
Doa ku hari ini
Dengan kuasa dan kehendak - mu
ya Allah jadikanlah suatu yang sulit menjadi mudah, jadikan lah yang tidak mungkin menjadi kenyataan, karuniakanlah kami keberkahan dan kesehatan serta rezeki yang melimpah, dan jadikanlah bismillah kami menjadi alhamdulilah dengan "kun payakun - mu" aamiin...
....
Sudah menjadi kebiasaan bagi alika terbangun sebelum subuh, seperti halnya sekarang meski dalam perawatan rumah sakit dan kurang tidur tapi ia tetap terbangun di jam seperti biasa ia bangun.
Alika merasa keadaan nya lebih baik dari kemarin, ia sudah tidak memerlukan bantuan pernafasan lagi, tapi memang ia masih lemah karena tekanan darah nya belum setabil masih di bawah normal.
Alika berusaha bangkit dari tempat tidur nya secara perlahan berniat ingin ke kamar mandi.
Alika takut membangun kan orang - orang di sekitarnya yang sedang terlelap.
bunda Tiya dan Gani yang tidur di sofa tepat berada di samping bed nya, mama Ranti dan papa Bagas tidur di sofa yang terletak di sebrang bed nya alika, lebih tepat nya di posisi sebrang bed Romi.
Alika perlahan meraih botol infus nya karena ia memang harus membawanya.
Tapi meskipun alika sudah bergerak sangat perlahan Romi tetap bisa merasakan pergerakan alika walau terpisah tempat tidur, Romi langsung membuka mata nya dan memperhatikan alika yang sedang mengendap - endap, ketika alika akan berjalan meninggalkan tempat tidur nya tiba - tiba terdengar suara.
"Honey, kamu mau kemana?" Tanya Romi
seketika alika terhenti karena terkejut mendengar nya, padahal ia sudah sangat berusaha untuk tidak membangunkan orang di sekitarnya tapi mengapa Romi masih saja bisa merasakan pergerakan nya.
Kemudian alika menolak karena arah Romi.
"Saya ingin ke kamar mandi, kenapa mau ikut...?" Kemudian alika balik bertanya.
"Ya boleh..." Seru Romi.
Alika terdiam seperti sedang berpikir.
" Tuan sebaiknya, anda nanti saja ya ke kamar mandi nya, minta bantuan yang lain aja, maaf bukan nya tidak mau membuat tapi untuk menopang tubuh saya sendiri saya masih lemas apa lagi harus membantu anda untuk bangun, mohon maaf kan saya tuan,,," Alika merasa tidak sanggup harus membatu menopang tubuh Romi sementara dirinya sendiri masih sangat lemah.
"Oke...!" Romi mengerti dengan keadaan alika
padahal tujuan Romi bukan itu, bukan ingin di bantu oleh alika, melainkan ingin alika mendekati nya, Romi ingin menyentuh alika walaupun hanya sekedar menggenggam tangan nya.
__ADS_1
Kemudian alika melanjutkan niat awalnya
"Honey, hati - hati...!" Ucap Romi mengingatkan alika.
"Ya,,,!" Jawab alika singkat
" Hhhmmm! dasar tidak peka padahal saya kan cuma ingin dia mendekati saya, Andai saja saya tidak merasakan sakit sudah habis kamu aku apa - apain! eeh tapi kan dia lagi hamil gak boleh di apa - apain, ya setidaknya saya bisa peluk dia...!" Batin Romi bicara dengan dirinya sendiri, setelah alika berlalu.
Di kamar mandi, seperti biasa Alika melakukan ritual paginya... lalu mencium muka membersihkan diri nya sebisanya, tapi pas ia menggosok gigi nya mengapa tiba - tiba ia merasa sangat mual dan muntah - muntah.
sampai lututnya gemetar lemas, keringat dingin bercucuran...! semua isi perut nya keluar sampai yang pait - pait nya ikut keluar.
semua penghuni ruangan terbangun mendengar suara muntahan alika yang semakin kencang dan tak henti - hentinya terdengar alika seprti kewalahan karena rasa mualnya. membuat semua yang mendengar nya sangat khawatir dengan kondisi alika.
Awalnya Romi yang mendengar nya, sampai berteriak dan berusaha untuk bangun ingin menghampiri alika di kamar mandi.
"Honey! kamu gak papa honey...!" Seru Romi sangat menghawatirkan kondisi alika.
