Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 162


__ADS_3

Sudah di putuskan hari ini Romi beserta istri dan yang lainnya pulang ke kota asalnya,


Sekitar tengah hari, mereka sampai di rumah. Mama , papanya Romi, dan juga Kania sudah menunggu di rumahnya.


Mereka akan membahas pernikahan yang sangat dadakan (seperti tahu bulat di goreng dadakan).


Bagi mereka ini bukan perkara enteng, pernikahan akan mengikat Kania merubah setatus Kania, ini menyangkut masa depannya. Karena usia Kania yang masih sangat belia.


Kania baru selesai ujian bahkan ijazah pun ia belum mendapatkannya.


Tuan Carlos mengusulkan pernikahan di bawah tangan, dan di rahasiakan hanya untuk setatus di depan Cherry putrinya yang menuntut adanya pernikahan antara tuan Carlos dan Kania, keinginan Cherry tersebut berpengaruh pada kejiwaannya jika tidak terpenuhi.


Karena tidak mau memberatkan atau mengikat Kania.


Jadi Kania tetaplah Kania seperti biasanya bisa bebas kemanapun ia mau, melakukan apapun yang ia suka.


Tuan Carlos juga berjanji tidak akan menuntut apa pun dari Kania, bahkan ia mengijinkan Kania memiliki hubungan dengan pria lani, meski nanti sudah terjadi pernikahan di antara mereka (Kania dan tuan Carlos).


Sebab tuan Carlos ingin melakukan pernikahan ini benar-benar murni demi Cherry tidak mencari ke Untung apapun dari Kania maupun keluarganya.


Awalnya Kania menerima usulan itu, karena ia tidak mau terikat dengan tuan Carlos.


sedang kan kedua orang tua nya belum bisa memutuskan apapun sebelum mereka bicara dengan keluarga yang lainnya (kakak-kakak Kania)


Tapi lain halnya dengan pemikiran Romi dan alika.


....


Sesampainya di rumah kedatangan Romi dan yang lainnya di sambut meriah oleh mama Ranti dan Kania, karena papa Bagas lebih banyak diam (itu memang sipat aslinya). Beda dengan mama Ranti dan Kania yang selalu heboh.


"Hanya,,, apa kabar kalian semua!" Sambutan dari mama Ranti menyambut mereka semua, lalu memberikan pelukan cipika, cipiki.


Tanpa terkecuali termasuk pada Nina, meskipun hanya sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumahnya, Mama Rantai tetap memperlakukan Nina seperti anak-anaknya yang lain tidak membeda-bedakan nya.


Para pegawai lain yang bekerja di rumah itu, membantu memasukan barang-barang bawan mereka ke dalam rumah.


Tapi Romi dan alika memilih untuk tidak membuka nya terlebih dahulu untuk di bagi-bagi kan ke pada para keluarga dan para pegawai yang bekerja di rumah itu sebagai oleh-oleh.


Romi dan alika lebih memilih untuk membahas mengenai pernikahan Kania dan tuan Carlos, karena menurut Romi itu lebih penting, dan itu pula alasan mengapa mereka lebih cepat kembali dari jadwal yang sudah di tentukan.

__ADS_1


Sebenarnya mama Rantai menyarankan agar mereka semua beristirahat dahulu biar nanti setelah mereka istirahat barulah membahas masalah itu.


Tapi sembari duduk bersama dan minuman teh serta kopi, Romi membuka pembicaraan.


Bagaimana rencana pernikahan Kania.


Papa Bagas menyampaikan apa yang telah di usulkan oleh tuan Carlos.


Dan Kania menyetujui karena tidak memberatkan atau tidak merugikan bagi Kania.


"No,,, saya tidak setuju dengan pernikahan macam itu, Kania akan tetapi di rugikan dalam Maslah setatusnya" pendapat Romi ketika mendengar apa yang di sampaikan tentang usulan dari tuan Carlos.


"Mengapa begitu!" Perotes Kania


"Kania tetap harus melakukan pernikahan secara legal baik hukum maupun agama, atau pernikahan tidak terjadi sama sekali itu pilihannya" Romi menegaskan


"Kakak pengen aku nikah muda menjalankan rumah tangga sama orang yang aku gak suka, kak aku ini berhak untuk bebas. Aku pengen kuliah masih pengen main,,, nongkrong sama temen-temen aku, nah,,, kalau mereka Taunya aku udah nikah mana mau mereka ngajak-ngajak aku, apa lagi suamiku tuan Carlos tau ******" Kania kembali perotes mendengar penegasan dari Romi.


