
Malam semakin larut, tapi tak sedikit pun Kania bisa terlelap, ia tetap terjaga sebab perasaannya bergemuruh, kata-kata yang di ucapkan oleh nenek nely selalu terngiang-ngiang di telinganya.
Dan kemudian Kania beranjak dari tempat tidurnya dan melangkahkan kakinya ke luar kamar menuju dapur, untuk membuat minuman untuk menghilangkan rasa penat di hatinya.
Keadaan semua ruangan sudah terlihat gelap, Kania pikir tuan Carlos sudah tidur di kamarnya.
Tapi ketika Kania menyalakan lampu dapur alangkah terkejutnya Kania melihat sosok tuan Carlos sedang terduduk di mini bar yang terdapat di dapur itu.
"Astaga...!" Kania terkejut matanya terbelalak ketika melihat sosok tuan Carlos.
"Tidak usah kaget seperti itu, dan jangan takut aku bukan hantu!" Lalu tuan Carlos berbicara untuk menenangkan Kania.
"Anda sedang apa, duduk dalam kegelapan selarut ini...?" Kania merasa heran.
"Kenapa memangnya, aku tidak mengganggumu kan?"
"Ya memang tidak! tapi kau mengejutkan ku!" Nada suara Kania terdengar sangat kesal.
"Ayok coba sini...!" Tuan Carlos meminta Kania untuk mendekatkan kepalanya.
"Mau ngapain...!" Bukan Kania namanya jika langsung patuh, jelas Kania akan menolak dan protes apa lagi tuan Carlos yang memintanya.
"Tenang jangan takut, aku tidak akan memaksamu untuk melayaniku, apa lagi menyakitimu" Tuan Carlos selalu berhati-hati berkomunikasi dengan Kania sebab ledakan emosi Kania selalu memuncak jika merasa tersinggung ketika bicara dengan nya.
Sebab karena itulah tuan Carlos memilih lebih banyak diam ketika sedang bersama kania, sehingga hubungan mereka terasa sangat kaku.
"Jika aku berniat seperti itu mungkin sudah semenjak lama aku melakukan hal seperti itu" tuan Carlos masih mencoba untuk meyakinkan Kania.
Dan berhasil membuat Kania percaya kepadanya, sebab Kania memang mendekat ke arah di mana tuan Carlos duduk.
"Mau apa...?" Tanya kania setelah berada cukup dengan dengan tuan Carlos. tapi dengan memasang ancang-ancang melindungi dirinya.
Seakan tuan Carlos akan menyerangnya.
tuan Carlos tersenyum melihat tingkah laku Kania "Dasar bodoh,,, apa faedahnya bertingkah seperti itu, jika benar pun aku akan menyerangnya memaksanya untuk melayani ku, bisa apa dia!!! jelas-jelas tenaga ku lebih kuat dari nya !" Gumam tuan Carlos dalam hatinya.
"kenapa kamu senyum-senyum seperti itu!" Kania panik dan curiga melihat tuan Carlos yang malah tersenyum lebar.
__ADS_1
"Duduk lah...!" Tuan Carlos mempersilahkan Kania untuk duduk di sampingnya di kursi mini bar.
Dengan ragu Kania menjatuhkan bokongnya di kursi itu.
Alangkah terkejutnya Kania melihat pergerakan tuan Carlos yang malah bangkit dari tempat duduknya setelah ia terduduk.
"Stop! anda jangan macam-macam ya, saya bisa laporkan Anda ke pihak yang berwajib, dengan laporan pelecehan, tindakan tidak menyenangkan dan semacamnya!" Kania sungguh ketakutan, ia berkata dengan gerakan tangan yang menyetop pergerakan tuan Carlos.
"Ha,,, ha,,, ha,,,!" Tuan Carlos malah terkekeh melihat dan mendengar tingkah Kania.
"Mana ada suami melecehkan isterinya dengan meminta haknya" Gumam tuan Carlos
Membuat Kania makin Takut mendengar tawa tuan Carlos, yang terdengar seperti tawa seorang penjahat yang kejam.
Saking takut dan paniknya Kania malah meringis, menangis dan memohon.
"Tolong tuan jangan lakukan ini kepada saya, jangan membuatku terauma akan hal seperti ini, aku berjanji akan melayani mu tapi jangan memaksa ku...!" Ucap Kania memohon.
Tuan Carlos makin terkekeh " Ha, ha, ha,...!"
membuat kania tercengang tak menyangka ternyata pikirannya telah salah sangka.
