Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 83


__ADS_3

Tubuh alika gemetaran... Romi paham betul apa yang di rasakan oleh alika, maka dari itu Romi tidak melepaskan pelukannya, sambil terus mengelus punggung alika, dan berucap


"Tentang honey,,, ada aku di sini jangan takut kita pasti selamat....!!!" Romi menenangkan alika.


Ya dan tak lama lift selesai di perbaiki, dan berjalan seperti bisanya.


Sampailah Romi dan alika ke lantai tujuh mereka, pintu lift terbuka semua sudah menunggu mereka.


Semua melihat Romi dan alika sedang terduduk dengan Romi yang terus memeluk alika.


Saat semua akan masuk kedalam lift dengan maksud ingin membantu ( membangun kan) Romi dan alika, Romi menyetop mereka.


" Stop, jangan ada yang masuk...!" Romi khawatir lift akan terperosok kembali jika kebanyakan beban.


kemudian mereka berdua beranjak dari duduknya dengan Romi yang membantu membangunkan alika untuk bangkit.


Mama Ranti langsung memeluk mereka


" Sukurlah kalian berdua tidak apa-apa,,!" ucap mama Ranti lalu menggiring alika untuk ikut dengannya ke ruangan Romi.


" Anda tidak apa-apa tuan?" yunas ingin memastikan tuannya baik baik saja


" Yunas...! saya tidak ingin hal seperti ini terulang kembali,,, ini menyangkut nyawa manusia jadi perketat pengontrol untuk semua lift, setiap hari, jika perlu setiap waktu!" perintah Romi waspada


" Baik tuan...!" jawab Yunas patuh


Lalu Yunas meminta Romi untuk segera masuk keruang meeting karena Romi sudah di tunggu sedari tadi.


Sebelumnya Romi menghubungi mama Ranti untuk menemani alika mengingat kondisi alika yang masih ketakutan.


...


Mama Ranti memberikan alika air minum agar alika lebih rileks,,, dan menanyakan apa alika membawa obat penenang yang tempo hari ia berobat, alika memang membawanya untuk berjaga-jaga, takut hal yang tidak di inginkan terjadi, dan benar saja alika baru saja mengalami kejadian yang membuatnya panik dan syok.


Mama menyuruh alika untuk meminum obatnya agar ia lebih tenang, karena mama Ranti tau alika sangat syok terlihat dari ekspresinya dan gerak tubuhnya yang terlihat tidak tenang.


Setelah beberapa menit setelah alika minum obat nya, mama Ranti melihat alika sudah lebih tenang.


" Nak,,,! gimana perasaan mu apa sudah merasa lebih baik...?" tanya mama Ranti memastikan kondisi alika.


" Iya Bu saya sudah baikan...!" jawab alika


" Mama jadi kepikiran sama kondisi kamu nak,,,! semenjak kamu di sini banyak banget peristiwa yang mengguncang emosi mu, mama takut jika terus seperti ini kamu bisa depresi, karena setiap berobat pasti mengenai emosi mu, padahal background mu di keluarga adalah putri kesayangan, hari-hari mu penuh kasih sayang dari seluruh keluarga, sementara di sini kamu penuh tekanan...!, kamu juga anak yang ceri, penuh semangat persis seperti Kania, tapi akhir-akhir ini, kamu terlihat lebih pendiam dan pemurung karena banyak peristiwa yang membuat mu takut dan syok." mama Ranti mengutarakan kekhawatirannya kepada alika.

__ADS_1


" Ya Bu,,, mungkin selama ini hidup saya terlalu mudah dan terlalu menyenangkan, hidup di kelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayangi saya, hidup bebas semaunya saya, mungkin ini juga teguran untuk saya, karena selama ini saya anak yang pembangkang saya selalu mengikuti kemauan saya sendiri, saya egois, di sini saya di hadapkan dengan orang yang lebih egois dari saya seperti tuan Romi, membuat saya sadar bagaimana perasaan orang di sekeliling saya ketika saya kekeh memaksakan kehendak saya, tapi ya saya tidak separah tuan Romi sih!" jelas alika


"Ya semenjak dekat dengan mu Romi lebih banyak berubah, lebih sering tersenyum, lebih peduli sama orang-orang di sekitarnya, sebelum kenal kamu bicara sama mama aja jarang banget, maka dari itu mama menaruh banyak harapan dengan pernikahan kalian semoga langgeng selamanya!" mama Ranti sangat berharap


" Bagimana pun hubungan kami kedepannya kesepakatan tetap lah kesepakatan Bu,, jika sudah waktunya tiba saya harus tetap pulang ada keluarga saya yang selalu menanti saya, saya juga ingin melanjutkan cita-cita saya pendidikan dan karir saya " jelas alika


" Jadi karena itu kamu tidak mau memanggil saya mama, kamu tidak mau memberi harapan kepada saya, karena jika kamu memanggil saya mama berarti kamu menerima saya menganggap saya sebagai Mama sendiri... jadi karena itu kamu tetap memanggil saya ibu..." mama Ranti mengira-ngira.


" Tidak Bu,,, eeh mama,,, saya cuma belum terbiasa saja, saya sudah menganggap mama sebagai mama saya sendiri dari pertama kali kita bertemu,,,!" Alika meyakinkan mama Ranti


" Lalu bagaimana perasaan mu kepada romi,,,?" tanya mama Ranti ingin tau.


Alika tertunduk karena bingung harus menjelaskan tentang perasaannya.


