Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 124


__ADS_3

Karakter Gani memang tegas, ia tidak suka berbasa - basi, beda dengan Alif kakak nya, lebih sabar dan kalem.


Tapi mereka berdua sangat menyayangi alika karena alika adik perempuan mereka satu - satunya, apalagi setelah kepergian sang ayah, mereka merasa alika adalah tanggung jawab mereka, jadi sebisa Meraka akan menuruti kemauan alika dan akan melindungi, membela alika.


seperti saat alika menangi ngidam menginginkan tahu gejrot, Gani sangat merasa tidak tega dan berusaha untuk mencarikan nya.


Ketika bunda Tiya dan gani sedang membujuk alika agar bisa tenang dan berhenti menangis, mama Ranti, dan papa Bagas terbangun dan menghampiri mereka ( ibu dan anak - anak nya)


" Alika kenapa ko nangis... apa ada yang sakit ?" Tanya mama Ranti, melihat alika sedang terisak.


" Alika, lapar katanya...! " bunda Tiya yang menjawab.


" Ini ada roti sama buah - buahan...!" Tunjuk papa Bagas, ke arah roti dan buah - buahan di atas nakas, di samping bed alika


" Ya tapi alika ngidam pengen makan tahu gejrot...! " Ucap Gani memberi tau.


" OOO...! " Seru papa dan mama Romi.


kemudian mama Ranti dan papa Bagas menghubungi pak Edy dan Andi agar mereka membantu mencarikan apa yang alika mau.


Gani pun pamit untuk pergi mencari apa yang di inginkan oleh Alika dan papa Bagas ikut bersama Gani.


mama Ranti kembali ke posisi nya di sofa dengan mengajak bunda Tiya agar ikut tidur di sofa bersamanya.


Alika pun meminta bunda untuk istirahat tidur bersama mama Ranti, lalu bunda Tiya mengikuti permintaan mama Ranti dan alika agar tidur di sofa.


Alika menunggu yang membawakan pesanannya tapi lama sekali, karena ia sangat ingin itu, serasa sudah ada di lidah rasanya tapi kenyataannya belum ada, karena memang sudah malam sulit mencari pedagang tahu gejrot keliling.


Alika mulai ngantuk dan ingin terlelap, tapi terdengar suara.


" sut,,, sut,,, sut,,,!!! " kode dari Romi agar alika menoleh ke arah nya, dan berhasil membuat alika menyadari suara itu dan menoleh ke arah Romi.


" Honey, maafkan saya...!!!" Ucap Romi ketika alika sudah melihat ke arah nya dengan suara berbisik.


" Kenapa,,,! " Tanya alika.


" Harus nya saya jadi suami siaga, di saat seperti ini, tapi saya malah tidak berdaya,,,!" Sebenarnya sedari tadi Romi mendengar semua nya, percakapan antara alika dengan yang lain nya, tapi Romi memilih diam karena ketidak berdayaan nya, Romi merasa sangat sedih, harus nya ia yang siaga untuk alika tapi ia malah merepotkan banyak orang, semtara ia hanya bisa tiduran saja.


Alika tersenyum tipis, lalu berucap " jangan sedih tuan ngidam ku masih banyak, cepat sembuh dan turuti semua permintaan ku dan Romi junior...!" Alika sedikit menggoda Romi dan berhasil membuat Romi tersenyum.


" Honey kamu tau gak,,,! dulu saya sempat ingin menghajar kak Gani saat dia menjemput mu di villa, sekarang saya baru tau ternyata dia orang yang sangat baik dan selalu terdepan untuk mu melebihi saya sebagai suami mu saat ini....!" Romi mengakui kekaguman nya kepada Gani


Alika memicingkan mata saat mendengar ucapan Romi yang sempat ingin menghajar Gani, alika tidak terima mendengar nya.


" Apa maksudnya anda seperti itu, perlu anda tau ya, mungkin semenjak saya hamil bukan cuma saat ingin saya ngidam, selama ini banyak hal - hal aneh yang sering saya ingin kan, dan itu sangat merepotkan bagi mereka ( keluarga nya) apa lagi kak Gani dia yang selalu memenuhi keinginan - keinginan ku, harus nya anda berterimakasih, karena Romi junior ini sangat merepotkan, beraninya anda seperti itu...!" Alika marah mendengar pengakuan Romi.


