
Suasana di pagi hari di kediaman Rahardian...
semua penghuni rumah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing,,, sampai pada waktunya sarapan.
Di meja makan sudah ada papa Bagas, mama Ranti, Kania dan juga alika.
Walaupun sikap Kania masih menganggap alika sebagai musuh, tapi untuk menghargai papa dan mama mereka berusaha terlihat akur, walau Kania sering melontarkan kata-kata pedas penuh sindiran kepada alika, tapi alika tidak pernah membalas atau menanggapinya, mekipun rasanya sakit sekali.
Saat semua sedang menikmati sarapannya, tiba-tiba jantung alika berdetak kencang melihat seseorang dari kejauhan, seketika alika mematung memperhatikan dan meyakinkan dirinya, apa benar sosok yang sedang berjalan mendekat ke arah meja makan itu adalah Romi.
Ya ternyata itu benar-benar Romi tapi tidak sedikit pun Romi melihat ke arahnya, Romi hanya berlalu begitu saja melewati mereka yang sedang sarapan, menyapa pun tidak.
Sampai akhirnya mama Ranti yang menyadari keberadaan Romi dan menghentikan langkahnya.
" Romi,,,! kamu sudah pulang nak,,, kapan kamu sampai,,,?" tanya mama Ranti
" Ya,,, tadi malam...!" jawab Romi singkat tanpa menoleh.
" Nak... mau kemana,,, ayo sarapan dulu,,,!" mama Ranti mencegah langkah Romi karena ia hendak berlalu.
" Saya ada meeting pagi di cafe, jadi nanti saya sekali sarapan di sana..!" jawab Romi lagi dan tetap ingin berlalu
Sampai akhirnya papa Bagas yang menegurnya.
" Romi,,,! bisa kita bicara sebentar...!" seru para Bagas dan berhasil membuat Romi menoleh dan berbalik badan.
Alika yang sedari tadi menatap Romi, kini benar-benar jelas melihat sosok pria yang entah ia rindukan atau ia benci, yang jelas jantungnya makin berdebar kencang, saat mereka saling beradu pandang, karena saat berbalik badan tatapan mata Romi hanya tertuju kepada alika.
" Oh tuhan alika jangan menatap ku seperti itu...! aku makin merasa bersalah melihat nya...!" batin Romi karena apa yang di rasakan alika di rasakan juga oleh Romi, maka dari itu Romi berusaha menghindar.
Tiba-tiba suara papa Bagas membuyarkan pandangan mereka.
masing-masing lalu mereka berdua saling menunduk.
" Romi bagi mana pekerjaan di sana...?" tanya papa bagas.
" Kita bahas masalah pekerjaan nanti di kantor pah...!" jawab Romi dengan masih berdiri di tempatnya, tidak menghampiri orang yang mengajaknya bicara.
__ADS_1
Semua heran dengan sikap Romi terutama mama Ranti, mengapa Romi kembali bersikap seperti itu, dingin, dan terkesan tidak menghargai orang tua, padahal akhir-akhir ini sikap Romi sangat menyenangkan lebih hangat, dan terkesan humoris.
Tapi tidak untuk alika, karena alika sudah tau Romi begitu karena ingin menyakiti hati alika, pikir alika!
Alika berusaha bersikap setenang mungkin di hadapan Romi, padahal hatinya dan perasaannya tidak karuan, ingin marah, ingin menangis, ingin meminta penjelasan kepada Romi, tapi itu tidak mungkin dengan situasi seperti ini, alika sudah tau betul sipat Romi tidak akan meresponnya.
" Okeh pah saya berangkat dulu...!" Romi pamit untuk pergi
" Tunggu Romi,,,! papa ingin bertanya, dan jelaskan kepada papa, mengapa kamu memperkarakan Robert, kita tau sedari dulu dia memang seperti itu, Robert orang yang sedikit beranda, di memang suka mengolok-mengolok mu, bukankah itu hanya lelucon untuk sekedar memancing emosi mu, bukan kah kamu sudah tau sedari dulu !, papa juga sudah sering ingatkan kamu untuk tidak terpancing...!" papa Bagas membahas masalah Robert yang Romi laporkan ke pihak berwajib atas pasal berlapis.
Papa Bagas tidak terima keponakan satun-satunya terjerat kasus hukum dan bukan orang lain yang memperkarakannya melainkan anaknya sendiri.
