Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 116


__ADS_3

Saat melihat makanan yang di suguhkan, mata alika berbinar-binar, apa yang ia inginkan akhirnya nyata di depan mata, sebenarnya Romi memesan makanan untuk dua posisi tapi bukan hanya satu jenis makanan saja yang Romi pesan, melainkan banyak sekali menu makanan yang Romi pesan, dan setau Romi itu makanan kesukaan alika semua, sehingga Rani pun bisa leluasa memilih makanan apa yang ingin ia makan.


sampai alika dan Rani Tercengang melihat saking banyaknya makanan yang di pesan Romi.


"Tuan apa anda sedang kelaparan sampai memesan makanan sebanyak ini...?" Alika tidak mengerti


"Ya saya lapar sekali,,,! makanya ayo kita makan...!" Romi sengaja berbicara seperti itu agar alika tidak merasa malu, padahal Romi memesan semua itu untuk alika, karena Romi perhatikan alika sangat lapar, meringis memegangi perut nya, tanpa alika sadari ternyata Romi memperhatikan nya.


dengan lahap alika, Rani dan Romi menyantap makanan nya dan semuanya hampir habis...


"Alika gaya makan nya berbeda sekali dengan alika yang aku kenal, biasanya kalau ia makan cukup satu dua siap paling gak, tidak sebanyak ini, meskipun banyak bukan makan berat seperti ini,,, lebih ke buah-buahan atau makanan sehat lainnya...!" Rani membatin karena merasa aneh dengan perubahan alika.


beda dengan Romi ia malah tersenyum senang melihat napsu makan alika.


selesai makan, pelayanan pun kembali membereskan semua nya.


Rani pun pamit untuk pergi ke kamar nya ingin beristirahat, mungkin Fahri sudah keluar dari kamar nya menurut Rani.


sekarang tinggal mereka berdua, alika dan Romi.


Kemudian sebelum beristirahat mereka berdua menunaikan ibadah shalat isya berjamaah terlebih dahulu.


seperti biasa di akhiri salam, cium tangan dan ciuman kening...


setelah itu Romi merebahkan tubuhnya di sofa karena ia merasa sangat lelah dan letih.


"Tuan anda kenapa tiduran di sana,,,?" tanya alika melihat Romi merebahkan tubuhnya di sofa


"Tempat tidurnya kan ukuran singgel bed, jadi kamu saja yang tidur di situ, biar saya di sini saja..., apa kamu mau kita tidur berdua di tempat tidur itu...!" Romi memberikan alasan nya sekaligus menggoda alika...


Wajah alika memerah, tapi dia hanya diam saja, sebenarnya alika memang ingin tidur satu ranjang dengan Romi tapi ia malu mengutarakan nya. dan Romi pun mengerti itu.


"Ya sudah ayo,,, cepat tidur honey ini sudah malam karena besok kita harus melakukan perjalanan pulang...!"Ucap Romi


kemudian alika berbaring di tempat tidur nya


tak lama terdengar suara dengkuran halus dari arah sofa, karena sangat lelah dan merasa nyaman karena alika bersama nya, menemani nya, Romi dengan mudah terlelap.


lain halnya dengan alika ia merasa resah tidak bisa tidur, padahal ia juga merasa lelah.


Alika bangunan dan mendekat ke arah Romi, melihat wajah Romi yang sedang terlelap, alika terus saja menatap wajah Romi dengan seksama, hati nya terenyuh merasa tidak tega...


"Sesungguhnya hati ini sangat merindukan mu tuan...! tapi kenapa egoku ingin jauh dari mu...! aku tidak mengerti dengan diriku sendiri...!" Batin alika.


Alika menyentuh wajah Romi... dengan ragu perlahan tapi pasti, karena tangan alika memang sudah menempel di wajah tampan Romi, alika sedikit mengelus.


Romi pun merasakan ada sesuatu yang menyentuh wajahnya, Romi membuka mata nya dan sedikit syok karena ternyata alika yang melakukan nya.


"Kenapa honey,,,! apa kamu sakit,,, apa yang sakit honey...?" Tanya Romi kepada alika karena alika terlihat menitihkan air mata


Alika menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Romi


"Lalu kamu kenapa,,,? apa kamu takut...?" Tanya Romi lagi semakin bingung


Alika mengangguk kan kepala...

