
" Fahri...!" Ucap alika
Ya Fahri,,,, kekasih alika, sebenarnya Fahri sudah tiba di sana beberapa waktu yang lalu, namun ia memilih menunggu alika keluar, karena fahri yakni pasti akan mengantar kan kakak kakaknya ke mobil.
Dan memang benar dugaan Fahri, alika benar benar keluar, tapi Fahri tetap menunggu sampai kakak kakak alika pergi karena Fahri ingin mendengar penjelasan alika langsung dari mulut nya, karena kakak kakak nya akan selalu membela alika bahkan tidak akan memberikan kesempatan alika untuk berbicara.
Karena alika hanya mematung seakan tak berdaya, kemudian Fahri menghampiri alika...
Ya alika benar benar merasa tidak punya kekuatan lagi untuk bergerak, tubuh nya gemetar, menahan segala rasa, ekspresi wajah nya benar benar sendu ia bingung harus berbuat apa, ingin rasanya alika memeluk Fahri karena ia sangat merindukan nya, tapi ia takut, dengan rasa kecewa yang di rasakan oleh Fahri.
" Apa kabar mu...?" Fahri
" Ba- baik..." Jawab alika
" Ooh pengantin baru...!!!" Ucap Fahri seakan meledek alika
Deg... Hati alika terasa sangat sakti mendengar nya
" Jangan begitu yang...!" Ucap alika kepada Fahri
Fahri tersenyum sinis.
Romi merasa cemburu mendengar alika menyebut Fahri dengan sebutan "yang"
" Apa kita bisa bicara,,,!" Ucap Fahri
Alika menatap wajah Romi yang ada di sebelah nya seakan meminta izin untuk memberi nya waktu.
Romi mengrti tatapan mata alika.
" Ya memang kalian harus bicara dan menyelesaikan semua nya, tapi tidak sekarang, karena ini sudah malam, alika butuh istirahat, mungkin besok, kalian bisa atur waktu dan tempat!" Ucap Romi karena alika memang terlihat sangat lelah.
Fahri hanya diam tidak menjawab nya
Dan Romi anggap fahri setuju dengan yang di ucapkan nya.
Kemudian Romi kembali merangkul bahu alika dan menggiring nya untuk ikut dengan nya.
" Yang,,, kamu tegas sekali sama aku,,,,!!! Salah apa aku sama kamu..." Ucap Fahri menghentikan langkah alika yang baru saja berbalik dan baru akan melangkah meninggalkan nya
Mendengar ucapan Fahri seketika itu langkah alika terhenti.
Lalu kembali berbalik ke arah Fahri
" Kamu gak salah,,, aku yang salah sama kamu... Maafkan aku yang!!!" Alika
" Kenapa yang kamu gak jujur sama aku,,, di malam itu, sebelum kamu menikah dengan tuan ini, dan sebelum kamu pergi dengannya, kita masih bicara tentang rencana pernikahan kita, kamu minta untuk menunda sampai urusan kamu selesai dan kamu kembali, tapi kenapa kamu malah menghianati ku,,," fahri
" Sebenarnya aku akan bicara saat aku akan pergi, tapi kamu malah tidak datang saat itu, yang,,,! percayalah saat itu pikiran ku buntu, aku gak tau apa yang harus aku lakukan, dan rencana nya aku akan mengatakan semua nya setelah semua nya selesai, tapi semua itu terjadi dengan sendirinya aku pikir semua akan tetap jadi rahasia, selama urusan belum selesai, tapi malah seperti ini, yang aku percaya sama kamu, bawa kamu percaya kesetiaan ku...! " alika
" Ya aku sangat percaya kepada mu, dan akan selalu menerima mu apapun keadaan nya, karena aku sangat mencintaimu karena itu juga aku sangat terluka, tapi bagaimana dengan Abi dan ummi keluarga ku yang...! Apa kata orang jika aku tetap menunggu mu, dan aku harus menjadi penyebab perpisahan mu dengan nya." Fahri
__ADS_1
" Lalu aku harus apa yang,,, aku tak berdaya" alika
" Harus kah aku jadi anak durhaka dan menentang keluarga ku, untuk bisa dengan mu karena aku tidak bisa hidup tanpa mu"
Fahri
" Heey lebih sekali anda,,, tuan yang"
Ucap Romi mendengar ucapan Fahri yang terdengar sangat geli di telinga nya
Tanpa Romi sadari ia pun akan mengalami BUCIN seperti Fahri bahkan lebih parah dari Fahri.
Alika baru sadar bahwa di sana ada Romi suaminya, tidak pantas bagi nya memanggil Peria lain dengan sebutan "yang" atau "sayang" di hadapan suaminya sendiri.
Merasa dirinya di ledek oleh Romi, Fahri menghampiri nya, "apa maksud anda"
Alika berusaha mencegah nya takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
" Fahri aku mohon tinggalkan aku,,, jangan jadi pendosa gara gara aku atau gara gara hal ini, Terima kenyataan." Ucap alika sambil mencegah Fahri agar tidak menghapir Romi.
" Apa kamu bilang,,? Kamu membela nya kamu tau ini semua dialah penyebab nya, di yang telah mengatur semua nya, kamu tau dia siapa, di adalah pemilik Nurul iman, mungkin dengan menjadi kan kamu sebagai istri nya, dengan mudah dia akan mengambil Nurul iman..." Karena emosi nya terpancing Fahri hilang kendali bicara tidak terkontrol
" Heey jaga ucapan mu tuan yang..." Romi menirukan sebutan alika kepada Fahri,
"Jika saya mau dari awal saya dengan mudah menggambil yayasan itu, tidak perlu pakai terik apapun." Romi pun mulai terpancing emosi nya
Begitu pun dengan Fahri makin terpancing emosi nya.
