
Sementara alika di ruangan Romi berusaha mencerna kejadian tadi bersama Romi.
" Ya Tuhan kenapa selalu begini,,,! pertanda apa kah ini, malu-maluin banget sih aku! kenapa juga aku diam aja pas tuan Romi melakukan itu, apa aku sudah siap, duh rasanya aku kok malu sekali,,, masa aku harus kabur supaya gak ketemu tuan Romi,,,! tapi rasanya percuma juga, tetap saja! kapan pun aku pasti ketemu dia dan bakalan lebih malu lagi pas nanti ketemu dia, ketauan banget aku kabur karena merasa malu, atau aku minum obat penenang lagi ya agar bisa lebih tenang, tapi gak mungkin jugakan aku baru aja minum obat itu belum lama lagi, bisa oper dosis aku... click,,,!!! aaah !!!" Alika bicara sendiri sambil mengingat adegan haredangnya.
Seperti biasa alika menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan untuk mengatur emosi
" Tenang alika anggap aja tidak pernah terjadi apa-apa antara dirimu dengan tuan Romi,,,!" Alika men-sugesti dirinya agar bisa tenang.
Dan tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk pertanda ada seseorang yang datang.
" tok,,, tok,,, tok ,,,!" suara pintu di ketuk
" Permisi tuan nona...!" Seru orang di luar ruangan dan suara itu sudah tak asing lagi bagi alika.
Alika langsung bangkit dari duduknya berlari kegirangan menuju arah pintu untuk membukanya
" Nina,,,,! kebetulan sekali kamu datang,,,!" Alika senang karena Nina bisa menyelamatkannya dari kegugupan saat nanti bertemu dengan Romi
Nina datang untuk mengantar makan siang untuk Romi, seperti yang di lakukan Bu sari dan alika saat menjadi asistennya Romi, karena Romi lebih suka makanan rumahan.
" Ayo masuk ,,,!" Alika langsung mempersilahkan Nina masuk, Nina sendiri bingung melihat ekspresi alika seperti tidak biasa, " Sepertinya ada yang di sembunyikan...!" batin Nina
" Kenapa kamu seperti orang yang baru saja menemukan harta Karun...?" tanya Nina yang aneh melihat gelagat alika
" Gak papa kok,,,! aku biasa aja,,,! eeh Nina jangan dulu pergi ya temani aku di sini! aku sendirian...!"alika mencari alasan
" Oo...! kamu ketakutan sendirian,,, pantesan kamu aneh...!" Nina menebak-nebak mengapa alika bersikap tak bisa
Mendengar ucapan Nina alika langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat, agar Nina tidak curiga sebenarnya dia begitu karena bingung saat nanti bertemu Romi, jika ada Nina alika bisa mengalihkan pembicaraan supaya antara dirinya dan Romi tidak membahas adegan haredang yang sudah terjadi.
Dan untuk lebih meyakinkan Nina, kalau ia sedang ketakutan, seperti tebakan Nina, alika menceritakan kejadian dirinya dan Romi terjebak di dalam lift.
Nina benar benar merasa prihatin dengan cerita alika dan khawatir dengan kondisi alika.
" Kamu tidak apa-apakan, apa ada yang sakit...?" Tanya Nina setelah mendengar cerita alika.
" Pantes kamu ketauan... di tinggal sendiri!" Nina percaya tebakannya benar.
" Sukur lah...!" Alika lega Nina tidak mencurigainya lagi.
"kok sukur sih,,,! kenapa kamu aneh banget?" Nina mulai curiga lagi.
" Ooo,,, maksudnya,,,? sukur aku gak papa..." Alika ngeles lagi
" Oo...! Emang tuan Rominya kemana, katanya ngajak kamu kesini supaya kamu gak sendirian di rumah, buktinya kamu di sini benar sendirian sambil ketakutan...?" Nina merasa kesal kepada romi tidak menjaga alika dengan baik, kalau saja dia bukan tuannya sudah habis Nina labrak.
Kemudian Nina ngoceh-ngoceh sendiri sambil menyiapkan makan siang Romi di meja makan. karena Nina merasa kesal kepada romi telah membiarkan alika ketakutan, di tambah kondisi alika yang sedang terguncang.
Nina khawatir dengan kondisi alika, seperti yang di khawatirkan oleh mama Ranti.
__ADS_1
" Dasar ya tuh Ultraman (Romi)...! bisa bisanya dia ninggalin kamu" Ucap Nina gak sesuai dengan kenyataan
"Dari dulu emang ya tuh orang gak punya hati, seenak jidatnya aja, mentang-mentang dia bos punya kekuasaan! masih kaya juga raja salam, tapikan kamu istrinya, ya cobalah baik-baikin istri, ya pantes sampai sekarang belum malam pertama orang dianya kaya gitu... awas aja nanti kalau ketemu, aku habisin dia ...!" Ucapan Nina terpotong.
" Siapa yang kamu maksud...?" tanya Romi memotong ocehan Nina
Mendengar suara Romi yang bertanya siapa yang ia maksud, Nina langsung ketar-ketir ketakutan Karena pasalnya yang ia maksud adalah Romi sendiri.
Nina langsung berbalik ke arah suara dan ternyata Romi sudah ada di belakangnya, sudah pasti Romi mendengar semua ocehannya. kemudian menatap alika sambil meringis ketakutan
Alika hanya bisa tepuk jidat
Karena alika sudah berusaha memberi kode kepada Nina, dengan memanggil-manggil namanya, agar Nina menghentikan ocehannya dan berbalik melihat di belakangnya sudah ada orang yang ia caci-maki.
