Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 151


__ADS_3

Andi dan Romi Akhirnya menghampiri tuan Carlos untuk membela adik mereka.


karena mereka tidak tega dan tidak rela adik mereka sampai harus bersimpuh tapi tak di pedulikan oleh tuan Carlos.


"Tuan Carlos, saya mohon kita bicara dulu, kita sesuaikan semua secara baik-baik" Romi memohon kepada tuan Carlos agar tidak bertindak seperti itu.


"Apa lagi yang mau di bicarakan tuan Romi, saya sudah jelas mendengar semua ucapan adik tercantik anda ini semalam, dan itu sudah cukup sangat jelas" Tuan Carlos begitu kecewa kepada Kania


"Tuan itu memang bahasa Kania ketika berbicara dengan kami tapi sesungguhnya Kania sangat menyayangi Cherry tuan" Andi ikut berbicara membela Kania


Tapi tuan Carlos menggelengkan kepalanya tidak mau mendengar apa pun lagi.


sambil di gendong oleh papinya Cherry terus saja menangis histeris dan meronta-ronta ingin menggapai Kania, membuat semua orang tak tega melihatnya.


Kemudian kania berlari ke arah tuan Carlos yang sedang berjalan menjauhi dari mereka sembari menggendong Cherry.


Kania memeluk tuan Carlos dari belakang tubuh nya.


membuat tuan Carlos menghentikan langkahnya karena sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan Kania.


sebab Kania tidak tau bagaimana caranya untuk menghentikan tuan Carlos agar tidak menyakiti Cherry dengan membuat nya menang histeris.


"Tuan mohon maafkan saya, ya mungkin saya memang melakukan kesalahan telah menyakiti hatimu dengan ucapan ku, hukum saya tuan bila perlu penjarakan saya tuan, tapi jangan sakiti Cherry seperti ini" Ucap Kania sambil memeluk tuan Carlos dengan maksud menenangkan Cherry.


Ya cara Kania sedikit berhasil membuat Cherry tak lagi menangis histeris.


Kania seperti sudah kehilangan harga dirinya


hanya untuk sekedar menenangkan tangis histeris Cherry yang membuat kania sangat tidak tega melihatnya.


"Tolong beri saya Satu kesempatan untuk berbicara dengan Cherry setelah itu, saya tidak akan memohon lagi dan tidak akan menghalangi anda lagi untuk pergi!" ucap Kania dengan masih memeluk tuan Carlos dan Cherry.


"Okeh silahkan" Ucap tuan Carlos mengijinkan tapi tanpa menurunkan Cherry dari pangkuannya.


Kemudian Kania merubah posisinya berdiri di depan tuan Carlos, berhadapan dengan Cherry.


Lalu mulai berbicara dengan Cherry untuk memberikan Cherry pengertian agar Cherry tak lagi menangis histeris lagi.


"Cherry sayang! dengerin kakak ya, Cherry kan anak pinter, jadi Cherry gak boleh nangis ya, kalau Cherry nangis seperti itu Cherry bisa sakit, nanti lain kali kita bisa bertemu lagi, kalau Cherry sakit kita gak bisa bermain lagi dong! Cherry janji ya sama kakak gak boleh nangis gak boleh nakal, oke" Kania berbicara dengan penuh kelembutan membuat Cherry mengerti dengan semua yang di sampaikan oleh Kania kepadanya.


Selama berbicara dengan Cherry, kania berusaha menahan tangisnya.


Tuan Carlos berlaga tidak memperhatikan wajah Kania padahal ia tau sebenarnya Kania begitu tulus kepada Cherry.

__ADS_1


Tapi memang hati tuan Carlos sudah terlanjur kecewa dengan semua ucapan Kania bersama kakak-kakak nya.


"Kakak janji mau menemui Cherry lagi kan" Cherry memastikan bahwa mereka akan bertemu lagi.


"Ya tentu saja sayanh...!" Jawab Kania lalu mencium seluruh wajah Cherry.


"Sudah cukup !" Seru tuan Carlos menghentikan .


"Ya terimakasih tuan, setelah ini jika Anda ingin membenci saya seumur hidup anda pun tidak masalah bagi saya" Kania berucap penuh emosi.


Tanpa berkata lagi tuan Carlos berlalu dengan menggendong Cherry.