Andi sangat geram mendengar perotes dari Kania, yang tak sabar mendengarkan.


"Diem dulu dengerin!!! kak Romi kan belum sesuai ngomong belum menjelaskan apa maksudnya" Andi menyela menghentikan perotes nya Kania.


Semua memandang ke arah Kania yang terlihat kesal.


"Nia jika ingin perotes nanti setelah semua pendapat di sampaikan, kita ambil jalan tengah mana yang terbaik untuk mu" alika mencoba menenangkan Kania.


"Jika keputusan tidak sesuai dengan keinginanmu barulah kamu boleh perotes, dan sampaikan apa alasannya" Sambung alika agar Kania lebih paham


"Percayalah kami semua di sini untukmu, bela-belain cepat-cepat pulang hanya untukmu, hanya demi kamu!!! jadi kami tidak akan mengambil keputusan yang akan merugikan mu,, atau akan menyakitkan untukmu" Romi meyakinkan Kania


"Kita juga gak rela kali dek,,,, kamu di rugikan atau malah di sakit!" Celetuk Andi membuat hati Kania terharu, menyadari keperdulian semua keluarga kepadanya.


Meskipun Romi bukan Kakak sedarahnya, dan terlihat sangat cuek kepada keluarga, tapi Romi sangat menyanyi semua anggota keluarga, terlihat dari keperduliannya terhadap keluarga.


Raut wajah Kania berubah menjadi sendu,


Dan terlihat menitipkan air mata.


Alika yang duduk di sebelah nya merangkul pundak Kania sebagai tanda sebuah dukungan bahwa Kania tidak sendiri.

__ADS_1


Kania malah memeluk alika sambil terisak.


"Hhhmm,,, malah derama" gumam Andi


Dan malah membuat papa Bagas, Romi dan mama Ranti Tersenyum lebar.


Selalu saja tingkah Andi dan Kania mewarnai kebersamaan mereka.


Setelah mengurai pelukannya dan Kani sudah lebih tenang.


Romi kembali memulai pembicaraannya.


Semua orang terdiam mendengarkan pembicaraan Romi.


"Jadi begini,,, pernikahan harus tetap sah di mata hukum dan agama, untuk apa,,,,! untuk ke Keuntungan kania,,, sebab kedepannya kita tidak tau apa yang akan terjadi, sebuah perasaan dan hasrat bisa tumbuh kapan saja, bisa saja kalian khilaf melakukan kewajiban yang seharusnya dalam rumah tangga..." Ucapan Romi terhenti.


Kania kembali memotong pembicaraan "Iiih amit-amit..." Sambil bergidik seakan jiji membayangkan nya.


Andi meletakan telunjuk di bibirnya memberi isyarat kepada Kania agar tetap diam.


Kania langsung memanyunkan bibirnya ketika mendapat peringatan dari Andi.


melihat itu semua, yang sedang serius pun akhirnya mengulum senyum melihat tingkah Andi dan Kania, termasuk Romi dan papa Bagas.


kemudian Romi melanjutkan kembali ucapannya.


"Sampai mana tadi, saya lupa?" Tanya Romi sambil mengingat-ingat pembicaraan terakhirnya karena terpotong oleh Kania.


"Tuh kan,,,, makanya diem!!!" Andi menyalahkan Kania, karena selalu memotong ucapan Romi.


"Lu juga diem,,, kak Andi juga ngoceh terus dari tadi!" Kania selalu tidak terima jika di salakan oleh Andi.


mereka berdua (Andi dan Kania) malah saling menyalahkan.


membuat semua orang geram di buatnya karena tingkah laku aneh mereka.


Itulah Andi dan Kania jika sudah bersama, sebentar bikin haru, lalu bikin ketawa, kemudian bikin kesal.


"Lalu ini mau di terusin apa gak!" Romi mulai kesal dengan tingkah adik-adik Nya.

__ADS_1


Dan hendak beranjak dari tempat duduknya, namun di tahan oleh alika dengan menarik tangannya agar kembali duduk.


Melihat Romi yang sepertinya mulai kehilangan moodnya karena tingkah mereka berdua. akhirnya Andi dan Kania diam seribu bahasa.


__ADS_2