Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 214


__ADS_3

Masih di ruang persalinan...


Alika dan Romi sempat merasa lega ketika menyadari bahwa ternyata CD-nya Alika yang di gunting.


Tapi selang beberapa waktu rasa mules akibat kontraksi itu kembali Alika rasakan, ia kembali merintih dan meringis.


Romi dengan setia mendampingi Alika, memberikan Alika kekuatan dengan doa-doa yang ia lantunkan sebisa dirinya. memberi support agar alika lebih kuat dan semangat melawan rasa sakitnya.


Begitu juga nenek Diah ikut menemani di ruang persalinan, dokter mengizinkan dua orang dari pihak keluarga untuk mendampingi proses persalinan Alika.


Tapi keadaan Alika makin melemah dokter sampai menyarankan untuk dilakukannya tindakan operasi sesar.


Tapi alika menolak untuk di lakukannya tindakan tersebut.


Sebab dari awal Alika ingin melakukan persalinan secara normal.


Tapi Romi terus saja membujuk alika agar mau melakukan tindakan yang di sarankan oleh dokter, karena Romi merasa tidak tega melihat alika yang tersiksa merasakan kesakitan, sudah berjam-jam lamanya.


"Honey aku sudah tidak kuat melihat mu kesakitan seperti ini, mau ya melakukan saran dari dokter." Bujuk Romi.


"Honey mengapa kamu memaksaku untuk melakukan tindakan itu, kamu bukan mendukungku malah seperti ini, jika begitu keluar sajalah diri mu sana, karen kamu hanya mematahkan semangatku .." Alika merasa tidak mendapat dukungan dari suaminya sendiri.


"Aku yakin, aku bisa melewati proses persalinan ini, sebab ini sudah tanggung juga, aku sudah kesakitan sedari tadi. Jika aku ingin melakukan operasi sesar mengapa tidak aku lakukan sedari awal." gumam alika di sela-sela rintihannya.


Melihat pendirian Alika yang begitu kuat, dokter mengajak Romi untuk berbicara.


Tubuh Romi bergetar, lututnya terasa lemas tak bertenaga, Romi curiga dokter akan mengatakan kemungkinan terburuk yang akan terjadi kepada alika dan bayinya.


"Honey, aku tinggal dulu sebentar ya! aku pasti akan segera kembali." Ucap Romi pamit terlebih dahulu kepada alika sebelum menemui dokter.


"Ada apa ya dok?" Tanya Romi to the point saja ketika sudah menghampiri dokter.


"Iya tuan, ada hal yang ingin saya sampaikan." Ucap dokter menjawab pertanyaan romi.


"Apa itu dok?" Romi makin penasaran


"Ya, memang posisi bayi sudah sempurna, hanya saja kondisi nona alika yang terlihat sangat lemah, jika dalam waktu satu jam ke depan bayi belum juga lahir, dengan sangat terpaksa kami harus melakukan tindakan operasi sesar, sebab akan membahayakan keduanya, bayi dan ibunya." Terang dokter


Romi benar-benar resah gelisah mendengar penuturan dokter.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang dok? " Kemudian tanya romi.


"Untuk sekarang ini kita harus tetap memberi support kepada nona alika agar ia lebih semangat lagi." Jawab dokter


Romi hanya mengangguk tanda bahwa ia mengerti.


Lalu romi keluar dari ruangan persalinan, untuk menemui keluarga yang sedang menunggu di luar ruangan.


Sebab ketika tadi romi berbicara dengan dokter mereka masih di dalam ruangan persalinan, hanya saja dengan jarak yang jauh dari alika, sehingga alika tidak bisa mendengar pembicaraan mereka berdua (romi, dan dokter).


Ketika romi keluar dengan ekspresi wajah lesu, semua sudah bisa menebak, bahwa alika belum melahirkan,


Bunda tiya langsung menghampiri romi dan bertanya bagaimana kondisi alika saat ini,


Lalu romi menjawab " belum ada perkembangan bun." Jawab romi lesu.


"Aku mohon doanya dari kalian semua, agar proses persalinan alika segera berjalan lancar, dan alika beserta bayinya bisa selamat." Romi memohon doa dari semua keluarga.


