
Sore hari, kini saatnya Kania untuk menjemput Cherry di sekolahnya.
Setelah menikah Kania berubah setatus, menjadi seorang istri dan seorang ibu.
meskipun pernikahannya tidak berjalan sebagaimana mestinya, tapi Kania sungguh bertanggung jawab kepada Cherry karena memang Cherry lah alasan terjadinya pernikahan antara Kania dan tuan Carlos.
Kania pamit kepada seluruh keluarga untuk pergi menjemput putri sambungnya yang sangat ia sayangi.
....
Sampai di sekolah Cherry, Kania menunggu di halaman sekolah, tak lama Cherry menghampiri Kania sambil menghamburkan pelukan.
Semenjak Kania jadi ibu sambungnya, Cherry merasa sangat bahagia, kehidupan nya penuh canda tawa, perhatian dan kasih sayang dari Kania.
"Mami...!" Seru Cherry memanggil Kania.
Kania langsung menoleh ke arah sumber suara " Eeeh anak mami dah keluar, udah boleh pulang?" tanya kania kepada Cherry sambil tersenyum lebar.
Cherry mengangguk dan menjab "Iya mami"
"Oke, let's go... kita pulang" Ajak Kania.
Senjak papinya menikah Cherry pun tinggal bersama papinya di apartemen, tidak ikut dengan nenek nely, sebab rasanya tak pantas jika Kania Harus tinggal bersama nenek Nely,
Dan Akhirnya nenek nely yang mengalah mengizinkan Cherry untuk ikut dengan papinya tinggal bersama papi dan mami barunya.
Ketika melihat Cherry dan Kania , para wali murid yang lain begitu sinis menatap Kania.
"Masih semuda itu kok mau-maunya sih punya anak sambung!" wali murid mencibir
"Iya ya, padahal sepertinya umumnya masih belasan tahun, kok mau sih jadi ibu tiri!" wali murid yang lain ikut mencibir
"Ya paling juga rakyat jelata, biasa parasit... pengen numpang hidup enak, dan pura-pura baik ngambil hati anak Sambungnya" wali murid lainnya
"Iya juga ya, kalau bukan karena itu, mana mungkin anak jaman sekarang mau ngurusin anak kecil, yang udah jadi seorang ibu aja banyak yang nyewa pengasuh dari pada harus repot-repot ngurusin anak kecil" masih Cibiran wali murid.
Semua wali murid mencibir Kania, dan Kania bisa mendengar semua cibiran itu, hatinya begitu terasa panasa. ingin sekali memakai orang-orang yang meragukan kasih sayang tulusnya kepada Cherry, dan menganggap Kania melakukan hal itu hanya karena ingin hidup enak.
Itulah mulut-mulut lemes para netizen, mereka selalu berpikiran buruk tentang orang lain tanpa tau yang sebenarnya.
Yang sebenarnya Kania telah mengorbankan masa depan nya, hanya untuk kebahagiaan Cherry. Kania rela menikah dengan orang yang tidak pernah ia cintai, bahkan orang itu sangat kania benci.
Kemudian Kania menghampiri orang-orang yang sedang mencibirnya.
"Hay,,, semuanya perkenalkan nama saya Kania Rahardian, saya mami Sambung Cherry... saya berasal dari keluarga Rahardian lebih tepatnya saya adik bungsu dari Romi Rahardian..." Kania memperkenalkan dirinya.
Dan semua tau siapa itu Romi Rahardian, karena ia terkenal sebagai pengusaha muda sukses, dan terkenal dengan ketampanannya.
Saat mendengar perkenalan Kania yang mengaku sebagai bagian dari keluarga Rahardian. para wali murid langsung berpikir jika Kania menikah dengan tuan Carlos papi Cherry, untuk keuntungan bisnis mengingat tuan Carlos pun memang seorang pengusaha muda yang sukses.
"Oo bisa jadi dong! pernikahan kalian hanya untuk keuntungan bisnis!" Seru salah satu dari wali murid.
Membuat Kania naik pitam mendengar ucapan nya.
__ADS_1
"Hey,,, jaga ucapan kalian, aku menyayangi Cherry setulus hatiku, jadi kalian jangan asal menebak...!" Seru kania penuh emosi.
