Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 173


__ADS_3

Tidak di pungkiri setelah semua kejadian membuat hati Romi resah dan gelisah, ia juga memikirkan nasib perusahaan akan seperti apa kedepannya tanpa pimpinan nya.


Romi sangat merasa bertanggung jawab atas masa depan perusahaan, Karen ia merasa sudah mendarah daging dengan perusahaan.


"*A*kan seperti apa nasib perusahaan di bawah pimpinan Robert? aku sungguh tidak rela jika perusahaan hancur di tangan nya...!" pikiran Romi terus saja memikirkan akan hal itu.


Sambil duduk di kamarnya sendiri, sementara alika sedang menyiapkan makan siang untuk Romi.


Alika sudah selesai masak di bantu oleh Nina.


Dan kini sedang menyiapkannya.


Tapi saat alika akan membawakan nya ke kamar untuk menyuguhkan nya kepada Romi.


Tiba-tiba saja Romi memeluk Alika dari belakang tubuh nya. membuat alika kaget di buatnya, Alika langsung menoleh ke arah belakang untuk meyakinkan siapa orang yang melakukan hal itu kepadanya.


"m'y honey...!" Gumam alika ketika melihat Romi yang memeluknya.


Romi malah makin erat memeluk alika


"Jangan peluk-peluk,,," alika berusaha melepaskan diri dari pelukan Romi


"Kenapa?" tanya Romi


"Aku bau masakan... Gak pede jadi nya" Alasan alika padahal ia merasa tida enak hati, sebab di sana ada Nina yang juga sedang membersihkan dan membersihkan peralatan bekasnya memasak.


" Nggak kok kamu wanginya sedap" Romi malah menggoda alika.


"Udah lah gak usah banyak gombal, ini mau makan di mana?" Tanya alika yang menyadari gombalan suaminya.


Romi memilih untuk makan di meja makan, karena Romi tidak mau merepotkan alika. padahal alika telah menyiapkan nya untuk di bawa ke kamar.


Saat mereka berdua sedang makan siang di meja makan, mama Ranti datang dan langsung menghampiri Romi dan alika.


"Mama!" Seru alika ketika melihat mama Ranti menghampiri mereka di meja makan.


Kemudian alika langsung bangkit dari duduknya untuk menyiapkan makan untuk mama Ranti, tapi Romi menarik tangan alika sebagai isyarat untuk tetap duduk, "biar Nina saja, yang menyiapkan makanan untuk mama!" Romi melarang alika, lalu memanggil Nina untuk melakukan apa yang akan alika lakukan tadi.


"Romi, kamu tidak apa-apa nak!" Seru mama Ranti mengkhawatirkan kondisi Romi.

__ADS_1


"Mama lihat kan aku baik-baik saja!" Jawab Romi datar.


"Ya syukurlah...!" Mama Ranti berucap lirih, sebab sebenarnya Mama Ranti lah yang tidak sedang tidak baik-baik saja.


Mama Ranti begitu sedih menyaksikan Romi terusir dari perusahaan milik nya sendiri, yang Romi sukses kembangkan sampai tembus luar negeri.


"Romi, mama mohon kepada mu untuk tetap bertahan di perusahaan nak, kita lawan bersama-sama Robert, kita pasti menang..." mama Ranti berharap Romi mau kembali lagi ke perusahaan.


Tapi Romi tetap kekeuh dengan pendirian nya, dan mengatakan semua alasannya.


Ketika mendengar semua penjelasan Romi, Mama Ranti mengerti semua kekhawatiran Romi, mama Rantai pun tak lagi bisa berkata.


Dan hanya bisa menangis.


Alika menggenggam tangan mama Ranti untuk menguatkan nya.


Lalu Romi pun mengikuti apa yang alika lakukan ikut menggenggam tangan mama Ranti.


Dan saat itu juga Andi dan Kania masuk dan menyaksikan adegan berpegangan tangan antara alika, mama Ranti dan Romi.


"Kalian lagi ngapain? pegangan tangan kaya begitu, seprti orang mau nyebrang di pinggir jalan raya aja,,," Celetuk Kania melihat pemandangan yang terlihat sendu, sontak merubah suasana ketika kedatangan Kania dengan Celetukan.