"AAMIIN...!" Semua mengamini doa romi.

__ADS_1


Tak lupa romi pun meminta maaf kepada semuanya takut karena kesalahannya berakibat kepada kondisi alika saat ini,


"Nina maafkan saya atas semu kesalahan saya kepadamu, yang sering menyinggung dan menyakiti perasaan mu." Romi menyadari kesalahannya kepada nina.


Romi pun meminta maaf kepada keluarga alika atas nama peribadinya dan atas nama alika, agar mereka semua bisa memaafkan semua kesalahannya dan juga kesalahan alika .


Bunda meminta izin untuk masuk ke ruang persalinan untuk menemui putrinya.


Romi pun mengizinkannya, kemudian bunda langsung masuk bergantian dengan romi.


Sementara romi menghubungi seluruh keluarganya, termasuk bu sari juga, untuk mengabari mereka semua tentang proses persalinan alika, romi juga meminta doa dari mereka semua, dan meminta maaf sama seperti yang telah romi lakukan kepada keluar alika dan juga kepada nina.


Mereka semua telah memaafkan semua kesalahan romi dan juga mendoakan kelancaran persalinan alika.


Di dalam ruangan persalinan bunda menghampiri alika, lalu mengecup kening alika menunjukan rasa kasih sayangnya kepada alika.


"Bunda..."Ucap alika lirih, lalu menangis dalam pelukan bundanya.


"Bunda maafkan aku bun, selama ini aku sering membangkang kepadamu." Alika menyadari sikapnya selama ini kepada bundanya.


"Ya, maafkan bunda juga ya nak." bunda tiya pun ikut meminta maaf kepada alika.


"Nenek maafkan aku nek, apa lagi kepada nenek aku sering sekali melawan, dan aku sering sekali membuat nenek kesal kepada ku atas tingkah-tingkahku."Kemudian alika meminta maaf juga kepada neneknya.


"Ya, nak kami semua telah memaafkan mu."Jawab nenek diah.


Lalu nenek diah mengelus perut buncit alika sambil bergumam, " Segera keluarlah dengan lancar, sehat dan selamat, semua sudah tak sabar menantikan kehadiranmu..." Ucap nenek seakan berbicara dengan sang bayi.


Kemudian bunda tiya bergantian dengan putra-putranya yaitu alif, dan gani kakak-kakak alika, dan nina juga, untuk menemui alika secara bergantian di ruang persalinan.


Setelah semua mendapat giliran, kini romi kembali masuk untuk menemani dan mendampingi alika.


Tak lama alika langsung merasakan konteraksi yang luar biasa hebat dari sebelumnya.


Alika menarik nafas panjang untuk melakukan ancang-ancang akan mengejan.


Melihat itu dokter dan para perawat beserta nenek diah dan juga Romi segera memberi semangat kepada alika.


Romi terus saja menggenggam tangan alika dan sesekali mencium kening alika sebagai sebuah dukungan dari romi.


Dokter dan nenek diah segera memberi aba-aba untuk menuntun proses persalinan.


"Iya bagus... Tarik nafas, tahan... Satu, dua, tiga tekan." Dokter menginteruksi alika.


alika mulai mengejan sesuai interuksi dari dokter, " Mmmm.... Aaaa" dengan nafas yang tersengal-sengal, namun belum berhasil mengeluarkan sang bayi.


"Oke bagus,,, sedikit lagi,,, ulangi, tarik nafas tahan... Satu, dua, tiga,,,, tekan..." dokter kembali menginteruksi alika.


Sesuai arahan dari dokter alika pun kembali mengejan dengan tenaga yang lebih kuat.


"MMMMM...... AAAAA!" Alika memekik.


Dan terdengar suara tangisan bayi,


" EAK,,, EAK,,, EAK,,,!" Tangisan bayi laki-laki yang terlahir sempurna dan juga sangat sehat.


"Alhamdulilah..." Gumam semua orang di ruangan itu, merasa lega.


Lutut romi terasa gemetar, seakan tak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya. Ia menangis haru melihat pengorbanan dan perjuangan alika sebagai seorang ibu.

