
Alika langsung menyembunyikan minuman yang sudah terlanjur ia teguk tersebut, "Biur..."
"Ouek,, ouek,, ouek.." Alika pun langsung muntah-muntah kejer.
membuat semua orang panik melihatnya.
Terutama Romi, " Nek! nenek kasih minuman apa sama istri saya, nenek mau bunuh istri saya." Pekik Romi kepada nenek diah sebab Romi sungguh sangat merasa panik melihat reaksi Alika setelah meneguk minuman yang Nenek diah berikan kepada alika.
Nenek mengerutkan keningnya ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh Romi, "Haah... kamu pikir saya meracuni Alika," Nenek pun memekik menimpali Romi.
Nenek merasa tidak terima, karena merasa di tuduh yang bukan-bukan oleh Romi, bahkan seluruh keluarga menatap nenek dengan Punuh kecurigaan.
Tapi mereka begitu bukan tanpa alasan, sebab pada kenyataannya memang seperti itu, setelah meneguk minuman dari nenek Alika langsung bereaksi seperti itu, menyemburkan minumannya lalu muntah-muntah.
"Kalian semua jangan salah sangka ya! kepada ku." Ucap nenek Diah menyangkal kecurigaan semua orang kepadanya.
Kemudian nenek Diah mencoba untuk menjelaskan minuman apa itu sebenarnya.
" Apa kalian pikir itu jus buah?" Nenek malah bertanya tentang pemikiran mereka semua.
Kemudian semua menganggukkan kepalanya, mengiyakan pertanyaan nenek Diah.
"hhmm..." Nenek diah mendengus kesal melihatnya.
"Pantas saja kalian semua menyalahkan ku!" Seru nenek Diah tanpa rasa bersalah.
Dengan wajah yang memerah dan nafas yang terengah-engah, karena rasa mual yang di sebab oleh minuman tersebut, Alika pun begitu emosi kepada neneknya lalu berkata,
"Lalu minuman apa ini, kenapa nenek memberikannya kepada ku, kalau nenek bukan mau membunuh ku, nenek tau ini rasanya seperti apa...?" Pekik Alika kesal, kepada neneknya, karena telah memberikan minuman yang membuatnya sampai muntah-muntah karena rasa dan bau dari minuman itu.
Nenek malah terkekeh mendengar pekikan alika yang begitu emosi kepadanya.
"Ha,,, ha,,, ha,,,. " Tawa nenek pecah
"Nenek...." Alika makin memekik melihat reaksi neneknya.
sementara semua orang yang lain hanya terdiam melihat perseteruan Alika dan neneknya.
Setelah melihat reaksi nenek Diah bunda Tiya, dan ayu sudah paham minuman apa sebenarnya yang nenek Diah berikan kepada alika, karena mereka berdua sudah pernah mengalami hal yang sama seperti yang di alami alika saat ini.
Jadi bunda Tiya dan ayu hanya saling menatap dan mengulum senyum di bibir mereka masing-masing, seakan ingin ikut tertawa bersama nenek Diah.
Sementara semua orang yang lain masih tegang dengan perseteruan nenek Diah dan alika.
Terutama Romi, terlihat sangat geram, dengan tingkah nenek Diah yang mencoba bermain-main dengan nyawa Alika.
"Nenek, kenapa malah tertawa seperti itu." Ucap Romi ketus.
"Heh, kalian semua pikir ya! mana mungkin aku akan membunuh cucu kesayangan ku, yang aku besarkan sedari dia bayi, justru aku ingin menyembuhkannya, aku ingin dia sehat, cepat pulih pasca melahirkan." Nenek menerangkan tujuannya.
"Lalu...!" Romi meminta penjelasan yang lebih jelas.
"Minuman itu jamu yang aku racik sendiri, yang berkhasiat untuk memulihkan kondisi alika pasca melahirkan, he.. he.. he.. ." Terang nenek diah lagi tanpa rasa bersalah.
Kemudian Bunda Tiya dan ayu pun ikut tertawa, Karen mereka menahan tawa sedari tadi.
Alika melihat ke arah bunda Tiya dan ayu, "Bunda... kakak, kalian sekongkol sama nenek untuk mengerjai ku ya..." Alika sungguh kesal menyadarinya.