Tapi Romi belum sempat berhasil untuk bangun, bunda Tiya, Gani, dan yang lainnya langsung terbangun, papa Bagas, langsung meraih Romi dan menenangkan nya Mama Ranti, bunda Tiya, dan gani berhamburan ke pintu kamar mandi mendekati di mana suara alika berasal, mereka berusaha membuka pintu yang alika kunci dari dalam...
"Lika,,, buka pintu nya nak..." bunda Tiya
"Dek, ayo buka pintu nya dek...!" gani
semua sangat panik, alika sendiri masih saja merasakan mual dan muntah - muntah, sampai ia tak sanggup lagi berdiri ia terduduk di closet yang tertutup.
Saking panik nya Gani memutuskan mendobrak pintu kamar mandi tersebut.
"Dek aku dobrak ya pintunya, Kamu jangan ada di balik pintu.." Gani memberi tau alika bahwa ia akan mendobrak pintu kamar mandi.
"Aku dobrak sekarang, satu, dua, tiga..." Aba - aba dari Gani
Dan "Berak....!" Pintu di dobrak dan terbuka
Setelah pintu terbuka mereka segera masuk, dan melihat alika sedang terduduk lemas, dengan tubuh yang gemetar, nafas yang terengah - engah, wajah memerah, mata pun merah dan mengeluarkan air mata.
"Nak kamu gak papa...!" Tanya bunda Tiya
Alika mengangguk, ia sedang berusaha mengontrol diri nya yang masih merasakan mual.
__ADS_1
Mama Ranti menggambil air minum dan memberikan nya kepada alika agar ia lebih tenang.
Setelah di lihat lebih tenang, Gani membopong alika untuk kembali ke tempat tidur nya. bunda mengikuti dari belakang dan memegangi botol infus nya.
Setelah di tempat tidur nya Gani mendudukkan alika lalu menyadarkan nya di tempat, masih dengan tubuh gemetar, nafas terengah, wajah dan mata yang memerah
"Honey, Β Are you okay ?" Tanya Romi yang sangat menghawatirkan kondisi alika.
tersirat kesedihan di wajah Romi menggambarkan hatinya, di saat alika seprti itu ia malah tidak berdaya, sekedar untuk bangun saja ia belum bisa melakukan nya kepada nya masih terasa berat jika di paksa di gerakkan.
Alika melihat ke arah Romi dan menganggukkan kepalanya dengan ekspresi wajah yang masih tegang.
" Dek apa gunanya kami disini, kalau kamu kaya tadi, kenapa gak banguin aku atau yang lainnya jika ingin ke kamar mandi, untung gak terjadi sesuatu yang fatal" Gani sungguh kesal dengan tindakan alika
"Maaf, aku gak mau ganggu tidur kalian,,," Karena alika sudah merasa lebih baik.
"Maaf kan saya, harus nya saya yang menjaganya, saya tau dia bangun dan pergi ke kamar mandi, harus nya saya mengantarnya, tapi saya malah membiarkan nya sendirian" Romi menyesali apa yang terjadi pada alika adalah kesalahan nya.
"Okeh, okeh! maaf kan aku ya, aku yang salah, aku janji gak bakal kaya tadi lagi aku akan selalu minta tolong sama orang-orang di sekitar ku"
Alika tidak ingin ada perdebatan ia mengakui kesalahannya padahal ia sendiri tidak ingin terjadi kejadian seperti tadi dan tidak menduganya bakal terjadi seperti itu.
...
Hay... para ALrs (readers) jangan lupa ritual nya tinggal jejak mu dengan cara like, vote, komen,,, pencet β€οΈ nya juga ya serta hadiahnya...π€
Gani : iih othor banyak mau nya...
othor: π€π€π€ gak papa dong para ALrs (readers) kan orang baik-baik siapa tau mau kasih hadiah buat othor nyemangatin othor.
Gani: ya nanti aku kasih hadiah secangkir kopi, biar othor tambahan semangat...
othor: βΊοΈβΊοΈβΊοΈ makasih ya Kak Gani,,,! kak Gani memang paling baik, jadi love deh sama kak Gani.... β€οΈβ€οΈβ€οΈ
Gani: gak boleh,,, othor kan ada suami... nanti dosa Lo...
othor: yaelaah kak Gani...! kaku banget makanya masih jomblo aja, padahal bayangan othor tuh kak Gani ini, paling ganteng di antara cowok - cowok di cerita babang Omi ma neng lika ini...!!!
dah othor mau lanjut ngehalu lagi buat bab berikutnya ... !!!
__ADS_1
tetap dukung othor ya para ALrs (readers) terimakasih πππ
love you ππππππ