
Ketika Alika melihat Fitri dan Bu sari yang datang, Alika memaku sebab setelah kejadian itu alika belum pernah bertemu lagi dengan Fitri.
Alika masih merasa trauma dengan kejadian atas penyerangan Fitri kepadanya tempo hari.
begitu juga dengan Romi ia pun sama memakunya dengan alika, karena Romi mengingat kejiwaan Fitri yang tidak setabil.
Romi takut Fitri akan menyerang istri dan putranya.
Bu sari tau ketakutan Alika dan Romi, lalu Bu sari melihat ke arah Fitri.
Sementara Fitri hanya tersenyum melihat Romi.
Ya memang kejiwaan Fitri belum sepenuhnya pulih, sebab Fitri selalu merengek menanyakan Romi setiap hari kepada ibunya.
Tapi Bu sari selalu memberi pengertian kepada Fitri untuk tetep menunggu kedatangan Romi.
Sampai Fitri mulai kesal karena sudah lelah menunggu Romi yang tak kunjung datang, sampai berhari-hari.
Bu sari takut Fitri akan brutal kembali jika Fitri terus saja hanya di beri harapan palsu.
Dan akhirnya Bu sari mengajak Fitri untuk menemui Romi di rumahnya, tapi Fitri tidak boleh melakukan hal-hal yang merugikan orang lain.
Fitri harus berjanji untuk mengatur emosinya, tidak boleh marah kepada siapapun juga karena tuan Romi akan lebih marah kepadanya dan tidak akan pernah mau menemuinya lagi.
Itu yang di ucapkan Bu sari kepada Fitri sebelum membawa Fitri ikut bersamanya, untuk menemui Romi dan alika memberi ucapan selamat kepada mereka.
Ya, setelah pulang dari rumah sakit Fitri begitu patuh dengan setiap apa yang di ucapkan oleh ibunya.
...
Bu sari merasa tidak enak hati melihat reaksi Alika dan Romi yang hanya mematung, tak ingin mendekat kepadanya karena merasa resah dengan keberadaan Fitri bersamanya.
Namun untungnya Gani dan Tasya yang baru sampai, hadir di sana, membuat suasana mencair.
"Hay,,, assalamu'alaikum!" Seru Tasya dan Gani ketik masuk.
"Walaikumsalam...!" jawab semua orang yang ada di dalam ruangan.
"Eeh ada Bu sari,,,,!" Seru Gani lagi.
"Fitri..." Kemudian seru Tasya merasa kaget karena Fitri pun ikut bersama Bu sari.
"Iya, Tasya ingin ikut dok." Bu sari menjawab.
Karena sudah ada Gani dan Tasya di sana, Romi pun merasa situasi Aman untuk istri dan putranya, akhirnya Romi mengajak alika untuk menghampiri Bu sari dan semua orang.
__ADS_1
Bu sari langsung menyambut Alika dan Romi dengan senang hati ketika mereka menghampirinya.
"Hay non Lika, selamat ya atas kelahiran putra pertamanya!" sapa Bu sari
"Ya Bu sari terimakasih,,," Jawab Alika.
Kemudian Alika menghampiri Fitri dengan ragu.
"Hay, Fitri... bagaimana kabar mu?" Sapa alika kepada Fitri.
"Hay juga nona Alika, alhamdulilah kondisi saya sudah membaik." Ucap Fitri dengan terus tersenyum kepada Alika.
Tapi Alika membalas senyuman Fitri dengan tersenyum kaku.
Sebab alika masih ingat betul peristiwa di mana saat Fitri menyerangnya. ketika itu juga Fitri tersenyum kepada Alika, tapi tidak terduga Fitri malah menyerangnya.
Namun Fitri tau apa yang harus ia lakukan saat ini, Fitri meminta maaf kepada Alika atas kesalahannya.
"Nona Alika mohon maafkan atas kesalahan saya, yang telah menyerang mu ketika itu, saya sungguh menyesalinya."Ucap Fitri dengan penuh penyesalan.
Dan membuat Alika percaya akan ketulusannya.
"Oo ya, sudahlah yang sudah berlalu biarlah berlalu, yang penting kamu dan aku sudah sehat kembali, putraku pun sudah lahir dengan sehat dan sempurna," Sepertinya Alika sudah memaafkan kesalahan Fitri.
Bu sari sungguh senang melihatnya, Fitri menunjukkan sikap yang sangat baik sesuai instruksinya.