" Suuuuut 🤫 honey, jangan emosi, itu karena saya belum mengenal nya, dan memang dia terkesan ingin memisahkan mu dengan saya...!" Romi berusaha meredam emosi alika.

__ADS_1


" Kamu juga jangan ngomong seperti itu, belum tentu dia (janin) Romi junior, siapa tau dia alika junior....! " Romi perotes dan memancing perdebatan di antara mereka.


" Jelas dia Romi junior, karena jika aku menginginkan sesuatu selalu memaksa seperti lapar tengah malam, ingin ini itu di saat yang tidak tepat, seperti anda yang selalu memaksakan kehendak anda....!" Alika


" heey kamu gak sadar diri ya,,,! kamu itu bagaimana,,,? kamu sendiri juga keras kepala, buktinya kamu sudah tau saya suami mu jelas - jelas mencintai dan menyayangi mu, tapi kamu tetap ingin pergi dan berpisah, untung ada dia ( sang janin) jadi kamu gak bisa pergi dari saya...!" Romi pun terpancing emosi.


Mama Ranti, dan bunda Tiya terbangun mendengar perdebatan Romi dan alika lalu menghampiri merek


" ada apa ini tengah malam malah ribut...!" Tanya bunda yang heran mendengar mereka berdua berdebat


" kalian lagi sakit ko masih bisa - bisa nya sih ribut tengah malam kaya gini,,, apa yang di ributkan...?" Mama Ranti tak kalah heran nya seperti bunda Tiya.


" ssssttt...🤕, saya cuma pengen pelu dia ( Alika) mah,,,!" Ucap Romi sambil menahan sakit dan melirik kearah alika mengalihkan perdebatan.


mendengar nya alika pun melirik kearah Romi dengan tatapan sinis nya.


" Kamu nakal banget sih Romi,,,! tau sama - sama lagi sakit masih aja kepikiran kaya gitu...!" Mama Ranti


Padahal Romi sengaja berbicara seperti itu agar mereka mama, dan bunda tidak tau kalau mereka berdebat karena saling menjelekkan sipat masing - masing.


" Saya kangen mah...! " jawab Romi dengan nada lemah, dan memang begitu, meski dalam satu ruangan tapi mereka tidak bisa saling persentuhan dan tidak bisa saling menggapai karena keadaan.


.


.


sementara yang mencari tahu gejrot, berkeliling berharap bisa segera menemukan tukang tahu gejrot, sampai ke pelosok - pelosok mereka mencari ke gang - gang pemukiman. dan akhirnya Gani dan papa Bagas berhasil menemukan penjual tahu gejrot keliling di ujung gang yang berniat hendak pulang karena sudah larut malam tapi jualan nya masih banyak, dan mereka segera memesan nya.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari pak Edy pun segera berlalu untuk ke rumah sakit.


Kemudian setelah kepergian pak Edy, Andi pun menemukan penjual tahu gejrot yang sama dengan pak Edy, dan Gani, serta papa Bagas yang lebih dahulu membelinya, dan kebetulan bersamaan dengan Alif yang juga ikut mencarikan apa yang alika ingin kan, karena bunda sempat menghubungi nya dan meminta ia agar ikut mencarikan nya.


" Kak Alif anda juga ikut mencari kan apa yang alika mau,,! " Tanya Andi saat menyadari Alif berada di sana.


" Ya, bunda yang menghubungi saya agar membantu mencarikan apa yang alika ingin kan...!"


" Oya...! " Seru Andi


mendengar percakapan mereka berdua (Andi dan Alif) lalu si bapak pedagang tahu gejrot bertanya " Apa kalian juga mencari dan membeli tahu gejrot ini untuk yang sedang ngidam...? "


" Iya,,,,! " Jawab mereka berdua serentak.


