
Semua keluarga sibuk menyimpan kan semua keperluan untuk nanti malam, pasalnya mereka ingin mengadakan syukuran, atas rasa sukur mereka karena kehamilan alika yang menyatukan kembali alika dan Romi, dan juga atas kesembuhan Romi.
Acara doa bersama dan halal bihalal, hanya orang - orang terdekat dan anak - anak dari panti asuhan yayasan Nurul iman yang di undang dalam acara.
Semua keluarga ingin Gani mengundang Tasya untuk hadir di acara tersebut.
Kemudian Gani menghubungi nya dan menanyakan apa Tasya bisa hadir di acara nanti malam karena keluarga mengundang nya.
Ya kebetulan jadwal Tasya sedang kosong jadi dia bersedia hadir. Gani pun berencana akan menjemput nya.
Sore hari alika dan romi keluar dari kamar, Romi terlihat lebih segar dari sebelumnya dengan penampilan rambut basah, kaos tiset dan celana pendek menambah ketampanan nya, berjalan berdampingan bersama alika dengan menggunakan hijab rumahan kaos tiset lengan panjang dan celana bahan yang longgar yang terlihat sangat cocok dikenakan di tubuhnya, meski berpenampilan sederhana tapi alika terlihat sangat cantik.
"Sungguh pasangan yang sangat serasi" Bisik ayu kepada Alif suaminya, ketika melihat alika dan Romi
Romi dan alika ikut duduk dengan yang lainnya, alika bermaksud ingin membantu untuk persiapan acara nanti malam.
"Aku bantuin ya, apa ni yang bisa aku kerjakan?" tanya alika antusias.
"Hey honey, kamu lagi hamil gak boleh banyak gerak udah diem aja liatin!" Romi melarang alika
"Apaan sih...! lagi hamil bukan berarti jadi alasan buat males - malesan!" Alika tidak suka di larang, lalu memanyunkan bibirnya dengan manja nya, mengarah ke arah Romi lalu membuang muka, bergaya judes. padahal itu hanya sekedar untuk meledek Romi.
Romi malah tersenyum melihat tingkah alika.
kemudian Bu sari menyuguhkan sepiring buah - buahan yang sudah di kupas dan di potong - potong, Romi menerima nya dengan senang hati.
"Honey, mending kita makan ini,,," Romi menarik alika agar duduk mendekat dengan nya.
lalu menyuapi nya dengan buah - buahan itu.
"Alika dah kamu ikuti kata - kata suami mu, duduk manis aja, masalah pekerjaan nanti juga beres" Ayu menasehati alika.
begitu juga dengan Yang lain ikut mendukung Romi.
"Duh semua jadi berpihak sama kamu semua my honey bunny sweety,,,!" Ucap alika santai, dan pasrah mengikuti ucapan mereka semua lalu duduk manis di sebelah Romi.
Romi tersenyum penuh kemenangan, lalu merangkul bahu alika dan menarik nya kedalam pelukannya.
Kemudian semua keluarga heboh melihat Romi memeluk alika,
"Hey hargai dong perasaan yang jomblo...!"Seru Kania
"Diih yang jomblo sirik ni ya...!" Romi mencibir Kania
"Mentang - mentang pengantin bau, belagu ya lu kak" Kania tidak terima.
__ADS_1
"Iih mana ada pengantin bau, yang ada juga pengantin baru...!" Romi masih menimpali Kania.
"Pengantin basi lu mah kak..." Kania makin meladeni Romi.
" Udah - udah, apaan sih malah ribut.!" Alika menyudahi perdebatan adik dan kakak sambil menutup mulut Romi dengan telapak tangan nya agar jangan membalas ucapan Kania
Merasa di bela oleh alika, Kania menjulurkan lidahnya ke arah Romi 😝😝😝
Romi hanya tersenyum melihatnya, yang lain pun malah tertawa melihat perdebatan Adek dan kakak.
"Sirik lu dek...!" Seru Romi. yang masih tidak mau kalah.
Tapi Kania tidak membalas dengan kata - kata ia malah meniru gaya judes nya alika, membuang muka.
"Eeh kak Gani kemana kok gak keliatan sih...?" Tanya alika, yang memang tidak melihat keberadaan Gani di antara mereka.
