
Di pagi hari, saat semua keluarga Rahardian sedang bersiap untuk memulai aktivitasnya.
Tiba-tiba terdengar suara bel pintu berbunyi ada seseorang yang datang bertamu di pagi hari.
Nina yang membukakan pintu menyapanya " Selamat pagi! ada perlu apa, dan perlu dengan siapa?" Sapa Nina dan bertanya untuk memastikannya.
"Kami ingin bertemu dengan Romi, apa dia ada,,,?" Jawab orang itu angkuh
"Ya ada, silahkan masuk saya panggilkan dulu tuan Rominya" Lalu nina mempersilahkan nya masuk.
Kemudian Nina langsung bergegas menuju kamar Romi untuk memberitaukannya bahwa ada tamu yang mencarinya .
"tok, tok, tok," Suara pintu di ketuk.
"Siapa?" Tanya Romi dari dalam kamar.
"Saya tuan...!" Seru Nina menjawab pertanyaan Romi.
"Ya ada apa Nina!" tanya Romi lagi ketika sudah menghampiri Nina di depan pintu.
"Ada orang yang mencari tuan" Nina memberitahu.
"Siap?" Tanya Romi curiga.
"tuan yunas dan tuan Robert kalau tidak salah. tuan!" Nina memberitahu
"Yunas, Robert" Gumam Romi ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh Nina.
"Baiklah nanti saya akan menemui mereka" kemudian Jawab Romi.
Nina berlalu meninggalkan Romi, sedang Romi masuk memberitahu alika akan kedatangan yunas dan Romi.
"Ada apa m'y honey?" Tanya alika bertanya kepada Romi saat Romi masuk kembali ke dalam kamar.
"Yunas dan Robert datang kemari mencariku"
Jawab Romi
"Mau apa mereka sepagi ini!" Alika curiga.
"Entahlah,,," Ucap Romi sambil sambil mengangkat dua bahunya.
"Ayok honey kita keluar menemui mereka!" Romi mengajak alika.
"Oke baiklah..." Alika telah bersiap.
__ADS_1
kemudian mereka berdua (Romi dan alika) menemui Robert dan yunas yang telah menunggu sedari tadi.
"Tumben sekali bertamu sepagi ini!" Seru Romi tanpa basa-basi lagi.
mendengar seruan Romi yunas langsung bangkit dari duduknya lalu di ikuti oleh Robert.
"Selamat pagi tuan, nona..." Sapa Yunas saat Romi dan alika sudah berada di hadapan mereka.
"Pagi..." Hanya alika yang menjawab sapaan yunas.
"Hay,,, alika apa kabarmu?" Robert menyapa alika dengan senyum jahatnya.
"Alhamdulilah saya baik" Jawab Alika dengan ekspresi wajah datar. biasanya Alika selalu ramah kepada semua orang.
Tapi kali ini alika begitu tegang melihat gelagat Robert sepertinya kedatangannya dengan maksud tidak banyak, di tambah alika masih mengingat jelas kelakuan Robert kepadanya yang berusaha melecehkannya.
"Ternyata kau sedang mengandung, andai saja saat itu saya berhasil tidur dengan mu, mungkin anak yang kamu kandung sekarang itu anakku" Celetuk Robert merendahkan alika
Alika membulatkan matanya ketika mendengar ucapan Robert ia begitu syok, dan merasa jijik Mendengarnya.
begitu juga dengan Romi ia sangat marah, mendengar istrinya di rendahkan, ternyata mengajak alika bersamanya menemui Robert adalah suatu kesalahan besar. sebab Robert memiliki kesempatan untuk menghina dan merendahkan alika.
Romi mengeraskan rahangnya, dan mengepalkan tangannya, menahan emosinya.
Alika langsung menggenggam tangan Romi.
sambil berucap "Ya untung suami saya selalu siaga menjaga saya kapanpun dan di manapun, sehingga orang-orang jahat tidak dapat menyentuh saya" Alika membalas ucapan Robert dan membanggakan Romi.
Untuk meredam emosi Romi.
Ya, tindakan alika cukup berhasil membuat Romi bisa mengontrol emosinya.
"Sudahlah tidak usah banyak basa-basi lagi, sebenarnya apa tujuan kalian berdua datang kesini pagi sekali" Romi to the point.