"Kamu ngapain kesini?" Tanya Romi kepada Kania sengaja ingin menggoda Kania


Karena setelah menikah dengan tuan Carlos Kania tinggal di apartemen tuan Carlos, bersama Cherry.


Kania begitu kesal mendapat pertanyaan dari sang kakak " Apa maksudnya kakak bicara seperti itu, gak boleh aku kesini!"


"Nanti suami dan anak mu mencari mu...!" jawab Romi mengalihkan pembahasan mama Ranti agar jangan membahas perusahaan saat itu.


"Iya kali... aku harus mendekam terus di apartemen si tua ****** itu..." Ucap Kania makin emosi.


"Husst,,,gak boleh begitu dia sekarang suami mu!" Mama Ranti mengingatkan.


"Eeeh,,, kok kalian semua ada di rumah jam segini tumben sekali, bukankah ini masih jam kerja?" Tanya Kania heran ketika menyadari keanehan.


mama Ranti dan Romi beserta alika hanya saling memandang.


"Kenapa mah?" Kania kembali bertanya kepada Mama Ranti.

__ADS_1


Dan Andi yang menjawab " Terjadi huru hara di perusahaan" jawab Andi sambil berlalu ngambil air minum karena ia baru saja kembali dari kamarnya.


"Huru hara,,, huru hara apa?" tanya kania makin penasaran.


kemudian Andi menceritakan semuanya apa yang telah terjadi di perusahaan kepada Kania.


Dan di dengarkan oleh semua orang.


"Lalu kalian ngapain malah di sini semuanya, membiarkan papa sendiri di sana, makin leluasa dong si robek itu ( sengaja julukan Kania buat Robert) " Kania mengingatkan.


Kania pun sama dengan yang lain nya menanyakan mengapa Romi bisa selemah itu kepada Robert.


Kemudian mama Ranti mengatakan apa alasan Romi, sesuai dengan apa yang Romi katakan kepada nya.


"Oo,,, iya juga sih" Kania memahami alasan Romi memilih untuk mengalah


"sekarang tugasnya kak Andi yang harus jadi benteng pertahanan di perusahaan, di bantu mama dan papa..." Saran Kania.


"Ayok kak Andi atur strategi bersama kak Romi, mama dan papa,,,," Kania memberi semangat.


"Sekarang rencanamu apa nak" Tanya mama Ranti kepada Romi.


"Aku akan membawa alika pulang ke kotanya, untuk tinggal di villa, keluarga nya bisa datang menemaninya kapanpun mereka mau!" jelas Romi.


"Lalu kamu...!" Andi meneruskan bertanya


"Saya akan meneruskan bisnis saya di sana, yang baru saja di didirikan, yang bekerja sama dengan Nurul iman" Rencana Romi


Bisnis tempat rekreasi, dengan tujuan pendidikan, yang mana di sana di garap perkebunan berbagai macam tanaman, sayuran, buah-buahan dan obat-obatan juga ada, untuk di jadikan penelitian oleh para pelajar, dan hasil perkebunan juga bisa di jual belikan atau di pasarkan.


"Kalian mau ninggalin mama!" Mama Ranti begitu sedih mendengarnya.


"Masalah perusahaan saya serahkan kepada mu Andi, waktunya kamu untuk membuktikan diri kamu mampu lebih dari saya, jangan kalah oleh Robert, perusahaan itu hasil kerja keras kita semua jangan biarkan Robert menghancurkannya begitu saja!" pesan Romi kepada Andi.


"Jika ada yang tidak di mengrti, atau kendala, kamu bisa bertanya kepada saya, insaallah saya akan membantu mu sebisa saya" Romi memberi semangat kepada Andi bahwa Romi tetap bersama mereka.


"Mama gak usah sedih, Mama bisa mengunjungi kami kapan pun mama mau, di sini juga masih ada Kania dan Andi yang akan menjaga dan menemani Mama..." pesan Romi untuk mamanya.


"Tapi Romi.... Mama tidak mau jauh dari anak-anak Mama, sudah cukup mama terpisah dari Erdytha kakakmu, dari sejak dia masih kecil, sekarang Mama tidak ingin jauh dari siapa pun anak-anak mama termasuk dengan alika juga" mama Ranti tidak rela harus di tinggalkan oleh Romi dan alika.

__ADS_1


__ADS_2