
dengan tergesa, Romi menghampiri dua wanita yang sedang menatap nya dengan tatapan terperangah karena syok mendapati Romi membuka pintu dengan cara kasar.
setelah mendekati alika Romi menyentuh kening Alika memeriksa suhu tubuh nya.
dan langsung berusaha membopong alika untuk ia bahwa berobat.
tapi alika menolak dan memberontak...
" CUKUP,,,! Hentikan...!" teriak alika menyetop pergerakan Romi yang memaksa membawanya berobat
sehingga berhasil membuat Romi diam dan menatap alika
"Anda kenapa sih selalu berbuat sesuka anda,,,? udah buka pintu kaya orang kesambet, masuk secara tiba-tiba...! pake maksa maksa saya ngajak berobat,,,! anda kenapa, ada apa...?" seperti nya emosi alika sudah memuncak.
" Saya hawatir sama kamu honey,,, saya takut kamu kenapa-napa,,,!" Romi masih terlihat menghawatirkan kondisi alika
"Emang saya kenapa...?" Alika masih sewot
"Saya lihat kamu muntah muntah dan terkulai lemas... jadi saya mau ngajak kamu berobat !" ucap Romi
"Anda tau dari mana...?" tanya alika curiga dan menatap Nina
" Ya di sini kan banyak CCTV jadi aku tau semua aktivitas di sini gak usah bingung...!" jawab Romi
tapi alika tidak percaya karena di kamar Bu sari tidak ada CCTV, alika curiga sama Nina karena yang tau alika muntah muntah cuma Nina dan itu karena ulah nya.
Alika menatap Nina dengan tatapan seakan mengintimidasi nya.
Nina mengrti dengan tatapan alika dan akhirnya ia mengakui perbuatannya..
"Lika maafin aku,,, aku cuma mau buktin kalau tuan Romi sangat menyayangi mu, dia sangat menghawatirkan mu, aku cuma gak mau ada salah paham di antara kalian...!" Nina menjelaskan apa maksudnya
" Cukup,,,! ✋ dan terimakasih Nina...!" Alika menyetop ucap Nina seakan sangat kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Nina.
__ADS_1
" Okeh,,,! saya permisi...!" Dengan rasa bersalah tidak enak hati kepada alika Nina pamit keluar.
sementara Romi baru saja akan melangkah keluar mengikuti Nina, karena melihat emosi alika yang sedang tidak setabil Romi pikir, bicara pun tidak akan ada penyelesaian nya jika sedang dalam emosi tinggi.
" Tunggu tuan...!" Alika menghentikan langkah Romi yang hendak keluar.
" Anda bilang anda kawatir sama saya ?, bukan kah ini yang anda inginkan dari saya, bukan kah anda pernah bilang,,,! kenapa saya gak mati sekalian dalam kecelakaan bersama Bu sari...! inikah cara anda membunuh saya secara perlahan karena menginginkan kematian saya... berulang kali, bertubi-tubi anda sakit hati saya...! 😭😭😭" Alika bicara dengan nada rendah namun dengan derai air mata, alika sudah tidak bisa mengontrol diri agar lebih tenang, walaupun sudah berusaha namun hati dan perasaan nya yang berbicara melalui air matanya mengalir mengikuti setiap kata yang terucap dari bibirnya.
" Alika cukup jangan ucapkan hal apapun lagi, saya mohon jangan menangis, saya tidak sanggup melihat mu menangis...!" Romi makin merasa bersalah
" Tolong beri saya alasan dan penjelasan mengapa anda selalu membuat hati ku sakit tuan, omong kosong tuan ! anda tidak sanggup melihat saya menangis 😭, anda pikir saat anda meninggalkan saya di malam pertama kita hati saya tidak sakit 😭, apa anda pikir saya tidak menangis 😭 ? anda egois sekali tuan 😭, di saat saya telah benar-benar yakin dengan diri dan hati saya sebagai seorang istri mengabdi kepada anda suami saya 😭, dengan bangga saya ikhlas menyerahkan kehormatan saya kepada suami saya,,, sampai rasa haru menguasai saya sampai tangis kelegaan, kebahagiaan pecah dari diri saya 😭, saat itu perasaan saya sangat Taku kehilangan anda...! tapi apa tuan? anda benar benar meninggalkan saya dengan begitu tega nya 😭😭😭...!!!" Alika mengungkapkan isi hati nya Dengan kesedihan yang mendalam
Romi hanya mematung mendengar semua ucapan alika, Romi merasa tidak percaya dengan apa yang alika katakan
" Benar kan itu semua honey...!" Romi bertanya dan mendekat kepada alika berhadapan, lalu kedua tangannya memegang kedua bahu alika untuk Bena benar meyakinkan dirinya nya bahwa ucapan alika sungguh sungguh.
dengan sambil menangis, dan tertunduk alika mengangguk anggukkan kepada nya bahwa yang ia katakan semua benar.
