Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 204


__ADS_3

Alika mendengar dengan seksama cerita Nina, Yang mencurahkan semua isi hati nya yang selama ini ia pendam.


Tentang keluarganya, tentang perasaan nya kepada Andi, mendengar itu semua, Alika bisa ambil kesimpulan bahwa Nina hilang semangat, karena hilang rasa percaya diri nya...


Alika pun berusaha untuk mengembalikan Nina yang seperti biasa, ceria penuh semangat, menyenangkan.


Kemudian alika mulai berbicara...


Untuk memberikan tanggapan nya atas semua cerita Nina.


"Pantas saja semenjak terakhir kita bertemu, kamu terlihat berubah ternyata karena sikap mas Andi...!"


Nina hanya menganggukkan kepalanya tak menjawab.


"Tentang keluargamu, apa mereka mencarimu.. setelah kepergian mu meninggal kan rumah?" Tanya alika memastikan.


Nina menggelengkan kepalanya. Sebagai Jawaban tidak tau.


"Apa kau tidak ingin bertemu dengan keluargamu...?" Alika kembali bertanya.


Nina pun kembali menganggukkan kepalanya tapi kali ini ia menimpali ucapan alika dengan berkata " Ya,,, tapi aku ingin sukses terlebih dahulu setidaknya aku sudah kuliah dan sudah memiliki pasangan sesuai keinginan ayah ku, tapi tentunya kami harus saling mencintai bukan aku hanya di jadikan untuk pemuas napsu semata..." Ucap Nina menimpali ucapan alika.


"Tapi,,,, ingin sukses dan memiliki pasangan seperti yang ayahku inginkan rasanya sulit sekali, aku hanya seorang ART, mana mungkin seorang bos besar mau mencintai ku yang hanya seorang Upik abu..." Sambung Nina pesimis.


Alika tersenyum mendengar penuturan Nina yang terdengar putus asa.


Melihat respon dari alika Nina memicingkan mata mengapa respon nya seperti itu padahal kan Nina kan sedang mengeluh, Alika malah tersenyum mendengarnya.


"Mengapa kamu malah tersenyum...?" Nina protes tidak suka dengan respon yang alika berikan.


"Abis kamu lucu tau nin...!" Alika Malah berguyon.


"Hay! Aku tuh sedang merana, aku lagi sedih ini, apanya yang lucu coba...?" Seru Nina penuh penekanan...


"Ha,,, ha,,, ha,,,, " Alika makin terkekeh melihat Nina kesal.


Dan Nina menjadi makin kesal karena di tertawakan oleh Alika.


"Idih... Kamu nyebelin banget deh! Gak asik tau...!" Nina mendumel kesal.


Alika makin merasa lucu melihat tingkah nina "Ha... Ha... Ha..." Alika tertawa lepas.


Sampai yang di luar kamar bisa Mendengar tawa alika.


Orang yang di luar kamar pun terhenti menghentikan pembicaraan mereka sebab mereka sedang berbincang membahas berbagai macam pembicaraan.

__ADS_1


Mereka saling menatap Mendengar tawa alika. Pasalnya selama ini alika terlihat selalu sendu karena menahan rasa sakitnya akibat cedera yang ia alami karena insiden penyerangan yang dilakukan oleh Fitri.


Karena rasa penasaran mereka menghampiri alika di kamarnya, sebab mereka penasaran apa penyebabnya mengapa alika bisa tertawa lepas seperti itu.


Saat mereka menghampiri alika iya masih tertawa lepas.


Sedangkan Nina sedang duduk berhadapan dengan alika tapi dengan ekspresi wajah yang sebaliknya dengan alika.


Nina malah sedang memelas kepada alika agar berhenti tertawa.


" Hey... Udah dong ketawanya!!!" Ucap Nina karena merasa di tertawakan oleh Alika.


Ketika sudah menghampiri alika dan Nina, mereka yang berada di kamar merasa sangat heran melihat dua sahat yang sedang duduk berdua tapi dengan ekspresi wajah yang terlihat kontras.


"Ada apa ini...?" Tanya Romi.


"Seperti nya seru sekali..." Kemudian Gani ikut menimpali.


Bunda masuk dan ikut kuduk di samping alika lalu mengelus kepala alika yang masih tertawa.


"Liat bunda, m'y honey, semuanya... Wajah Nina lucu sekali...!" Ucap alika menjawab pertanyaan mereka Sambil Tertawa.


Semua menatap wajah Nina karena Mendengar ucapan alika.


Nina langsung cemberut memanyun-manyunkan bibirnya.


Romi menimpali ucapan alika "Honey,,, jangan ngetawain Nina nanti anak kita mirip Nina loh.." Protes Romi.