"Gani lagi siapa - siap kali mau jemput dokter Tasya," Andi yang menjawab
"Dokter Tasya mau kesini?" Tanya Romi seperti nya merasa keberatan, mengingat sifat Tasya dulu.
"Ya kita semua mengundang Tasya untuk hadir di acara nanti malam" Mama Ranti
"Ooh !!!" Seru alika, sebenarnya alika belum percaya sepenuhnya kepada Tasya, ia masih terauma dengan penyerangan Tasya tempo hari.
Sehabis magrib, Gani bersiap untuk menjemput dokter Tasya.
Dan segera bergegas menuju rumah dokter Tasya.
Sesampai nya di rumah dokter Tasya, Gani langsung memencet bel...
TERING....
TERING....
TERING...
Suara bel pintu rumah Tasya...
Kemudian tak lama pintu terbuka... dan yang keluar membuka pintu bukan Tasya, melainkan mama nya.
"Assalamualaikum,,, Tante!" Gani memberi salam setelah Mama Tasya membuka pintu dan terlihat Tante Marry yang membuka pintu
"Walaikumsalam....!" Jawab Tante Merry
"Silahkan masuk!" Tante Merry mempersilahkan Gani untuk masuk.
__ADS_1
"Saya tunggu di sini aja Tante!" Gani menolak
"Ayok masuk dulu ada yang mau Tante bicarakan sama kamu sebentar" Tante Merry sedikit memaksa.
Gani mengerutkan dahi banyak pertanyaan di benak nya apa yang ingin Tante Merry bicarakan dengan nya, sambil mengekor di belakang Tante Merry menuju ruang tamu.
"Silahkan duduk,,," Tante Merry mempersilahkan Gani untuk duduk
Gani hanya bisa mengikuti instruksi dari Tante Merry, kemudian asisten rumah tangga datang menghampiri, dan bertanya mau di buatkan minuman apa.
Tapi Gani menolak karena ia berniat tidak akan lama, hanya ingin menjemput Tasya untuk menghindari acara keluarga nya.
"Bawakan air putih saja bi..." Perintah Tante Merry kepada asisten Rumah tangga nya agar menyuguhkan air putih untuk Gani.
"Baik nyonya" Jawab asisten rumah tangga tersebut. dan segera pamit ke dapur untuk melaksanakan perintah nyonya.
Tak lama ART itu kembali dengan membawa segelas air putih dan cemilan nya yang di bawanya di atas nampan, lalu menyuguhkan nya.
"Silahkan...!" Ucap asisten rumah tangga itu setelah menyuguhkan nya.
Kemudian datanglah Tasya yang sudah siap dengan memakai baju gamis dan kerudung nya.
Gani terpesona melihat penampilan Tasya yang sangat cantik dengan balutan busana muslim nya.
Gani langsung berdiri saat Tasya menghampiri nya.
"Maaf ya kamu sampai nunggun lama,,," Ucap Tasya
"Ooh,,, Ng - nggak kok!" Jawab Gani gugup karena melihat kecantikan Tasya.
"Ayok ! mah kita berangkat sekarang ya,,," Ajak Tasya sekaligus pamit kepada Mama nya.
"Tunggu Tasya, ada yang ingin Mama bicarakan dengan kalian berdua!" Tante Merry mencegah untuk mereka berdua jangan dulu pergi.
Tasya dan Gani saling menatap dan merasa bingung dengan sikap Tante Merry.
"Mah aku tuh Mau datang lebih awal, biar bisa bantu - bantu dulu buat persiapan acara" Ucap Tasya
"Tasya ini lebih penting buat mama, jadi tolong ikut ucapan mama" Tante Merry tidak mau di bantah.
Dan memang sudah sifatnya Tante Merry tegas, dan arogan. jadi dia sangat tidak suka dengan kata penolakan.
Tasya merasa tidak enak hati kepada Gani atas sikap mama nya, Tasya melihat ke wajah gani, lalu gani mengangguk sambil memejamkan mata, memberi isyarat agar menuruti kemauan Tante Merry.
jangan lupa ritual nya ya tinggal kan jejak mu dengan cara like, vote, komen, terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1