Cherry si anak cerdas mengerti dengan situasi, melihat Kania begitu emosi Cherry langsung menarik tangan Kania.
Membuat Kania langsung menyadari bahwa tidak baik mengumbar emosi di depan Cherry.
Kania langsung menarik nafas panjang untuk mengatur emosi nya, kemudian tersenyum lebar kepada Cherry.
"Mami!" Seru Cherry
"Iya sayang!" Sahut Kania.
"Cherry sangat sayang sama mami" Tiba-tiba ucap Cherry di hadapan semua orang sengaja untuk menunjukkan ketulusan hati Kania kepadanya.
"Uuh!!! anak pintar" Seru kania dengan ekspresi wajah imutnya.
"Mami juga sangat sayang kepadamu nak..." Kemudian lanjut Kania sambil mencium wajah imut Cherry.
Dan di saksikan oleh orang-orang yang tadi mencibir Kania, dan terlihat jelas bahwa Kania memang sangat tulus menyayangi Cherry.
"Ayok kita pulang mami..." Ajak Cherry dengan maksud jangan memperdulikan orang-orang yang tidak suka kepada mereka.
"Ayok, let's go!!!" Seru Kania dan berlalu pergi.
Kania mengambil satu pembelajaran, untuk tidak mempedulikan ucapan negatif tentang dirinya, karena yang lebih tau kebenaran darinya adalah dirinya sendiri, percuma saja bersusah payah menjelaskan kebaikan kita, karena belum tentu si pembenci akan percaya dengan apa yang berusaha kita jelaskan.
Kadang yang membuat kita hina di mata orang bukanlah kelakuan kita sendiri, melainkan cerita karangan yang keluar dari mulut sang pembenci.
.
.
Karena sifat Cherry juga begitu baik penurut dan sangat menghormati Kania.
Malam pun tiba, Kania dan Cherry menonton siaran televisi di ruang santainya di apartemen milik tuan Carlos, tapi karena rasa lelah sehingga Kania dan Cherry terlelap dengan posisi saling berpelukan Cherry mengalungkan tangannya di leher Kania, Kania pun melingkarkan tangannya di pinggang ramping Cherry.
Tak lama tuan Carlos pulang dan menyaksikan posisi tidur mereka begitu nyaman.
Tuan Carlos mematikan televisi, dan hendak mengangkat Cherry untuk memindahkannya ke kamarnya.
Saat tuan Carlos hendak memangku Cherry. Cherry malah mempererat pelukkan tangannya di leher Kania, seakan enggan di pisahkan dari Kania.
Cherry pun menggumam "Mami..." Dan karena itu Kania terbangun dari tidurnya.
Kania membuka matanya lalu melihat tuan Carlos sedang berusaha untuk mengangkat Cherry.
Kania langsung membulatkan matanya.
"Mau ngapain anda?" tanya kania terkejut ketika melihat tuan Carlos.
"Saya ingin memindahkan Kania ke kamarnya, dan kamu juga ayok pindah jangan tidur di sini..." Ucap tuan Carlos.
Setelah mendengar penjelasan tuan Carlos, Kania membantu melepaskan tangan Cherry yang di kalungkan di lehernya secara perlahan. setelah terlepas tuan Carlos segera mengangkat tubuh mungil itu menuju kamar Cherry dan di ikuti oleh Kania di belakang tuan Carlos.
__ADS_1
Dan saat itu juga terjadi pemadaman lampu, membuat Kania terhenyak dan dengan spontan segera berlari memeluk tubuh tuan Carlos yang berada di depannya.
Karena gelap gulita tuan Carlos pun menghentikan langkahnya, ia takut langkahnya akan tersangkut atau terpentok sesuatu sebab ia pun sedang menggendong Cherry, dengan perlahan dan meraba-raba langkah nya mereka berjalan menuju kamar Cherry dengan Kania yang terus merangkul pergelangan tangan tuan Carlos yang sedang menggendong Cherry.
Tuan Carlos merasakan bahwa Kania begitu ketakutan dalam kegelapan, meskipun Kania tidak berkata apa pun dan tuan Carlos tidak bisa melihat ekspresi wajah nya namun tuan Carlos bisa merasakannya dari rangkulan erat tangan Kania merangkul tangan tuan Carlos.