"Aku cuma mau bikin teh hijau untukmu agar pikiranmu lebih tenang! atau kamu mau coklat hangat?" Tuan Carlos mengutarakan niatnya dan memberikan tawaran kepada Kania.
Kini Kania merasa lebih lega, sebab ia hanya salah sangka kepada tuan Carlos.
"Aku,,, teh hangat aja deh...!" pilihan Kania.
"Oke..!" Seru tuan Carlos, dan segera membuatkan nya untuk Kania, lalu menyuguhkannya.
Tuan Carlos kembali duduk di bangku di sebelah Kania.
kemudian Kania menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan "Ternyata dia baik banget, mungkin lebih baik dari kak Romi" Gumam Kania dalam hatinya.
hening sesaat
"Kenapa masih takut?" tuan Carlos berbicara tanpa melihat ke arah Kania yang sedang menatapnya.
__ADS_1
Kania terhenyak mendengar pertanyaan tuan Carlos.
Kania terlihat sangat gugup "Ngga, gak pa-pa kok!" Jawab Kania dengan menggelengkan kepalanya.
Untuk mencarikan suasana tuan Carlos bertanya kepada Kania, apa rencana Kania selanjutnya, akan melanjutkan pendidikannya di mana, dan jurusan apa.
Tanpa ada rasa canggung lagi Kania menceritakan tentang rencana pendidikannya, tuan Carlos terlihat begitu antusias mendengarkannya,
Tuan Carlos pun memberikan usulan tentang Cherry "Sebaiknya kita biarkan Cherry tinggal dan di asuh oleh neneknya, sementara kamu fokus kuliah, dan memang kasihan juga nenek nely merasa kehilangan jika Cherry terus bersama dengan kita!'
"Ya lalu bagaimana dengan Cherry jika ia di minta untuk tinggal kembali dengan neneknya, apa dia tidak akan apa-apa!" Kania mengkhawatirkan Cherry.
"Tenang saja Cherry anak pinter, tinggal kita kasih pengertian saja dan tetap beri dia pengertian"
Tuan Carlos tidak ingin menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab menjaga dan mengurus Cherry kepada Kania, sebab masih ada diri nya dan nenek nely yang lebih berhak akan hal itu.
"Lalu bagaimana dengan hubungan kita!" Kania meminta penjelasan akan setatus nya.
Tuan Carlos tersenyum lesu.
"kita, ada hubungan apa dengan kita,,,?" tuan Carlos tak yakin dengan kata "kita"
"Hubungan kita hanya di atas kertas... jadi tidak perlu di permasalahkan... bukan kah di surat perjanjian aku mengizinkan mu memilih pasangan selain denganku" ada kegetiran di hati tuan Carlos saat mengucapkan hal itu.
mendengar penuturan tuan Carlos mengapa hati Kania begitu terasa sakit bukankah ia memang sudah tau akan hal itu.
"Tuan apa semua ucapan mu tentang keinginanmu yang ingin berumah tangga seutuhnya denganku, itu hanya bualaan semata"
"Hmmm!" Tuan Carlos tersenyum sinis.
"Semua itu hanya keinginan ku saja bukan! sementara dirimu sendiri sangat takut untuk aku dekati, aku jadi sadar betul jika aku memaksakan kehendakku, aku hanya akan menyakiti mu, lebih baik aku sadar diri dan membebaskan mu" tuan Carlos.
"Kamu masih sangat muda, kamu berhak bahagia dengan cara mu sendiri, tidak usah merasa tertarik denganku, lagi pula waktu ku di negri ini tinggal sebentar lagi, pekerjaan ku akan segera selesai, dan aku akan kembali ke negri ku dan hanya akan sesekali kesini untuk sekedar menengok Cherry, atau hanya untuk memenuhi pertemuan-pertemuan bisnis saja" tuan Carlos memberi tau tentang rencana nya
Hati Kania makin merasakan sakit "Kenapa ini kok rasanya sakit sekali mendengar nya bukankah ini yang aku harapkan bebas dari nya" Batun Kania.
Tuan Carlos pun mengutarakan rasa terima nya kepada Kania yang telah mau menikah dengannya untuk memenuhi keinginan Cherry dan mau merawat Cherry setulus hatinya, tuan Carlos pun mengutarakan segala kekaguman nya kepada Kania dengan memuji Kania.
__ADS_1