Fahri memang sedang kacau dari awal ia sangat membenci Romi karena telah merebut Alika dari nya di tambah ucap Romi yang seakan mengolok olok nya membuat Fahri hilang kendali.
Mendapat pukulan dari Fahri Romi tidak tinggal diam tentu saja Romi melindungi diri, dengan cara membalas kembali memukul Fahri,
Alika fanik bukan main berteriak supaya mereka menghentikan perkelahian tapi tidak di dengar kan oleh kedua Peria itu.
Malah Tasya yang tiba tiba datang dan menampar alika dengan keras nya sampai sudut bibir alika mengeluarkan darah saking kerasnya tamparan Tasya,
" Perempuan murahan,,, pake pelet apa kamu sampei bisa bikin ayang Omi takluk sama kamu..." Tasya mencaci maki alika.
Dan menyerang alika
Setelah mendengar jeritan alika baru lah Romi dan fahri menyadari bahwa alika mendapat serangan dari Tasya,
Dengan sigap Fahri berdiri di depan Tasya membelakangi alika dan menjadi perisai bagi alika, lalu Romi menahan dan menarik tubuh Tasya yang berutal agar menghentikan serangannya nya, saking berutal nya Tasya seperti orang kesurupan, Romi dan fahri sampai kewalahan menanganinya,
Romi sapi refleks menampar Tasya agar Tasya menghentikan serangannya.
Saat menerima tamparan dari Romi baru lah Tasya berhenti berusaha menyerang alika.
" Tega sekali kamu ayang Omi sama aku, bertahan tahun aku menunggu mu tapi apa yang kamu lakukan kamu menghancurkan harapan ku, kamu membuat aku sakit hati..." Ucap Tasya kepada Romi karena merasa sangat di kecewa kan
" Maaf Tasya bukan kah dari awal saya sering bilang, jauhi saya, carilah kebahagiaan mu sendiri, karena saya tidak pernah mencintai mu,,,! Saya juga sering mengingatkan jangan salah kan saya, jika suatu hal ini terjadi!" Ucap Romi mengingatkan Tasya
__ADS_1
Mendengar ucapan Romi Tasya kembali histeris, kebetulan pak Edy datang, karena mendengar keributan lalu pak Edy mendekati nya, melihat pak Edy Romi minta tolong agar membawa Tasya pergi dan kebetulan mama Tasya pun datang, karena dia sedari tadi mencari Tasya.
Tasya izin kepada mama nya ingin ke toilet, sebelum pulang, semtara mama Ranti, papa Bagas, dan yang lainnya sudah tidak ada di sana sudah pulang.
Dan ternyata Tasya malah melihat alika sedang meminta tolong untuk menghentikan perkelahian Romi dan fahri,
Seketika itu juga Tasya langsung menyerang alika.
Pak Edy membawa Tasya pergi di bantu mama nya Tasya, menenangkan nya.
Setelah Tasya pergi...
Fahri menenangkan alika yang syok melihat perkelahiannya dengan Romi, di tambah serangan dari Tasya.
" Yang kamu baik baik aja kan" Fahri memastikan alika tidak apa apa
" Bibir mu berdarah " Romi hawatir melihat sudah bibir alika berdarah
" Fahri tolong pergi,,, dan lupakan semua nya tentang kita, mungkin ini yang terbaik untuk kita,,,,!" Alika mengambil keputusan melepaskan Fahri walaupun ada kegetiran di hati nya tapi alika telah berpikir matang, jika terus memberi harapan kepada Fahri alika akan semakin merasa bersalah.
Dan setelah gosip tentang alika tersebar keluarga Romi tidak akan dengan mudah nya menerima alika seprti dulu, karena alika kenal betul keluarga Fahri seperti apa,
Jika mempertahankan hubungan nya dengan Fahri pun akan percuma, hanya akan menambah beban nya saja.
Masalah luka biarlah waktu yang akan mengobati nya alika pun sudah terlanjur terluka, karena rasa bersalah nya kepada Fahri, karena telah mengkhianati nya.
" Pergi lah..., Dan jika mungkin, maaf kan aku" ucap alika lirih
Membuat hati mereka tersayat sayat...
" Yang pikirkan lagi aku gak bisa menerima ini semua,,,!"
" Jika kamu sayang sama kamu, dengarkan semua kata kata Abi, dan ummi mu, mereka selalu tau yang terbaik untuk mu, berjanji lah Fahri..." Ucap alika
Fahri hanya bisa menangis menerima keputusan alika, yang tidak ingin mempertahankan hubungan mereka,
Karena alika terus saja meminta Fahri untuk pergi, dan akhirnya Fahri pun bangkit dengan langkah gontai untuk mengambil motor sport nya, tak tau harus apa dan pergi ke mana fahri benar benar kalut.
Dan setelah pergi dari sana Fahri hanya duduk di pinggir jalan mengenang kebersamaan nya bersama alika, rencana rencana indah yang telah mereka rancangan berdua... membuat Fahri seprti orang gila tersenyum lalu menangis sendiri mengenang semuanya...
*tenang ya fahri ada othor yang akan mengobati luka hati mu....🤭
haay,,,,🖐️ reders komen dong menurut kalian Fahri cocok nya Ama siapa ya kasih masukan dong...!!!
apa cocok nya Ama othor ya !!! 🤔 😅*
**bisa ya...
jangan lupa ritual nya reders like, vote, komen dong jangan diem diem Bae... supaya othor semangat menghalu nya....🤭
terimakasih 🙏 buat kalian semua 😘😘😘**
__ADS_1