Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 130


__ADS_3

Meski pun berusaha bersikap tenang demi terlihat biasa saja, tapi sesungguhnya hati Gani resah dan gelisah memikirkan hal apa yang ingin Tante Merry Utara kan.


"Akan kah Tante Merry meminta ku untuk segera menikahi Tasya?" pertanyaan di benak Gani.


pasalnya Gani belum siap untuk menikahi Tasya meski pun gani menyukai, karena Gani belum begitu mengenal Tasya.


Gani dan Tasya duduk mematung menghadapi tante Merry sesuai keinginan nya, suasana begitu tegang karena mereka tidak tau apa yang ingin Merry bicarakan.


"Gani apa kamu mau serius dengan anak saya Tasya?" Tanya Tante Merry membuka pembicaraan.


"Saya memang menyukai Tasya Tante. tapi antara saya dan Tasya belum ada hubungan apapun kecuali sebagai teman!" Jawab Gani


" Mah, apa maksud mamah?" Tasya merasa tidak enak hati dengan pertanyaan mamah nya yang terkesan ikut campur dalam hubungan nya dengan Gani.


Merry mengutarakan maksud nya bahwa ia ingin menitipkan Tasya kepada Gani, mengingat Tasya adalah putri semata wayangnya, dan ia sendiri sudah tua dan sudah sakit - sakitan, Tasya tidak memiliki keluarga lain selain mamanya.


"Saya hanya ingin kamu jagain Tasya, jika dia jodoh mu jaga Tasya sebagai pasangan mu, jika kalian tidak berjodoh jaga Tasya selayaknya kamu menjaga adik mu Gani, Tante percaya kamu mampu membimbing Tasya menjadi lebih baik, sebab selama ia mengenal mu Tante perhatikan Tasya banyak berubah, lebih dewasa dalam bersikap..." Tante Merry mengutarakan keinginan nya


Gani begitu syok mendengar ucapan Tante Merry, karena itu suatu tanggung jawab yang cukup berat bagi Gani.


" Ya sukur - sukur, kalian berjodoh sebelum saya pergi meninggalkan dunia ini" sambungan Tante Merry


"Mah...!" Seru Tasya, agar mama nya jangan berucap seprti.


"Maaf Tante, saya tidak bisa berjanji, tapi jika Tasys membutuhkan bantuan saya, insaallah sebisa saya akan membantu nya..." Gani merasa tanggung jawab itu sangat besar hingga ia tak sanggup untuk berjanji


"Ya tapi setidaknya saya sudah mempercai kamu, untuk menjaga Tasya, karena saya sudah tua, dan akhir - akhir ini saya sering sakit-sakitan, saya hawatir tidak bisa menemani Tasya sampai ia menemukan pendamping" khawatiran Tante Merry


mendengar khawatiran mama nya, Tasya bangkit dari duduknya lalu menghampiri mamanya


"Mah, jangan hawatirkan aku, mama pokus saja sama kesehatan mama, aku yakin Mama pasti sembuh, jangan terlalu banyak pikiran mah..!" Ucap Tasya lirih sambil memeluk mama nya.


"Ya sudah sekarang kalian berangkat sana keburu malam, nanti ketinggalan acara nya"


Lalu gani mengajak Tante Merry untuk ikut serta bersama mereka menghadiri acara di villa Romi.


Awalnya Tante Merry enggan ikut serta, tapi Gani dan Tasya memohon kepada nya agar ia mau ikut, dan akhirnya Tante Merry pun bersedia untuk ikut serta.


.


.


.


Di villa Romi, seluruh keluarga sudah berkumpul dan seluruh tamu undangan pun sudah hadir, acara pun segera di mulai dengan pembacaan doa - doa yang di pimpin oleh kiyai haji Husain.


Acara berjalan dengan khusyuk dan lancar...

__ADS_1


sampai pada pembagian bingkisan dan santun untuk para anak pantai asuhan Nurul iman, yang di bagikan Romi dan alika di bantu juga oleh para keluarga.


Setelah itu semua anak anak pantai telah berlalu meninggalkan tempat acara, tinggal lah Kiya haji Husain bersama keluarga nya, menghampiri Romi dan alika hendak pamit untuk pulang.


Mereka pun menyampaikan permohonan maaf, tidak mengetahui tentang sakit nya Romi sampai harus di rawat di RS selama beberapa Minggu.


"Maaf kan kami tuan Romi, kami tidak menjenguk Anda karena kami tidak mengetahui nya, tapi syukurlah anda sekarang sudah sehat" Kiyai haji Husain benar benar menyesal ke tidak tahuan nya.


"Tidak apa - apa kok, abi yang penting kan sekarang saya dan istri saya sudah sehat, ya sebenarnya memang hal ini di rahasiakan dari publik, untuk Privasi, saya memang tidak ingin di ganggu untuk lebih pokus menjalani perawatan untuk kesembuhan saya dan istirahat yang cukup karena itu juga sarana dari dokter, benar - benar hanya keluarga inti saja yang di perbolehkan untuk menjenguk dan menemani!" Romi menjelaskan agar Kiya haji Husain tidak usah merasa tidak enak hati.