Karena Romi tau pasti ada tujuan yang tidak baik di balik kedatangan mereka.
"Hahaha..." Robert malah tertawa jahat, mendengar ucapan Romi.
"Saya suka sekali dengan sifat tidak sabaran mu, ya memang betul banyak basa-basi hanya akan membuang-buang waktu saja" kemudian ucap Robert.
Padahal dirinya yang masih saja mengoceh membuang-buang waktu.
Romi hanya diam karena Romi tau Robert sedang menguji kesabaran nya.
"Saya ingin kamu serahkan berkas-berkas yayasan Nurul iman kepada saya, karena kamu membeli tanah itu dengan uang perusahaan dan atas nama perusahaan" Itulah tujuan Robert. ia ingin Romi benar-benar hancur.
__ADS_1
karena ia pikir hanya menyingkirkan Romi dari perusahaan itu tidak membuat Romi sengsara, ia masih punya banyak aset lainnya.
Jadi Robert berpikir kerasa bagaimana caranya untuk membuat Romi benar-benar hancur.
Mendengar ucapan Robert, Romi langsung menatap yunas yang sedari tadi menundukkan kepalanya.
Romi curiga yunas ada di balik keserakahan Robert, karena tidak mungkin Robert tau masalah yayasan Nurul iman.
karena Romi telah menghibahkan tanah itu kepada ayah Bayu untuk di dirikan nya yayasan, awal memang Romi membeli tanah itu atas nama perusahaan. tapi ketika akan di hibahkan Romi mengembalikan uang perusahaan dan menggantinya dengan uang pribadinya.
Namun kini di salah artikan oleh Robert, menganggap tanah itu milik perusahaan dan Robert ingin menguasainya.
"Tidak, yayasan Nurul iman tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan, karena saya sudah mengganti uang perusahaan untuk membeli tanah itu dengan uang pribadi saya" Romi menjelaskan.
"Tanah itu juga sudah saya hibahkan untuk yayasan Nurul iman, jadi jangan coba-coba mengusik anak-anak yatim-piatu yang sedang menimba ilmu di sana!" Tegas Romi.
"Oke,,, saya tidak akan mengusiknya, tapi serahkan semua aset-asetmu yang lain" Tawar Robert.
"Apa maksudmu?" Romi tidak mengerti.
"Serahkan, mobil-mobil mewah mu dan rumah dan apartemen yang kamu beli dengan uang perusahaan atas namamu" Robert memperjelas maksudnya.
Romi benar-benar merasa geram mendengarnya.
"Kurangajar..." Romi mengepalkan tangannya, lalu mencekal kerah baju Robert dan hampir menghantamkan tinjuan nya ke wajah Robert.
Namun alika menjerit histeris membuat Romi mengurungkan niatnya dan bisa menahan tinjuan itu.
Robert sudah sangat siap dengan apa yang akan Romi lakukan kepadanya. karena Robert sedari tadi memang sengaja memancing emosi Romi agar menyerangnya, karena Robert tetap ingin memenjarakan Romi.
Sesungguhnya dari awal Robert tidak tertarik dengan perusahaan, dengan Maslah harta kekayaan keluarga ibunya, karena ia pikir ia bisa berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun.
Hanya saja Robert selalu merasa di bandingkan dengan Romi sedari ia kecil, sehingga timbul rasa iri kepada Romi, di tambah lagi Romi berani melawannya dan memenjarakan nya, karena itu Robert merasa ia telah benar-benar kalah oleh Romi.
Dan timbul dendam di hatinya dan ingin membalas semua rasa dendamnya.
Dengan cara membuat Romi sengsara, mengambil semua yang telah menjadi hak Romi. termasuk alika.
Sebab Robert juga sangat menyukai alika dari semenjak pertama melihat alika.
Apa lagi melihat alika sedang hamil mengapa Robert begitu tertarik melihatnya, alika terlihat begitu seksi di matanya, padahal alika memakai pakaian tertutup.
"Alika biarkan Romi menghajar ku, karena dengan begitu aku bisa jadi kan itu bukti untuk memenjarakannya, aku mengambil semua hartanya dan kita bisa menikah, jangan khawatir alika aku bisa membahagiakan mu dan memuaskan mu" Pikiran jahat Robert.
......,..
__ADS_1