
Romi bersiap untuk pergi memulai pekerjaannya, kembali memulai bisnisnya dari nol.
Alika sudah memakai salah satu pakaian yang di bawakan oleh Gani, yang di pesankan oleh Romi.
Dan kini Alika sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya di dapur, tak lama Romi datang menghampiri alika.
"Masak apa honey? kok bau nya wangi sekali, bikin cacing di perut ku berontak minta makan..." Ucap Romi ketika menghampiri alika di dapur.
Alika tersenyum menyambut kedatangan suaminya "Eeh suamiku sudah siap ya, ganteng sekali suamiku ini..." Alika memuji suaminya.
Sehingga senyum terus mengembang dari bibir Romi.
"Kamu bisa saja honey,,, aku kan memang sudah ganteng dari lahir,,," Jiwa narsis Romi muncul.
"Ya benar sekali, aku wanita paling beruntung bisa menjadi istrimu..." Alika malah mendukung kenarsisan suaminya.
"Aah kamu!!! aku dong yang beruntung bisa menjadi suami mu, wanita cantik, Solehah sepertimu itu suatu anugrah untukku...." Romi balik memuji alika.
Gani yang baru masuk ke dapur sempat mendengar obrolan suami istri tersebut dan berdehem " HHmmm..."
alika dan Romi langsung melihat ke arah Gani.
"Kak Gani,,,!" Seru sepasang suami istri itu.
"Duh pagi-pagi udah liat adegan yang bikin jomblo makin ngenes aja ni...!" Ucap Gani penuh sindiran.
"Makanya ayok dong cepetan cari pasangan biar gak jomblo terus...!" Seru alika menimpali sindiran Gani.
"Lama-lama karatan nanti tuh si junior kelamaan jomblo...!" Sambung Romi menimpali ucapan keduanya, Kakak dan adik.
"Hhhmmmm!" Gumam gani malas di serang pasangan suami-istri yang malah mengintimidasi nya dengan ucapan mereka berdua.
Kemudian alika menyuguhkan sarapan pagi kepada suaminya.
bersama dengan Gani juga, lalu nenek diah pun ikut bergabung dengan mereka untuk sarapan pagi bersama.
.
.
Sebelum berangkat ke kantor Romi pergi ke villanya terlebih dahulu, untuk berganti pakaian sekalian membawa beberapa pakaiannya untuk di bawa ke rumah nenek Diah. dan mengambil berkas-berkas pekerjaan untuk Romi pelajari atau untuk romi kerjakan di kantornya.
Sesampainya di villa, keadaan villa sepi hanya ada Fitri di sana, kebetulan Bu sari sedang pergi ke pasa untuk berbelanja.
Ketika membukakan pintu untuk Romi, Fitri celingukan mencari keberadaan alika.
__ADS_1
Tapi ia tidak menemukan alika di sana.
Sedangkan Romi segera berlalu ketika Fitri membukakan pintu untuknya, lalu menuju ka kamarnya.
Saat menyadari alika tidak ada bersama Romi, dan ibunya pun sedang pergi.
Fitri segera berlari mengejar Romi.
"Tuan...!" Seru Fitri berusaha untuk menghentikan langkah Romi.
Tapi Romi tidak menggubrisnya, ia tetap berjalan bahkan mempercepat langkahnya agar Fitri tidak bisa mengejarnya.
Melihat sikap Romi, Fitri merasa sangat kesal dan berinisiatif untuk menabrak dirinya sendiri ke sebuah lemari pajangan di ruangan itu.
"Brakk..." Suara hantaman tubuh Fitri yang Sengaja ia hantamkan ke lemari pajangan begitu kerasa nya.
Sehingga hiasan-hiasan di dalamnya banyak yang terjatuh dan menimbulkan suara gaduh.
Mendengar itu, otomatis Romi langsung berbalik melihat ke arah suara kegaduhan itu.
Dan aksi Fitri berhasil mengalihkan perhatian Romi kepadanya.
Mendapat respon dari Romi, Fitri tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia berpura-pura pingsan dengan menjatuhkan tubuhnya dengan terkulai lemas ke lantai.
Sebenarnya Romi malas sekali harus menghampiri Fitri, Romi curiga ini hanya tipu dayanya saja untuk mencari kesempatan untuk mendekati Romi atau hanya ingin menjebak Romi.
Dan dengan terpaksa Romi menghampiri Fitri, dan berusaha menyadarkannya dengan menyerukan namanya.
