
Dari awal Anda memang memiliki sifat yang jauh berbeda dengan Romi, selain karena bukan sodara sedarah cara mendidik mereka pun memang tak sama, Romi tumbuh dewasa dengan di didikan oleh Bu sari, dengan segala peraturan yang Bu sari buat, kedisiplinan yang Bu sari terapan dalam hidup Romi menjadikan hidup Romi lebih teratur, dan itu salah satu kunci kesuksesan bagi Romi.
Andi Terbiasa hidup santai, dalam segala hal tidak terlalu berambisi dalam segala hal apalagi dengan perusahaan atau pekerjaan.
Andi melakukan nya sesuka hati nya, semaunya, dan semampunya, jika ia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaannya, Andi pasti menyerahkan tanggung jawabnya kepada Romi, dengan mudah, cepat, dan sigap Romi menyelesaikan pekerjaan yang selalu di bebankan kepada nya.
Andi tidak pernah ingin berusaha menjadi berhasil, dan sesukses Romi.
Maka saat Andi di haruskan mengemban tanggung jawab Romi, ia begitu merasa kewalahan, ia sampai memporsir waktu, tenaga dan pikirannya. demi untuk menyelesaikan semua pekerjaan.
karena tak terbiasa duduk berlama-lama, fokus menatap layar laptopnya seperti yang biasa Romi, kini tubuh andi terasa kaku semua, pandangan nya pun buram Andi merasa tidak enak badan.
Kemudian Andi memanggil yunas agar segera menemuinya di ruangan nya.
Tak lama yunas pun masuk keruangan Andi.
"Iya ada mas?" Tanya yunas
"Saya menyerah pak yunas, bilang sana sama tuanmu, jika mau memecatku juga tak apa aku rela, aku udah gak kuat lagi, aku mau pulang mau istirahat" Andi mengeluh
Yunas pun melihat Andi memang sepertinya sedang tidak enak badan wajah nya sangat pucat.
Pak yunas sampai menempelkan telapak tangan nya di kening Andi untuk mengecek suhu tubuh Andi, dan memang suhu tubuhnya sangat tinggi.
"Anda demam mas!" Ucap yunas ketika merasakan suhu tubuh Andi.
"Ya makanya saya menyerah, saya ingin istirahat" Jawab Andi
"Ya silahkan, apa perlu saya antar mas!" yunas mempersilahkan dan menawarkan diri.
"Tidak usah, saya masih bisa sendiri" Andi merasa mampu untuk mengemudikan mobilnya
"Yakin mas" Yunas memastikan
"Ya" Jawab Andi singkat kemudian berlalu pergi
Yunas pun membereskan semua berkas untuk ia bawa keruangan nya yang akan ia kerjakan.
"HHmm akhirnya masih aku juga yang harus menyelesaikan nya" Gumam yunas bicara sendiri.
Andi berjalan lemas dan lunglai menuju keluar gedung kantor nya.
Iya sempat menyuruh security untuk menyimpan mobil nya.
Saat anda sampai di teras gedung, mobil nya telah siap, Andi langsung memasuki mobilnya dan melajukannya.
Di tengah perjalanan matanya terasa berat, dengan kepala yang berdenyut menjadikannya tak fokus dalam berkendara.
Dan hampir saja mobil yang di Kendari Andi menubruk tukang bakso di pinggir jalan. Andi sampai terhenyak saat menyadari dirinya hampir menubruk pedagang bakso tersebut, untung Andi masih bisa mengendalikan mobil dan tak terjadi kecelakaan.
__ADS_1
"CCKIIIIIT" Suara rem mobil yang di injak dengan kasar oleh Andi
Semua orang yang melihat kejadian itu sampai berteriak kaget.
Andi begitu syok, Ia mematung di dalam mobil nya dengan nafas yang terengah-engah
"Ha-ha-ha tuhan untung masih selamat!" Gumam Andi saat sudah sadar
Beberapa warga menghampiri mobilnya termasuk tukang bakso yang hampir tertabrak dagangannya, untuk mengecek kondisi pengemudi mobil.
Setelah di rasa lebih tenang Andi keluar dari mobilnya, menghampiri para warga.
'Anda tidak apa-apa?" Tanya tukang bakso saat melihat Andi keluar dari mobilnya.
Andi tersenyum kikuk karena rasa bersalah nya.
"Ya saya tidak apa-apa, maaf ya pak saya hampir saja menabrak bapak dan dagang bapak" Ucap Andi, lalu membuka dompetnya dan menyodorkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan, tukang bakso itu menolak karena memang tidak terjadi apa-apa dengan nya.