Padahal dari awal Bu sari begitu cemas, Fitri akan mengamuk dan memberontak ketika melihat Romi dan alika, maka dari itu Bu sari baru menemui Romi dan alika untuk memberi ucapan selamat kepada mereka.
Kemudian Bu sari menghampiri Romi yang sedang memangku putranya.
"Mana cucuku tuan, aku ingin menggendongnya." Bu sari meminta sang bayi dari gendongan ayahnya, Romi pun memberikan putranya untuk di gendong Bu sari.
Tapi saat berpindah pangkuan sang bayi malah menangis kejer seperti merasakan sesuatu.
membuat semua orang panik di buatnya.
Tapi Fitri tidak memedulikan keadaan, ia hanya menatap Romi dengan tatapan yang sulit di artikan dengan seulas senyuman di bibirnya.
Tidak sengaja Alika sekilas melihat ekspresi wajah Fitri yang sepertinya sedang mengagumi suaminya.
Timbul rasa curiga dan rasa cemburu di hatinya.
Kemudian Alika mengambil putranya dari pangkuan Bu sari untuk menenangkannya.
"M'y honey bisakah kau membantuku." Alika sengaja ingin Romi pergi dari ruangan itu agar menjauhkan diri pandangan Fitri.
__ADS_1
Dengan meminta agar Romi membawa putrinya untuk berjemur sesuai rencana mereka sebelumnya.
Karena ketika Alika yang memangkunya, sang bayi seketika itu terdiam.
Lalu alika memberikan putranya kepada Romi agar Romi segera pergi dari sana.
"Ya ampun sudah lama sekali ibu tidak memegang bayi, sampai lupa lagi caranya dan membuat putra kalian menangis karena tak nyaman ku gendong." Kilah Bu sari yang sebenarnya merasa tidak enak hati kepada semua orang yang ada di sana karena telah menyebabkan sang bayi menangis.
Tak lama Nina datang dari arah kamarnya dengan menyeret kopernya.
Semua sudah tau akan rencana Nina, karena ia sudah berbicara tentang rencana kepulangannya, tapi tidak untuk Bu sari, karena itu membuat Bu sari heran melihat Nina.
"Nina kamu mau kemana?" Tanya Bu sari.
"Oo Bu sari! kapan sampai." Nina baru menyadari bahwa ternyata Bu sari ada di sana.
"Barusan Nin... kamu mau kemana bawa-bawa koper segala?" Bu sari penasaran.
"Oo iya Bu, saya resign, saya akan pulang ke kampung halaman saya, sekalian ya Bu saya pamit." Ucap Nina menjawab pertanyaan Bu sari.
"Oo!!!" Seru Bu sari tidak menyangka.
Kemudian Andi, papa Bagas dan juga Mama Ranti pun hadir di sana.
"Nyonya, tuan, mas Andi, kalian juga mau kemana?" Seru Bu sari melihat mereka juga telah bersiap.
Kemudian mama Ranti menjelaskan semuanya kepada Bu sari bahwa mereka akan ikut bersama Nina, akan mengantarkan Nina pulang ke kampung halamannya.
Karena semua sudah bersiap kini waktunya Nina dan yang lainnya untuk pergi. Nina berpamitan kepada semua orang dan menyalami dan memeluk mereka semua, Romi pun sudah di sana, sang bayi kini di gendong oleh dokter Tasya.
Dan ternyata Fitri sudah berada tepat di belakang Romi dengan posisi yang sangat dekat, sepertinya Fitri ingin melakukan sesuatu terhadap Romi.
Alika yang sedari awal sudah merasa curiga kepada Fitri, langsung menyadari pergerakan Fitri yang sedang mencari cara untuk mendekati Romi.
Seketika itu Alika pun berpura-pura akan terjatuh agar Romi meraih dirinya dan menggagalkan pergerakan Fitri.
Ya tentu saja Romi Langsung melakukan apa yang di inginkan oleh Alika, ketika Alika akan terjatuh.
Romi meraih tubuh Alika sambil berucap, "Honey hati-hati dong." dengan nada yang sangat khawatir kepada alika.
"Ya, m'y honey kakiku tersangkut tapi aku gak papa kok." Jawab Alika.
Melihat itu dan menyadari pergerakannya gagal tersirat raut wajah penuh kekecewaan di wajah Fitri.
Bu sari yang menyadari itu langsung melerai tubuh Fitri dan merangkulnya, untuk menenangkan emosi Fitri.
__ADS_1