
Setibanya di rumah alika di sambut oleh Nina... karena semua tuan rumah sudah pergi beraktivitas seperti biasa...
Alika langsung menuju kamar Romi, Nina pikir ia ingin langsung beristirahat. tapi tak lama alika keluar lagi dari kamar Romi Dan membawa kopernya...
Nina yang sedang membawa teh hangat untuk alika yang akan ia antarakan ke kamar Romi, melihat itu Nina merasa heran, dan langsung menghampiri alika... dan bertanya
" Alika kamu mau kemana,,, kok bahwa-bahwa koper segala...?" tanya Nina penasaran
Alika tidak langsung menjawab ia langsung masuk ke kamar Bu sari, kamar yang dari awal ia tempati, semenjak alika menginjakkan kaki di rumah keluarga Rahardian, dengan di ikuti oleh Nina.
" Alika coba ceritakan sebenarnya ada apa,,,?" sambung Nina
Alika duduk di tempat tidur dan terlihat lesu...
" Kamu baik-baik saja,,,?" tanya Nina khawatir
Alika hanya menganggukkan kepalanya.
"Semalam aku khawatir banget sama kamu, berkali-kali aku hubungi kamu tapi gak nyambung-nyambung... sampai tengah malam, terus aku menghubungi tuan yunas untuk mencari tau tentang keberadaan mu, aku bilang sama tuan yunas kamu pergi sama Melly, tapi gak balik-balik... tuan Yunas bilang kamu sama tuan Romi katanya!" Nina bercerita tentang kekhawatirannya.
Dan Nina juga bercerita tentang Kania yang ngamuk banting semua barang di kamarnya, sambil mencaci maki alika, saat nina tanya ada apa, sambil marah Kania menunjukkan Poto alika bersama Melly yang sedang melakukan perawatan di salon kecantikan.
Setelah mendengarkan cerita dari Nina, alika mulai menjelaskan apa yang telah terjadi pada dirinya, bahwa Melly telah menjebak nya.
Dan apa yang telah di lakukan Robert kepadanya, dan mengapa ia bisa bersama Romi semalaman di apartemen.
" Jadi kamu mabuk dan akan di lecehkan,,,?" mendengarnya cerita alika Nina sangat kesal.
" Sebenarnya aku gak mabuk dari awal aku sadar sepenuhnya, cuma kepada ku pusing banget setelah meneguk minuman itu,,,!" Alika menjelaskan kebenarannya.
"Kok kamu mau-maunya minum-minuman yang Melly kasih...?" tanya Nina
Sebenarnya saat Melly memaksa alika untuk minum-minuman itu, alika tidak meminumnya, hanya pada saat pertama kali ketika alika kira minuman itu benar-benar minuman bersoda, minuman itu sedikit tertelan oleh alika dan karena rasanya yang tidak enak alika muntahkan, dari situlah kepala alika merasa pusing, di tambah suasana di sana gelap hanya ada cahaya remang-remang lampu berkelap-kelip, di tambah pula sesaknya orang-orang di sana. belum lagi asap rokok yang membuat napasnya sesak.
Sikap alika pada Romi saat itu hanya mengikuti permainan Melly agar alika bisa cepat keluar dari sana. dan dengan penuh derama akhirnya alika bisa keluar dari sana dengan di bantu oleh Romi. itu lah mengapa alika bermalam di apartemen Romi. Alika menjelaskan semuanya kepada Nina, sampai apa alasan alika membawa barang-barangnya kembali ke kamar Bu sari.
Tapi pikir Nina, Romi dan alika hanya salah paham saja, melihat dari sikap Romi akhir-akhir ini begitu menjaga alika, begitu menyayangi alika, setau Nina Romi tidak pernah bersikap setulus itu selama ia mengenal Romi.
Kemudian Alika mengambil henponnya dan berniat mengisi daya baterainya, dan saat charger di masukin ke henpon ternyata daya baterai alika masih 50%, sontak alika merasa heran... mengapa lowbat semtara baterainya masih 50%.
Sudah pasti itu perbuatan Melly, pikir alika dan Nina.
Alika menghidupkan henponnya, dan banyak sekali notifikasi Panggil masuk dari Kania dan beberapa pesan dari Kania yang marah besar kepada alika.
" Keterlaluan sekali Melly,,,! dia memang telah benar-benar merencanakan untuk menjebak ku,,, ! kenapa dia seperti itu kepada ku...!" Alika tak habis pikir.
" Dia iri pada mu karena seisi rumah ini menyayangi mu...!" jawab Nina.
Kemudian Nina menenangkan hati alika dengan memberikan nasehat-nasehatnya, dan menyuruh alika istirahat.
...
__ADS_1
Malam hari saat waktu makan malam, mama Ranti meminta Nina memangil alika untuk ikut makan bersama mereka.
Nina segera melaksanakan permainan nyonya nya memang alika.
Saat nina hendak berjalan ke arah kamar Bu sari mama Ranti menegurnya
" Nina kok kamu jalan kesitu, kamar Romi kan di sebelah sana...!" ucap mama Ranti sambil menunjuk arahnya.
Ya memang arah kamar bu sari dan kamar Romi berlawanan dari ruang makan.
" Nona alika beristirahat di kamar Bu sari nyonya...!"Nina memberi tau
" Oo... ko di kamar Bu sari...! ya udah panggil sana...!" mama Ranti heran
Tak lama alika terlihat berjalan dari arah kamar Bu sari menuju meja makan, sebenarnya alika malas sekali untuk makan tapi untuk menghargai mertuanya alika terpaksa ikut makan.