__ADS_1


Romi menciumi wajah alika dan berbisik di telinga alika "Terimakasih honey, telah menjadikan ku sebagai seorang ayah, dan selamat untuk mu telah menjadi seorang ibu..."


Mendengar bisikan romi, alika tersenyum bahagia.


Rasa sakit yang ia rasakan selama berjam-jam, dan rasa lelahnya hilang seketika itu juga, terbayar dengan kebahagiaan yang tak ternilai harganya, atas kelahiran putranya dengan sehat dan sempurna.


Dokter langsung menaruh bayi mungil itu di dada alika dengan tujuan sebagai berikut.


Bayi baru lahir yang diletakkan pada dada atau perut sang ibu, secara alami dapat mencari sendiri sumber air susu ibu (ASI) dan menyusu. Proses penting inilah yang disebut inisiasi menyusui dini.


Ketika proses ini di lakukan, alika menangis haru melihat dan menyentuh bayinya.


"Ya Tuhan terimakasih ini adalah anugrah terindah yang engkau berikan kepadaku, karena inilah yang menjadikan ku sebagai perempuan yang sempurna, bisa melahirkan dan menyusui bayiku." Gumam alika sambil terisak pilu.


Begitu juga dengan romi. Ia pun ikut menangis pilu bersama alika sambil menciumi alika.


Setela itu romi di minta untuk mengadzani bayinya.


Romi pun langsung melakukannya sesuai permintaan mereka dan memang itu kewajibannya sebagai ayah dari bayinya .


Kemudian perawat langsung membawa bayi itu keluar untuk di bawa keruangan khusus bayi.


Bunda tiya, dan para putranya beserta nina sungguh antusias ingin melihat bayi alika dan romi.


Tapi mereka haya bisa sekilas melihatnya sebab perawat belum mengijinkan mereka untuk melihat bayi itu.


"Ya tuhan, ganteng sekali dia..." Gumam nina yang merasa takjub ketika melihat bayi alika.


"Iya, ya ganteng bangt kaya aku..." Gumam gani menimpali ucapan nina.


Semua langsung melihat ke arah gani ketika mendengar gani berucap.


"Ist... Kak gani narsis deh" Kemudian ucap nina dengan ekspresi wajah seakan meledek gani.


"Kenapa nina! Aku emang ganteng kan..." Seru gani makin narsis.


"Ya kamu emang ganteng, aku sampei tergila-gila padamu." dokter tasya ternya yang menjawabnya.


Gani tersipu malu menyadari ternyata tasya mendengar kenarsisannya.


Sebenarnya gani begitu hanya ingin menggoda semua orang yang berada di sana, sebab setelah merasa ketegangan Gani ingin mencairkan suasana.


Dengan bermaksud untuk menggoda semua orang tapi tak di sangka ternyata tasya sudah ada di sana lalu mendengar semua yang ia ucapkan.


Tasya memang baru tiba setelah melakukan tugasnya terlebih dahulu yaitu memeriksa pasien-pasiennya.


Tasya menatap gani lalu menatap nina.


"Sepertinya kamu kegenitan ya sama nina." Ucap tasya kepada gani, terlihat cemburu dengan kedekatan nina bersama gani.


"Eeeh jangan salah paham dok." Nina merasa tidak enak hati.


"Ini tidak seperti yang kamu duga, maksudku bukan menggoda nina, tapi aku sedang menggoda semua orang agar tak lagi merasa tegang, sebab jagoan kita telah launching." Gani berusaha untuk menjelaskan agar tasya tidak salah paham kepadanya dan kepada nina.


"Masa..." Dengan ekspesi muka masam hanya itu jawaban dari tasya.


"Wah gawat ni! " Seru gani, karen tasya akan merajuk dan akan menyulitkan gani untuk merayunya.


Tapi sebenarnya tasya tida sedang merajuk, ia hanya berakting saja ingin tau reaksi dari gani akan seperti apa untuk menghadapinya jika tasya sedang merajuk.

__ADS_1


Kemudian tasya berlalu menuju ruang persalinan untuk menemui kakak dan kakak iparnya yaitu romi dan alika.


Tasya ingin mengucapkan selamat kepada mereka berdua atas kelahiran putra pertama mereka,


__ADS_2