"Alika,,, Ayok cepat habiskan jamunya, selain untuk memulihkan stamina mu, jamu ini juga berhasil untuk menyehatkan organ dalam tubuh pasca melahirkan... terutama bagian vagi*na mu... yang telah mengalami robek karena telah menjadi jalan keluar sang bayi..." Kemudian Ucap nenek mengingatkan sekaligus mengintruksi Alika.
"Nek tapi aku kan minum obat dari dokter, jadi nenek tidak usah khawatir tentang kondisi ku..." Ucap alika menolak untuk meminum jamunya.
__ADS_1
Sebab alika tidak tahan dengan bau dari rasanya.
"Jamu itu wajib kamu minum Alika, sebab wanita sehabis melahirkan memang harus benar-benar menjaga dirinya sendiri, dari asupan makanan dan jamu- jamuan akan sangat berpengaruh, banyak sekali perubahan yang di alami wanita pasca hamil dan melahirkan." Ucap nenek Diah.
Lalu menerangkan apa saja perubahan yang di alami wanita pasca melahirkan.
Perubahan tubuh wanita pasca melahirkan merupakan hal yang normal terjadi di masa pemulihan setelah bersalin. Perubahan tubuh setelah melahirkan ini diperlukan untuk menyesuaikan kondisi badan setelah mengalami sekian banyak perubahan selama hamil.
Kehamilan dan persalinan membawa perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Selama 9 bulan mengandung, tubuh akan mengalami berbagai perubahan hingga akhirnya siap untuk melahirkan buah hati.
Jadi minum jamu racikan nenek Diah itu ritual wajib bagi setiap anggota keluarga, karena itu salah satu rahasia keluarga untuk menjaga kondisi dan kebugaran tubuh pasca melahirkan baik luar maupun dalam organ tubuh.
Mendengar penjelasan dari nenek Diah akhirnya semua mengerti.
Dan akhirnya Romi menyodorkan minuman itu ke mulut Alika agar alika segera meminumnya.
"Ayo honey cepetan minum..."
Alika menggelengkan kepalanya enggan melakukan apa yang Romi perintahkan "m'y honey ini rasanya lebih mengerikan di banding saat para perawat akan menggunting vagi*na ku." Ucap alika kepada suaminya agar jangan memaksanya.
"Apa harus nenek yang memasakmu, agar kau mau menghabiskannya." Kemudian nenek mulai mengancam Alika.
Ya, sebab selama ini hanya nenek lah yang jadi penakluk bagi alika.
Sementara semua keluarga selalu menuruti apa mau Alika, tapi tidak dengan nenek, Alika lah yang selalu harus mengikuti semua peraturan yang nenek buat, tapi tak jarang alika pun sering membangkang dan karena itu lah sering terjadi perselisihan antara nenek Diah dan alika.
Tapi sesungguhnya mereka berdua saling menyayangi satu sama lain.
Dengan rasa terpaksa alika pun meminum jamu itu.
Dengan cara meneguk madu terlebih dahulu, lalu meneguk jamu itu dengan memencet hidungnya agar tidak tercium aroma tidak enak dari jamu tersebut, itu adalah cara yang di berikan oleh bunda Tiya kepada alika agar bisa meminumnya, tanpa harus muntah-muntah.
Ya cara yang di berikan bunda Tiya berhasil membuat alika lancar meneguk minuman buatan nenek Diah sampai bersih tak tersisa.
"Ya tuhan ini rasanya tidak enak sekali..." Gumam alika ketika telah meneguk habis jamunya.
Romi merasa tidak tega melihat alika yang terlihat sangat tersiksa, tapi itu untuk kesehatan dan kebaikan Alika juga jadi Romi hanya bisa memberikan nya dukungan, agar alika selalu kuat dalam hal apapun.
.
.
Alika sudah beristirahat di kamarnya bersama bayinya dan juga Kania yang menemaninya.
Di ruang tengah semua sedang menyiapkan segala keperluan untuk nanti malam acara syukuran sebagai rasa sukur, karena di dua keluarga ada kehadiran anggota baru di tengah-tengah mereka.
Ketika Nina sedang sibuk membantu semua orang ternyata ada sepasang mata yang memperhatikannya tanpa berkedip.
