
hari - hari alika dan Romi lalui dengan berbaring di rumah sakit, begitu membosankan, meski hari - hari mereka tidak pernah sepi dari orang - orang yang mempedulikan mereka, karena keluarga mereka tidak pernah membiarkan Romi dan alika kesepian, keluarga bergantian menunggui dan menemani Romi dan alika, walaupun mereka berdua terlelap tetap saja para keluarga setia menunggui dan menemani alika dan romi.
Di hari ini, alika sudah merasa lebih baikan, ya walaupun masih sering merasa mual tapi ia bisa mengatasi nya, ia sudah bisa turun dari tempat tidur dengan leluasa, dan terlihat lebih segar dari sebelumnya dan sudah di perbolehkan untuk pulang. tapi karena Romi masih harus di rawat maka alika masih berada di sana untuk menemani Romi.
Keadaan Romi sudah lebih membaik, sakit nya sudah berkurang, tiap Dokter belum memperbolehkan Romi untuk pulang, karena kadang sakit kepala Romi sering kambuh, entah mengapa, padahal dalam pemeriksaan Romi tidak mengidap penyakit yang serius, hanya kelelahan dan tekanan darah rendah saja itu pun karena pola makan yang tidak teratur serta kurangnya istirahat.
Siang itu, di ruangan hanya ada alika, Romi dan Bu sari kebetulan yang lain sedang keluar untuk mencari makan siang, alika sedang asyik makan rujak buah yang di bawakan oleh Bu sari duduk di tempat tidur nya. Romi melirik kearah alika.
"Honey, aku sangat merindukan mu, kenapa kamu tak peka sedikit pun, mendekati lah honey aku ingin menyentuh mu, walaupun hanya sekedar menggenggam tangan mu" Batin Romi.
padahal bukan karena alika tidak peka, tapi memang keluarga yang ekstra ketat menjaga mereka, sehingga setiap pergerakan alika dan Romi tidak pernah lupa dari pengawasan mereka. alika dan romi seperti sedang di jaga ketat untuk tidak berdekatan, alika di larang melakukan apa pun selain duduk, tidur, makan (sangat membosankan) ke kamar mandi saja alika harus tetap di kawal, setelah kejadian tempo hari. jadi sulit sekali untuk Romi dan alika berdekatan. mereka hanya bisa saling memandang, dan saling tersenyum saling menggoda.
Romi melihat sekitar ruangan hanya ada Bu sari yang sedang memainkan henpon nya di antar mereka berdua. karena merasa sedang sepi Romi berusaha menggoda alika.
"Sut,,, sut,,, sut,,,!" Kode dari Romi
Alika menyadari kode yang di berikan oleh Romi, lalu ia menoleh ke arah Romi.
"Apa...!" Jawab alika berbisik
"Sini...!" Romi meminta alika mendekati nya
Alika melirik ke arah Bu sari, sebagai kode gak enak ada Bu sari, nanti ada apa - apa sama Romi dan dirinya, nanti dia juga yang di salahkan.
"Hhhmmm 😒" Ekspresi wajah Romi
kemudian Romi mengirim pesan kepada Bu sari untuk meninggalkan mereka berdua, sebenarnya Bu sari ragu untuk meningkatkan mereka hanya berdua saja, pasalnya kedua keluarga sudah menitipkan Romi dan alika kepada nya dan mewanti - wanti untuk tidak meninggalkan mereka berdua.
Tapi Romi tetap meyakinkan Bu sari melalui cheat whatshApp bawa tidak akan terjadi apa - apa kepada mereka berdua.
Dan akhirnya Bu sari izin keluar kepada alika sebagai alasan saja, padahal ia keluar atas permintaan Romi.
Setelah kepergian Bu sari, alika masih saja cuek kepada Romi.
Romi sangat kesal kepada alika, yang tidak mengrti dengan apa yang ia inginkan.
Akhirnya Romi mengeluh kesakitan.
"Ssssttt, Awww,,, kepala ku sakit sekali Awww..." teriak Romi sambil memegangi kepalanya.
__ADS_1
dan berhasil membuat alika panik dan segera menghampiri nya...
"Kenapa,,,?" Seru alika panik
Saat alika mendekati nya dan berusaha untuk menenangkan Romi, lalu ia hendak menekan tombol untuk memanggil perawat, Romi langsung menarik tangan alika.