"Dah.... Cherry sampai jumpa lagi!" Seru Kania melambaikan tangannya.


Cherry pun membalas melambaikan tangan nya dan tak lagi menangis histeris.


...


Setelah itu mereka menuju restoran untuk sarapan, dan Kania pun ikut bersama mereka.


"Papi macam apa itu, egois sekali" Gumam Kania makin tidak respek saja terhadap tuan Carlos.


"Hebat kamu dek bisa menaklukkan batu karang" Andi memuji Kania yang bisa meredakan tangis histeris Cherry, dan melunakkan hati tuan Cherry.


" Eeh tapi kamu serasi banget tau sama dia (tuan Carlos)" Ucap Romi memancing emosi Kania.


"Apa!" Pekik Kania terlihat emosi.


"Kakak mau aku jadi pasangan dia (tuan Carlos), dengan sikap kerasa nya seperti itu, jangankan berhayal, mimpi pun aku gak Sudi jadi pasangan orang seperti itu" Kania benar-benar tidak suka dengan sikap tuan Carlos.


"Eeh Nia Jang begitu, jodoh itu gak ada yang tau, siapa tau dia benar jodoh mu" Alika mengingatkan Kania agar jangan asal bicara.


"kak Lika lagi nyumpahin aku?" Kania malah merasa sedang di doakan beneran berjodoh dengan tuan Carlos.


"Ni ya kalau aku berjodoh dengan nya berarti aku kena azab, karena aku tidak akan mau nikah dengan dia, kecil dia memohon dan bersujud seperti ku tadi memohon kepadanya" Sesungguhnya Kania merasa sangat sakit hati dengan sikap tuan Carlos.


Semua diam tidak ada yang menanggapi ucapan Kania yang sedang di kuasai emosi, mereka menjaga hal-hal yang tidak di inginkan terjadi, takut Kania lepas control seperti semalam.


"Nina kamu ko diem aja!" tanya Andi sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Aku biasa aja kok! gak papa, tapi seperti nya aku mencium sesuatu, tapi apa ya?" Nina menyindir Kania dan Andi yang belum mandi


"Aku tahu maksud mu apa!" Andi langsung menyadari nya.

__ADS_1


"Dah lah biarin aja dah terlanjur juga di liatin sama orang-orang (terlanjur malu)" Jawab Kania cuek


.


.


.


Ternyata tuan Carlos memutuskan untuk kembali ke kota di mana Cherry tinggal...


Di perjalanan Cherry lebih banyak diam, biasanya Cherry super aktif suka becanda dan bercerita.


"Cherry! kamu kenapa nak, apa ada yang sakit?" Tanya tuan Carlos karena bingung melihat Cherry hanya berdiam diri.


"papi!" Seru Cherry


"Ya nak!"Jawab tuan


"Papi, seperti nya papi sangat membenci kak Kania, memang kak Kania salah apa, dia baik kok sama Cherry!" Cherry tida mengerti dengan sikap papi nya mengapa seperti itu kepada Kania.


membuat tuan Carlos berpikir, ya sebenarnya salah apa Kania, jika Kania menolak nya, bukan kah itu memang hak nya Kania.


Dan juga bagaimana bisa Kania menyukai tuan Carlos, bertemu saja baru beberapa kali.


itu pun selalu terjadi perselisihan di antara mereka.


lebih tepatnya tuan Carlos sengaja menggoda kania untuk membuat Kania kesal kepada.


Dan malah kini tuan Carlos yang menyukai Kania, menerima penolakan dari Kania bukan nya berusaha menumbuhkan rasa cinta di hati Kania untuk tuan Carlos, ia malah berprilaku yang membuat Kania membenci nya.


"papi, kok papi gak jawab pertanyaan Cherry?" Cherry bertanya kembali


"Iya sayang, ya dia (Kania) gak salah apa-apa, papi yang salah" Jawab tuan Carlos


"Jadi Cherry boleh berteman sama kakak Kania, boleh main sama dia lagi?" Cherry terus saja bertanya untuk memastikan


Tuan Carlos mengangguk kepala untuk mengiyakan pertanyaan putrinya


"Hore....!!!" Seru Cherry sumringah.


....


Mohon dukungan nya ya kawan, tinggalkan jejakmu dengan cara like, vote, komen, di kolom komentar di setiap bab nya

__ADS_1


terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2