__ADS_1


"Tidak usah takut honey,,,! keadaan sudah baik-baik saja, di sini juga ada saya, apa yang di takuti,,,! apa kamu takut sama saya,,, takut ngapa-ngapain kamu...! tenang honey,,,! saya janji gak bakal ngapa-ngapain kamu kok...!"Tutur Romi menenangkan-nebak apa yang di pikir kan oleh alika


Alika kembali menggelengkan kepalanya


membuat Romi semakin bingung


"Lalu apa, dan kenapa...?" Ucap Romi sedikit kesal tapi Romi sadar betul jika alika sudah begini harus benar benar sabar menghadapi nya.


"Ayo cepat tidur sana,,,!" Seru Romi


membuat alika makin terlihat sedih dan kemudian menitipkan air mata nya kembali.


Romi menghela nafas panjang dan menghembuskan nya secara perlahan...


"Kamu mau saya tidur di sana sama kamu...?" Romi mencoba menebak lagi


Alika menganggukkan kepalanya


"Tapi kan bakalan sempit,,,, kamu gak papa kesempitan tidur bareng saya....!"Romi bicara dengan lemah lembut dan sangat hati-hati takut alika tersinggung, Romi tau mood alika sedang berubah sendu, jika Romi salah bersikap ia bisa menyakiti perasaan alika dan alika bisa menangis sepanjang malam, Romi tidak mau itu terjadi.


Alika kembali menganggukkan kepalanya...


"YaElla,,,, Tibang minta tidur bareng aja mesti pake derama, dasar perempuan susah sekali di tebak,,,! padahal tinggal ngomong langsung aja apa susah nya saya dengan senang hati akan menemanimu my honey...!" Batin Romi geregetan, sekaligus kesenengan, karena memang itu yang Romi inginkan sedari tadi


padahal alika begitu bukan karena merasa takut, melainkan ia tidak tega melihat Romi tidur di sofa dengan leher yang di tekuk karena sofa ukuran nya kecil tidak bisa menampung seluruh tubuh Romi.


kemudian Romi berpindah ke tempat tidur.


membaringkan tubuhnya di samping alika yang telah lebih dulu berbaring...


seperti biasa, Romi melingkarkan tangannya di pinggang ramping alika, dan menghimpit kaki alika di ************ nya... Alika sama sekali tidak menolak nya, ia malah membenamkan wajahnya di dada bidang Romi menghirup aroma tubuh Romi, merasakan kehangatan yang sangat ia rindukan.


Romi menciumi wajah alika mulai dari kening, pipi, sampai bibir merah alami nya dengan posisi menundukkan kepala nya dengan alika yang menengadahkan wajahnya karena posisi wajah alika tepat berada di dada Romi


"good night honey...!"Ucap Romi


Alika membalasnya dengan senyuman manis...


membuat Romi sangat geregetan...


sudah pasti ada yang menegang karena mendapat sinyal yang kuat.


"Waduh gawat,,,! si Otong tegangan tinggi,,, ini yang aku khawatir kan,,, aku malah gak bisa tidur kalau kaya gitu caranya...!" Batin Romi.


"HHmmm,,,!" Romi berdehem gugup berusaha mengendalikan di Otong yang makin beringsut.


"kenapa tuan,,,!" tanya alika yang baru saja akan memejamkan mata.


"Maaf honey,,, si Otong bangun...!" Bisik Romi di telinga alika.


Alika malah tersenyum mendengar nya, karena merasa geli mendapat bisikan dari Romi, di tambah geli mendengar ucapan nya.


melihat respon alika Romi merasa lega...


dan berucap "Boleh ya honey,,,!" Romi meminta sesuatu, alika mengrti apa yang di inginkan Romi, wajah alika memerah dan mengangguk dengan rasa penuh malu....

__ADS_1


membuat Romi makin gemes melihat nya dan makin bersemangat untuk melakukan nya.


Romi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, apa yang ia inginkan, akhirnya ia bisa mendapatkannya, tentu dengan penuh kesabaran nya.


rasanya kantuk, lelah, letih yang tadi nya menguasai tubuh mereka berdua, berubah menjadi penuh semangat, di seratai napsu yang menggebu-gebu, hasrat yang selama ini Romi pendam atau ia tahan akhirnya bisa tersalurkan,


Dan terjadilah adegan haredang alika dan Romi di malam itu,,, Romi sampai merasa sangat terpuaskan oleh permainan alika yang bukan pertama kali lagi bagi nya, alika sudah mulai bisa mengimbangi setiap permainan Romi, membuat Romi makin bergairah.