" Alika... nak,,, kamu baik-baik aja,..!" tanya mama Ranti saat melihat Alika
" Ya mah aku baik kok...!" Jawab alika.
" Tapi kok kamu pucat sekali,,, dan jalan mu kenapa seperti menahan sakit...!" lanjut mama Ranti.
Mendengar pertanyaan mama Ranti alika terlihat salah tingkah dan semakin pucat pasih.
" I-iya mah saya agak kurang enak badan...!"jawab alika gugup karena alika tidak mungkin memberi tau apa penyebab yang sebenarnya, mengapa ia sampai berjalan seperti menahan rasa sakit.
Kemudian...
Dan ternyata Kanialah pelakunya
" Kania kamu kenapa,,,!" tanya papa Bagas bingung dengan sikap Kania.
Kania bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan meja makan.
" Aku muak liat muka penjilat,,,! selera makan ku jadi hilang...! awas mah hati-hati sama penghianat..!" ucap kania sambil berlalu.
" Kania... ! apa maksud mu...!" mama Ranti tidak kalah bingungnya seperti papa Bagas.
Alika hanya menundukkan kepalanya, merasa sedih dan sakit hati atas apa yang di lakukan oleh kania.
Mama Ranti melihat alika dan merasa tidak tega, mama Ranti pun memahami situasi Kania dan alika sedang tidak baik-baik saja.
Kemudian mama Ranti menggenggam tangan alika untuk menguatkan alika yang terlihat sendu.
" Ada apa nak...?" tanya mama Ranti kepada alika karena Mama dan papa memang tidak tau apa yang sedang terjadi dengan anak-anak mereka.
Alika menampilkan senyum terpaksa, untuk merespon mama Ranti, dan menjawab.
" Gak papa ko mah,,,! cuma salah paham aja... nanti kalau sudah di jelaskan Kania bakalan ngerti kok...!" jawab alika
" Ya sudah ayo makan...!" papa Bagas menimpali percakapan alika dan mama Ranti.
__ADS_1
Detelah selesai makan mama Ranti dan papa bagas kembali ke kamar mereka untuk beristirahat.
Alika sendiri menemui Kania di kamarnya, tapi Kania enggan membuka pintu kamar, dan malah mengusir alika dengan berteriak dari dalam kamar.
" Pergi kamu penghianat... ! aku gak mau denger apa pun dari mulut mu...!" Pekik kania
Sakit sekali hati alika mendengarnya. sampai tak terasa buliran air mata menetes di pipinya. lalu alika menyekanya saat Nina menghampiri alika.
Tapi Nina tau dan mengerti apa yang sedang di rasakan oleh alika.
" Yang sabar ya Lika...!" ucap Nina sambil mengelus punggung alika menguatkannya.
Alika mengangguk sambil berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah.
Setelah masuk kamar kembali.
Alika menghubungi keluarganya, meminta agar keluarganya membantu alika pergi dari sana, sambil menangis alika menceritakan bahwa ia sudah tidak betah lagi tinggal di rumah itu, dengan semua perlakuan Romi terhadapnya, di tambah dengan sikap Kania sekarang, dan cacing, makin, sindiran, yang Kania berikan kepada alika membuat alika makin tertekan.
...
Hampir satu Minggu berlalu... sikap Kania masih sama seperti itu kepada alika, meski alika telah berusaha menjelaskan yang sebenarnya, tapi tetap saja cacian dan makin yang alika dapatkan dari Kania.
di tengah malam, Romi pulang tanpa ada satu orang pun penghuni rumah yang tau kepulangannya. security menelpon Nina untuk membuka pintu rumah agar Romi bisa masuk.
Nina bergegas membukakan pintu agar Romi bisa segera masuk ke dalam rumah.
" Tuan,,,! silahkan masuk...!" Romi langsung masuk dan langsung menuju ke kamarnya, di sana Romi mencari keberadaan alika namun tidak ada.
Romi menemui Nina di dapur yang sedang membuatkan teh hangat untuk Romi.
Romi bertanya kepada Nina di mana alika, mengapa tidak ada di kamarnya.
Nina memberi tau Romi semenjak pulang tanpa Romi, alika tinggal di kamar Bu sari lagi.
Tanpa basa-basi Romi langsung pergi menuju kamar Bu sari . perlahan ia membuka pintu dan untungnya tidak di kunci. Romi perlahan masuk dan menghampiri alika yang sedang tertidur lelap.
Romi begitu merindukan sosok wanita yang sedang tertidur lelap itu, ingin rasanya Romi mencium, dan memeluknya bahkan ingin mencumbunya, namun perasaan bersalah selalu muncul menghantuinya.
Sehingga Romi mengurungkan hasrat hatinya.
"Alika aku merindukan mu...! " gumam Romi mengelus kepala alika dan mencium kening alika perlahan.
Sementara Nina mengintip perlakuan romi kepada alika di sela-sela pintu yang sedikit terbuka karena penasaran apa yang akan di lakukan Romi " so sweet sekali..." gumam Nina.
Nina jadi benar-benar yakin jika alika hanya salah paham saja kepada Romi.
"aku harus lakukan sesuatu untuk menyelamatkan hubungan mereka berdua...!" Nina bicara pada diri nya sendiri...!
...
Hay jangan lupa ritual nya like, vote, komen ya 🙏🙏🙏
__ADS_1