
Langit berwarna oranye saat matahari terbit dan terbenam, warna yang memberimu harapan bahwa matahari akan terbenam hanya untuk terbit kembali.
Setelah seharian berada di rumah kediaman Rahardian, atau di rumah orang tuanya, kini tiba waktu yang ia nantikan.
Mama, papanya kembali ke rumah setelah seharian bekerja.
Begitu juga tuan Carlos dan Cherry telah tiba di sana sesuai janji tuan Carlos, saat ini tuan Carlos tak lagi bertamu seperti biasa.
Saat ini tuan Carlos dan Cherry sudah jadi bagian di keluarga Rahardian.
Jadi sudah seharusnya mereka memang memberi dukungan untuk keluarga Rahardian yang sedang terkena masalah di perusahaan.
Ketika mendengar suara Cherry di rumah itu, Kania langsung berlari menghampiri nya.
"Hay,,, putri cantik mami!" Seru kania kepada Cherry sambil menghamburkan pelukan dan ciuman.
Sedangkan kepada tuan Carlos Kania malah tak menyapanya sama sekali.
"Kania,,, yang sopan dong sama suami!" Mama Ranti mengingatkan Kania agar bisa menghargai suaminya.
Mendengar mamanya, Kania langsung menoleh ke arah tuan Carlos.
Lalu menghampirinya dan mencium tangannya, tuan Carlos tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan ia pun langsung mencium kening Kania.
Membuat Kania salah tingkah di buatnya.
"Hhmm!" Romi berdehem untuk menggoda Kania dan membuat Kania makin salah tingkah.
Kemudian semuanya mempersilahkan tuan Carlos untuk duduk.
"Kania ayok buatkan minum untuk suamimu!" Mama Ranti sengaja ingin Kania yang melayani suaminya.
Seperti biasa Kania selalu membangkang dan perotes "Kenapa harus aku sih mah, kenapa gak nyuruh Nina atau yang lainnya" Kania enggan melakukan apa yang di perintahkan oleh mamanya.
"Mau dapat pahala gak?" Alika yang baru datang membawa teh hangat untuk suaminya ikut berbicara Karena sempat mendengar perotes Kania.
Belum juga Kania menjawabnya, alika langsung menyapa Cherry "Hay Cherry anak pinter, cantik sekali kamu hari ini" alika pun memuji Cherry.
"Terimakasih anteu cantik...!" Jawab Cherry.
Sebab tuan Carlos sempat membawa Cherry ke rumah neneknya Nely untuk menyiapkan Cherry terlihat dahulu.
Agar Cherry terlihat lebih segar.
Kania sudah berlalu sedari tadi ke dapur untuk membuatkan minuman untuk suaminya.
Dan tak lama kembali lagi membawakan teh hangat untuk tuan Carlos. Lalu menyuguhkan nya.
"Terimakasih" tuan Carlos berterimakasih kepada Kania sudah mau membuatkan minuman untuk nya.
Kania hanya mengangguk, lalu kembali menghampiri Cherry yang sedang berbincang dengan alika.
Kemudian tuan Carlos berbasa-basi kepada Romi, mengutarakan keprihatinan nya dengan kondisi Romi yang telah di depak dari perusahaan yang telah membesarkan namanya.
Tuan Carlos pun menawarkan pekerjaan untuk Romi , agar mau memegang salah satu anak cabang perusahaan miliknya.
__ADS_1
Sudah pasti Romi menolaknya, bukan karena ia merasa gengsi, atau merasa terhina.
Tapi memang Romi sudah punya tujuan lain, dan ia tetap kekeuh dengan pendiriannya.
Saat tuan Carlos sedang asyik ngobrol seru bersama Romi , papa Bagas, dan juga Andi,
Tiba-tiba Cherry menghampiri nya.
"Papi,,,!" Seru Cherry
"Iya nak" Sahut tuan Carlos.
"Anteu cantik perut nya buncit kenapa papi?" Pertanyaan Cherry membuat para orang dewasa cengo mendengarnya.
"Mengapa Cherry bertanya seperti itu dan apa yang akan tuan Carlos katakan" itulah yang ada di benak para orang dewasa yang mendengar pertanyaan Cherry Karen merasa bingung.
Tapi tuan Carlos sudah tidak aneh lagi dengan pertanyaan-pertanyaan Cherry yang kadang menjebaknya.
Tuan Carlos berusaha untuk menjawab pertanyaan Cherry "Iya nak, karena di Perut anteu ada dedek bayi nya, seperti Cherry dan yang lainnya berasal dari perut seorang ibu, Seperti dedek bayi nanti yang akan keluar dari Perut anteu" tuan Carlos menjelaskan.
"Papi kenapa bisa ada dedek bayi di perut anteu?" Seperti biasa Cherry tidak pernah puasa dengan satu jawaban sebelum ia benar-benar paham.
Romi dan yang lainnya sampai kikuk mendengar pertanyaan Cherry kali ini.
Tuan Carlos sampai tersenyum kikuk kepada yang lain nya merasa malu sekaligus bingung bagaimana cara menjelaskan nya kepada Cherry.
Romi sampai menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal, Andi sampai kesulitan menelan salivanya. mama Ranti dan papa Bagas hanya saling tersenyum kaku.
"Nah loh... gimana jawab nya coba!" Batin kania .
"Oo,,, jadi papi sama mami juga pasti punya bayi... kan papi sama mami dah nikah" Kali ini Pertanyaan Cherry membuat Romi dan yang lainnya semangat untuk mendengarnya.
Dan malah ikut-ikutan menimpalinya.
Alika mengulum senyum mendengar pertanyaan Cherry "Bagus Cherry,,, ayok terus desak mereka (Kania dan tuan Carlos) untuk memiliki bayi" Batin alika.