" Saya yang kamu maksud...? ya mungkin raja salam lebih kaya dari saya, tapi yang membayar kamu itu saya, apa pantas kamu seperti itu sama saya...! pake ngomong ngomong malam pertama segala lancang sekali kamu...!" Romi emosi.
Nyali Nina menciut seperti kerupuk yang kena air, padahal sebelumnya sangat berapi-api.
Nina hanya menunduk tak berani menatap Romi, tapi kalau bukan Romi orangnya memang sudah habis Nina lawan, mengingat sifat Nina yang bar-bar, pemberani, pantang menyerah penuh semangat.
tapi kepada Romi, Nina sangat Taku,
" Keluar kamu,,,!"perintah Romi kepada Nina karena sebenarnya Romi tidak tega melihat ekspresi Nina yang ketakutan.
" Baik,, maafkan saya tuan...!" Nina menyadari kesalahannya
Saat nina hendak keluar ruangan alika menarik tangan Nina mencegah Nina untuk keluar
" Nina kamu gak salah kok! apa yang kamu ucapkan semua benar jadi gak perlu takut, itukan yang selalu kamu bilang sama aku...!" Alika mencegah Nina dan seakan menantang Romi.
Nina makin ketar-ketir dengan perlakuan alika kepadanya.
" Alika kamu mau cari mati!" ucap Nina mengingat kan alika
" Honey,,,! kamu kenapa,,,!" Romi merasa heran dengan sikap alika.
" Anda yang kenapa, apa yang di ucapkan Nina tidak ada yang salah, anda memang tidak punya hati selalu bertindak seenak jidat anda,,, kenapa anda tidak suka! pada kenyataannya anda memang seperti itu, harusnya anda tuh introspeksi diri, bersikap lebih baik...!" Alika balik memarahi Romi
Melihat emosi Alika kini Romi yang malah ketar-ketir. dan menelan ludah kasar.
Nina mengedip - mengedipkan mata sambil mengangguk - anggukan kepala memberi isyarat kepada romi agar mengalah takut emosi alika makin memuncak.
Romi pun mengerti dan tau apa yang harus ia lakukan.
" Okeh,,, okeh aku yang salah, aku minta maaf ya my honey...!" Romi berusaha meredam emosinya.
" Sama Nina minta maafnya,,,!" Alika menyuruh Romi minta maaf kepada Nina
" Yang benar aja masa aku minta maaf sama ART ku belum ada sejarah nya,,, demi alika gak papa deh, tapi cuma kali ini aja..!" batin Romi
__ADS_1
" Nina maaf kan saya,,,,!" dengan terpaksa Romi mengucapkan nya.
" Ya tuan,,,! terutama saya juga mohon maaf,,, sudah tidak sopan kepada anda!" mendengar ucapan Nina yang balik minta maaf dan menyadari kesalahannya Romi tersenyum lega.
Yang awalnya ia terpaksa karena merasa harga dirinya di rendahkan, ternyata jika saling menyadari kesalahan dan saling memaafkan rasanya lega juga ya jauh dari rasa sesak di dada.
" Saya permisi tuan... makan siang anda sudah siap!" Nina langsung bergegas
Alika hanya diam mematung.
Setelah Nina keluar Romi menarik alika agar ikut duduk dengan nya menemaninya makan siang.
" Honey ayo kita makan siang,,, saya sudah sangat lapar sekali,,,!" ajak Romi.
Alika mengikuti Romi dan menyendok makanan ke piring untuk Romi makan siang.
Romi menerima sepiring menu makanan siangnya.
Saat ia menyendokkan makanan bukanya menyuapkan ke mulutnya malah menyodorkan ke mulut alika,
" Ayo aaa !!! " seru Romi dengan maksud menyuapi alika
" Dengan ragu alika membuka mulutnya.
" Tuan,,, kenapa malah menyuapi saya bukan nya tadi anda bilang anda sangat lapar...!" perotes alika dengan mulut penuh makna.
Romi tersenyum melihat alika.
" Ya kita makan bareng biar kamu aku siapin ya...!" ucap Romi.
Setelah selesai makan Nina masuk kembali untuk membereskan sisa makanan nya.
" Honey abis ini kamu pulang sama Nina, di antara pak Edy, kamu istirahat ya, dan jangan menunggu saya pulang!, saya ada urusan nanti pulang nya agak telat...!" Romi memberi tau alika, akan pulang telat karena ia akan menghadiri acara Robert.
Alika mengangguk patuh....
" Itu yang aku mau...!" batin alika
Berada di kantor Romi, Alika merasa sangat jenuh hanya berdiam diri, tak ada yang bisa ia lakukan bahkan sekedar untuk ngobrol saja tidak ada lawan, karena walaupun Romi ada bersama nya, Romi tidak bisa di ajak bicara karena dia hanya pokus menatap layar laptop nya.
di rumah alika bebas melakukan apa yang ia ingin lakukan, termasuk bersenda gurau dengan Kania jika ia sudah pulang sekolah, dan dengan Nina sahabatnya semenjak tinggal di sana Nina lah yang selalu jadi teman curhat nya alika, bahkan dengan para ART lain Alika bisa bebas melakukan aktivitas lain.
...
**jangan lupa ritual nya ya tinggal jejak mu dengan cara like, vote, komen....
othor tunggu ya terimakasih 🙏🙏🙏
love you para AL 😘😘😘**
__ADS_1