" Ko bapak tua...! " Tanya Andi penasaran


" Ya tadi sebelum kalian berdua, ada tiga orang pembeli lelaki semua, mereka bergantian sih! yang pertama beli datang dua orang mereka bercerita sudah keliling kemana - mana mencari tukang tahu gejrot dan akhirnya ketemu saya ( pedagang tahu gejrot), mereka bilang untuk orang yang sedang ngidam. setelah mereka berdua, ada lagi yang datang ia pun juga sama ceritanya dengan pembeli pertama, mendengar kalian juga ternyata sama...! " Cerita penjualan tahu gejrot.


Andi dan Alif tertawa mendengar nya mereka curiga, yang di ceritakan oleh pedagang tahu gejrot itu, Gani, papa Bagas, dan pak Edy, dan memang benar mereka lah orang nya.

__ADS_1


" Ya mungkin kami semua membeli ini untuk orang yang sama... semoga berkah untuk bapak...!" Ucap Alif.


" Aamiin...!" Andi dan pedagang tahu gejrot menimpali ucapan Alif.


" Semoga ibu hamil dan bayi nya selalu sehat, selamat, lancar Sampai persalinan nya tidak kurang satu apapun, dan selalu bahagia selamanya...! " doa tulus dari pedagang tahu gejrot.


" AAMIIN...🤲🤲🤲! " Ucap Alif dan Andi mengamini doa dari pedagang tahu gejrot.


pedagang itu pun menolak saat Andi dan Alif akan membayarnya... anggap saja ini berkat, sebuah doa tulus dari nya.


" Oke, terimakasih saya terima ini sebagai doa dari anda, tapi ini juga rezeki anda kami memberikan untuk anda,,, !" Alif tetap memberikan uang kepada pedagang itu dengan jumlah lebih banyak dari harga tahu gejrot nya.


Pedagang tersebut sempat menolak nya merasa tidak seimbang dengan apa yang ia berikan, tapi Alif bilang ini bukan untuk membayar tahu gejrot yang bapak berikan, tapi ini rezeki yang Allah titipkan kepada nya untuk bapak (si pedagang tahu gejrot).


Dan akhirnya pedagang tersebut menerima nya dan mengucap syukur, lalu berterimakasih kepada Alif dan Andi.


Kemudian mereka segera berlalu untuk menuju rumah sakit mengendarai kendaraan mereka masing - masing, karena mereka bertemu di sana memang secara kebetulan.


.


.


sesampai nya di rumah sakit, Alif dan Andi sudah tau bahwa Gani, papa Bagas dan pak Edy sudah membawakan apa yang alika mau menurut dari cerita penjualannya.


Dan benar saja, Alika memang sedang mencicipi nya.


mereka masuk ruangan secara bersamaan setelah memberi salam dan di persiapkan masuk.


lalu mereka menyerahkan apa yang di pesan.


" Wah berkah ini mah...!" Seru papa Bagas, melihat semua telah berhasil mendapatkan pencarian nya mencari pesan alika yang lumayan sulit di dapat.


" Ya berkah, terutama untuk pedagang nya...!" Jawa Andi.


" Oya,,,! " Seru mama Ranti menimpali.


" Ya,,, karena ternyata ini semua di beli dari penjualan yang sama,,,!" Andi .


" ko bisa...!" bunda Tiya penasaran


kemudian Alif menceritakan mengapa mereka bisa tau kalau itu semua di beli dari penjualan yang sama. Alif pun menceritakan bahwa pedang itu mendoakan untuk kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan alika dan bayi nya.


mendengar cerita Alif semua yang mendengar nya mengamini doa dari pedagang tersebut, dan ikut mendoakan Alika dan bayi nya, terutama alika sendiri, dan begitu juga dengan Romi, berharap selalu di sertai kebahagiaan dalam rumah tangga nya dan langgeng sampai surga Allah aamiin 🤲🤲🤲


...


*Hay.... para ALrs (readers) jangan lupa ritual nya ya tinggal jejak mu dengan cara like, vote, komen pencet ❤️ nya juga ya...!

__ADS_1


terimakasih atas dukungan nya 🙏🙏🙏*


love you para ALrs (readers) 😘😘😘💋💋💋


__ADS_2