
Hari ini adalah hari dimana Romi harus hadir memenuhi undangan bisnisnya, yang di gelar di sebuah hotel mewah milik pengusaha yang saat itu mengadakan pesta dan mengundang para koleganya.
Awalnya Alika meminta Romi mengajak Fitri untuk hadir di acara tersebut, tapi karena sekarang Fitri bukan lagi bagian dari mereka, akhirnya Alika yang harus mendampingi Romi.
Meskipun kondisi Alika belum sepenuhnya setabil karena ngidamnya.
Tapi Romi bersikeras tidak akan hadir jika bukan Alika yang mendampinginya.
Romi juga tidak memaksa jika Alika tidak ingin atau tidak bisa untuk pergi bersamanya, bahkan Romi mencegah Alika untuk tidak memaksakan diri ikut hadir dalam acara itu.
Tapi Alika ingin mendukung bisnis Romi, untuk menghargai undangan dari rekan bisnis Romi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan bisnis Romi.
Ketika Alika sudah bersiap akan pergi ia mengajak Romi untuk bergegas, "M'y honey, ayolah kita harus segera pergi."
Sementara Romi masih sibuk bermain-main dan bercanda dengan putranya.
"Honey, sebaiknya tidak usah pergi ya! aku khawatir dengan kondisi mu." Romi tidak tega kepada istrinya.
"Percayalah aku tidak apa-apa, kamu lihat sendiri kan aku baik-baik saja." Alika meyakinkan Romi agar tidak mengkhawatirkan dirinya.
"Jangan memaksakan diri honey, aku tau kamu masih dalam masa ngidam, susah makan dan pasti lemas sekali." Romi seperti merasakan apa yang di rasakan oleh Alika.
"M'y Honey, kita hadir saja sebentar untuk menghargai yang punya hajat, setelah bertemu dengannya kita bisa langsung pulang lagi kan!" Alika merasa tidak enak hati jika tidak memenuhi undangan itu.
"Benar kamu tidak apa-apa?" Romi bertanya untuk memastikan kondisi alika.
Alika menganggukkan kepalanya, "Ya aku tidak apa-apa!" Jawab Alika dengan tegas.
"Oke kalau begitu." Jawab Romi kemudian.
"Aku tunggu di luar ya!" Karena Romi belum bersiap.
Sementara Romi bersiap, Alika menggendong putranya untuk membawanya keluar, dan akan menitipkannya kepada keluarga yang memang masih berkumpul di sana.
"Ayo sayang ikut Ibu ya, udah dulu ya main sama ayahnya." Ucap alika sambil mengangkat putranya, lalu membawanya ke ruangan keluarga.
Kebetulan tuan Carlos, Kania, Andi dan juga Nina ikut di undang dalam acara pesta tersebut.
Dan ternyata Alif kakak Alika dan juga istrinya ikut di undang dan akan ikut hadir juga bersama mereka.
Terlihat semua sudah bersiap tinggal menunggu Romi yang sedang berganti pakaian.
Mama Ranti langsung mengambil Askara dari gendongan Alika.
Untuk memomong nya semtara Alika dan Romi pergi.
Tidak lama Romi sudah bersiap dan menghampiri mereka semua.
"Ayo kita pergi sekarang!" Ajak Andi.
Lalu semua bergegas untuk pergi.
Tapi Alika dan Romi menciumi dulu putranya, sambil pamit.
"Ibu dan ayah pergi dulu ya nak! kamu baik-baik di rumah bersama Oma." Ucap alika.
"Kami titip askara dulu ya mah, Pah, Nek, Bun!" Ucap Romi kepada para orang tua yang memang sedang berkumpul di sana.
__ADS_1
"Iya, kalian jangan khawatir askara pasti akan baik-baik saja bersama kami." Sahut mama Ranti.
"Kalian yang harus hati-hati, terutama kamu Alika." Nenek mengingatkan, mengingat kondisi Alika yang sedang dalam masa ngidamnya.
"Iya." Jawab Alika dan Romi serentak.
Setelah itu Alika dan Romi berdampingan berjalan menyusul yang lain, yang telah lebih dulu keluar.
Sesampainya di sana, tempat acara terlihat sudah ramai tamu undangan yang hadir.
Mereka semua langsung menghampiri Tuan Sean pemilik perusahaan Sean grup, salah satu perusahaan terbesar di dunia bisnis.
Tuan Sean menyambut para tamunya dengan sangat ramah.
Kemudian Tuan Sean mempersilahkan mereka semua untuk menikmati jamuan yang telah di persiapkan.
"Honey, kamu ingin makan apa biar aku yang ambilkan?" Tanya Romi kepada Alika.
Sementara yang lain sudah menggambil menu makanan masing-masing sesuai selera mereka.
"Aku mau makan buah aja!" Karena semenjak hamil nafsu makan Alika hilang.
"Ya nanti aku ambilkan dulu, kamu tunggu disini sebentar."
"Ya." Sahut Alika.
Kemudian Romi segera beranjak untuk mengambil apa yang Alika mau.
Tapi tiba-tiba Muncul sepasang tamu yang menjadi pusat perhatian semua tamu lain.
Tamu itu adalah Robert dan Fitri, sekilas mereka terlihat sangat serasi.
Ya, tidak di pungkiri penampilan Fitri begitu memukau.
Sehingga ia menjadi pusat perhatian semua tamu lain.