"Papi,,, Kok papi gak jawab aku sih" Cherry mendesak jawaban dari tuan Carlos.
"Iya sayang..." Tuan Carlos melirik ke arah Kania yang terlihat sedang memicingkan mata nya melihat ke arah tuan Carlos, sebagai isyarat bahwa ia sedang perotes.
Cherry sangat senang mendengar jawaban dari papinya "Hore,,, papi dan mami ku juga mau punya bayi anteu!" Seru Cherry riang gembira mengadu kepada alika.
"Ya anteu doakan semoga secepatnya mami dan papimu segera punya bayi" Doa alika tulus
"Aamiin..!" yang lain mengamini doa dari alika.
karena alika sedang hamil, ia sering merasa cepat lelah, begitu juga dengan Cherry terlalu aktif bermain dan belajar di sekolahnya sehingga ia pun merasa sudah sangat lelah dan ingin beristirahat.
setelah makan malam, tak lama alika pun mengajak Cherry untuk tidur dengannya di kamarnya.
"Ya sebaiknya kalian menginap untuk malam ini kasihan Cherry sudah sangat lelah" saran dari mama Ranti.
Kania hanya menatap kearah tuan Carlos sebagai isyarat tuan Carloslah yang akan menentukan mereka menginap atau tidak.
karena Mama Ranti dan yang lainnya pun meminta hal yang sama, meminta untuk mereka menginap jadi tuan Carlos mengiyakan saran dan permintaan mereka semua.
__ADS_1
"Hore... Cherry boleh menginap di sini, Cherry tidur sama anteu ya..!" Seru alika mengajak Cherry untuk tidur bersamanya.
"Emang boleh anteu...?" Cherry
"Ya tentu saja boleh..!" alika meyakinkan Cherry.
Seperti biasa Kania selalu perotes jika tidak suka atau merasa tidak terima dengan hal apa pun.
"Gak boleh Cherry harus tidur dengan ku, mana boleh putri mami tidur dengan orang lain..." Kania merayu Cherry agar tidak mau di ajak tidur bersama alika.
"Tuh kan, anteu mami aku gak ngizinin aku tidur sama anteu" Cherry merasa kecewa.
"Boleh kok, ya m'y honey...!" Alika meminta dukungan dari Romi.
Dan Romi langsung mengerti dengan maksud alika "Ya, malam ini Cherry tidurnya sama anteu cantik aja ya, kasian anteu cantik tidur sendiri, kapan lagi Cherry bisa tidur sama anteu cantik...'
Cherry mematung mendengar apa yang di bicarakan oleh Romi, mencoba untuk mencerna ucapan Romi
"Mami boleh ya untuk malam ini aja aku tidur bersama anteu cantik,,, " Cherry meminta izin, karena Cherry takut Kania marah kepadanya jika Kania tidak mengizinkannya
Dan akhirnya Kania mengizinkan Cherry untuk tidur bersama alika.
.
.
Setelah alika berlalu untuk pergi tidur, Kania pun pamit untuk pergi tidur ke kamarnya.
malah pun sudah makin larut satu persatu pamit untuk beristirahat, setelah seharian beraktivitas kini memang saat yang di tunggu untuk merebahkan tubuh mereka.
mama Ranti pun mengantarkan tuan Carlos untuk istirahat di kamar Kania menyusul Kania yang lebih dulu masuk, mama Ranti pun membawakan pakaian ganti untuk tuan Carlos yang kini telah menjadi menantunya.
"Terimakasih mah,,"ucap tuan Carlos ketika menerima pakaian ganti dari mama Ranti.
Kemudian tuan Carlos masuk kedalam kamar Kania, dan melihat Kania sudah tertidur pulas.
tuan Carlos tidak ingin mengganggunya, ia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan berganti pakaian.
kemudian ia merebahkan tubuhnya di samping Kania.
Dan apa yang terjadi, merasakan ada pergerakan di tempat tidur Kania langsung berbalik ke arah tuan Carlos, dan malah memeluk tubuh tuan Carlos.
Tidak di pungkiri jantung tuan Carlos berdegup kencang, dan ia langsung merasakan ada sesuatu yang menegang.
"aku benci sekali hal ini... wanita ini sedang menguji iman dan Imin ku sedari kemarin malam, apa sebenarnya yang ia inginkan" Batin tuan Carlos kesal karena hanya di beri harapan palsu saja.
Tapi seperti biasa tuan Carlos tidak menyia-nyiakan kesempatan, tuan Carlos pun mendekap tubuh Kania.
Reaksi Kania malah makin membenamkan wajahnya di dada bidang tuan Carlos, seperti nya Kania merasakan begitu nyamannya berada dalam dekapan tuan Carlos.
Tuan Carlos mengelus wajah Kania. lalu mencium rambut Kania yang begitu wanginya, kemudian tuan Carlos mengecup kening Kania, berpindah keseluruhan wajah dan tak ketinggalan bibir manisnya Kania.
sekali dua kali, tuan Carlos hanya mengecupnya namun tidak ada penolakan sama sekali dari Kania, membuat tuan Carlos makin ketagihan, lalu mengulangnya kembali, dengan **********.
Saat Kania menyadari apa yang di lakukan oleh tuan Carlos kepadanya, Kania membuka matanya. tuan Carlos pun terhenti seketika itu juga.
__ADS_1
"Nona Kania maaf saya, telah lancang melakukan hal ini, dan telah lancar melanggar perjanjian kita, saya bersedia menerima semua sanksinya dari anda apapun itu, tapi sungguh nona saya ingin pernikahan kita berjalan dengan semestinya, saya ingin benar-benar menjalani sisa hidup saya bersama Denganmu" Tuan Carlos mencoba meyakinkan Kania.