" Saya tidak tau,,,!!! ya sebenarnya saya takut sama tuan Romi, tapi seperti yang ibu bilang, eeh mama,,,! akhir-akhir ini tuan Romi memperlakukan saya dengan sangat baik sehingga saya merasa nyaman bersamanya, dan merasa ada perlindungan...!" jelas alika


" Sepertinya Romi memang benar-benar mencintai mu nak...! mama perhatikan sikapnya berbeda sekali, dia tidak pernah perhatian sama orang lain seperti dia perhatian sama kamu,,," mama Ranti meyakinkan Alika


" Saya masih perlu banyak waktu untuk percaya sepenuhnya kepada tuan Romi Bu...mama...!" Alika masih saja kaku untuk memanggil mama Ranti dengan panggilan mama.


" Gak papa nanti juga kamu akan terbiasa memanggil saya mama..." mama Ranti menyadari kecanggungan alika


Setelah ngobrol banyak dengan alika, mama Ranti masih punya harapan untuk pernikahan mereka berdua, mama Ranti tau alika pun menyukai Romi begitu juga sebaliknya, tinggal meyakinkan perasaan mereka masing-masing.


" Bu,,,eeh mah...! rasanya kok saya ngantuk sekali,,," ucap Alika sambil menguap karena telah mengkonsumsi obat penenang yang memang efek samping nya merasa ngantuk


" Ya kamu istirahat aja dulu,,, mungkin Romi akan lama biar mama yang temani kamu nak...!" mama Ranti sudah menduga alika akan merasa ngantuk karena pengaruh dari obat penenang yang alika minum.


Mama Ranti memainkan henponnya membiarkan alika agar bisa terlelap, tak lama alika memang sudah benar benar terlelap.


"Alika,,, nak...!" seru mama Ranti untuk memastikan apa alika benar-benar sudah terlelap. dan seruan mama Ranti tidak mendapat respon dari alika.


"Seperti nya dia memang sudah terlelap" ucap mama Ranti bicara sendiri.


Lalu mama Ranti beranjak dari tempat duduknya dan keluar meninggalkan ruangan Romi dan menuju ruangan meeting untuk ikut meeting bersama yang lainnya.


Saat mama Ranti masuk, Romi menatap mama Ranti dengan tatapan penuh pertanyaan.


Mama Ranti pun duduk di samping Romi, lalu romi berbisik,


" Kok Mama kesini,,, alika sama siapa mah?" tanya Romi penasaran


" Dia tidur,,, tadi dia abis minum obat penenang, biarkan dia istirahat...!" Jawab mama Ranti memberi atau

__ADS_1


" Dia sendiri mah,,,!" Seru Romi khawatir.


" Tenang dia di ruangan mu sudah pasti di aman, Romi kamu harus perlakuan dia dengan baik kasian dia, terlalu banyak peristiwa yang mengguncang kejiwaannya mama khawatir dia bisa depresi....!" mama Ranti mencoba memancing kepedulian Romi agar bisa bersikap sebaik mungkin untuk meyakinkan alika bahwa Romi benar-benar mencintai alika.


" Maka dari itu mah jangan tinggalkan dia sendiri...!" Romi khawatir alika terbangun dan merasa sendiri lalu dia histeris ketakutan. padahal alika tidak selemah itu.


Karena kekhawatiran Romi sangat berlebihan Romi langsung beranjak dari tempat duduknya dan ingin menemui atau menemani alika.


" Kalian lanjutkan meetingnya, biar nanti yunas yang akan menjelaskan hasil akhirnya kepada saya...!" ucap Romi yang ingin meninggalkan ruangan meeting.


" Tuan anda mau kemana...?" tanya yunas.


" Tenang yunas, selama kamu masih setia kepada ku, saya tidak akan pergi meninggalkan mu, saya ada di ruangan saya, sepertinya anda Taku sekali saya tinggalkan,,,!" Romi sedikit berguyon menggoda yunas, membuat seisi ruangan meeting ikut tersenyum mendengarnya.


Dan tentunya merasa heran "Tumben sekali dia berguyon seperti itu di hadapan mereka" pertanyaan dari para karyawannya, sedangkan untuk yunas sudah bisa Romi seprti itu kepada nya.


" Sial PD sekali anda...! tau seperti ini ngapain saya report-report menghubungi anda terus menerus untuk meeting, kalau pada akhirnya saya juga yang harus menjelaskan hasil akhirnya kepada anda..." ucap yunas menimpali guyonan Romi.


" Ya itu memang sudah tugas anda tuan yunas...!" jawab Romi lemah lembut dan sambil berjalan meninggalkan ruangan meeting.


Sementara yang lain hanya tersenyum menahan tawa mendengar perotes yunas dan jawaban dari Romi.


Lalu mereka melanjutkan meeting tanpa Romi.


...


*Hay,,, Hay,,,✋ para AL apa kabar semuanya...


semoga semua sentiasa berada dalam lindungan "nya" (Allah) semoga selalu sehat sejahtera aamiin 🤲🤲🤲


tak lupa othor Al-del mengingatkan kalian untuk memberikan dukungan kepada othor dengan cara like, vote, komen.


othor benar benar butuh sekali dukungan dari kalian semua... agar othor lebih semangat lagi dan lebih baik lagi dalam berkarya 🙏🙏🙏


othor tunggu ya dukungan dari kalian semua.


untuk yang sudah pencet like (👍) , vote, dan komen terimakasih banyak 🙏🙏🙏 tetap terus dukung othor ya,,,😍😘😘


untuk yang belum berkenan othor doakan supaya hati nya tergerak hingga mau dan Sudi sekedar untuk pencet jempol di kolom komentar othor tunggu ya dukungan nya....!!!


terimakasih 🙏🙏🙏


love you untuk kalian semua 😍😍😍😘😘😘*

__ADS_1


__ADS_2