Menyadari suasana sekitarnya Romi yang sedang mengambil buah untuk Alika langsung berbalik melihat ke arah yang menjadi pusat perhatian.
Seketika itu ekspresi wajah Romi berubah, penuh rasa kesal melihat dua manusia yang selalu menggangu hidupnya dan selalu mencari masalah dengannya.
"Mau ngapain mereka datang berdua ke acara ini?" Gumam Romi.
Karena Romi merasa curiga, pasti Robert punya niat buruk terhadapnya, sebab itu ia datang bersama Fitri pula.
Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.
Romi segera menghampiri Alika dan mengajak Alika untuk segera keluar atau pergi dari sana.
Tapi sebelum itu Romi menghampiri Tuan Sean terlebih dahulu, untuk pamit undur diri.
"Tuan maaf ya sepertinya saya tidak bisa melanjutkan untuk menghadiri acara selanjutnya, karena kondisi istri saya sedang hamil muda, jadi tidak bisa berlama-lama di luar rumah." Romi memberikan alasannya mengapa ia harus segera pergi.
"Oo ya tuan Romi tidak apa-apa, tapi saya sungguh berterimakasih anda sudah berkenan hadir." Tuan Sean mengerti dengan alasan yang Romi berikan.
Tapi saat Romi dan Alika hendak melangkah keluar dari tempat acara Robert menghentikannya.
"Hey! Tuan Romi anda mau kemana, kenapa terburu-buru sekali." Karena Suruan Robert begitu nyaring, kini Romi dan Alika pun menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
"Bukan urusan mu!" Sahut Romi.
"Kenapa Tuan Romi apa anda cemburu melihat istri kedua anda datang bersama saya." Robert sengaja ingin mempermalukan Romi di depan semua tamu terhormat Tuan Sean.
"Tuan dan nyonya sekalian, mohon perhatiannya sebentar, Perkenalkan wanita yang datang bersama saya ini adalah Fitri, dia istri kedua dari tuan Romi."
Semua tamu kaget mendengar apa yang di ucapkan oleh Robert.
(Ternyata tuan Romi beristri dua ya.)
(Iya, gak nyangka yang.)
(Selama ini yang kita lihat tuan Romi sangat mencintai istrinya tapi pada kenyataannya seperti itu)
Robert berhasil memancing suasana ricuh, terdengar gonjang-ganjing membicarakan tentang Romi.
"Lihat istri kedua Tuan Romi, begitu cantiknya, tapi baru saja di ceraikan oleh tuan Romi karena wanita ini wanita gila." Ucapan Robert sangat menyinggung perasaan Fitri.
"Apa maksudnya Anda tuan Robert berbicara seperti itu." Fitri terlihat tidak terima dengan pernyataan Robert yang malah mempermalukan dirinya juga.
"Bukankah di kesepakatan kita tidak di sebutkan hal seperti ini." Fitri kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Robert.
"Kenapa Nona Fitri, Apa anda merasa keberatan di sebut wanita gila, bukannya memang seperti itu." Robert malah makin sengaja ingin mempermalukan Romi dengan merendahkan Fitri, sebab sebagai istri dari Romi.
"Memang benarkan! Tuan Romi menikah wanita gila seperti anda."
Alika sangat geram melihat tingkah Robert dan tidak bisa Manahan diri lagi untuk angkat bicara
"Cukup Tuan Robert." Alika menghentikan ucapannya Robert.
"Sebagai istri dari Tuan Romi, saya ketahui semua kebenarannya, jadi mohon izin kepada Tuan Sean selaku pemilik acara dan para tamu terhormat saya ingin, mengklarifikasi atas semua tuduhan tuan Robert terhadap suami saya dan terhadap Nona Fitri.
"Ya, silahkan Nona Alika, anda memang perlu mengklarifikasi kebenarannya agar tidak terjadi gosip-gosip murah yang bisa merusak nama baik keluarga kalian." Tuan Sean mempersilahkan Alika untuk berbicara.
......................
Hay para readers ku sekalian KEPO'in juga karya ku yang satu ini
Yang menceritakan Tentang Amara si gadis manja, egois, dan juga sombong, Tak jarang tingkah selalu membuat kesal kedua orang tuanya.
Tapi kedua orang tuanya begitu sangat menyanyinya.
Mereka menyadari, Amara tumbuh dengan sifat seperti itu, karena Didik dari mereka yang terlalu memanjakannya.
Ayah dan ibu Amara ingin Amara berubah menjadi peribadi yang lebih baik meskipun sudah di bilang terlambat tapi mereka masih berusaha.
Dengan menjodohkan Amara dengan anak angkatnya mereka Yaitu Erditha, yang memiliki kepribadian berbalik dengan Amara.
Orang tua Amara yakin bahwa Erditha bisa merubah kepribadian Amara menjadi lebih baik lagi.
Tentunya tidak mudah bagi Erditha melakukan hal yang bisa di bilang mustahil.
Akankah kelembutan, perhatian, kasih sayang yang Erditha berikan kepada Amara mampu merubah sifat buruk Amara...?
Yuk reader KEPO'in kisah selanjutnya di kisah "Kakak Angkat ku Ternyata Jodoh ku"
__ADS_1
Mohon dukungannya kawan, like, vote dan komen serta klik hati (💙) di kolom komentar terkasih semuanya.....