"Tidak apa-apa pak terima saja, ini sebagai permohonan maaf saya, karena lalai dalam berkendara!" Andi tetap memaksa dan akhirnya tukang bakso itu menerima nya.
Andi tidak langsung masuk kedalam mobilnya ia masih mematung, mengingat kejadian tadi membuat nya sedikit syok dan belum siap untuk mengendarai mobilnya.
"Mas Andi!" Tiba-tiba seseorang memanggilnya dari arah belakang tubuh nya.
Andi langsung menoleh memastikan siapa yang memanggil nama nya.
"Nina!"
"Sedang apa kamu di sini?" Tanya Andi kepada Nina
"Anda tidak apa-apa? saya dengar ada keributan seseorang hampir menabrak Pedagang bakso, dan ternyata anda orang nya" bukan nya menjawab Nina malam balik bertanya
"Ya saya tidak apa-apa" Jawab Andi
"Anda sedang sakit mas? kok pucat sekali wajah anda!" Seru Nina melihat wajah Andi tak seperti biasanya.
"Ya, saya kurang enak badan makanya saya mau pulang tapi karena kondisi kurang fit jadi tidak fokus saat dalam berkendara!" Andi menerangkan kondisi nya
"Oo jangan di paksakan mas" Nina
"Boleh saya yang antara pulang kebetulan saya sudah mau pulang" sambungan Nina menawarkan diri
Andi mengerutkan keningnya, menggambarkan ekspresi wajah tak yakin Nina bisa mengendarai mobil karena proporsi nya hanya seorang asisten rumah tangga.
Nina tersenyum tipis
"Tenang saja mas saya bisa kok mengendarai mobil anda!" Terang Nina
"Bener kah?" Andi kurang yakin
__ADS_1
"Mari kita buktikan" Tantang Nina
kemudian Andi memberikan kunci mobil nya kepada Nina.
lalu mereka berdua masuk kedalam mobil dengan Nina yang duduk di bangku kemudian.
Awalnya Nina sengaja memainkan mobil itu dengan menginjak gas lalu menginjak rem, membuat mobil melaju dan terhenti, Nina melakukan nya berulang kali untuk menakuti Andi yang tak yakni kepada nya.
Dan memang berhasil membuat Andi ketakutan, pasalnya ia masih syok dengan kejadian tadi yang ia alami hampir mengalami kecelakaan.
"Hey jangan main-main ya, ini nyawa taruhannya, aku masih perjaka pengen merasakan surga dunia, aku masih pengen hidup!' Seru Andi ketakutan saat Nina memainkan mobil Andi.
Awalnya Nina berekspresi Wajah tegang, sengaja untuk meyakinkan Andi karena keraguan nya terhadap kemampuan Nina, tapi saat mendengar seruan Andi, Nina malah tertawa terbahak-bahak.
Andi begitu kesal melihat Nina bertingkah seperti itu.
" Kamu mau main-main dengan saya " Tanya Andi dengan tatapan mata tajam.
"iya, iya... woles dong mas, hidup perlu hiburan biar awet muda" Nina malah menanggapi Andi dengan santai
"Kamu sebenarnya bisa gak sih nyetir, kalau kaya gitu mending jangan deh!' Seru Andi masih kesal.
Tapi Nina tak menanggapi nya karena Nina langsung melajukan mobilnya dengan lancar.
Andi pun diam tak berkata lagi, dan mengakui Nina memang bisa mengendarai mobil.
"Belajar dari mana?" Tiba-tiba tanya Andi kepada Nina
"Saya belajar mobil" memperjelas pertanyaan Andi
"Ya" Jawab Andi singkat
"Saya bisa dari kecil mas bawa mobil mah" Ucap Nina sedikit berbisik
Andi menolak ke arah Nina untuk meyakinkan dirinya "Masa sih" ucap Andi
"Iya" Jawab Nina sambil mengangguk dengan ekspresi wajah serius namun terlihat sendu tidak seperti Nina yang bisa cerita, penuh semangat.
"Keluarga mu punya mobil?" Tanya Andi penasaran.
"kalian tidak tau siapa saya sebelumnya" Batin Nina, dengan ekspresi wajah sendu penuh misteri
Membuat anda bertanya-tanya dan memperlihatkan Nina dengan saksama timbul kecurigaan Nina bukan asisten rumah tangga seperti pada umumnya, karena dengan lihainya Nina bisa mengemudikan mobil mewah milik Andi.
"Siapa sebenarnya kamu?" Tanya Andi kepada Nina.
....
Jangan lupa ritual nya ya kawan, tinggalkan jejak mu dengan cara like, vote, komen di setiap bab nya
__ADS_1
mohon dukungan nya agar aku lebih semangat up-nya
Terimakasih 🙏🙏🙏