Karena menurut takhayul jika orang sedang hamil, membenci seseorang atau mengghibah, mentertawakan orang dan semacamnya semua itu bisa menular pada anak dalam kandungan.


"Ya gak papa mirip Nina, Nina kan cantik, baik hati, cerdas sebentar lagi mau wisuda jadi sarjana... dari pada aku kuliah nya gak lulus, malah bikin anak jadinya...!" ucap alika santai.


"Ya masa kita yang bikin malah mirip Nina sih honey... ya gak boleh lah...!" Romi merasa tak terima.


"Ya, terserah yang mahakuasa aja lah yang penting anak kita lahir dengan sempurna, lancar sehat selamat aku dan bayi kita.." harapan Alika.


"Amiin..." Jawab semuanya serentak.


"Oya bisa tinggal kan kami lagi, sebab aku dan Nina ada obrolan kami berdua ada obrolan yang belum selesai..." Pinta alika kepada keluarganya.


mereka pun kembali ke ruangan tamu termasuk Romi.


Nina terlihat masih kesal kepada Alika yang telah mentertawakan nya tanpa Nina tau apa alasannya.


"Kamu sih lika, ngapain tertawa seperti itu... orang - orang kan jadi pada curiga...!" ucap Nina kesal.

__ADS_1


"Ya sorry deh, aku pengen ketawa aja liat muka mu yang sendu cemberut.... jadi aneh aja gitu lihatnya, biasanya kan selalu tersenyum ceria...!" itu lah mengapa Alika Tertawa gemas melihat ekspresi wajah Nina.


"Oalah... karena itu rupanya...!" Seru nina.


"Nina kamu tuh ya, baru kaya gitu aja di gituin sama masa Andi, udah patah hati kaya gitu, apa lagi aku nin... sama tuan Romi di kasari nya parah banget, tapi tuan Romi malah jatuh cinta dan ngejar-ngejar aku...!"


alika membandingkan diri nya dengan Nina.


"Ya itu kan kamu, yang memang sepesial... lah aku...!" jawab Nina yang merasa tidak ada yang bisa di banggakan dari diri nya.


" Nina... sekarang kamu dengerin aku, rubah pikiran mu, jangan berkecil hati tetap jadi diri kamu yang menyenangkan, abaikan perasan mu yang terasa menyakitkan, buat mas Andi terkesan dengan mu yang ceria, ramah dan cerdas...!" alika mengintruksi Nina.


Nina hanya diam tak menjawab pikiran nya mencoba untuk mencerna semua ucapan Alika.


kemudian Alika meneruskan ucapannya "Nina aku yakin kamu bisa menaklukkan mas Andi dengan apa yang kamu punya, hanya sedikit butuh waktu... untuk mu!" alika meyakinkan Nina


"Masa iya sih...!" Jawab Nina tak yakin.


"Ya,, yakin lah pada diri mu sendiri...!" Ucap alika.


"Eeh Lika aku berubah pikiran..!" Nina berbicara dengan nada berguyon.


"Apa ..." jawab alika serius.


"Setelah melihat kakak mu ka Gani, aku gak jadi suka sama mas Andi, aku Sekarang suka nya sama kak Gani aja deh,,, boleh ya...!" Nina seperti sedang meminta restu dan dukungan dari alika.


"Dasar semprul... pikiran nya plin-plan , ya silahkan saja jika suka sama kak Gani tapi saingan nya tuh sama dokter Tasya..."Jawa Alika.


mendengar ucapan alika Nina seperti sedang berpikir.


"Eh seru juga kali ya kalau aku bisa saingan sama dokter Tasya, dan bisa ngalahin dia...!" Nina merasa tertantang.


"huus... ngaur kamu... mau jadi orang ketiga ... pamali, apa bangganya punya sesuatu hasil rampasan...!" alika mengingatkan Nina.


"Dih... gak nyadar diri kamu... kan kamu juga merampas tuan Romi dari tangan nya dokter Tasya" Nina juga kembali mengingat kan alika.


"Apa...?" pekik alika Mendengar apa yang di ucapkan oleh Nina.


"Aku gak merampas ya... tuan Romi sendiri yang suka sama aku..." alika gak terima di bilang orang ketiga.


"Ya sama aja lah...!" Nina tetap kekeuh dengan penilaian nya.


"Nina...!" alika memekik karena kesal.


Dan kembali mengundang rasa penasaran para keluarga nya.

__ADS_1


Lalu mereka segera berhamburan menghampiri alika.


"Ada apa lagi ini...?" Romi begitu panik Mendengar pekikan alika.


__ADS_2