Dan sampai pada akhir mereka mencapai puncak kenikmatan nya bersama, Otong mengulurkan muntahan larva nya di mi** v alika, tubuh Romi ambruk di atas tu**h alika,,,!


"Terimakasih honey,,,!" Ucap Romi dengan nada penuh kepuasan dan terengah-engah dengan nafas yang masih bergemuruh.


kemudian Romi berpindah posisi dari atas tubuh alika, kesamping alika dengan terus mendekap nya, dan sesekali menciumi lembut kening pipi, dan bibirnya.


sampai mereka berdua terlelap...


...


seperti biasa alika terbangun sebelum subuh, dan seprti bisa pula Romi mendekap nya seperti sedang memeluk guling, alika mengerakkan tubuh nya berusaha meregangkan otot-otot tubuh nya yang terasa kaku... tapi Romi makin erat mendekap nya.


"Sebentar honey,,, lima menit lagi ku mohon, belum subuh juga kan,,,!"Romi menahan alika agar jangan dulu beranjak.


tanpa berkata alika pun menuruti ucapan Romi dan membalas pelukan Romi lalu kembali memejamkan mata nya. karena rasa rindu yang selama ini mereka tahan pada saat mereka bersatu mereka menepis semua ego yang menguasai jiwa mereka terutama alika. mungkinkah alika menerima Romi untuk hidup bersama nya lagi.


di tambah, rasa, lelah, yang mereka berdua rasakan hingga membuat mereka kembali terlelap dalam dunia mimpi nya.


dan saat mereka berdua kembali terbangun ternyata matahari sudah mulai terbit dan waktu menunjukkan pukul 07:00 pagi.


saat menyadari nya mereka panik, alika langsung bergegas beranjak dari tempat tidur dan berlari ke arah kamar mandi sambil menarik selimut s dan membawanya karena untuk menutupi tubuh nya yang polos


"heey,,, honey ,,,!" Seru Romi karena alika menarik dan membawa selimut yang menutupi tubuh nya sehingga terekspos nyata.


tapi alika tidak menggubris nya karena ia panik kesiangan...


"sial sekali bisa kesiangan kaya gini...!" dumelan alika di dalam kamar mandi.


Alika keluar dari kamar mandi dan segera mengerjakan sholat Qodho subuh nya, begitu juga dengan Romi. setelah itu mereka bersiap untuk menemui rombongan yang telah menunggu mereka untuk sarapan pagi.


mereka berdua berjalan berdampingan, terpancar aura wajah berseri-seri dari kedua nya, sangat terlihat jelas oleh semua orang terutama oleh rombongan mereka.


terutama Romi yang terlihat selalu mengulum tersenyum...!


"mereka berdua terlihat beda, seperti nya sedang berbahagia terutama tuan Romi yang selalu mengulum senyum,,,!" Bisik salah satu dari rombongan yang melihat aura berseri-seri di wajah mereka berdua saat menghampiri rombongan


...


***hay para ALrs (readers) terkasih...!!! terimakasih 🙏🙏🙏 banyak, atas dukungan nya, suatu kebanggaan bagi saya, sebagai penulis amatiran seprti saya, mendapat dukungan dari kalian semua ,,,, dukungan dari kalian semua menjadi mood booster bagi saya untuk menjadi lebih baik lagi dalam berkarya,


mohon dukungan nya selalu...🙏🙏🙏


terimakasih kepada para ALrs (readers) yang telah menyimak cerita saya di tiap bab nya, terutama bagi kalian yang telah Sudi memberikan komentar nya, saya sungguh sangat berterimakasih dan sangat menghargai itu,,,, !!! tapi mohon gunakan kata-kata yang lebih bijak 🙏, jika tidak suka dengan karakter tokoh yang saya bangun, mohon jangan menghujat dengan kata-kata yang kurang pantas, karena membangun satu karakter tokoh dalam satu cerita bagi saya itu tidak mudah, jadi tolong hargai itu, saya yakin kalian semua pembaca yang bijak, tau karakter mana yang mesti di sanjungan, di semangat, dan di bully, ya itu tergantung pemikiran para pembaca melihat nya dari sudut pandang yang berbeda-beda tapi saya mohon dan tolong gunakan bahasa yang lebih pantas...


mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan saya dalam berkarya...


terimakasih banyak 🙏🙏🙏

__ADS_1


love you para ALrs (readers) 😘😘😘💋💋💋***


__ADS_2