Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 149


__ADS_3

matahari mulai menampakkan sinarnya diri arah timur. menandakan malam telah berganti pagi.


Pagi ini adalah pagi pertama bagi Nina untuk ikut berlibur bersama alika, namun sudah sedari tadi Nina terbangun dan tidak tau harus mengerjakan apa, Karen kebiasaannya di pagi hari Nina akan sibuk bekerja, menyiapkan semua keperluan dan kebutuhan tuan nya. namun kali ini Nina hanya bersantai di kamar hotel.


kemudian Nina keluar dari kamar hotel nya berniat untuk sekedar berjalan-jalan di sekitar hotel, ingin menemui alika, dan yang lainnya Nina Takut mengganggu, karena di sana sudah ada pihak hotel yang bertugas melayani setiap tamu.


tapi alangkah terkejutnya Nina ketika keluar dari kamar nya Nina melihat tuan Carlos berjalan menuntun Cherry sembari menyeret koper nya,


ketika berpapasan dengan Nina, tuan Carlos tidak sama sekali menyapa Nina, entah karena tidak mengenalinya karena Nina hanya seorang ART, atau memang sengaja tidak ingin menyapa.


Tapi Cherry mengenali Nina, sambil terus berjalan dengan di tuntutan oleh papinya, Cherry terus saja melihat ke arah Nina dengan mata sembabnya.


Cherry pun memberi isyarat kepada nina dengan mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengedip-ngedipkan mata nya, lalu memanyun-manyunkan bibirnya kearah kamar Kania. dengan maksud meminta tolonh beri tau Kania bahwa pipanya akan membawanya pergi.


Awalnya Nina hanya berdiri mematung mencerna maksud dari isyarat yang di berikan oleh Cherry.


Lalu kemudian Nina mengrti maksudnya ia pun membalas isyarat yang di berikan dengan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban Iya mengerti dengan maksud Cherry.


Setelah itu Nina bergegas berlari ke arah kamar Kania, Nina khawatir nanti Kania tidak bisa mengejar Cherry, karena tuan Carlos berjalan sangat tergesa-gesa.


Sesampainya di depan pintu kamar Kania Nina menekan tombol bel pintu kamar Kania seperti halnya Cherry yang melakukan nya tempo hari.


malah yang di lakukan oleh Nina kali ini lebih parah, karena Nina menyertakan gedoran pintu juga seperti sedang terjadi huru-hara.


Dan ternyata Kania yang semalam tidur di temani Andi kakaknya belum bangun dari tidurnya, begitu juga dengan Andi masih nyenyak tidur suatu tempat tidur dengan adiknya Kania.


Saat mendengar bel pintu berbunyi, di sertakan gedoran pintu, Kania lah yang lebih dulu terbangun.


Namun bukannya segera membuka pintu Kania malah membangunkan Andi yang masih terlelap di samping nya.


"Kak, kak" Kania menyentuh bagian dada Andi lalu mengoyaknya. membuat Andi terbangun karena rasa geli, lalu menepis tangan Kania.


"Apaan sih lu dek, pagi-pagi udah mesum aja, pelecehan itu namanya!" Andi mendengus kesal, dan memiringkan tubuhnya membelakangi Kania.


"Ciik" Kania berdecak "itu belum pintu berbunyi berisik banget sih, ayok bangun lihat siapa yang datang!" Kania Bukannya bergegas malah menyuruh Andi untuk melihat dan membukakan pintu.


"Ini kan kamar mu, aku tuh tamu di sini, sana tuan kamar yang harus buka pintu, paling juga tuan muda kesayangan mama (Romi yang di maksud)"

__ADS_1


Nina begitu kesal kepada Kania yang tak kunjung membuahkan pintu. padahal ia sudah sekuat tenaga berusaha untuk mendapatkan respon dari orang yang ada di dalam kamar agar segera membukakan pintu.


"Astaga, ni orang tidur kok kayak kebo tuli!" karena kesal pintu tak kunjung di buka, Nina sampai mengumpat


karena bel terus saja berbunyi dan pintu di gedor memang sangat mengganggu Indar pendengaran dua kakak beradik itu.


dan di antara mereka berdua tidak ada yang mau mengalah membukakan pintu.


karena kesal Kania sengaja menendang bokong Andi, sampai ia terjatuh.


dan merintih kesakitan.