"Fitri....!"
"Fitri...!" Awalnya Romi hanya memangil namun Fitri.
Namun sengaja tidak Fitri respon, dan akhirnya Romi menyentuh pergelangan tangan Fitri dan menggerak-gerakkannya dengan maksud menyadarkan Fitri.
Tapi Fitri Sama sekali tidak merespon, dalam hatinya ia tersenyum puas akhirnya Romi mengkhawatirkan kondisinya.
Fitri berharap agar Romi menggendongnya untuk memindahkan dirinya ke dalam kamar.
lalu ia bisa memulai aksi liciknya.
Ya, rencana licik Fitri berhasil, Sebab tidak mendapat respon dari Fitri, akting Fitri seperti sungguhan ia benar-benar pingsan.
Akhirnya Romi memang mengangkat tubuh Fitri dengan membopong nya.
Dan akan memindahkannya ke kamar.
__ADS_1
Saat dalam gendongan Romi, Fitri tersenyum penuh kemenangan "Ya tuhan, akhirnya apa yang aku impikan selama bertahun-tahun kesampaian juga, berada dalam pelukannya, dan dekapannya (Romi)" Gumam Fitri dalam hatinya Lalu bibirnya menampilkan senyum liciknya.
Tapi senyuman licik itu tidak terlihat oleh Romi.
Sampainya di kamar yang Fitri tempati, Romi membaringkan tubuh Fitri di tempat tidur nya.
Tapi Fitri malah mengalungkan tangannya di leher Romi, dan menarik leher Romi mendekatkan ke wajahnya, dan mengunci leher Romi sehingga Romi sulit untuk melepaskan diri. dengan sekuat tenaga Romi memberontak.
Tapi entah kekuatan dari mana sehingga Fitri bisa sekuat itu, membuat Romi sangat kesulitan melepaskan diri dari Fitri.
Sehingga Fitri dengan ganasnya me*lu*mat bibir Romi, Fitri berharap Romi melemah dan menikmati sentuhan bibirnya, tapi Romi malah menggigit bibir Fitri sampai berdarah.
Sehingga mulut Fitri berlumur darah.
tapi aneh nya Fitri tidak meraung kesakitan, ia malah tetap menautkan bibir dengan bibir Romi.
Dan pada saat itu Tasya datang ingin menemui kakaknya yaitu Romi.
Tasys memberi salam " Assalamualaikum...!" sampai Tasya masuk ke dalam villa tapi tetapi tidak ada jawaban.
"Apa tidak ada orang.." Gumam Tasya.
"Bu sari...!" Tasya mencari keberadaan Bu sari berniat untuk menanyakan di mana Romi.
sebab yang ia tau Romi sedang ada di kota itu.
Tapi saat Tasya melintas kesalah satu kamar Tasya Mendengar suara aneh dan membuatnya penasaran
"Suara apa itu?" Tasya menggumam lagi.
Lalu ia berjalan perlahan, mendekati sumber suara untuk melihat kedalam kamar yang pintunya terbuka.
Dan alangkah terkejutnya tasaya, menyaksikan kebenaran bahwa Romi sedang bergulat dengan Fitri.
" Hhhhaaa..!" Tasya terperangah dengan mulut yang terbuka, dadanya terasa sesak karena syok Melihat itu semua.
"Astaga,,, apa-apaan ini!!!" Gumam Tasys dengan ekspresi wajah syok.
menyadari ada yang datang perhatian Fitri teralihkan untuk melihat siapa dia, dan membuat Fitri lengah.
Romi langsung mengambil kesempatan. dan mendorong tubuh Fitri dengan kuatnya sehingga membuat tubuh mereka berdua sama-sama terpental. dengan mulut yang sama-sama berlumur darah.
Tasya langsung menghampiri Romi yang terpental "Kak Romi tidak apa-apa...?" Tanya Tasya dan membantu membangunkan Romi.
"Perempuan gila...!" Pekik Romi penuh emosi.
__ADS_1
"Aku masih menghargai dan menghormati Bu sari, jika bukan karena dia aku sudah membuat perhitungan dengan mu" Ucap Romi kepada Fitri, yang masih terkulai lemah.
Fitri yang tadinya seprti orang kesurupan dengan tenaga yang luar biasa hebatnya, sehingga Romi pun tidak bisa menandingi tenaga Fitri. untuk Romi melepaskan diri dari cengkeraman Fitri.