Alika makin pilu dan menahan tangisnya ia tidak sanggup melihat wajah Romi, wajah lelaki yang ia cintai, ia rindukan, namun menyebalkan...!
Alika menatap wajah Romi dan terus saja mengangguk untuk meyakinkan Romi karena bibir nya sudah tidak sanggup lagi berkata kata... sambil menahan tangisnya
melihat itu Romi pun tak sanggup lagi, Romi makin merasa bersalah ia langsung menarik alika kedalam pelukannya, mendekapnya erat...
tak terasa bulir air pun menetes dari mata nya
bukti bahwa Romi pun sangat tersiksa dan menyesali semua sikapnya.
"Honey maaf kan aku,,, !!! bodoh sekali diriku ini, telah membuat mu terluka, aku pergi karena rasa bersalah ku telah menyakiti mu melakukan malam pertama kita, aku merasa tidak bisa menahan diri ku, aku menyesali nya, karena aku telah membuat mu menangis menyesali perbuatan ku kepada mu honey...! tapi tindakan ku malah makin membuat mu tersakiti dan menyiksa diri ku sendiri ,,,! honey sesungguh nya, hanya dirimu yang selalu ada di hatiku, dan pikiran ku. jiwa ku, raga ku tersiksa jauh dari mu...! 😭😭😭" sambil memeluk alika Romi meminta maaf dan mengutarakan semua tentang perasaan nya.
mereka berdua saling berpelukan dengan berderai air mata, rasanya enggan sekali melepaskan pelukan itu, saling mencurahkan rasa rindu yang mereka tahan selama beberapa hari...! mereka saling menyadari ke salah paham di antara mereka... menambah rasa penyesalan... karena rasa bersalah yang mendalam...
"Honey,,,! jangan pernah pergi dari hidupku, aku tak sanggup jauh dari mu...!" ucap Romi
__ADS_1
setelah cukup lama mereka berpelukan Romi menyeka air matanya, dan mereka saling mengurai pelukan nya, kemudian Romi menyeka air mata alika dan menenangkan alika.
" honey,,, kamu gak papa, apa kita perlu beobat...!" tanya Romi kepada alika.
Alika hanya menggelengkan kepala karena masih berusaha mengontrol emosi nya.
dan tiba-tiba ada suara.... KKEEERRRUUUKKK !!! perut Romi mengeluarkan suara...
" ups 🤭 ada yang keroncong ya...!" seru alika membuat Romi salah tingkah
" hehe...😁 karena kamu ! aku jadi males makan... dan meletakkan jam makan siang ku...!" jawab Romi
dan tiba-tiba KKEEERRRUUUKKK!!! suara itu terdengar kembali namun kali ini suara itu berasal dari perut alika
" 🤭🤭🤭 " ekspresi alika menyadari perutnya ikut bersuara
" 🤭🤭🤭" di ikuti oleh Romi yang merasa lucu dan gemes melihat ekspresi alika.
"Ko,,, cacing di perut kita bisa kompak minta di isi...!" ucap Romi
" Hahaha... ! 😅😅😅" Mereka tertawa bersama
"Ayo bersihkan dulu diri mu tuan bau acem...! nanti aku siap kan dulu makan malam nya !" seru alika
" Aku bau ya,,,! tapi kamu suka kan...!😊" Romi menggoda alika.
wajah alika memerah mendengar godaan dari Romi, pasalnya ia memang sangat menyukai bahkan candu dengan aroma tubuh Romi, buktinya saat berpelukan tadi alika enggan melepaskan pelukannya...!
....
***mohon dukungan nya ya kawan...! dengan cara like, vote, komen... di tunggu ya...!!!
terimakasih 🙏🙏🙏***
__ADS_1