'Nina mengapa makin hari aku makin merasa merindukan mu, dengan melihat mu seperti ini aku juga makin menyukaimu...' Batin Andi yang menyadari perasaannya.
Tapi Andi hanya berani menatap Nina dari kejauhan.
Sementara Gani dan Tasya makin dekat saja, terlihat Gani selalu mendekati Tasya melakukan semua kegiatan bersama.
Membuat Nina iri melihatnya.
"Nempel terus kaya perangko..." Sindiran Nina kepada sepasang sejoli yaitu Gani dan Tasya.
"Eeh rupanya ada yang iri ya...!" Jawab Tasya.
"Makanya Nin,,, cepetan sana cari pasangan supaya gak jomblo terus...!" Gani ikut menimpali.
__ADS_1
Nina menghela nafas panjang, "Hhhhmm." Lalu menghembuskannya secara kasar, seperti orang yang putus asa.
Lalu Nina berucap, " Entahlah apa ada pria tampan, kaya raya yang mau sama Aku,,," Nina mendramatisir ucapannya.
"Ya adalah Nin, kamu kan cantik, Sarjana hukum lagi gelar mu sekarang, kalau kamu mau buka hati kamu, pasti banyak yang ngantri sama kamu." dokter Tasya menyemangati Nina.
"Ya ada, paling tukang sayur, tukang cilok langganan ku, yang tiap hari lewat depan rumah ibu (mama Ranti) " Ucap Nina menimpali ucapan dokter Tasya.
Andi malah tersenyum tergoda mendengar ucapan Nina.
Gani yang melihat reaksi Andi lalu berkata, " Kenapa mas Andi?"
Dan pertanyaan Gani berhasil membuat Andi kelimpungan untuk menjawabnya, ia merasa tertangkap basah sedang memperhatikan Nina.
"Oo gak papa kok, lucu aja dengar Nina ngomong." Kemudian Jawab Andi.
Nina mengerutkan keningnya ketika mendengar jawaban andi, "Apanya yang lucu mas?" Nina merasa tidak sedang berguyon, iya sedang serius dengan ucapannya.
"Gak, gak papa kok." Andi terlihat kaku ketika menjawab pertanyaan Nina.
Kemudian dokter Tasya melanjutkan obrolannya dengan Nina, lalu menanyai Nina untuk mengalihkan pembicaraan, Sebab dokter Tasya tau sepertinya andi mempunyai perasaan istimewa kepada Nina.
Karena tak sengaja dokter Tasya melihat Andi terus saja memperhatikan Nina.
"Nina!" Seru Dokter Tasya untuk mengalihkan perhatiannya dari Andi.
"Ya,,," Jawab Nina
" Kenapa kamu gak cari pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan mu?" Dokter Tasya bertanya.
"Aku sedang mencari kok dok." Jawab Nina.
Andi dan ganti saling menatap saat mendengar kata yang di ucapkan Nina.
Ketika Andi dan Gani Salin menatap sama-sama memahami kata itu. mereka malah tertawa bersama.
Otomatis Nina kesal merasa selalu di tertawakan "Kenapa sih! apanya yang lucu coba?"
"kata-kata mu yang lucu, kamu seperti sedang mengatai dokter Tasya." Andi mencoba menjelaskan.
Dokter Tasya sendiri tidak menyadarinya "Mengatai ku..!" Gumam dokter Tasya.
" Ya, kamu gak denger apa Nina mengucapkan kata, [kok-dok] " Masih Andi yang menjelaskan.
Nina langsung menutup mulutnya ketika menyadari ucapannya.
Sementara Andi dan Gani kembali Tertawa.
Dokter Tasya malah terlihat menampilkan wajah cemberutnya.
"Nina, makanya jangan panggil Aku dok, panggilan aku Tasya saja." Dokter Tasya protes kepada Nina.
"Maaf dok, eh tass...' terpotong Sebab nina merasa tak enak hati menyebut dokter Tasya dengan sebutan nama langsung.
"Eeh nona Tasya." kemudian lanjut Nina.
Dokter Tasya tau Nina merasa canggung memanggilnya dengan nama langsung.
"Tidak apa-apa Nina panggil nama aja, biar terdengar lebih akrab seperti kamu memanggil alika dan Kania." Pinta Dokter Tasya.
"Ooh gitu ya...!" Seru Nina .
__ADS_1