"Bruk..." suara Andi terjatuh kelantai


"Aawww...!" Andi merintih


Kemudian Andi bangunan dan memarahi Kania.


"Sial banget sih lu dek...!" Omelan Andi terhenti


"Iya gue yang sial punya adik kaya lu, dasar minim akhlak!" Seru Andi penuh emosi.


Sambil berjalan ke arah pintu Andi terus saja ngedumel karena kesal. dengan tingkah orang-orang di sekitar nya.


"Ini siapa lagi kurang kerjaan banget sih pencet bel gedor pintu gak kira-kira, berengsek, kutu kupret, temennya moy... " Andi memakai orang yang menekan bel pintu.


Kemudian Andi membuka pintu. dan ternyata Nina yang melakukan hal yang sangat menyebalkan itu.


makin geram saja Andi melihat nya, berani sekali Nina menjahit para majikan nya pikir Andi.


"Heh lu kurang kerjaan banget sih, lu kesambet, apa kebelet kurang ajar!" Andi memakai Nina.


"Udah, udah entar dulu ya ngomel nya!" Nina tak menggubris Andi dan nyelonong masuk untuk menghampiri Kania yang masih sembunyi di balik selimut.


"Kania ayok bangun, bangun sekarang juga ini gawat sekali!" Nina berusaha membangun kan Kania.


"Ciik apaan sih ada huru-hara apa!" kemudian Kania bangkit dari tidurnya.

__ADS_1


Setelah itu Nina menceritakan apa yang terjadi tentang Cherry.


Alangkah terkejutnya Kania mendengar hal itu.


kemudian tanpa aba-aba lagi Kania beranjak dari tempat tidur dan berlari berniat untuk mengejar Cherry.


.


.


tuan Carlos telah melakukan cek out, dan kini sedang menunggu mobil yang sedang di ambil dari parkiran oleh petugas hotel, di lobby hotel, saat sedang menunggu, Cherry berharap sekali Kania datang menemuinya.


pandangan Cherry terus saja berbalik ke arah dalam hotel berharap Kania muncul di saat-saat terakhir seperti adegan dalam sebuah film.


Tapi sampai mobil sudah memasuki depan lobby hotel Kana tak kunjung muncul.


Tuan Carlos memasukan semua barang ke bagasi mobi, setelah itu mengajak Cherry agar segera masuk dengan menuntun tangan Cherry.


"Tungguan papi!" Cherry enggan melangkah dan tetap mematung.


"Apa lagi Cherry" Tanya tuan Carlos.


tapi Cherry tidak menjawab nya, Cherry malah melihat ke dalam hotel, tuan Carlos mengerti dengan apa yang di pikirkan dan yang di inginkan oleh putrinya.


"Cherry sayang, dia tidak akan pernah datang, dia tidak menginginkan mu, dia hanya ingin bersenang-senang dengan mu, dia tidak memikirkanmu, dia tidak mempedulikanmu" orang yang tuan Carlos maksud adalah Kania, tuan Carlos seakan tak Sudi lagi menyebabkan namanya.


Tuan Carlos sengaja mempengaruhi pikiran Cherry tentang Kania, tuan Carlos ingin Cherry melupakan Kania.


"Ayok kita harus segera pergi sekarang" Seru tuan Carlos


...Note...


hay readers cerita "Asisten pengganti jadi istri tuan muda" ini, aku perluas ya, Romi dan alika sudah mencapai ******* kebahagiaan, mereka tetap jadi pemeran utama, tapi dengan komplit yang berbeda, di selingi dengan kisah cinta pemeran lain nya yang tak kalah mendebarkan dan bikin BAPER tentu nya!!! semoga kalian semua tetap suka 😍


Jangan lupa ritual nya ya kawan, tinggalkan jejakmu dengan cara like, vote, komen di kolom komentar di setiap bab nya....


Jangan bintang lima nya juga ya kawan.... Terimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2