"Orang kepercayaan saya saja pak yunas tidak di ijinkan untuk menemui saya, Karena di hawatirkan akan mengganggu istirahat saya" Masih sambungan Romi untuk lebih meyakinkan. dan memang benar pak yunas sama sekali tidak hadir, Atau tidak menjenguk Romi.


karena pak yunas di perintahkan mengurus semua pekerjaan di kota Romi sementara Mama dan papa Romi yang harus bulak - balik, demi untuk pekerjaan dan demi untuk menemani Romi karena mereka pun sangat mengkhawatirkan keadaan Romi.


"Lika, selamat ya atas kehamilan mu...!" Rani memberi ucapan selamat kepada alika.


Alika tersenyum bahagia.


"Ya terimakasih Rani" Sahut alika.


Kemudian umi (istri Kiyai haji Husain) pun menghampiri alika dan memberikan ucapan selamat kepada alika.


Sementara Fika seprti bisa menatap alika dengan tatapan tidak suka.


Fahri hanya menunduk, berdiri di belakang Abi Husein.


Karena terlalu sakit bagi Fahri, ia pun pamit kepada semua nya untuk menyiapkan mobil untuk pulang karena memang ia lah yang mengemudikan nya.


Tapi semu mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Fahri, meski pun ia berusaha untuk bisa saja tapi gurat kekecewaan tetap nampak jelas di wajah nya.


Menyadari itu, alika yang masih merasa sangat bersalah kepada Fahri, hanya menunduk Romi memahami nya, lalu menggenggam tangan alika agar tidak perlu merasa bersalah, karena itu sudah takdir dari yang maha kuasa.


Kemudian alika menatap Romi dan tersenyum kaku berusaha menyembunyikan perasaan nya. karena alika pun tidak ingin Romi salah paham atas perasaan nya kepada Fahri.


.


.


.


Selepas kepergian keluarga abi Husein kini hanya tinggal dua keluarga di tambah Tasya dan mama nya.


Semua merapikan bekas acara, membersihkan semua sampah - sampah bungkus cemilan yang terlihat tercecer, merapikan piring dan gelas, menggulung karpet.


Terlihat Tante Merry yang berdiri seorang diri memperhatikan orang orang yang sedang sibuk beraktivitas sambil bercerita, bersenda gurau.


"apa kabarnya Bu, apa anda baik - baik saja" tanya seseorang yang Tiba - tiba mengagetkan Tante Merry.

__ADS_1


Tante Merry langsung menoleh kearah sumber suara. dan ternyata pak Edy yang bertanya dan mengagetkan nya.


"Ya saya baik..." Jawab Tante Merry santai


"Ibu tidak mengenali saya,,,?" Masih pak Edy yang bertanya.


Tante Merry sedikit melirik ke arah pak Edy dengan memicingkan matanya.


seakan heran mengapa orang itu bertanya seperti itu. menurut Tante Merry itu tidak lah penting.


"Kamu supir pribadi Romi kan!" Jawab Tante Merry acuh, karena setahu nya orang itu memang supir pribadi Romi.


Pak Edy malah tertawa mendengar jawaban Tante Merry, membuat Tante Merry bingung dengan mengerutkan dahinya.


"Ibu sungguh tak mengenali saya...?" Pertanyaan pak Edy sungguh membuat Tante Merry bingung.


"Apa maksud dari pertanyaan mu, siap sebenarnya dirimu...?" Tante Merry Balik bertanya, dan mulai menegang, ia curiga orang itu berniat jahat kepada nya.


"Ibu lupa sama anak laki - laki yang ibu usir dua puluh tahun lalu, setelah papa nya meninggal" Mereka malah saling melempar pertanyaan.


"DEG..." Jangan Tante Merry serasa berhenti mendengar ucapan pak Edy.


"Siap sebenarnya kamu, mengapa kamu tau tentang hal itu...?" Tante Merry tegang mengingat kejadian dua puluh tahun silam.


"Saya anak laki - laki itu, Edytha Erlangga, anak yang ibu usir dua puluh tahun lalu" Tegas pak Edy.


"APA...!" Pekik Tante Merry, berhasil mengalihkan perhatian semua orang.


Mendengar pekikan Tante Merry, semu orang memandang ke arah nya.


Tubuh Tante Merry gemetar, nafasnya sesak ia hilang keseimbangan dan hampir terjatuh, pak Edy dengan sigap menopang tubuh Tante Merry, dan membuat tubuh Tante Merry tidak sampai terjatuh.


Melihat kejadian itu semua berlari menghampiri Tante Merry, terutama Tasya dengan sigap mencari obat sesak nafas di tas Tante Merry, yang tidak pernah lupa di bawa kemana pun Tante Merry pergi, mengingat penyakit asam yang di deritanya bisa kambuh kapan saja di mana saja.


Setelah menemukan nya Tasya segera memberikan nya kepada mama nya, sehingga kondisi Tante Merry bisa lebih tenang.


Pak Edy yang begitu panik dan merasa sangat bersalah segera berbalik untuk pergi meninggalkan semua nya setelah melihat kondisi Tante Merry kembali setabil.


tapi Tante Merry menghentikan langkahnya.


"Tunggu...!" Tante Merry mencegah pak Edy untuk pergi.


Semua menatap kearah pak Edy, seakan bertanya - tanya apa yang di lakukan pak Edy sehingga menyebabkan penyakit Tante Merry kambuh.


....


jangan lupa ritual nya ya tinggal jejak mu dengan cara like, vote, komen, pencet ❤️ nya juga ya beserta hadiah nya di tunggu ya kawan....!!!!

__ADS_1


__ADS_2