pintu sementara Romi duduk di tempat tidur dan bersandar di sana.
karena alika masih menggunakan mukena nya lalu alika lah yang membukakan pintu.
Dan ternyata Rani yang datang...
"Siap honey,,,?" Tanya Romi karena alika malah terlihat berbincang di depan pintu.
"Ini Rani tuan...!" Jawab Alika
"Suruh masuk aja...!" Perintah Romi
kemudian alika mempersilahkan Rani masuk
"Maaf tuan saya mengganggu...!" Ucap Rani tidak enak hati.
"Ya tidak apa-apa...!" Jawab Romi.
"Kemana kak Fika,,,?"Alika berbasa-basi menanyakan nya
"Dia sedang berbicara di kamar kita dengan Fahri, maka nya aku ke sini mau ngajak kamu makan....!" Ucap Rani menerangkan.
"Aku gak bisa keluar,,,! masa iya aku keluar pake mukena kaya gini....!" Alika menolak
" Emang baju mu kemana ,,,!" tanya Rani
__ADS_1
"Baju ku basah kena air hujan tadi... jadi aku gantung buat besok pagi...!" jawab alika
"Oo... ya sebenarnya sih baju ku juga basah... tapi aku gak ada pilihan...!"Rani menimpali
padahal sebenarnya alika memang sangat lapar ia sedari tadi memegangi perut nya, dan berusaha menahan rasa laparnya, ia juga takut perutnya mengeluarkan suara lagi...
"kenapa sih akhir-akhir ini aku sering merasa lapar padahal sebelumnya cukup minum air putih perut ku bisa menahan lapar ..." Batin alika yang merasa heran dengan dirinya sendiri.
tapi tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi lagi
kali ini Romi yang membuka nya ...
dan ternyata pelayan yang mengantarkan makanan yang Romi pesan, tanpa sepengetahuan alika Romi telah memesan makanan, Romi tau pasti alika merasa lapar dan tidak akan mau di ajak makan kalau harus keluar dari kamar nya.
setelah semua makanan di hidangkan.
Rani pamit ingin keluar dari kamar itu, tiap Romi dan alika mencegah nya dan mengajak nya makan bersama, padahal Rani ingin menolak nya tapi mereka berdua memaksa, dan akhirnya Rani ikut makan bersama...
...
di kamar lain Fika dan Fahri sedang berbincang...!
"Fahri apa yang kamu bicarakan dengan alika sehingga kamu terlihat begitu hancur setelah nya!" tanya Fika KEPO
"Aku hanya bertanya ingin memastikan kelanjutan hubungan ku dengan nya sebelum ada ikatan antara aku dan Rani ...!" jawab Fahri
"Lalu apa yang alika katakan...?" Fika makin penasaran
Fahri menceritakan semua yang alika katakan dengan perasaan hancurnya...
mendengar cerita Fahri tentang apa yang di ucapkan alika Fika tersenyum puas...!
"Lupakan alika Fahri, kamu harus kuat jangan seperti ini, kamu berhak bahagia walaupun tanpa nya, ada Rani yang lebih baik dari alika, dia mau menerima mu apa adanya, dia lebih tulus kepada mu, buka lah hati mu untuk Rani...!" Fika
"Justru aku kasihan kepada Rani kak..! dia hanya jadi korban di sini... karena aku tidak pernah mencintai nya...!"
'"Fahri,,,! alika dan romi awal nya tidak saling mengenal tapi lihat sekarang mereka, alika anteng di dalam pelukan Romi,, bahkan mereka sekarang sedang menanti momongan...! kakak yakin Fahri,,,! seiring waktu kamu juga akan bisa menerima Rani dan menyayangi nya... apa lagi kalian sudah saling mengenal sejak kecil pasti cinta akan tumbuh dengan mudah...!" ucap Fika
"Tapi aku tau kak,,, alika tidak bahagia....! dia terlihat selalu menghindari suaminya... aku bisa merasakan nya, aku tau saat alika happy dan saat alika sedih...!"Jelas Fahri
"Itu bukan urusan mu Fahri dia istri orang sekarang...!" Fika geregetan
"Ya aku tau itu sekarang aku akan berusaha menerima semua nya...!" dan akhirnya Fahri pasrah.
....
mohon dukungan nya...🙏🙏🙏
dengan cara like, vote, komen ya...!
terimakasih atas dukungan nya 🙏🙏🙏
Love you 😘😘😘💋💋💋
__ADS_1