"Tenang nona Kania ini tidak akan terjadi apa-apa, mudah-mudahan pemadam nya tidak akan lama" tuan Carlos menenangkan Kania.
Kania tidak menjawab apapun ia hanya mengikuti langkah tuan Carlos selangkah demi selangkah.
Dan akhirnya tiba di kamar Cherry. tuan Carlos langsung menidurkan Cherry di tempat tidur dan berniat untuk mencari penerangan seperti senter atau lilin.
Namun Kania menahan langkah tuan Carlos dengan terus merangkul tangan tuan Carlos.
"Anda mau kemana, saya mohon tetaplah di sini" karena Kania begitu takut akan kegelapan, tak ubahnya seorang anak kecil yang takut akan kegelapan.
"Tunggu dulu sebentar nona Kania, saya akan mencari penerangan terlebih dahulu agar tidak terlalu engap" Ucap tuan Carlos memberi tau.
Dengan berat hati Kania melepaskan rangkulan tangannya.
Dan tiba-tiba saja terdengar suara...
"JDER..." Suara petir menyambar sesuatu, suaranya begitu menggelegar membuat Kania benar-benar takut dan langsung berlari memeluk tubuh tuan Carlos sambil menangis karena syok mendengar suara petir menggelegar.
"Hiks,,, hiks,,, tuan saya mohon jangan pergi, tetap lah disini saya sungguh takut tuan" Kania memohon, dengan tubuh bergetar, dadanya berdegup kencang karena rasa takut.
Untungnya Cherry tetap terlelap tidur, jika tidak akan sangat merepotkan bagi tuan Carlos karena harus menenangkan dua orang yang ketakutan.
"Ya tenanglah saya tidak akan pergi... ayok tidurlah saya akan menemani di sini" Tuan Carlos menggiring Kania ke tempat tidur agar Kania tertidur.
Tapi Kania enggan melepaskan rangkulan tangannya.
"Nona Kania apa ingin tetap seperti ini?" tuan Carlos memastikan agar Kania mau melepaskan rangkulan tangannya.
"Tolong tuan biarkan seperti ini sampai lampu menyala..." Kania takut tuan Carlos akan meninggalkannya dalam kegelapan.
Karena rasa takut Kania sampai melupakan kebenciannya terhadap tuan Carlos, dan melupakan perjanjiannya untuk tidak bersentuhan dengan tuan Carlos.
"Anda yakin ingin seperti ini nona kania (berdekatan dengan rangkulan tangannya)" Tuan Carlos memastikan.
karena Tuan Carlos tidak ingin terulang kembali kejadian saat akad nikah, ketika Kania mencium tangannya dan tuan Carlos tanpa di sadari membalas dengan mengecup kening dan bibir Kania.
ketika itu usai acara ternyata Kania marah besar dan mengancam akan pergi meninggalkan tuan Carlos dan Cherry jika tuan Carlos melakukan hal itu lagi mencari kesempatan dalam kesempitan.
maka dari itu tuan Carlos memastikan apa yang di lakukan oleh kania saat ini, sebab tuan Carlos tidak ingin membuat masalah dengan Kania.
mendapat pertanyaan dari tuan Carlos untuk meyakinkan perilakunya terhadap tuan Carlos Kania menganggukkan kepalanya dan berkata "iya".
"Oke,,, kalau begitu, ini anda yang mau dan anda yang melanggar sendiri peraturannya, jadi jika saya menuntut denda atau sanksi anda harus terima, sebab ini peraturan anda sendiri yang membuatnya"
Tuan Carlos masih saja meyakinkan dan mengingatkan Kania atas peraturan yang Kania buat.
"Iya..." Jawab Kania lirih karena pasrah dari pada ketakutan dalam kegelapan.
__ADS_1
"coba setiap hari ada pemadaman lampu seprti ini, saya akan merasa sangat senang karena nona Kania akan dengan sendirinya terus mendekati saya..." Batin tuan Carlos merasa sangat senang.
kemudian Kania tidur dengan posisi berada di tengah, sebab Cherry sudah benar-benar terlelap tidur tidak merasakan apa yang terjadi atau tidak merasakan kegelapan.