Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda

Asisten Pengganti Jadi Isteri Tuan Muda
BAB - 165


__ADS_3

Masih di rumah sakit....


Di ruang itu cukup luas untuk menampung para tamu.


Tuan Carlos mempersilahkan papa Bagas, mama Ranti, Romi dan yang lainnya untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


Nenek Nely menyuguhkan minum dan cemilan yang sempat tuan Carlos beli dari luar, sengaja untuk menyambut kedatangan mereka.


Karena sebenarnya tuan Carlos telah di beri tau kan oleh Romi jika mereka akan berkunjung untuk menjenguk tuan Carlos.


Sementara, alika dan Kania, tetap menemani Cherry, duduk di samping tempat tidur Cherry.


Mereka masih berbincang sekedar basa-basi, bercerita hal-hal yang merek alami ketika berlibur dan papa, mama Ranti juga menceritakan perjalanan bisnisnya di luar kota.


Alika dan Kania pokus bersama Cherry, bercanda gurau, tak ikut bergabung dengan yang lainnya


Cherry terlihat sangat senang terlihat dari wajahnya yang sangat ceria karena tertawa dan tersenyum.


"Anteu mami, aku pengen kak Kania menikah, agar aku, papi, dan kak Kania bisa tidur bersama " Ucap Cherry mengadu kepada alika.


"Ya Tuhan polos sekali anak kecil ini pikiran nya, menikah tak hanya sekedar agar bisa tidur bersama nak,,,, ya walaupun di jelaskan ia akan sulit untuk mengerti karena memang pikirannya belum mengerti tentang pernikahan sesungguhnya..." Batin alika ketika mendengar ucapan Cherry.


Kania hanya tersenyum, Seperti mengiyakan ucapan Cherry.


"Ya,,, sekarang Cherry harus belajar manggil kak Kania mami, sama Tante manggilnya tante Aja ya..!" Alika mengajarkan Cherry agar terbiasa memanggil Kania dengan sebutan baru.


"Iya tante..." Jawab Cherry patuh


Lalu "mami..!" Ucap Cherry kepada Kania.


Mengingat keberatan Kania akan pernikahannya dengan tuan Carlos, Tapi bukannya merasa marah, Atau sedih karena tidak suka mendengarkan sebutan itu. Kania malah tersenyum geli mendengar sebutan itu.


"Lucu sekali aku di panggil mami kak...!" Seru Kania berbisik di telinga alika....


Membuat mereka terkekeh dan menjadi pusat perhatian dari yang lain....


Kemudian mama Ranti berdehem "Hhhmmm" untuk menghentikan Kania dan alika sebagai isyarat agar mereka menjadi sikap.

__ADS_1


Rasanya tak pantas berada di lingkungan rumah sakit mereka tertawa-tawa di tambah ada orang tua seperti nenek Nely.


Mama Ranti ingin mereka bisa lebih bisa menghargai nenek nely sebagai orang tua.


Mendapat isyarat dari mama Ranti Kania dan alika langsung terdiam, karena menyadari kesalahan mereka.


Alika melihat ke arah Romi, lalu Romi memberikan isyarat agar alika dan Kania menidurkan Cherry.


Tak terasa waktu memang sudah berganti malam mereka sudah cukup lama berada di sana.


Kemudian alika meminta Cherry untuk tidur.


Karena para orang tua akan membahas hal penting. Yang tidak pantas untuk di dengar oleh anak seumuran Cherry.


"Cherry sekarang tidur dulu ya karena udah waktunya untuk Cherry tidur, karena Cherry harus banyak istirahat agar Cherry cet sembuh dan cepat pulang..." Bujuk alika


"Untuk apa Cherry pulang,,, Cherry senang berada di sini...!" Jawab Cherry cukup mencengangkan bagi mereka yang mendengar nya.


Alika dan Kania kompak mengerutkan keningnya merasa heran.


"Kenapa Cherry senang berada di sini kan gak enak gak bebas, Cherry gak bisa main, gak bisa sekolah...!" Kali ini Kania yang bertanya.


Dari ucapan nya tersirat kegetiran hati Cherry, tergambarkan kesedihan, kekosongan hati, ingin perhatian, dan kasih sayang lebih dari yang selama ini ia dapat dari nenek dan papi nya.