" Pah,,,! selama ini saya hanya diam jika dia hanya sekedar mengolok-Ngoko saya saja, tapi kali ini dia sudah keterlaluan,,, dia melakukan pelecehan, dia merendah harga diri saya, tindakan tidak menyenangkan, saya tidak bisa diam lagi untuk kali ini. " ucap Romi
" Romi,,, dia di sini sebatang kara, kita keluarganya, harusnya kita yang merangkulnya, bukan malah berseteru seperti ini...!" papa bermaksud menasehati Romi
" Pah,,, siapa yang selalu mulai duluan,,, dia selalu menyinggung tentang perusahaan, saya selalu menawarkan ayo ambil posisi di perusahaan sesuai yang dia inginkan, jika dia mau ambil posisi saya silahkan,,,, tapi dia tidak pernah mau melakukan hal itu, dan malah terus mengolok-olok saya, dengan alasan tidak mau bergantung kepada kita. lalu saya harus bagaimana...!" Romi
" Apa tidak bisa di bicarakan secara baik-baik dulu Romi, jangan main hukum seperti ini...!" papa Bagas tetap membela Robert,
Dan romi sudah menduganya papa Bagas akan bersikap seperti itu, Romi sudah memahaminya, itu lah mengapa Robert selalu berani mencari masalah dengan Romi karena Robert akan selalu di bela oleh papa Bagas.
Saat papa Bagas dan romi berbicara tidak ada satu pun yang ikut campur termasuk mama Ranti, karena takut membuat pembicaraan papa dan anak makin panas.
Kebetulan saat itu juga yunas tiba di sana.
" Assalamualaikum...!" yunas memberi salam dan di jawab oleh semua orang di sana
"walaikumsalam"
"Nah,,, kebetulan yunas sudah datang...!" ucap Romi
" Yunas jelaskan semuanya kepada papa informasi yang kamu punya tenaga keponakan kesayangannya... agar papa tidak selalu menyalahkan saya...!" lanjut Romi penuh penekanan
" Baik tuan...!" jawab Yunas
kemudian Romi berlalu....
__ADS_1
"Alika ayo kejar aku, atau henti aku kasih kode kalau kamu ingin bicara dengan ku...!" Batin Romi berharap alika menghentikannya.
" Tuan...!!!" Seru alika menghentikan Romi dan memang ingin mengejarnya.
namun yunas mencegah nya alika agar tetap duduk di sana.
" Nona alika sebaiknya anda tetap di sini...!" ucap yunas agar alika juga meyakini kan papa Bagas dengan semua penjelasanya dan bukti-bukti yang akan ia beberkan.
Mendengar ucapan yunas, Romi melanjutkan langkahnya, yang sempat terhenti karena alika menghentikannya,. Alika pun duduk kembali yang tadinya sempat bangunan dari duduknya.
" sialan lu botol...!" Romi mengumpat yunas dalam hatinya karena telah mencegah alika yang hendak mengejarnya.
Kania menyusul Romi pergi meninggalkan semuanya, karena sudah waktunya ia berangkat sekolah.
...
Kemudian yunas mulai berbicara memberikan alasan mengapa Romi mengambil tindakan untuk memperkarakan Robert, karena memang Robert sudah keterlaluan, yunas pun memberikan semua bukti-bukti rekaman CCTV, dan rekaman dari para tamu yang sempat merekam kejadian itu, ada juga rekaman penjelasan dari beberapa tamu menceritakan dari awal mula kejadian sesuai dengan rekaman video.
Papa Bagas merasa syok mendengar apa yang yunas beberkan, terlebih mama Ranti teramat syok.
" Itu semua benar alika...?" tanya mama Ranti meyakinkan dirinya
Alika menganggukkan kepala dan menceritakan mengapa semua itu bisa terjadi, mengapa ia bisa berada di sana , ternyata Robert bekerja sama dengan Melly untuk menjebaknya, sampai ia bisa masuk perangkap Melly dan mengapa Kania membencinya.
" Mama percaya kepada romi setiap tindakan nya pasti ada alasan yang kuat, ia selalu berpihak pada kebenaran...! jadi pah Jang selalu merasa benar tanpa ingin tau yang sebenarnya, itu lah mengapa terjadi perselisihan karena salah paham...!" ucap mama Ranti menasehati suaminya.
Ucapan mama Ranti begitu menyentuh hati alika.
Alika jadi berpikir apa ada alasan lain dari sikap Romi kepadanya, selain tentang masalah Bu sari yang cedera karenanya.
Pikiran alika mengatakan ya! dari awal memang alasannya alika berada di sana untuk Romi memberi pelajaran kepada alika karena telah membuat Bu sari cedera.
Tapi tidak untuk hatinya! hati alika mengatakan ada alasan lain di balik sikap Romi yang sekarang, tapi apa..? karena hati alika mengatakan Romi tulus kepadanya.
....
Hay... para ALrs jangan lupa ritual nya ya... tinggal jejak mu dengan cara like, vote, komen ya....!
__ADS_1
terimakasih 🙏🙏🙏