"Gak usah, gak usah manggil perawat cukup kamu disini aja saya gak papa kok..."Romi mencegah, dan memang Romi sengaja mengerjai alika.
"Iiih dasar ya anda tuh jail bikin emosi jiwa aja..." Alika kesal karena berhasil di kerjain
"Abis saya kangen banget sama kamu..." Ucap Romi sambil menarik tangan alika kedalam pelukannya.
Akhirnya Romi bisa memeluk alika dan alika pun membalas pelukan itu.
Tiba - tiba gani dan yang lainnya masuk dan melihat mereka sedang berpelukan, Gani, Andi, bunda Tiya, dan Kania juga nenek, baru saja selesai makan siang bersama, dan meminta Bu sari yang menjaga mereka berdua.
mereka heboh dan bersorak...
membuat alika dan Romi salah tingkah, mereka langsung mengurai pelukan masing - masing
"🤫🤫🤫 jangan berisik, ini rumah sakit, kenapa ribut sekali?" Alika
"Eeeh dah ngebet banget ya!" Seru bunda Tiya
"Abis baru di tinggal segitu aja udah peluk - pelukan, gak sabar banget kayaknya" Gani malah ngeledekin alika dan Romi
"Yang jomblo sirik aja,,,!" Jawab alika
"Eeh ini tuh rumah sakit bukan hotel, kalau mau mesra - mesraan sono di hotel gak bakal ada yang ganggu,,," Andi ikut menimpali.
("Tuh kan aku juga bilang apa, gak enak kalau ketahuan orang lain") bisik alika kepada romi.
Romi hanya tersenyum menanggapi alika yang salah tingkah tertangkap basah.
"Makanya cepetan sembuh biar bisa mesra - mesraan..." Nene Dyah
"Kemana Bu sari, ini makan siang nya!" Masih Nenek menanyakan keberadaan Bu sari karena mereka membawakan makanan siang untuk Bu sari.
"Bu sari di sogok berapa supaya dia mau keluar dari sini" Sindir Kania
__ADS_1
Dan berhasil membuat semua tertawa mendengar nya.
""Apaan sih kamu empokemon...!(sengaja penulis nya begitu)" Romi menepis ucapan Kania.
Kemudian alika duduk di kursi di samping Romi, dan Romi terus saja menggenggam tangan alika seakan tak ingin alika menjauh lagi dari nya.
"Oo, ya bunda, dan semuanya ada seseorang yang mau aku kenali sama kalian semua,,,!" Ucap Gani
"Siapa,,,?" Tanya bunda Tiya
"HHmmm 🤔, dia seorang dokter, aku kenal dia beberapa bulan yang lalu, dan ternyata dia tugas di rumah sakit ini, pas ketemu dia kemaren, aku cerita adik ku di rawat di sini, jadi rencana nya dia mau jengukin alika ma Romi setelah dia selesai tugas, paling bentar lagi di ke sini...!" Cerita Gani
"Oo jadi diam - diam kamu menghanyutkan ya kak, diem - diem ternyata udah punya gebetan..." Seru alika.
"Ya baru kenal beberapa bulan dek, belum kenal Deket, doa'kan ya semoga dia orang yang tepat untuk jadi Kakak ipar mu..." Seloroh Gani
"Aamiin..." Alika mengamini ucapan Gani
"Wiiih kayanya ada sinyal - sinyal cinta nih..!" Andi ikut menimpali.
"Bunda jadi gak sabar pengen kenalan..." bunda Tiya
Gani tersenyum simpul... malu - malu wajahnya pun memerah karena itu.
Tak lama ada yang datang, mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
Semua menjawab salam nya dan mempersilahkan nya masuk, Gani langsung menghampiri orang tersebut, karena yang datang ternyata orang yang di tunggu - tunggu orang yang Gani maksud.
Tapi setelah melihat orang itu semua terkejut dan menegang... termasuk tamu itu pun ikut syok tak menyangka...
"Romi..." Gumam nya
...
Hay para Alrs (readers) coba tebak siapa kah tamu yang akan di kenal kan oleh Gani, tolong jawab kolom komentar ya,,,
tapi jangan lupa ritual nya ya, tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen,,, para ALrs
terimakasih atas dukungan nya 🙏🙏 🙏
__ADS_1
love you 😘😘😘💋💋💋