Semua mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Cherry....


terutama Kania seperti mempunyai ikatan batin dengan Cherry....


"Cherry sayang.... sebentar lagi kan kakak Kania akan jadi mamimu, jadi jangan khawatir,,, nanti kita akan selalu bersama" Kania mencoba menghibur hati Cherry


Cherry mengangguk lalu tersenyum...


semua orang begitu bangga kepada Kania meskipun ia masih bisa di bilang remaja, dan begitu manja karena berlimpah kasih sayang, perhatian, dari keluarganya bahkan materi pun ia tidak kekurangan.


Tapi itu semua tidak menjadikan dirinya menjadi peribadi yang sombong atau egois...


Dan malah sebaliknya, melihat Cherry dia begitu merasa kasihan karena berpikir anak sekecil itu tidak bisa merasakan apa yang ia rasakan hidup penuh kasih sayang...

__ADS_1


karena waktu memang sudah malam Kania meminta agar Cherry untuk tidur ...


"Sekarang Cherry tidur dulu ya,,, kata dokter besok Cherry sudah boleh pulang,,, nanti kakak janji akan menemani Cherry pulang ke rumah..." Kania membujuk dengan berkata lembut kepada Cherry itu yang membuat Cherry sangat nyaman bersama Kania.


"Beneran mami.." ucap Cherry berhasil membuat Kania salah tingkah dengan panggilan baru nya.


Kania terlihat mengulum senyum, pipinya memerah seperti kepiting rebus menahan malu, karena semua orang di ruangan itu mendengar Cherry memanggil dengan sebutan mami.


Kania hanya mengangguk, karena tak mampu menjawab.


melihat tingkah Kania tuan Carlos begitu gemas melihatnya.


Andai saja hubungan mereka normal seperti layaknya pasangan yang ingin menikah pada umumnya, penuh cinta dan kasih sayang, ingin sekali rasanya tuan Carlos memeluk dan mencium pipi merah Kania yang sedang salah tingkah itu.


Tapi sayangnya jangankan di peluk atau di cium di genggam tangannya saja Kania sepertinya tak Sudi oleh tuan Carlos.


Entah akan seperti apa nanti hubungan pernikahan mereka.


Tak lama Cherry pun nampak sudah terlelap terlihat dari nafas nya yang sudah beraturan.


Alika sudah sedari tadi ikut bergabung dengan yang lainnya, alika duduk di pangkuan Romi karena Romi yang menarik alika untuk duduk di sana. sebab percakapan mereka masih percakapan biasa dan santai jadi tidak ada masalah bagi Romi untuk memanjakan isterinya.


setelah di rasa Cherry sudah benar-benar terlelap Kania di minta untuk duduk bergabung dengan mereka.


Dan alika yang berpindah ke tempat duduk di samping tempat tidur Cherry.


Alika memilih menjauh karena tidak ingin mengganggu pembicaraan. sebab ia tak harus ikut campur dalam hal itu, Alika hanya ikut mendengarkan.


Ketika Kania sudah duduk bersama, Romi yang di persiapkan bicara mewakili semua keluarga memulai pembicaraannya.


"Oke,, baik tuan Carlos, mommy Nely, karena waktu pun sudah malam kami pun harus segera pulang, jadi saya to the point saja ya..." Romi membuka pembicaraan.


"Ya silahkan..." tuan Carlos dan nenek nely mempersilahkan.


karena sudah di persilahkan Romi melanjutkannya


"Setelah kami (keluarga) bicara bersama, dan kania telah mengambil keputusan, demi Cherry kania bersedia melakukan pernikahan dengan kesepakatan yang telah anda usulkan, tapi kami keluarga ingin pernikahan ini di laksanakan secara legal demi mencegah hal-hal yang tidak di inginkan... karena kami pun berharap seiring nya waktu kalian bisa menjalani rumah tangga yang sesungguhnya..."

__ADS_1


"Aamiin...!" Sahut tuan Carlos seperti nya memang berharap pernikahan mereka benar-benar menjadi pernikahan yang sesungguhnya.


__ADS_2